<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679</id><updated>2012-01-20T20:32:56.317+07:00</updated><category term='studi di belanda'/><category term='carrissima'/><category term='kompetiblog'/><category term='great perfomance'/><category term='all about book'/><category term='manga freak'/><category term='per te'/><category term='entertainment'/><category term='opiniku'/><category term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>TEZUKA ZONE</title><subtitle type='html'>Esto es mi opinion acerca de l ambiente, la politica, la cultura social, y el entretenimiento. Esto es la voz del corazon. La historia acerca de mis libros predilectos, anime, musica, el deporte y por supuesto mi idolo en el mundo. Este blog dice acerca de mi emocion , el viaje, amor la amistad y mi deseo</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>208</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-3377131376861281124</id><published>2012-01-15T11:11:00.000+07:00</published><updated>2012-01-15T11:11:33.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Gratis, manis namun dilematis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun baru, tak terasa sudah setengah bulan kembali ke sekolah setelah libur semester yang lumayan menyegarkan kembali energi yang menipis. Kembali berkutat dengan tugas lama dan siap menyambut tugas baru yang mau tidak mau harus dijalani dengan harapan memperoleh pahala (sesuai dengan kalimat wajib yang terus diulang setiap harinya ^^). Bulan di awal tahun yang selalu sibuk dan penuh ketegangan menjelang dilaksanakannya ujian akhir untuk siswa kelas terakhir. Hari hari yang diisi dengan jam-jam tambahan untuk mempersiakan materi dan mental demi hasil terbaik yang memuaskan. Oops....tunggu dulu, ternyata tidak demikian dengan sekolahku. Ada apakah gerangan ? Usut punya usut entah benar atau tidak salah satu kegiatan krusial yang nyaris dilakukan di setiap sekolah tidak bisa dilakukan disini dengan alasan tak ada dana pendukung. Mengapa bisa demikian ? Jika dirunut kekurangan dana ini dipengaruhi oleh program sekolah gratis yang notabene sekolah dilarang memungut biaya dari siswa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata gratis memang menjadi magnet bagi siapapun. Terlebih bagi para orang tua yang harus membanting tulang dengan melambungnya biaya pendidikan khususnya mereka yang memiliki putra putri usia sekolah di luar program wajib belajar 9 tahun. Dan jadilah pendidikan menjadi bagian dari strategi politik yang memang berpeluang memperoleh simpati besar bagi rakyat. Walhasil, janji pendidikan gratis pun harus ditepati. Hal yang ternyata menimbulkan polemik di kemudian hari. Sekolah gratis pada dasarnya bukan tidak membayar untuk sekolah, melainkan segala biaya yang ditimbulkan dalam proses belajar mengajar dibiayai oleh pemerintah. Sayangnya pengertian gratis dalam arti sempit alias tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk mengenyam pendidikan terlanjur melekat di benak wali murid. Akibatnya sekolah pun kelimpungan mengatur dana untuk memenuhi kebutuhan operasional tanpa memungut iuran baik wajib maupun sukarela dari siswa. Sekolah tak bisa mengambil resiko dengan menarik iuran dengan adanya pernyataan "pendidikan gratis" jika tak ingin dikasuskan dan di blow up di media massa. Sementara kebutuhan mendesak untuk segera dipenuhi dan dana pendidikan tidak bisa dicairkan setiap saat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekolah gratis memang meringankan beban rakyat, namun kata gratis sangatlah tidak mendidik. Gratis mempengaruhi semangat belajar sebagian siswa yang merasa tidak menjadi beban orang tua sehingga berlaku seenaknya. Bandingkan dengan mereka yang harus mengeluarkan biaya tak sedikit, siswa menjadi terpacu untuk memperoleh hasil terbaik agar tak menyia-nyiakan jerih payah orang tua. Gratis juga mempengaruhi pola pikir wali murid yang tak mau menyisihkan dana untuk menunjang pendidikan putra putri mereka. Kalaupun bersedia berpindahnya rupiah diiringi dengan gumaman hingga gerutuan yang tak jauh dari kata-kata "apanya yang gratis". Sungguh ironis mengingat sekedar membeli semangkuk bubur seharga Rp 2.500,- harus merogoh kocek untuk biaya parkir seribu rupiah dan motor numpang berhenti tak lebih dari sepuluh menit. Bandingkan dengan sekolah yang notabene menitipkan anak di sebuah institusi selama tujuh jam penuh dengan berbagai fasilitas dan yang paling penting bekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang tak ternilai. Sungguh tak masuk akal jika segan untuk mengeluarkan biaya demi menunjang masa depan, sekedar untuk mengganti ongkos fotokopi materi yang nyata-nyata diperlukan. Miris hati ini melihat siswa yang lebih suka membolos, menghabiskan waktu di pojok-pojok warung atau rental-rental play station sementara di luar sana banyak mereka yang tidak beruntung harus bersusah payah demi memperoleh pendidikan. Sedih sekali melihat gemar membaca dan belajar hanya menjadi sekedar tulisan, tergantikan oleh kebiasaan mencontek di waktu ujian sekalipun. Siapa yang harus disalahkan ? Tentu tak bisa menunjuk satu pihak begitu saja. Yang perlu dilakukan adalah kesadaran dan kerjasama berbagai pihak, baik sekolah, pemerintah dan orang tua demi pendidikan bermutu bagi bibit-bibit muda sebagai generasi penerus bangsa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-3377131376861281124?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/3377131376861281124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=3377131376861281124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3377131376861281124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3377131376861281124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2012/01/gratis-manis-namun-dilematis.html' title='Gratis, manis namun dilematis'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-318515656530996153</id><published>2011-12-16T08:26:00.000+07:00</published><updated>2011-12-16T08:26:52.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Libur Telah Tiba</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hiruk pikuk di akhir tahun kembali kurasakan di penghujung tahun ini. Disaat anak-anak didik dengan gembira menyambut libur semester yang tinggal menghitung hari, para pendidik berkutat dengan kesibukan rutin menjelang pembagian rapor. Dikejar tenggat waktu melaksanakan salah satu tupoksi guru, masing-masing sibuk di depan laptop, dahi berkerut penuh konsentrasi, mulut tak henti bertanya ketika menemui kesulitan dalam mengolah nilai. Demikian pula denganku, berbekal pengalaman beberapa bulan lalu dan sedikit informasi yang kudapat lebih awal, jauh-jauh hari aku sudah mulai menginput data. Dan jerih payahku terbayar dengan tak perlu bingung mengantri printer yang jumlahnya terbatas ^^. Ada sekelumit cerita di balik kesibukan ini. Pengalaman membuatku berpikir dan bertanya seperti inikah yang terjadi dengan nilai-nilai yang kuperoleh ketika masih duduk di bangku sekolah dulu ? Wallahualam, yang bisa kunyatakan dengan tegas adalah setidaknya dulu aku benar-benar berusaha untuk mendapat nilai bagus dengan cara normal alias belajar. &lt;br /&gt;Tinggalkan saj keributan soal nilai menilai ini, berhubung aku tak mempunyai tanggungan selain guru mapel, ketika daftar rincian tugasku telah rampung aku pun bisa bersantai. Menikmati waktu luang di perpustakaan, berselancar di dunia maya yang akhir-akhir ini jarang kulakukan. Emosi yang kemarin selalu mudah tersulut (dipengaruhi faktor perempuan juga sih ^^) perlahan mengendur, terlebih ketika nyari tiap hari mengobrol jarak jauh dengan teman di seberang pulau. Plus berita gembira akhirnya kudengar di tengah hari yang panas. Beredarnya jadwal piket menjadi penegasan bahwa guru pun ikut libur ^^ Yeyyyyy.......dalam hati aku bersorak kegirangan (tak berani menjerit di depan si mata-mata ^^). Akhirnya bisa juga aku bersantai di akhir tahun ini. Mengendurkan ketegangan yang terus meningkat dengan datangnya berita maupun peristiwa mengganjal di hati. Dan yang terpenting aku bisa menghemat biaya hidup dengan mengurung diri di kampung halaman. Berhemat ? Yups, beberapa bulan ini aku harus berhemat agar penghasilan di awal bulan cukup sampai tanggal satu bulan berikutnya. Malangnya, bulan ini anggaran harus berkurang seperlima dari biasanya karena alasan jelas namun tak jelas kelanjutannya. Pusing mengatur sisa anggaran. berita menyedihkan kembali datang di tengah rapat (lebih tepat acara mendengar celoteh tak bermanfaat) nan membosankan. Betapa kagetnya aku mendengar tak ada libur untuk pendidik. Buyar sudah rencana yang telah kubuat jauh-jauh hari. Ya, institusi tempatku mengabdi ini memang sesuai dengan slogannya "Luar Biasa". Benar-benar di luar kebiasaan pada umumnya dan tak jarang membuat aturan-aturan sendiri yang dirasa menekan para bawahan. Peraturan tak tertulis yang hampir selalu membuat orang yang tahu menggelengkan kepala dan mengelus dada.&lt;br /&gt;Tapi....tinggalkan saja semua itu. Buang jauh-jauh dari pikiran karena libur telah menjelang. Meskipun datang terlambat dan hanya separuh dari umumnya, meskipun berakhir lebih cepat seperti aturan tak tertulis disini, setidaknya aku bisa berhenti sejenak, keluar dari lingkaran penuh intrik dan bersantai, memuaskan hobi berdendang yang sangat kurindukan. Selamat berlibur !!!!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-318515656530996153?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/318515656530996153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=318515656530996153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/318515656530996153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/318515656530996153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2011/12/libur-telah-tiba.html' title='Libur Telah Tiba'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4891389377827512736</id><published>2011-10-29T19:09:00.000+07:00</published><updated>2011-10-29T19:09:40.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Semoga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesan pertama selalu menjadi tolak ukurku dalam menilai sesuatu. Mungkin hal itu tidak bisa selalu dijadikan pegangan, pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang", jadi bukan tidak mungkin kesan pertama yang buruk dikarenakan kita belum&amp;nbsp; mengenal dengan lebih mendalam. Sayangnya penilaian saat kesan pertama selalu mempengaruhiku dalam menilai sesuatu meskipun penilaian pertamaku seringkali salah. Subyektif, mungkin adalah istilah yang tepat untuk kasusku ini. Demikian pula dengan saat ini, ketika kesan pertama sudah tak mengena di hati, kenyamanan di lingkungan baru yang kutunggu-tunggu tak jua datang. Diperparah dengan satu, dua dan banyak fakta negatif semakin membuatku apatis untuk berkarya di tempat baru ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang membutuhkan pengakuan akan keberadaannya. Demikian juga dengan diriku yang menjadi satu di antara setiap orang itu. Dan ketika pengakuan itu tak kunjung ada, lambat laun semangatku di awal mula menipis dan terus menipis ketika mengetahui alasan di balik perlakuan tak menyenangkan itu. Setiap orang di dunia ini bergelut dengan perjuangannya masing-masing. Berhasil atau tidak semuanya patut dihargai atau lebih tepatnya ingin dihargai atas usaha yang telah dilakukan. Berasal dari golongan prestisius bukan jaminan akan kinerja yang diharapakan. Sayang, mata penilai telah tertutup dengan tirai yang dijalinnya sendiri. Patokan-patokan sebagai standar penilaian pun telah bergeser, dengan penambahan atau pengurangan sesuai kacamata subyektifitas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seberapa pagi aku tiba di tempat memenuhi kewajibanku, seberapa ringannya tanganku kuulurkan di berbagai tugas, seberapa lengkapnya berkas-berkas yang senantiasa kusiapkan, seberapa perhatiannya aku dengan asuhanku, semua tenggelam di tengah gelombang nama besar akademis, dan tingginya jabatan saudara dekat. Hingga akhirnya kata percuma pun terbentuk di pikiran. Di saat inilah aku teringat kembali akan masa lalu, merindukan semua yang dulu dengan antusias kutinggalkan, Manusia....memang tak pernah puas ^^ Inilah cermin buruk sebuah sistem di Indonesia. Entah kapan sistem ini akan berubah menjadi lebih baik, tak dikotori dengan campur tangan 'dewa' uang. Ataukah sistem ini harus dihancurkan dahulu, dicabut hingga ke akar-akarnya agar bibit sistem yang sama tak tumbuh lagi ? Sudahlah, bukan kapasitasku untuk membahas semua itu, yang bisa kusampaikan hanya sekelumit 'unek-unek' dari perlakuan tak adil yang kuterima hanya karena berasal dari jenjang yang kurang punya nama. Kapankan semua ini akan berakhir ? Betapa aku merindukan kenyamanan di wilayah baru sehingga aku bisa lebih dalam membaktikan diri di tengah masyarakat. Bersyukur, hanya itu yang kupegang saat ini, bersyukur atas takdir yang menjadi jawaban atas doa-doaku. Berharap terus diberi kekuatan dan kesabaran dalam perjuangan yang masih panjang ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4891389377827512736?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4891389377827512736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4891389377827512736' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4891389377827512736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4891389377827512736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2011/10/semoga.html' title='Semoga'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-9073134999264050170</id><published>2011-10-25T21:07:00.000+07:00</published><updated>2011-10-25T21:07:00.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='great perfomance'/><title type='text'>Goodbye The Next Doctor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sekian lama absen mengikuti serunya ajang adu cepat memacu kuda besi di sirkuit lantaran situasiku yang tak memungkinkan alias bertepatan dengan jam tayang balapan motor tersebut aku sedang melakukan aksi balap versiku sendiri menempuh jarak yang lumayan membuat badan pegal, akhirnya di hari Minggu yang cerah aku bisa menyempatkan diri untuk menikmati salah satu acara televisi favoritku. Rebahan santai di depan televisi usai merampungkan tugas wajib perempuan di dapur ^^, aku pun dengan setengah serius mendengarkan ulasan awal dari komentator favoritku mengenai race yang akan berlangsung. Tak lama kemudian pertarungan yang kutunggu-tunggu pun dimulai. Masih dengan santai sambil bercakap-cakap dengan sesama penonton membahas aksi-aksi rider favoritku (siapa lagi kalau bukan VR46 ^^) tanpa disadari kami melewatkan putaran warm up hingga lap pertama dan selanjutnya. Aku yang masih asyik dengan bacaan rutin di tangan seketika mengalihkan perhatian ke layar kaca ketika mendegar seruan keras. Seketika aku ikut berseru menyaksikan adegan yang terpampang, mengkhawatirkan keselamatan penunggang motor dengan dominasi warna merah itu. Nafas yang sempat tertahan pun kembali berhembus melihat The Doctor hanya keluar lintasan. Namun kelegaan itu hanya sekejap dengan cepat berubah lagi menjadi kekhawatiran begitu melihat nomor motor yang tergeletak di tengah lintasan, dan sosok yang tersungkur tak bergerak, disusul dengan dikibarkannya bendera merah pertanda balapan dihentikan untuk sementara. Dan adegan pun berganti menjadi wajah-wajah rider yang nampak cemas, seraut wajah ayu yang menangis dan gerak cekatan kru yang menyiapkan motor pengganti. Siaran pun langsung kembali ke studio yang dengan segera membahas insiden tersebut. Mengingatkanku akan insiden serupa yang menimpa rider muda asal Jepang Shoya Tomizawa. Dan aku pun mengamini komentar Mateo yang berharap balapan tidak dibatalkan karena itu menunjukkan bahwa pembalap yang terluka baik-baik saja. Aku pun gembira ketika diumumkan bahwa balapan akan dimulai kembali setengah jam kemudian waktu setempat. "Ah, rider kribo selamat", demikian pikirku saat itu. Tayangan pun kembali dengan siaran langsung dari sirkuit Sepang, merekam situasi di paddock. Menit demi menit berlalu, aku masih dengan sabar menanti balapan dimulai kembali. Tak lama kemudian mataku terpaku pada kalimat berjalan di bagian bawah layar. Kuartikan dalam hati kalimat yang tertera, dan aku pun kecewa sekaligus cemas. Sontak aku teringat pernyataan Mateo beberapa saat lalu. Dengan dibatalkannya race, acara pun berakhir. Tak puas aku mengakses internet untuk mencari berita terkini tentang insiden Sepang. Tapi tak satupun berita di situs-situs mengabarkan kondisi terakhir rider yang sedang mendapat pertolongan medis. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjelang petang hari, aku pun sejenak melupakan insiden tersebut. Perhatianku sepenuhnya teralihkan pada kasus-kasus berbasic matematika dari seri terbaru komik QED. Lamat-lamat kudengar suara apik pembawa berita sore membacakan peristiwa-peristiwa aktual di tanah air dan mancanegara. Dan lagi-lagi aku tersentak dan berseru keras tak percaya mendengar pernyataan bahwa pembalap Marco Simoncelli akhirnya meninggal dunia. Simoncelli rider asal Italia&amp;nbsp; dengan ciri khas rambut kribonya menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapat pertolongan medis akibat luka parah di kepala, leher dan dada dampak dari tergilas motor milik Edward dan Rossi. Sayang koneksi internet tak memungkinkan untuk browsing mencari berita di situs-situs valid. Meskipun masih menyangkal, keesokan hari dengan maraknya berita tentang insiden Sepang yang menjadi headline&amp;nbsp; di media membuatku menitikkan air mata.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-E3EjmDjDlts/TqbCNzcC_rI/AAAAAAAAA0c/6GxyUJ9KB0A/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-E3EjmDjDlts/TqbCNzcC_rI/AAAAAAAAA0c/6GxyUJ9KB0A/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marco Simoncelli, aku mengetahui keberadaannya semenjak menjadi kandidat juara di kelas 250 cc beberapa tahun lalu. Melihat gayanya menunggangi kuda besi mengingatkanku akan The Doctor. Cara balapnya yang sedikit liar dan nekat membuat balapan makin seru, hal sama yang membuatku menggandrungi Rossi. dan mengingat faktor usia mereka berdua, aku pun 'menggadang-gadang' telah muncul pengganti Rossi kelak. Meskipun beberapa menganggap (baca&amp;nbsp; mencela) Simoncelli terlalu liar dengan gaya balapnya yang berbahaya, aku justru semakin menggemari penampilannya di sirkuit. Ketika perfoma The Doctor menurun dengan segala permasalahan teknis dan non teknis motor barunya, Simoncelli menjadi tokoh utama yang menjadikan balapan menggairahkan dengan aksinya yang memaksa duel seru di lintasan. Meskipun harus berulang kali tergelincir, dia tak mengubah gayanya dan selalu membuat penonton menahan nafas penuh ketegangan menanti pemenang. Sayang, takdir berkata lain. Di tengah perjalanannya menuju puncak keemasan, Simoncelli harus berhenti sampai di sini. Tak ada lagi kenekatan di lintasan, tak terlihat lagi rambut kribonya yang terlihat berat, tak terdengar lagi komentar-komentarnya, dan pastinya tak ada lagi sosok potensial penerus The Doctor. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-9073134999264050170?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/9073134999264050170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=9073134999264050170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/9073134999264050170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/9073134999264050170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2011/10/goodbye-next-doctor.html' title='Goodbye The Next Doctor'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-E3EjmDjDlts/TqbCNzcC_rI/AAAAAAAAA0c/6GxyUJ9KB0A/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-565068171009719462</id><published>2011-10-13T19:00:00.004+07:00</published><updated>2011-10-13T19:36:59.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Ujian Kedua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari menjelang kesibukan di sekolah mencapai puncaknya sesuai jadwal yang ada, kejutan demi kejutan tak menyenangkan menghampiri. Berawal dari sebuah kesalahpahaman yang menyebabkan riak kecil dalam sebuah hubungan, meskipun sesaat sesudahnya kembali tenang, jauh dalam benak masih tersimpan sebuah tanya. Terpengaruh oleh emosi sesaat, keingintahuan akan sebuah kejelasan menuntut untuk terpenuhi. Satu, dua,tiga hari ketika api telah benar-benar padam dan  aliran rasa percaya nan menentramkan mulai menghanyutkan, badai itu kembali datang. Sebuah kenyataan pahit meruntuhkan pondasi rencana masa depan yang mulai dibangun. Memang satu kebohongan akan membawa kebohongan yang lain, meskipun pada akhirnya semua akan terbuka juga. Sebuah kejanggalan peristiwa di masa lalu yang akhirnya terkubur begitu saja, kini telah tiba waktunya untuk digali kembali, menunjukkan apa yang tersimpan selama ini. Dan ketika aib itu terbongkar, sosok yang begitu akrab dan lekat di hati dengan segala kelebihan dan kekurangannya perlahan menghilang. Beralih rupa menjadi figur samar yang tak diketahui wajah sesungguhnya. Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan dan satu demi satu telah terjawab dan jawaban itu menimbulkan pertanyaan lain yang seolah tiada habisnya. Perasaan yang tersakiti, kebimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya, ketidakmampuan menentukan kebenaran, tak habis pikir akan sebuah tindakan,  rasa bersalah pada yang tidak melakukan apapun namun ikut terseret dalam pusaran cerita, semua campur aduk membentuk jalur-jalur rumit melebur dengan tugas-tugas rutin yang menuntut segera diselesaikan. Di tengah kegalauan dan kekacauan kembali ke selera asal pun menjadi pilihan sementara untuk sekedar menenangkan diri di sela-sela usapan jemari di pelupuk mata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-565068171009719462?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/565068171009719462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=565068171009719462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/565068171009719462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/565068171009719462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2011/10/ujian-kedua.html' title='Ujian Kedua'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-3487543069077900875</id><published>2011-10-12T08:43:00.004+07:00</published><updated>2011-10-12T10:15:11.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entertainment'/><title type='text'>On Strange Tides</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-oCk17DKVz70/TpUF8qWinRI/AAAAAAAAA0Q/k1VPMcQutv8/s1600/MV5BMjE5MjkwODI3Nl5BMl5BanBnXkFtZTcwNjcwMDk4NA%2540%2540._V1._SY317_CR0%252C0%252C214%252C317_.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 214px; height: 317px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-oCk17DKVz70/TpUF8qWinRI/AAAAAAAAA0Q/k1VPMcQutv8/s320/MV5BMjE5MjkwODI3Nl5BMl5BanBnXkFtZTcwNjcwMDk4NA%2540%2540._V1._SY317_CR0%252C0%252C214%252C317_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662438646207388946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain saga Harry Potter, ada film petualangan fantasi lain yang kutunggu-tunggu waktu tayangya. Diambil dari wahana Disney terkenal Pirate of The Caribbean, aktor watak Jhonny Deep mengambil peran tokoh unik Kapten Jack Sparrow dalam film berjudul sama. Sukses dengan Pirate of The Caribbean Curse of Black Pearl yang diikuti dengan dua sekuelnya, akhirnya sekuel keempat selesai digarap dan baru beberapa hari lalu mulai ditayang di jaringan bioskop di Indonesia. Ketika aku melihat jadwal tayang film bajak laut tersebut di bioskop-bioskop sekitar, langsung saja aku bertolak ke kota sebelah, tak sabar  melepaskan diri sebentar dari rutinitas untuk memuaskan keingintahuanku akan sekuel terbaru film produksi Hollywood tersebut.&lt;br /&gt;Serupa dengan tiga film sebelumnya, sekuel terbaru ini masih menampilkan petualangan Kapten Jack Sparrow di lautan. Petualangan mencari mata air dewa sebagai syarat ritual memperoleh hidup abadi menjadi inti cerita kali ini. Meskipun kru Black Pearl masih sama dengan sebelumnya, demikian pula dengan rival abadi Jack, Kapten Barbosa, pada sekuel kali ini tak terlihat tokoh Will Turner dan Elizabeth yang dulu diperankan oleh Orlando Bloom dan Keira Knightley. Sebagai gantinya muncul tokoh baru yang diperankan Penelope Cruz, seorang mantan biarawati yang sempat menjalin hubungan asmara dengan Jack Sparrow. Mantan biarawati yang  mengikuti jejak ayahnya perompak legendaris Edward Teach itu yang menggiring Sparrow untuk membantunya menemukan mata air dewa.&lt;br /&gt;Usai menonton film ini, gelombang rasa puas layaknya usai menonton film boxoffice pun membuatku nyaman. Berbagai adegan seru baik di lautan maupun di daratan pulau nan indah, munculnya legenda makhluk laut Mermaid yang mempesona, munculnya perompak tersohor yang konon benar-benar ada di masa lampau, ditambah dengan panorama alami yang sangat indah menjadi nilai plus keberhasilan film ini menjadi salah satu film dengan pemasukan lumayan besar. Tak lupa karakter unik Sparrow yang dengan pas dilakoni oleh Depp sukses memancing gelak tawa penonton di tengah keseriusan mengikuti jalan cerita.&lt;br /&gt;Menyaksikan film ini serta merta membuatku ingat sebuah komik Jepang terkenal. Tak hanya genre yang sama, komik berjudul One Piece karya Odacchi Sensei ini pun mengisahkan tentang kru bajak laut yang mengarungi lautan untuk mendapatkan harta peninggalan bajak laut terbesar Gold D Roger. Tokoh dan makhluk laut yang muncul dalam film keempat tersebut sama dengan apa yang ada di komik. Sebut saja Mermaid (putri duyung) yang digambarkan sebagai wanita cantik bertubuh ikan yang hidup di dasar lautan, bajak laut ternama Edward Teach, keduanya menjadi bagian dalam petualangan Luffy cs. Kesamaan tersebut mengindikasikan baik pembuat film maupun komik keduanya sama-sama melakukan riset mendalam tentang dunia perompak. Riset yang kemudian digarap dengan apik sesuai eksplorasi ide masing-masing membuat dua hal berlainan wujud tersebut sama-sama mendulang sukses di wilayahnya masing-masing. Sebuah proses dalam membuat suatu karya yang patut dicontoh oleh para sineas dan pengarang-pengarang lain yang ingin memperoleh prestasi yang sama. Melihat kesuksesan sekuel terbaru ini yang tak kalah dengan film sebelumnya walaupun tak menyertakan tokoh-tokoh yang telah dikenal pemirsa membuatku berharap akan kehadiran sekuel berikutnya dari Pirate of The Caribbean, mengingat akhir cerita film tersebut masih memungkinkan untuk dilanjutkan pada petualangan Kapten Jack Sparrow berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-3487543069077900875?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/3487543069077900875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=3487543069077900875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3487543069077900875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3487543069077900875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2011/10/on-strange-tides.html' title='On Strange Tides'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-oCk17DKVz70/TpUF8qWinRI/AAAAAAAAA0Q/k1VPMcQutv8/s72-c/MV5BMjE5MjkwODI3Nl5BMl5BanBnXkFtZTcwNjcwMDk4NA%2540%2540._V1._SY317_CR0%252C0%252C214%252C317_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-5729120149196972566</id><published>2011-10-10T18:21:00.004+07:00</published><updated>2011-10-10T20:51:49.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Tahun pertama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa setahun sudah sejak terucapnya komitmen itu. Berbagai peristiwa sepanjang proses pendalaman karakter masing-masing mewarnai hari-hari yang terlewati diantara jarak yang memisahkan antara dua hati. Bahagia ketika menemukan tempat bersandar yang bisa saling mengisi kekurangan masing-masing. Tertawa dengan kekonyolan yang baru terungkap. Kecewa ketika tak sesuai harapan. Sedih akibat ketidakberhasilan kompromi. Marah yang meledak-ledak ketika egoisme menjadi yang terdepan dan menjadikan kesalahpahaman semata. Bingung dengan ketidakpastian sementara waktu terus berjalan. Ketidakpercayaan yang bersumber dari hati yang gelisah dan tak percaya diri. Hingga keraguan akan tepat tidaknya sebuah pilihan yang menentukan tujuan hidup selanjutnya. Silih berganti mengubah-ubah tingkah polah dan suasana hati.&lt;br /&gt;Saat ini, ketika berbagai ujian awal yang tak seberapa berat berhasil dilewati, sebersit harapan untuk langkah ke depan semakin membuncah. Hati semakin mantap dengan apa yang telah menjadi pilihan. Segala kelebihan diterima dengan penuh syukur, dan segala kekurangan diterima sebagai hal yang wajar akan ketidaksempurnaan dengan harapan bisa diubah atau setidaknya dikendalikan. Semoga setelah tahun pertama ini, ada sebuah kemajuan dalam komitmen yang telah terucap. Realisasi dari angan-angan yang sebelumnya hanyalah omong kosong belaka. Mulai merencanakan langkah ke depan dan segera bertindak tahap demi tahap yang harus dikalukan dengan situasi yang mendesak untuk segera mengambil penegasan sebuah komitmen untuk bersama mencapai tujuan hidup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-5729120149196972566?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/5729120149196972566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=5729120149196972566' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5729120149196972566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5729120149196972566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2011/10/tahun-pertama.html' title='Tahun pertama'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-2498777051454150057</id><published>2011-08-31T07:38:00.005+07:00</published><updated>2011-08-31T09:13:35.137+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Lebaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hiruk pikuk menyambut lebaran semakin riuh dengan adanya perbedaan penetapan 1 Syawal atawa Hari Kemenangan umat Islam setelah sebulan penuh beribadah di bulan suci Ramadhan. Kebingungan atas pergeseran mendadak penetapan hari lebaran oleh pemerintah ini mau tak mau menimbulkan sedikit rasa kecewa bagi mereka yang sudah mempersiapkan 'tetek bengek' yang biasa dilakukan di hari raya. Tak ayal lagi berbagai cerita yang mengundang tawa pun terjadi, dari ketupat lebaran yang dijadikan menu sahur, tarawih setelah sempat mengumandangkan takbir hingga membatalkan puasa dan ikut sholat Iedul Fitri karena diajak tetangga ^^.&lt;br /&gt;Sayangnya ketidakbarengan hari lebaran kali ini sedikit banyak menodai kefitrahan Iedul fitri dengan adanya saling kecam antara ahli-ahli yang berperan dalam menentukan 1 Syawal. Masing-masing kukuh berpendapat yang paling benar, dan menyalahkan yang lain bahkan cenderung mengkritik dengan penyampaian yang mengundang salah paham. Semua itu menjadi bibit perpecahan sesama umat yang perlu untuk dicari solusinya agar keutuhan 'ukhuwah islamiyah' tetap terjaga. Jika mengacu pada kebebasan beragama yang termaktu dalam UUD 45, seyogyanya perbedaan ini yang notabene menjadi perbedaan pandangan antar ormas tidak dijadikan isu 'sara'. Biarlah perbedaan ini menjadi hal yang wajar sebagai manusia yang tak sempurna, berpegang teguh pada keyakinan yang berpedoman pada kebenaran dan saling menghormati satu sama lain.&lt;br /&gt;Hari Selasa atau Rabu pada intinya adalah Taqoballalahu Minna Wa Minkum, Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1432 H, Minal Aidzin Wal faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-2498777051454150057?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/2498777051454150057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=2498777051454150057' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2498777051454150057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2498777051454150057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2011/08/lebaran.html' title='Lebaran'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-475254088386520550</id><published>2011-08-08T16:40:00.003+07:00</published><updated>2011-08-12T09:01:07.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entertainment'/><title type='text'>The Last Part</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-UWJEdTcqprU/TkR_1mnq56I/AAAAAAAAA0A/moLlarDFEVs/s1600/Harry%2BPotter%2Band%2Bthe%2BDeathly%2BHallows%2BPart%2B2.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 235px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UWJEdTcqprU/TkR_1mnq56I/AAAAAAAAA0A/moLlarDFEVs/s320/Harry%2BPotter%2Band%2Bthe%2BDeathly%2BHallows%2BPart%2B2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639773192251434914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah heboh tak beredarnya film asing di tanah air akibat peraturan bea cukai, akhirnya bertepatan dengan dirilisnya film paling dinanti tahun ini apalagi kalau bukan Harry Potter and The Deathly Hallow part Two alias bagian pamungkas saga Harry Potter, kesepakatan pun terjadi antara pihak importir dengan dirjen pajak. Meskipun tidak semua importir memenuhi kewajibannya mengenai cukai film asing, namun cukuplah bagiku dengan tayangnya bagian teakhir petualangan Harry Potter cs melawan penyihir hitam Voldemort beserta pengikutnya. Kerinduan akan film asing yang notabene lebih menarik dari film lokal komersil akhirnya terobati. Tak pelak lagi begitu muncul jadwal tayang Harry Potter secara serentak, antrian pun mengular apalagi bertepatan dengan libur awal puasa bagi umat muslim.&lt;br /&gt;Demikian pula denganku yang tak ketinggalan antusias mengantri tiket di salah satu studio. Menyempatkan diri di tengah kesibukan dan waktu yang yang telah limit, aku pun bersabar menunggu giliran mendapatkan selembar tiket masuk, sesuatu yang di luar kebiasaanku ^^. Setelah berjalan-jalan sembari menunggu waktu tayang dimulai, akhirnya aku pun memasuki ruangan besar yang nampak nyaman dengan layar lebar terpampang di muka. Aku pun menuju nomor kursi yang tertera di tiket (sayang sekali mendapat kursi paling depan), dan menghempaskan diri, lelah dengan beban berat yang tersampir di punggung. Tak berapa lama, lampu dipadamkan, deretan iklan pun dimulai sebelum tayangan utama diputar.&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian, aku dan tentu saja semua yang ada disitu larut dalam ketegangan duel akhir antara Orde Phoenix dengan Harry sebagai pusat komando melawan Death Eater yang dipimpin oleh Voldemort sendiri. Berbeda dengan sekuel-sekuel sebelumnya, Harry Potter and The Deathly Hallows baik part one dan part two cukup memenuhi standar sebagai sekuel penutup. Jalinan cerita diadaptasi semirip mungkin dengan novel aslinya. Adegan spektakuler peperangan penyihir pun diolah dengan baik sehingga jadilah pemandangan memukau di layar lebar. Bangunan dan makhluk-makhluk gaib ala dunia penyihir seperti Gringots, Kementrian Sihir, Malfoy Manor, Naga, Aragog, Dementor hingga hantu-hantu Hogwarts digambarkan dengan detail sehingga penonton yang selama ini hanya membayangkan bentuk dan wujudnya sekarang bisa melihatnya secara visual. Adegan dramatis nan mengharukan antara Snape dengan Harry pun berhasil membuat penonton terenyuh, mengubah persepsi tentang Prosefor Snape sekaligus menjadikannya pahlawan sesungguhnya. Setting stasiun King Cross yang didominasi putih terang cukup baik mereprentasikan adegan percakapan antara Harry dan Dumbledore di alam lain. Aku pun gembira ketika di akhir film ditampilkan adegan 19 tahun kemudian, episode kecil namun penting bagi mereka yang penasaran dengan kehidupan Harry pasca kehancuran Voldemort.&lt;br /&gt;Kisah yang berakhir bahagia ini membuatku cukup puas, tak sia-sia mengantri tiket, duduk di deret terdepan yang cukup membuat kepala pusing ^^. Namun sebagai pembaca setia serial Harry Potter mau tak mau aku menemukan satu dua dan banyak hal yang tak sesuai dengan yang tertulis di buku. Merupakan kewajaran bagi sebuah film adaptasi jika menyimpang dari cerita aslinya. Namun untuk kasus Harry Potter, ketidaksesuaian tersebut terasa mengganggu. Satu contoh adegan ketika Neville membunuh Nagini, di buku diceritakan Neville mendapat pedang Gryfindor dari topi seleksi ketika menghadapi Voldemort, di film digambarkan Neville memungut pedang yang muncul begitu saja dan menyelamatkan Hermione dan Ron yang diserang Nagini tanpa senjata. Sebuah hal yang mungkin prinsipnya sama namun disini menunjukkan kesalahan cukup mendasar. JK Rowling, dalam menulis setiap adegan selalu mengandung arti dan maksud tertentu. Demikian pula dengan kasus Neville ini, dengan memperoleh pedang dari topi seleksi, pada akhirnya Neville pun diakui sebagai seorang Gryfindor dengan karakter yang pemberani dan setia kawan, dimana sebelumnya Neville selalu ragu akan posisinya di asrama Gryfindor. Kelemahan film terakhir ini juga terletak pada tidak adanya penjelasan rinci tentang hubungan misterius antara Harry dan Voldemort. Mengapa Harry bisa hidup kembali ? Mengapa Dumbledore mati di tangan Snape ? Mengapa sihir Voldemort tak mempan ketika Harry hidup lagi ? Semua pertanyaan tersebut tak terjawab hingga film usai. Walhasil penonton yang tidak membaca bukunya pun kebingungan dengan adegan yang terkesan meloncat-loncat tanpa mengetahui mengapa demikian. Beruntung aku menyaksikan film ini berbekal cerita asli yang telah kurampungkan sekian kali ^^, sehingga aku pun menikmati sepanjang 2,5 jam dan meninggalkan gedung dengan hati senang dan berbagai hal untuk dibahas dengan seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-475254088386520550?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/475254088386520550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=475254088386520550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/475254088386520550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/475254088386520550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2011/08/last-part.html' title='The Last Part'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UWJEdTcqprU/TkR_1mnq56I/AAAAAAAAA0A/moLlarDFEVs/s72-c/Harry%2BPotter%2Band%2Bthe%2BDeathly%2BHallows%2BPart%2B2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1978110652702516768</id><published>2011-08-06T14:12:00.005+07:00</published><updated>2011-08-08T16:32:17.469+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Rencana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berada di lingkungan baru, bergabung dengan bermacam-macam karakteristik baru membawa perubahan yang cukup signifikan. Prinsip 'Let it flow" perlahan mulai disingkirkan, 'planning' untuk ke depan mulai direka terlebih dengan situasi terjamin kepastiannya. Usia yang kata orang 'sudah waktunya' mengharuskan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai apa, bagaimana, kapan dan tak ketinggalan dengan siapa nantinya akan berbagi.&lt;br /&gt;'Hidup adalah perjuangan", demikian pedoman yang dianut oleh seorang guru. Dan itu memanglah benar, untuk mencapai apa yang dicita-citakan, semua perlu usaha dan rencana yang matang. melewati jalan berliku hingga tak jarang merasa menemui jalan buntu. Menganggap bahwa semua yang terjadi sudah ada yang mengatur memang benar adanya, namun sebagai manusia tidak bisa begitu saja menghabiskan waktu dengan berpangku tangan, menanti apa yang biasa disebut dengan 'takdir'.&lt;br /&gt;Perencanaan menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Menelaah segala kemungkinan yang bisa terjadi dan mencari solusi untuk menghadapi segala sesuatunya. Jikalau sulit untuk mengerjakan semua sendiri, bolehlah membaginya dengan seseorang yang diyakini bisa menjadi penyangga. Satu demi satu, bayangan tanggung jawab di masa depan mulai dipikirkan dan direncanakan dengan baik sejak saat ini, supaya kelak ketika tiba waktunya semua bisa teratasi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1978110652702516768?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1978110652702516768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1978110652702516768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1978110652702516768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1978110652702516768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2011/08/rencana.html' title='Rencana'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1214622552555149841</id><published>2011-05-31T10:36:00.005+07:00</published><updated>2011-05-31T11:13:58.271+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Kesan Pertama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah hampir dua bulan, aku kembali menggeluti dunia pendidikan, wilayah yang sempat terpikir aku tak akan pernah berkecimpung lagi di dalamnya. Dua bulan yang terasa lama dan menyita tenaga lebih-lebih pikiran. Hari ini tepat ketika aku menginjak usia kepala tiga (tepatnya lebih satu hari ^^) aku bertanya-tanya akan kubawa kemana sisa hidupku selanjutnya. Masih kuingat ketika aku pertama kali menginjak kaki di tempat kerjaku yang baru ini, begitu jauh berbeda dengan dunia ku yang dulu selama beberapa tahun kujalani. Berbekal ketidakpastian akan relevansi latar belakang pendidikanku, kebingunganku semakin menjadi ketika mengetahui lebih jauh tentang institusiku yang baru ini.&lt;br /&gt;Entah mana yang benar antara dulu dan sekarang, aku merasakan perbedaan signifikan yang sedikit banyak mengikis semangat dan antusiasme ku untuk berkarya disini. Baru kali ini aku menemui lahan pendidikan yang diarahkan untuk berwirausaha. Memang ada jenis pendidikan tertentu yang mengajarkan untuk itu, namun aku merasa kurang tepat jika sekolah dijadikan lahan bisnis para penghuninya. Aku sesuai dengan apa yang tercantum di selembar kertas adalah seorang guru, yang kupersepsikan bertugas untuk mendidik murid bukannya memutar otak untuk mencari peluang usaha. Sah-sah saja untuk mencari penghasilan tambahan, tapi dimana tanggung jawab sebagai pendidik jika menomorsatukan itu di atas tugas pokoknya ? Kejutan demi kejutan tak mengenakkan kuterima seiring berjalannya waktu aku disini. Sistem manajemen yang terkesan dipaksakan, tuntutan kerja yang lebih menitik beratkan kepada kewajiban, cara kerja yang tidak sistematis berujung pada kurangnya kebersamaan penghuni sekolah membuatku semakin limbung. Apa yang harus keperbuat, apa yang harus kukerjakan, bagaimana aku bisa membaur dengan semuanya ? Semua itu membuatku sedikit demi sedikit mengalami depresi, (berharap agar berefek pada program penurunan berat badan ^^) belum lagi masalah keluarga yang semakin memperumit dan mengusik hidupku yang baru saja mulai tertata nyaman.&lt;br /&gt;Kesan pertama bagiku selalu penting, jika di awal aku sudah merasa tak nyaman aku tak bisa membayangkan betapa jenuhnya aku di waktu-waktu mendatang. Bayangan kehidupan lebih nyaman dan tenang ternyata belum kutemui saat ini. Mungkin memang aku yang sudah merasa lelah untuk berkarya dan mendambakan kehidupan yang mengalir tenang, bolehlah aku menemui riak-riak kecil tapi berharap tak terkena terjangan ombak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1214622552555149841?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1214622552555149841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1214622552555149841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1214622552555149841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1214622552555149841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2011/05/kesan-pertama.html' title='Kesan Pertama'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1856003340902405966</id><published>2011-05-17T14:16:00.003+07:00</published><updated>2011-05-17T16:19:49.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Watashi wa sensei desu^^</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah sudah berapa bulan aku tidak mengunjungi laman pribadiku ini. Tak seperti dulu, berbagai peristiwa menarik dan kontroversial tak mendorongku untuk bergegas menuju tempat langganan untuk sekedar urun pendapat maupun berkomentar tak jelas. Heboh artis dadakan Briptu Norman yang dengan fasih berjoget india, arogansi anggota dewan yang tetap kukuh membangun gedung baru dengan desain yang sama sekali tak mencerminkan karakter budaya Indonesia, bahkan gempa dan tsunami yang melanda salah satu negara favoritku tak juga membuatku tergerak meluangkan waktu untuk mengolah kata di dunia maya. Masalah demi masalah seputar pekerjaan maupun pribadi menghambat moodku untuk menulis, bahkan membaca pun urung kulakukan beberapa bulan terakhir ini.&lt;br /&gt;Akhirnya datang juga kesempatan atau lebih tepatnya keinginan untuk menyambangi warnet. Meskipun sebenarnya ada alasan lain mengapa aku mau bangkit dari tidur lelapku dan menempuh jarak lumayan jauh untuk sampai di tempat ini ^^. April menjadi bulan yang mengubah jalan hidupku. Memang berita gembira sudah kuterima sejak awal januari lalu, namun perasaan lega baru datang ketika pada akhirnya aku menerima selembar kertas tipis namun berharga. Berkat semuanya setelah sekian tahun berjuang datang juga giliranku untuk menjadi salah satu dari mereka. Aku sendiri juga heran, ketika harapan nyaris terlepas tak disangka-sangka keberuntungan menyertaiku. Bagaimanapun rasa syukur tak habis-habisnya kupanjatkan, inilah awal untuk harapan dan keinginan yang belum sempat terwujud.&lt;br /&gt;Sungguh tak mudah bagiku untuk berganti haluan. Deretan angka dan hiruk pikuk pekerja masih membayangiku tiap hari meskipun aku telah berganti kostum dan berlaku layaknya style ku dua tahun lalu. Perubahan situasi cukup membuatku tertegun. Lingkungan yang dulu pernah kulakoni, dan setelah lama vakum kini aku terjun kembali ke dunia itu. Akan tetapi, walalupun dulu aku telah lumayan lama berkecimpung di dunia anak-anak sekolah, rumah baruku saat ini membuatku bertanya-tanya, "mampukah aku untuk menjalani semua ini ?" Dikarenakan tingkat satuan pendidikan yang jauh berbeda dengan dulu, membuatku bingung bagaimana aku harus memulai dan mengasah profesionalismeku di bidang ini. Belum lagi sekarang aku terlempar ke sebuah institusi yang dipimpin oleh sosok nan arogan dan ambisius, berada di tengah kerumunan remaja yang sedang berada di taraf mencari jati diri sekaligus berjiwa pemberontak sehingga membuatku ragu akan kemampuanku menangani mereka. Untunglah rekan-rekan yang lain begitu terbuka menyambut kedatangan ku (kami) untuk bergabung dengan keluarga besar mereka. Dengan ramah membesarkan hati ku (kami) yang sempat mengerut akibat tuntutan berat yang ditimpakan kepada ku (kami) di awal perjumpaan.&lt;br /&gt;Perangkat pembelajaran, menjadi wirausahawan, mengabdi penuh untuk sekolah, meningkatkan profesionalisme, berbaur dengan rekan sejawat, mengasah kompetensi di bidang lain, membenahi mental dan pengetahuan anak, itu semua sekian dari banyak tugas-tugas yang menantiku untuk segera dilaksanakan. Sungguh suatu tantangan berat yang membutuhkan energi dan kesiapan mental lebih agar tidak menyerah di tengah jalan. Gambaran betapa berat jalan untuk menuju perbaikan standar mutu kehidupan memang masih panjang dan tak diragukan lagi akan sangat berat dan berliku. Namun, untuk saat ini dengan gembira aku akan berkata, " &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Watashi wa sensei desu "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1856003340902405966?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1856003340902405966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1856003340902405966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1856003340902405966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1856003340902405966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2011/05/watashi-wa-sensei-desu.html' title='Watashi wa sensei desu^^'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4528294691974871220</id><published>2010-12-08T12:42:00.005+07:00</published><updated>2010-12-08T13:43:14.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manga freak'/><title type='text'>Topeng Kaca</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TP8nBXo9z6I/AAAAAAAAAzM/cf6ck3qHANM/s1600/topeng-kaca4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 290px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TP8nBXo9z6I/AAAAAAAAAzM/cf6ck3qHANM/s400/topeng-kaca4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548196170422931362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup memang tak selamanya sesuai dengan apa yang  diharapkan. Adakalanya seseorang mendambakan perubahan situasi dalam hidupnya. Mengejar impian betapapun orang lain menganggap itu mustahil dilakukan, menjadi hak setiap orang tak peduli seperti apa latar belakang orang itu. Demikianlah pesan yang bisa kutangkap dari bacaan favoritku belakangan ini. Beberapa bulan terakhir ini, aku merasakan jenuh untuk membaca suatu hal yang kukira tak kan terjadi padaku yang dijuluki kutu buku ini ^^. Terpengaruh oleh stress akibat pekerjaan dan masalah-masalah pribadi yang memusingkan, menyebabkan tumpukan buku-buku baru yang belum kubaca semakin meninggi. Dan pada akhirnya aku mulai melirik kembali bacaan bergambar kesukaanku yang sempat terbengkalai begitu saja. Memang buku cerita bergenre 'manga' ini bukanlah cerita baru melainkan edisi cetak ulang manga berjudul sama yang mulai kubaca kira-kira lima belas tahun yang lalu. Ketika mengetahui manga ini diterbitkan kembali, aku yang dulu sangat menyukai buku ini dan hingga kini pun masih setia mengikuti kelanjutan ceritanya pun memutuskan menambah koleksiku dengan serial bertajuk Topeng Kaca ini. Manga karya mangaka Suzue Miuchi ini bercerita tentang perjuangan Maya Kitajima, seorang anak yang biasa saja, tidak cantik, tidak pintar, tak punya ayah dan hidup sehari-hari dengan pas-pasan untuk menjadi seorang aktris. Maya yang selalu dipandang remeh bahkan oleh ibu kandungnya itu memiliki minat yang demikian besar di dunia akting. Bakatnya dalam bidang seni peran tersebut terendus oleh mantan aktris Mayuko Chigusa, dan di bawah bimbingannya Maya mulai mengasah bakatnya, sedikit demi sedikit menapaki dunia panggung untuk sebuah tujuan akhir menjadi pewaris naskah drama legendaris Bidadari Merah. Layaknya tokoh protagonis, Maya harus berjuang untuk mencapai cita-citanya bukan hanya dengan saingan beratnya namun juga munculnya musuh-musuh alami yang selalu menghambat kehidupannya sebagai seorang aktris.&lt;br /&gt;Sejak pertama membaca manga ini, aku sudah tertarik dengan ceritanya. Aku yang memang menyukai seni drama dan musik begitu hanyut dengan adegan-adegan berbagai drama yang ditampilkan sepanjang serial ini. Melalui Maya, aku seolah menjelma menjadi tokoh-tokoh menarik dalam naskah yang dalam kenyataan tak mungkin terjadi pada diriku. Miuchi-sensei begitu piawai meramu kontradiksi antara dua gadis yang berbeda penampilan maupun latar belakang dalam sebuah persaingan sehat di dunia akting. Emosi pembaca pun dibuat naik turun, hingga berpindah-pindah dukungan antara kedua tokoh utama yang mempunyai kelebihan masing-masing. Melalui tokoh Maya, aku disadarkan betapa perjuangan untuk meraih impian itu penting. Meskipun memiliki bakat dan modal yang cukup, tanpa kemampuan untuk berusaha semua akan sia-sia. Kekuatan sejati akan muncul ketika seseorang berkonsentrasi akan suatu hal, tak peduli darimana seseorang berasal, bagaimana penampilan orang itu, seperti apa pandangan orang lain.&lt;br /&gt;Semakin lama aku menekuri serial ini, semakin besar pula animoku akan seni peran. Dengan berakting seseorang bisa menjelma menjadi orang lain. Maya yang tidak cantik bisa berubah menjadi Putri Musim Semi yang menawan, Maya yang pemalu menjelma menjadi Midori yang periang, Maya yang kikuk mampu menjadi ratu yang agung, seolah memiliki seribu topeng yang bisa diganti-ganti setiap saat sesuai dengan peranan. Tak sabar rasanya aku menantikan seri berikutnya. Maklumlah serial ini terbilang memakan waktu cukup lama, bahkan lima belas tahun berlalu pun belum ada tanda-tanda serial ini akan usai. Mengingat kondisi mangaka yang konon menderita sakit sehingga serial ini terhambat, harapanku hanya semoga serial ini berakhir dengan wajar tanpa ada kesan dipaksakan untuk segera berakhir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4528294691974871220?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4528294691974871220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4528294691974871220' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4528294691974871220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4528294691974871220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/12/topeng-kaca.html' title='Topeng Kaca'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TP8nBXo9z6I/AAAAAAAAAzM/cf6ck3qHANM/s72-c/topeng-kaca4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-2490919827558534412</id><published>2010-11-28T14:42:00.004+07:00</published><updated>2010-11-28T15:17:49.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Satu yang Kuminta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasanya belakangan ini lelah terus menerus menggerogoti fisik dan pikiranku baik itu karena masalah lingkup kerja terlebih jenuh datang dari persoalan pribadi yang mengganggu. Alhasil, energi untuk bersemangat  pun tersedot setiap saat, melemahkan emosi hingga meruntuhkan kekuatan staminaku yang boleh dibilang selama ini tak ada masalah. Hmmm....mungkin sebagian dari semua ini terjadi karena kesalahanku. Maklumlah lahir dengan mengemban sifat emosional yang meledak-ledak acapkali merugikan diri sendiri. Bagaimanapun juga setelah mendapat masukan dari sana-sini, menimbang dan memilah mana yang bisa untuk dilakukan aku pun mencoba untuk sedikit 'cooling down', mengendurkan pita kemarahan yang terus meregang karena persoalan yang mungkin bagi orang lain sangat sepele namun bagiku begitu krusial. Sedikit demi sedikit aku mulai belajar menahan emosi yang jika kucermati demikian merugikan diriku sendiri. Meskipun masih terasa dongkol jika mengingat maksud hati ini ternyata diartikan berbeda dan cenderung menyudutkanku, aku belajar untuk menerima dengan biasa saja. Beruntung disana-sini aku mempunyai sahabat-sahabat yang mengerti akan kecemasan, kekhawatiran, dan keinginanku yang sesungguhnya. Sahabat yang tak hanya melihatku dari luar namun benar-benar mengerti akan isi kepalaku, benar-benar peduli akan diriku hingga dukungan pun terus mengalir untukku. Walaupun tak sedikit kata-kata yang justru semakin menambah pelik nan memusingkan, namun semua itu tak lebih dari pandangan mereka yang tak mau aku terus bergelut dalam keputusasaan. Demikianlah kali ini aku mencoba untuk kembali menjadi diriku yang dulu. Seseorang yang selalu tersenyum meskipun pedih di dalam, seseorang yang tak mau diricuhkan dengan persoalan personal, seseorang yang mampu berdiri sendiri dengan tegar. Namun, jika boleh aku meminta, betapa aku berharap untuk lebih dimengerti, berharap bantuan untuk memulihkan diri datang tanpa diembel-embeli dengan cap tertentu yang belum tentu benar adanya. Betapa aku mendambakan kesadaran dan pengertian untuk menjaga diriku agar dengan segera kembali menjadi aku yang dulu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-2490919827558534412?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/2490919827558534412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=2490919827558534412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2490919827558534412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2490919827558534412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/11/satu-yang-kuminta.html' title='Satu yang Kuminta'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1450267823373919617</id><published>2010-11-02T20:22:00.004+07:00</published><updated>2010-11-02T21:08:58.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Kembali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seketika mataku menangkap sebuah nama di antara sederet nama-nama tak dikenal. Nama berinisial huruf favoritku itu tidaklah asing di benakku, meski tak satupun dari sekian banyak nama dalam ingatan sama persis dengan nama itu. Penasaran, antusias diiringi dengan degup jantung yang semakin cepat, aku mencoba menelusuri nama tersebut. Dan benarlah sebuah gambar  menunjukkan bahwa kecurigaan atau lebih tepatnya dugaan setengah mengharapku terbukti kebenarannya. Akhirnya setelah bertahun-tahun aku mencari, sekian lama selalu merindukannya demikian berharap untuk sekedar mengetahui keberadaannya terjawab sudah. Bahagia, lega sekaligus sedih seketika membuatku terpaku pada pada sosok dalam gambar yang telah jauh berubah dari ingatan terakhirku tentang dia. Raut wajahnya tak lagi sama seperti dulu, garis keras yang umumnya muncul akibat perjuangan hidup menggantikan roman muka yang dulu lembut. Pandangan menyejukkan dan senyum manis yang terpatri dalam ingatanku tak lagi ada, menyisakan sorot tajam dari kedua bola matanya yang semakin besar dan cekung. Kucermati lagi gambar itu, haru beccampur getir penyesalan menerpaku tatkala melihat sosok mungil di pangkuannya. Lega rasanya melihatnya baik-baik saja, bahagia dengan keluarga barunya, namun tak urung sebersit angan-angan sempat melintas di benakku. "Andai saja dulu... sekarang mungkin....andai saja.... si mungil itu adalah...." Ah dimanakah dia sekarang ? Penuh semangat aku mencari-cari lagi, dan rupanya tak begitu jauh  ia bersembunyi selama ini. Betapa sering aku melewati tempat itu, tapi tak sedikitpun tanda-tanda dia yang kucari ternyata ada disana. Meskipun sekian lama waktu berlalu, dan tak sekalipun aku pernah menjumpainya alih-alih bertegur sapa dengannya. Debaran yang dulu masih saja ada, pesona yang tak pernah luntur walaupun telah jauh berbeda dan tak mungkin lagi terjangkau dengan kedua tangan ini. Tak dipungkiri iri hati pun timbul, tertuju pada seseorang yang kini menjadi teman hidupnya sehari-hari. Andai dia tahu, betapa dia telah lama menjadi penghuni mimpiku, menjadi belahan jiwaku kepada siapa kelak aku ingin menjadi bagian hidupnya. Hmmm...pada akhirnya jalan cerita dalam impian jauh berbeda dengan kenyataan. Dan kini setelah dia muncul kembali di hadapanku, aku tak tahu harus bagaimana menata hati ini. Meskipun mungkin tak lagi mengharapkannya, walaupun tak lagi seindah dulu,bahagia tak terkira hati ini ketika dia mengajaku kembali untuk berteman. Dan mulai saat itu, hariku kembali kuisi dengan sosoknya, ungkapan perasaannya meskipun hanya sepatah dua patah kata. Memang kini dia telah berubah, tak lagi lembut, manis dan menghanyutkan seperti dulu, tapi tetap saja aku bersorak " Akhirnya aku menemukannya !!!!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1450267823373919617?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1450267823373919617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1450267823373919617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1450267823373919617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1450267823373919617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/11/kembali.html' title='Kembali'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-3046825029878015554</id><published>2010-11-02T19:59:00.001+07:00</published><updated>2010-11-02T20:20:37.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Lelah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sayang wanita yang kuat, sabar ya ", jika membaca pesan penyemangat tersebut entah mengapa  alih-alih aku kembali bersemangat dan menguatkan hati, entah mengapa aku justru semakin merasa 'nelangsa'. Mengapa bisa begitu ? Jika kutelisik lebih lanjut, segala sesuatu tentang diriku memang terasa absurd, tak mudah untuk dijelaskan maupun dimengerti. Yah selama ini orang mungkin melihatku selalu gembira, senyum hingga tawa terbahak selalu menyertaiku sehari-hari. Hidup seolahmengalir begitu saja, kulalui dengan hati yang ringan. Kalaupun ada persoalan baik pelik maupun tidak yang mengganjal, keluh kesah yang eluar dariku seringkali berupa gerutuan, makian dan tak jarang dibumbui dengan tawa sinis. Nyaris tak pernah aku menunjukkan air mata sengsara akibat kepedihan persoalan hidup kepada orang lain meskipun orang itu demikian dekat denganku entah berhubungan darah ataupun tidak. Sebesar apapun masalah yang kuhadapi, perih yang kuderita selalu kutahan dalam hati. Kalaupun aku meminta perhatian orang lain untuk sekedar mendengarkan atau berbagi pengalaman dan saran, nyaris tak pernah kutunjukkan betapa aku sebenarnya aku sangatlah terpuruk dan putus asa. Kekacauan emosiku yang biasanya tertuang dalam isak tangis nan menyayat, kulepaskan ketika aku sedang sendiri. Menumpahkan semua kegetiranku dalam tangisan tertahan, walaupun itu memakan waktu berjam-jam, berhari-hari hingga membuatku lelah dan sejenak terlelap untuk melupakan semuanya. Dan ketika aku kembali berhadapan dengan orang lain, dengan segera aku memakai topeng' semua baik-baik saja'. Entah aku yang tak ingin membuat orang lain susah dengan segala permasalahanku, atau aku yang tak bisa jujur denganperasaanku, atau aku yang tak mau menunjukkan kelemahanku di hadapn orang lain, pada akhirnya semua itu membentuk gambaran bahwa aku adalah orang yang kuat, mandiri dan tegar. Sebuah opini yang seharusnya membuatku tersanjung dan berusaha untuk menjadi apa yang orang persepsikan tentang diriku. Namun ada kalanya aku benar-benar lelah untuk berpura-pura tegar. Betapa aku ingin melepas dan menumpahkan segala kepedihan yang bertahun-tahun menumpuk. Begitu besar keinginan untuk bersandar pada seseorang yang bisa menyanggaku untuk tetap berdiri tegak. Menjadi diriku yang sebenarnya pada siapa aku bisa untuk itu menjadi impianku selama ini. Mempunyai seseorang yang mengerti akan diriku yang rumit ini, sanggup berbagi hingga mengurangi beban batinku dan yang terpenting kepadanya akubisa meratap beristirahat sejenak dari sosokyang kuat dan sabar. Aku yang sebenarnya tak sekuat yang kutunjukkan, aku yang sesungguhnya begitu mudah terjatuh, aku yang benar-benar emosional dan seringkali berkubang dalam kesedihan berlarut-larut. Betapa aku membutuhkan simpati yang dalam, memerlukan dukungan dan perhatian manis meskipun itu hanyalah sebuah pepesan kosong dan pelukan sayang bukan sebuah penilaian keliru tentang aku yang egois, manja dan keras kepala. Hmm.....aku memang egois, teramat egois karena menginginkan seseorang untuk mengerti dan memahami aku tanpa syarat. Aku benar-benar lelah berdiri sendiri, ingin sekali aku berhenti dan membiarkan orang lainmenyelesaikan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-3046825029878015554?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/3046825029878015554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=3046825029878015554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3046825029878015554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3046825029878015554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/11/sayang-wanita-yang-kuat-sabar-ya.html' title='Lelah'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-2417464414034049110</id><published>2010-10-15T18:19:00.003+07:00</published><updated>2010-10-15T19:30:03.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='per te'/><title type='text'>Indah Pada Waktunya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai orang yang sejak kecil terperangkap dalam kumpulan cerita khayalan, tak pelak lagi aku pun tumbuh menjadi seorang yang pemimpi. Bukan berarti aku hidup dalam impian dan berusaha mengejarnya melainkan aku mempunyai bagian diriku yang tinggal dalam dunia yang kubentuk sedemikian rupa indahnya layaknya sebuah cerita , dan tentu saja dunia itu berada dalam pikiranku. Tiap kali aku merasa ingin menjauh dari kenyataan, aku akan masuk ke dunia impianku, dimana aku bisa bermanja-manja dengan segala sesuatu yang pastinya membuatku bahagia. Namun ada kalanya aku berharap impianku itu menjadi nyata, kalaupun tidak aku tak pernah melepas keinginan untuk sekedar merasakan sesuatu yang mendekati impianku. Beberapa lama waktu berlalu, meskipun usia semakin menuntut untuk berubah menjadi lebih bijak, impian masa kecil remaja hingga dewasa yang terus menerus bertambah selalu menunggu untuk terwujud. Dan ketika saat itu memungkinkan untuk datang, emosi mendalam pun berkecamuk, tak sabar untuk merasakan kebahagiaan seperti yang kudapatkan ketika mata ini terpejam dan aku berkelana ke dunia semuku. Dan ketika impianku tak terwujud sepenuhnya, gurat kesedihan tak bisa kuhindarkan. Kekecewaan yang lebih dikarenakan karena impian yang kandas memenuhi pikiranku dan semakin membuncah menyulut emosiku yang selalu meledak-ledak. Luapan amarah yang tak jarang menyakiti orang lain pun tak kuasa kutahan. Layaknya anak kecil yang merengek-rengek menginginkan sesuatu yang tak terpenuhi, aku pun memuntahkan segalanya mencoba mencari pembenaran diri tak peduli dengan dampak emosional yang melibas sekelilingku. Dan ketika semuanya usai, barulah aku menghela nafas dalam, mulai berpikir jernih, membuka mata mengamati sekeliling dan timbullah penyesalan yang dalam. Dan aku pun berusaha untuk memperbaiki keadaan. Karena ketika emosi telah terlepas, aku menyadari betapa konyolnya diriku. Sesungguhnya aku pun tahu, impian hanyalah sebuah angan-angan yang memang dibuat untuk selalu indah. Namun salahkah aku jika ingin mengecap sedikit saja impian itu untuk menjadi nyata ? Tak bolehkan aku berharap bisa mewujudkan impianku bersama-sama ? Meskipun aku tahu semua takkan bisa menjadi seperti yang aku minta. Tapi setidaknya aku ingin semua bisa diusahakan, meskipun perlahan dan sedikit mencoba-coba hingga memerlukan waktu cukup lama, walau tak menjamin hasil akhirnya, aku yakin pada akhirnya aku lebih bahagia dengan kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-2417464414034049110?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/2417464414034049110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=2417464414034049110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2417464414034049110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2417464414034049110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/10/indah-pada-waktunya.html' title='Indah Pada Waktunya'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7354077751370921597</id><published>2010-10-12T18:29:00.004+07:00</published><updated>2010-10-13T19:04:54.316+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Candle Light Dinner</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TLWb7IldEaI/AAAAAAAAAzE/tfpIxAxoWVQ/s1600/Image0346.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TLWb7IldEaI/AAAAAAAAAzE/tfpIxAxoWVQ/s320/Image0346.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527495557886316962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"9 Oktober", demikian aku mengupdate status di akun FB-ku. Sebuah status yang menimbulkan pertanyaan penasaran dari teman-temanku. Bukan tanpa alasan aku menuliskan sebuah tanggal yang masih jauh datangnya itu. Sebuah tanggal bertepatan dengan malam minggu yang memang sudah aku dan teman istimewaku rencanakan dengan antusias. Memang bukan kali ini saja aku dan dia menghabiskan akhir pekan bersama, namun ada sesuatu yang spesial dengan tanggal ini. Berawal dari celetukan main-main dariku pada akhirnya sebuah ide romantis (baca: konyol^^) pun mulai direncanakan. Dipengaruhi oleh aura merah jambu layaknya pasangan yang baru saja memulai suatu hubungan serius, aku yang pada dasarnya mempunyai impian terpendam yang ternyata tak jauh beda dengan keinginannya menyambut baik ide untuk mewujudkan fantasi kami. Dan Sabtu, tanggal 9 Oktober menjadi pilihan waktu yang dirasa tepat untuk 'Candle Light Dinner', sebuah acara makan malam istimewa yang biasa dilakukan oleh pasangan kekasih di film-film bertema roman.&lt;br /&gt;Jeda selama kurang lebih dua minggu sebelum hari H, kumanfaatkan untuk mempersiapkan segalanya dengan cermat. Berhubung makan malam di bawah cahaya lilin jauh dari gaya kami, kami pun hanya berniat untuk membuat semirip mungkin dengan yang sebenarnya namun masih bisa terjangkau oleh kemampuan kami. Rumah tempatku bermukim di kota sebelah pun menjadi tempat pilihan untuk mewujudkan ide itu. Dan mulailah aku menyusun, mereka-reka dan melengkapi berbagai kebutuhan untuk malam spesial itu. Berburu peralatan makan, menentukan menu, memilih kostum yang pas, menyortir musik yang akan diputar selama makan malam hingga menghias ruangan agar mendukung suasana romantis yang memang menjadi fokus utama seperti yang tertera di film ataupun novel-novel percintaan yang pernah kubaca.&lt;br /&gt;Waktu pun terus berjalan dengan lambat, dan tibalah hari yang kami berdua nantikan. Sedikit resah akibat kejadian di luar rencana, Sabtu sore dia yang kunantikan pun datang. Setelah beristirahat sejenak sembari mengobrol santai, kami pun segera melakukan persiapan final. Berbelanja makanan yang akan menjadi menu pembuka, utama dan penutup, menata meja dengan peralatan seadanya yang kurasa cukup mirip dan cocok dengan tema makan malam spesial, dan mempersiapkan diri dengan berganti kostum dan berdandan di luar kebiasaan. Persiapan selesai, cahaya lampu berganti dengan temaram sinar lilin, musik mendayu-dayu pun mulai mengalun perlahan. Sebuah ketukan pintu kamar menjadi tanda untukku memulai skenario yang diharapkan berjalan dengan sukses. Namun alih-alih membangun suasana romantis, aku justru merusak mood dengan tawa terbahak ketika membuka pintu ^^. Yah, sisi diriku yang praktis seketika melihat betapa konyolnya rencana ini, menghalau sisi romantisku yang selalu berangan-angan. Walhasil aku pun tak kuasa menahan geli ketika membuka pintu kamar dan melihatnya berdandan rapi dengan setangkai mawar di tangan ^^. Setelah menenangkan diri, kami pun mengulang adegan yang seharusnya menjadi awal malam yang spesial itu. Sedikit canggung dengan hal yang tidak biasa, belum lagi aku yang masih sekuat tenaga menahan tawa, kami pun memulai makan malam dengan menu sederhana yang sayangnya tidak pas di lidah ^^. Beberapa menit ke depan, sedikit terbawa dengan musik yang melankolis kami pun mulai membangun suasana seperti yang diimpikan. Bersulang dengan segelas cairan merah, dilanjutkan dengan menyantap hidangan dengan perlahan sesekali saling melontarkan tatapan malu-malu. Pembicaraan pun mulai mengalir, meski sedikit kaku di awal tak tahu obrolan seperti apa yang pas untuk saat seperti ini. Musik instrumental bernuansa cinta pun berganti satu demi satu, mengisyaratkan kami untuk melakukan ritual makan malam berikutnya. Dengan kecupan manis di punggung tangan, kami pun memulai 'slow dance'. Sebuah tarian antara dua orang berlawanan jenis diiringi dengan alunan denting piano yang sudah kupilih dengan cermat untuk hari ini. Dengan kedua tangan saling bertautan dibadan masing-masing, kami pun mulai bergerak perlahan menyesuaikan dengan irama musik. "Semoga aku selalu bisa membahagiakanmu, Sayang", sebuah kalimat yang dibisikkan dengan sungguh-sungguh membuatku sangat terharu. Aku pun menyurukkan kepalaku di bahunya tak kuasa menahan air mata bahagia yang menetes, menyambut komitmen untuk masa depan yang memang dari awal telah terucap.&lt;br /&gt;Malam itu pun akhirnya menjadi malam yang sempurna. Sebuah peristiwa indah nan spesial yang akan selalu kami kenang. Satu impian telah berhasil kami wujudkan, meski tak sehebat seperti yang digambarkan, bagiku tetap menjadi satu momen teristimewa dalam hidupku. Aku pun tak sabar menantikan giliran bagi impian selanjutnya untuk segera tak sekedar menjadi angan-angan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7354077751370921597?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7354077751370921597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7354077751370921597' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7354077751370921597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7354077751370921597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/10/candle-light-dinner.html' title='Candle Light Dinner'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TLWb7IldEaI/AAAAAAAAAzE/tfpIxAxoWVQ/s72-c/Image0346.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-464570849885897105</id><published>2010-10-08T18:27:00.004+07:00</published><updated>2010-10-08T20:18:35.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Sehari Penuh Makanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TK8WOpjy5qI/AAAAAAAAAy8/hqOZg5pi2IQ/s1600/40891_438967079811_827494811_4969834_7751747_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TK8WOpjy5qI/AAAAAAAAAy8/hqOZg5pi2IQ/s320/40891_438967079811_827494811_4969834_7751747_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525659708736857762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jalan-jalan yukk !", tak biasanya sahabat kecilku tiba-tiba menyapa di siang hari. Namanya juga aku yang hobi banget jalan-jalan terutama belakangan ini gara-gara suntuk di kerjaan, tanpa berpikir dua kali aku langsung mengiyakan ajakan itu dengan antusias. Berhubung waktu yang terbatas, maka kami pun memutuskan untuk menghabiskan waktu seharian di kota terdekat, apalagi kalau bukan Purwokerto, kota tempatku bermukim empat tahun lamanya sekian tahun lalu. Setelah mundur satu minggu dari rencana semula, akhirnya jadilah aku dan sobat kecilku bertolak ke Purwokerto. Bukan hanya sekedar memuaskan keinginan untuk berkaraoke ria, melemaskan kaki dan tak ketinggalan berburu makanan favorit, kepergian kali ini lebih bersemangat berkat rencana dadakan dari Kyon-chan yang rupanya juga antusias untuk melepas penat di kota yang sama.&lt;br /&gt;Pagi-pagi, aku sudah mempersiapkan diri dengan semangat. Tak lama kemudian, sobatku pun datang dan kami pun dengan sedikit tak sabar menunggu datangnya bus umum jurusan Purwokerto. Menit demi menit berlalu hingga setengah jam lamanya bus yang dinanti tak kunjung datang. Weitsss ada apa ini ? Semakin tak sabar aku melongok ke arah timur, masih tak kelihatan juga bus yang biasanya. Ketika matahari mulai beranjak tinggi, akhirnya datang juga bus yang dinanti. Berhubung waktu sudah semakin siang, aku dan sobatku pun memutuskan untuk naik, meskipun harus berdesakan di kendaraan yang penuh sesak. Beruntung aku mendapat tempat di dekat pintu. Meskipun harus berdiri selama kurang lebih satu setengah jam, aku bebas dari pusing dan mual yang biasanya selalu menyerang jika harus berdesakan dan kepanasan di dalam bus. Alih-alih pusing kepala, aku dan sobat kecilku asyik cekikikan melihat tingkah olah penumpang yang unik-unik. Pegal-pegal akibat harus bertahan dalam posisi yang sama dalam waktu lama nyaris tak terasa akibat kelakuan aneh penumpang lain yang mengundang tawa. "Oh andaikan bisa update status ", komentar sobatku sambil bergelayut di tepi jendela.&lt;br /&gt;Akhirnya sampai juga aku di Purwokerto. Sesuai rencana kami pun langsung bertolak ke tempat tujuan utama. Menikmati dinginnya ruangan sembari menunggu kedatangan Kyon-chan, aku dan sobatku pun larut dalam keasyikan bernyanyi, tak peduli dengan suara fals ataupun salah nada^^. Setelah satu dua lagu, akhirnya yang ditunggu pun datang. Jadilah suara bernada berganti menjadi teriakan dan tawa histeris. Hmmm lama juga aku tidak tertawa lepas seperti ini. Dua jam penuh aku asyik dalam canda ditambah bonus pijatan gratis dari si 'dia' untuk sekedar mengurangi pegl-pegal di bahu akibat bergelantungan di bus. Puas menghabiskan eneg untuk berteriak dalam lagu, aku tentu bersama yang lainnya memulai tujuan lain di kota ini. Ya, apalagi kalau bukan berburu makanan favorit kami dulu ^^. Didahului dengan makanan pembuka ala barat yang murah namun enak, kami pun melanjutkan mengisi perut denganmaka siang favorit ala mahasiswa. Yup, nasi padang jalan kampus, warung makan yang sudah ada sejak aku kuliah dulu menjadi menu wajibku kini tiap kali aku bertandang ke Purwokerto. Seolah belum penuh juga, aku melanjutkan rencana awalku dengan sobat kecilku. Setelah sebentar membakar lemak dengan berjalan kaki, aku pun dengan riang menyantap seporsi es krim nan lezat. Berlama-lama memanjakan lidah dengan setiap suapan es krim yang lembut. Tak terasa haripun cepat berlalu, tiba saatnya untuk pulang. Kendati belum puas berbagi cerita dengan Kyon, meskipun masih ada tempat yang sebenarnya ingin kujelajahi, masih banyak hidangan yang ingin kucicipi lagi dan keenggananku untuk berpisah lagi dengannya ^^, mau tak mau aku harus segera pulang. Di tengah hujan deras, aku dan sobat kecilku pun kembali berdesakan di dalam bus, menempuh perjalanan pulang ke rumah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-464570849885897105?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/464570849885897105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=464570849885897105' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/464570849885897105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/464570849885897105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/10/sehari-penuh-makanan.html' title='Sehari Penuh Makanan'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TK8WOpjy5qI/AAAAAAAAAy8/hqOZg5pi2IQ/s72-c/40891_438967079811_827494811_4969834_7751747_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1617071915773989248</id><published>2010-10-01T19:29:00.004+07:00</published><updated>2010-10-01T21:30:45.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Borobudur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TKXlo49OLVI/AAAAAAAAAy0/RUBnO8DVnY8/s1600/Image0326.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TKXlo49OLVI/AAAAAAAAAy0/RUBnO8DVnY8/s320/Image0326.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523073008686476626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TKXlo6vA1RI/AAAAAAAAAys/dp8Kn_Zcmos/s1600/Image0323.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TKXlo6vA1RI/AAAAAAAAAys/dp8Kn_Zcmos/s320/Image0323.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523073009163752722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku masih ingat sewaktu di bangku sekolah dasar dulu, tiap kali aku melakukan perjalanan menuju kota Semarang, ketika bis sampai di lokasi tertentu aku akan dibangunkan dari tidur lelapku akibat pusing kepala tiada henti loleh ibuku. Sembari menahan mual danpening, dengan antusias aku membuka mata lebar-lebar, menempelkan wajah di jendela bis yang buram, berusaha melihat dengan jelas apa yang tersaji di kejauhan. Dengan takjub aku mengamati tumpukan batu-batu tua yang menjulang, membentuk bangunan megah nan bersejarah dan sakral bagi umat budha yang diakui sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia "Candi Borobudur". Pemandangan puncak Borobudur yang dulu terlihat sekilas, tak lebih dari satu dua menit saja demikian membekas dalam ingatan. Keinginan untuk mengunjungi candi terbesar yang terletak di wilayah kabuaten Magelang tersebut terus tersimpan, menunggu saat yang tepat untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;Dan akhirnya, keinginan untuk menapaki lorong demi lorong di setiap tingkat Borobudur pun tercapai juga. Masih dalam suasana hari raya, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan meskipun sedikit ogah-ogahan aku memenuhi kewajibanku untuk kembali bekerja. Hujan yang mengguyur sedari pagi semakin membuatku enggan untuk bertolak ke wilayah kabupaten sebelah. Namun keenggananku sedikit berkurang bahkan menjadi antusias dengan kehadiran seorang sahabat yang kini telah berubah 'status', siap menemaniku selama beberapa hari ke depan ^^. Perjalanan pun terasa menyenangkan, pemandangan yang yang sudah berulang kali kulihat terasa berbeda, udara dingin sehabis hujan terasa sejuk membuatku tak merasakan kepenatan yang sama seperti biasanya. Benar saja, ketika tiba di lokasi kerja dugaanku di awal libur pun terjadi. Meskipun sudah diumumkan dengan jelas, pada kenyataannya tak seorang pun  yang hadir kembali untuk bekerja. Rupanya mereka masih sibuk dengan segla urusan di hari raya ! Bosan dengan kondisi yang tak ada kesibukan, aku pun membuat rencana mendadak untuk memenuhi keinginanku sejak lama, yang tak lain adalah mengunjungi candi Borobudur.&lt;br /&gt;Sedikit cemas dengan cuaca yang telah memasuki musim penghujan, aku tentu saja berdua dengan teman setiaku memutuskan untuk berkendara menuju lokasi pariwisata yang terkenal itu. Jarak yang cukup dekat dari tempat kerja menjadi salah satu alasan penguat keputusanku untuk menghabiskan waktu sebelum mulai beraktivitas penuh. Tengah hari, sampailah aku di area candi Borobudur. Berhubung baru pertama kali, ritual rutinku pun terjadi lagi ^^. Berbekal petunjuk arah dan sedikit rasa sok tahu, aku pun akhirnya mengambil jalan memutar untuk menuju candi. Tawa renyah yang sempat terlepas sontak menjadi senyum masam ketika aku membeli tiket masuk candi. "Tak masuk di akal alias keterlaluan !", demikian pikirku. Bagaimana tidak terkejut jika aku harus mengeluarkan lembaran biru dan merah untuk membeli dua tiket masuk candi ! Gumam dan gerutu terutama dari mulutku terus mengikuti perjalanan kami sepanjang kurang lebih satu kilometer menuju candi. Yah, memang Brbudur adalah warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan, aku pun tak sayang untuk ikut menyumbang biaya perawatan melalui tiket masuk, tapi tidak setuju dengan nominal yang demikian tinggi ! Bagaimana bisa menarik keinginan wisatawan lokal untuk ikut mengagumi dan menumbuhkan rasa memiliki jika untuk melihatnya saja mesti merogoh kocek lumayan besar ! Tak heran jika sekali berkunjung menjadi yang terakhir kalinya, jika kondisi seperti itu tetap dipertahankan.&lt;br /&gt;Niat refreshing sembari mengagumi kemegahan peninggalan wangsa Syailendra itu pun menjadi terganggu. Terlebih dengan banyaknya pengunjung di hari itu, semakin membuatku tak jenak menikmati keindahan candi. Pelataran candi yang luas membuatku terengah-engah sebelum mulai menapakan kaki di tangga batu pertama candi. Untunglah cuaca yang mendung membuat udara cukup dingin, demikian segar ketika aku menarik nafas dalam, mengisi paru-paru dengan udara baru untuk membentuk energi. Segala kejengkelan pun sedikit terobati ketika aku mulai masuk ke area candi. Berbeda dengan pengunjung lain yang langsung menuju tingkat paling atas candi dimana deretan stupa berjajar rapi mengelilingi stupa utama, aku memutuskan untuk berjalan memutar, mengelilingi candi pada setiap lantainya. Dengan segera aku terpesona dengan relief yang terpahat di dinding batu candi. Meskipun tak mengerti sedikitpun kisah yang tertuang dalam relief, dengan seksama kuperhatikan ukiran berbentuk tokoh-tokoh yang ada dalam kisah kuno. Kutempelkan telapak tanganku, merasakan dinginnya batu tua itu. Dan tak ketinggalan mencari tempat yang lengang namun indah untuk mengabadikan keberadaanku di sana. Ya, Borobudur memang ajaib, tak bisa kubayangkan bagaimana sulitnya untuk membuat dan mendirikan candi yang demikian besar disertai dengan ornamen yang rumit. Sayang, tangan-tangan jail merusak kesakralan candi Budha itu. Tak terhitung kepala-kepala patung yang hilang, membuat figur candi rusak dengan banyaknya patung tanpa kepala. Kapankah kesadaran untuk ikut menjaga warisan budaya akan terpatri di benak setiap orang ? Tak bisakah setia orang menahan keinginan mereka untuk berbuat hal yang bisa merusak peninggalan sejarah ? Mampukah kita untuk ikut berpartisipasi meskipun sedikit dalam melestarikan benda bersejarah ?&lt;br /&gt;Puas berjalan-jalan hingga sampai di puncak Borobudur, aku pun beristirahat sejenak menghempaskan diri di bangku buatan di pelataran candi. Sembari menikmati satu-satunya bekal yang kubawa, aku pun asyik mengamati sekeliling. Tersenyum melihat tingkah 'narsis' pengunjung dengan gayanya yang aneh namun memikat dan mengundang ceria. Dan terpaku pada sosok tinggi besar berkulit putih dengan kacamata bertengger di hidung mancungnya ^^. Tak lama kemudian, awan gelap semakin menyebar, membuatku harus beranjak, bersiap untuk menempuh perjalanan pulang. Meskipun lelah, meskipun dongkol pada akhirnya aku sampai juga di Borobudur. Tak tahu apakah kesempatan ini ingin aku ulang kembali, yang jelas kunjungan ini tak hanya sekedar memenuhi keinginanku semata, namun sebuah 'momen' indah yang selalu kukenang. Empat hari menghabiskan waktu bersama, semakin mempererat jalinan di antara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1617071915773989248?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1617071915773989248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1617071915773989248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1617071915773989248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1617071915773989248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/10/borobudur.html' title='Borobudur'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TKXlo49OLVI/AAAAAAAAAy0/RUBnO8DVnY8/s72-c/Image0326.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-8584124245738405127</id><published>2010-09-26T11:13:00.004+07:00</published><updated>2010-09-26T20:39:16.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Sekilas Cerita di Hari Raya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masa untuk bersantai akhirnya berakhir sudah, mau tak mau aku harus kembali bergelut dengan rutinitas yang semakin lama bukannya semakin kunikmati namun semakin terasa menyesakkan. Lima hari yang disediakan untuk 'mengecas' kembali baterai energi yang melemah, rasanya jauh dari cukup untuk memulihkan otak yang demikian penuh dengan berbagai pikiran baik pekerjaan maupun pribadi. Namanya juga libur hari raya, jatah hari libur bukannya dimanfaatkan untuk bermalas-malasan, namun diisi dengan berbagai aktivitas tahunan yang umum dilakukan setiap hari raya tiba. Membersihkan dan menata kembali rumah, membuat aneka kudapan khas hari raya hingga menyiapkan bingkisan untuk tetangga, teman dan saudara menjadi agenda sehari-hari. Acara makan malam bersama sobat karib dan kegiatan berburu baju baru serta berbelanja pun menjadi selingan menarik di tengah letih badan akibat kerja keras dengan target sebelum hari raya tiba.&lt;br /&gt;Sedikit muram dengan situasi, aku pun memutuskan untuk ikut mengunjungi sanak family di luar kota. Seperti yang sudah-sudah, bepergian di saat liburan sungguh amat melelahkan. Waktu terbuang di jalanan yang padat merayap. Pening akibat kepanasan dan bau menyengat di dalam kendaraan pun tak terhindarkan. Untunglah pemandangan yang terpampang di jendela cukup membuatku urung untuk terlelap. Berkat keinginan untuk menjelajah daerah baru sekaligus mencari jalan yang sepi meskipun sedikit memutar, aku pun mendapat pengalaman baru sekedar melewati daerah yang belum pernah kudatangi. Akhirnya setelah menempuh waktu yang semestinya bisa dipangkas separo jika dalam situasi normal, aku pun tiba di tempat tujuan. Lelah pun terobati ketika bersua dengan mereka yang kukasihi. Semangat untuk menjelajahi kota di waktu malam pun berkobar. Sayang, hujan lebat menghambat keinginan untuk sekedar melemaskan kaki sembari melihat-lihat deretan kios-kios menarik nan menggugah selera. Meskipun demikian malam kuhabiskan dengan riang, memuaskan keinginan untuk berwisata kuliner setelah lama tidak memanjakan lidah.&lt;br /&gt;Larut malam pun menjelang, namun meskipun lelah aku tak kunjung bisa untuk beristirahat dengan tenang. Ingatan akan esok hari selalu terbayang meskipun aku memejamkan mata rapat-rapat. Setelah satu bulan lebih hanya bertemu lewat kata, akhirnya aku akan bertemu dengannya. Ah ada apa gerangan ? Bukankah sudah sedemikian sering aku menghabiskan waktu bersamanya ? Hmmm yah pikiranku terbagi antara keinginan dengan keengganan akibat rasa jengah dan was-was untuk bertemu 'pertama kalinya' setelah satu yang tersembunyi akhirnya tersingkap juga. Meskipun satu bulan terakhir aku semakin dekat dengannya, semua itu hanyalah sebatas suara dan kata-kata dalam tulisan. Tak pernah terpikir akan seperti apakah sikapku ketika harus bertemu muka.&lt;br /&gt;Sengaja untuk datang terlambat aku dengan sedikit gugup berangkat menuju tempat yang dijanjikan. Gerah pun seketika meyerang, bukan hanya karena gelisah yang tak kunjung reda namun juga karena harus berdesakan dengan orang-orang yang rupanya juga punya tujuanyang sama denganku. Tak sabar aku menanti laju kendaraan yang demikian lambat, berulang kali harus mengusap peluh yang mengucur meskipun pendingin udara bekerja penuh. Aku pun menarik nafas lega ketika udara dingin menerpa, aroma khas deretan rak yang dipenuhi buku-buku berbagai genre memenuhi indera penciumanku. Kegelisahanku pun sedikit berkurang karena itu, tak butuh waktu lama aku pun menyibukkan diri dengan menekuri halaman demi halaman buku cerita bergambar yang memang ingin kubaca.Setelah menghabiskan satu buku, akhirnya yang kutunggu-tunggu datang juga. Bingung dengan apa yang harus kuucapkan ketika bertemu muka, aku pun hanya melontarkan seulas senyum alih-alih mengucapkan kalimat wajib di hari raya dan kembali menundukkan kepala berpura-pura tertarik dengan bacaan di tangan ^^. Selang waktu beberapa lama, akhirnya aku berhasil menggugah keberanianku dan berusaha untuk mengobrol seperti biasa.&lt;br /&gt;Rupanya tidaklah sulit untuk mencairkan kebekuan. Entah karena aku yang mencoba untuk berlaku seperti biasa atau karena banyaknya kesamaan kegemaran yang menjadikan aku dan dia tak kehabisan bahan pembicaraan. Satu hari itu pun seolah berlalu dengan cepatnya. Satu hari yang penuh kegembiraan. Hiruk pikuk di tempat-tempat yang aku dan dia kunjungi meskipun membuatku jenuh dan pening di kepala tak mengurangi keinginanku untuk memperpanjang waktuku dengannya. Sulit rasanya untuk mengakhiri kebersamaanku dengannya, begitu berat aku melepasnya turun, meninggalkanku sendirian selama lebih dari separo perjalanan nan melelahkan. Meskipun aku tahu dalam waktu dekat aku akan selalu ditemani olehnya, susah sekali untuk menahan kedua tanganku untuk tidak terus memegangya. Namun demikian, pada akhirnya aku tak membiarkan keegoisanku menang. Senyum ceria pun tersirat dalam pandanganku untuknya. Dan tak lama kemudian aku pun larut dalam alunan melodi nan menenangkan hati, menemaniku melawan emosi ketika harus terjebak dalam kondisi memprihatinkan yang selalu terjadi di jalanan setiap libur hari raya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-8584124245738405127?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/8584124245738405127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=8584124245738405127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/8584124245738405127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/8584124245738405127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/09/sekilas-cerita-di-hari-raya.html' title='Sekilas Cerita di Hari Raya'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-5012917833377292553</id><published>2010-08-19T09:24:00.004+07:00</published><updated>2010-08-19T11:13:21.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Agustusan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TGytR7gx7AI/AAAAAAAAAyc/XnVD46hhMEc/s1600/Image0245.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TGytR7gx7AI/AAAAAAAAAyc/XnVD46hhMEc/s320/Image0245.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506966967911836674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ayo nonton upacara, Pigo tampil lho", ajak teman karibku sejak sekolah dasar dulu. Yah, meskipun kami sudah lebih dari sepuluh tahun meninggalkan sekolah, kecintaan akan almamater masih tetap ada. Jadilah kami setia mengikuti perkembangan sekoah kami dan sebisa mungkin tak ketinggalan menonton penampilan junior-junior kami. Dan hari itu, ketika kami lepas sejenak dari rutinitas, meskipun matahari demikian terik tak menyurutkan antusiasmeku dan teman-temanku menonton penampilan grup marching band sekolah kami dulu.&lt;br /&gt;Ada yang berbeda dengan upacara kemerdekaan RI kali ini. Dikarenakan bertepatan dengan kegiatan puasa Ramadhan, upacara yang biasanya meriah dengan warna-warni seragam  drumband dari sekian banyak sekolah, kali ini sekolah yang membawa armada drumband hanya tiga saja dan salah satunya adaah almamaterku. Lahan di sekeliling lapangan tempat upacara yang biasanya ramai dengan pedagang kaki lima kini berganti dengan deretan kendaraan roda dua baik bermotor ataupun tidak. Rupanya untuk mencegah kelelahan, pasukan peserta upacara yang biasanya datang ke lokasi dengan berbaris, kali ini mereka menggunakan kendaraan. Begitu upacara selesai, peserta pun bubar dengan cepat meninggalkan lapangan yang panas menyengat.&lt;br /&gt;Tahun ini Indonesia memperingati 65 tahun kemerdekaannya. Jika dilihat ke belakang, adakah kemajuan yang telah dicapai dalam setahun ini ? Meskipun beberapa bulan belakangan ini aku sudah jarang mengikuti berita seputar tanah air, peristiwa dan kasus-kasus besar dan hangat masih santer kudengar lewat media online dan tulis. Peristiwa meledaknya tabung gas, penangkapan teroris, bencana alam, wacana redenominasi rupiah, terkuaknya skandal artis, kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi mewarnai pemberitaan media massa. Wah sepertinya kok nyaris tak ada berita baik di Indonesiaku ya ? Fenomena tersebut  semakin memperbesar tanda tanya dibelakang kata sudahkan bangsa ini merdeka ? Berbicara seputar merdeka atau belum, baru-baru ini aku membaca sebuah tulisan menarik di sebuah harian. Seorang bapak mengungkapkan suara hatinya di kolom surat pembaca yang garis besarnya menggarisbawahi lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pada saat refrain tertulis "di sanalah aku berdiri,jadi pandu ibuku". Bapak tersebut merasa janggal dengan kata 'disanalah' tersebut. Jika waktu lagu ini dikumandangkan pertama kalinya, kata tersebut masih wajar karena saat itu Indonesia belum merdeka, sehingga menggunakan 'disanalah' yang bermakna betapa kuatnya keinginan untuk merdeka. Namun saat ini ketika Indonesia telah merdeka, dimanakah kita berada jika mengucapkan kata 'disanalah" ? Bukankah lebih tepat jika 'di sinilah" ? Tanpa bermaksud untuk menjawab pertanyaan nan menggelitik ini, aku sedikit berpikir secara sederhana. Indonesia memang sudah merdeka secara harafiah yaitu bebas dari penjajahan. Namun jika menelusur lebih luas makna merdeka, Indonesia masih jauh dari kata ini. Yah merdeka menurutku kini bukan lagi berbicara tentang pendudukan atas bangsa lain namun lebih kepada kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Lihatlah negara kita saat ini,sudahkah rakyat sejahtera ? Jika menyimak berita seputar kemiskinan, tentu belum menjadi jawaban yang tepat. Rakyat kecil semakin kesulitan untuk hidup, sementara banyak pula yang hidup berkelimpahan. Sebuah kesenjangan yang mencolok, tak heran jika angka kriminalitas semakin meningkat. Rasa aman masih jauh didapat dengan semakin merosotnya nilai moral masyarakat. Mereka tak lagi malu untuk berbuat curang, makar maupun asusila. Tak heran aktor sekaliber Pong Harjatmo nekat memanjat gedung kura-kura demi mencoretkan tiga kata Jujur, Adil dan Tegas. Ah, kapankah Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dalam arti rakyatnya makmur dan sejahtera ? Di bawah kepemimpinan yang jujur,adil dan tegas, diwakili oleh mereka yang benar-benar menjadi suara rakyat tak hanya omong kosong di awal namun menuntut di luar kewajaran ? Semoga kata 'merdeka' segera terlaksana sehingga rasa getir ketika menyanyikan 'di sanalah' tergantikan oleh kewajiban menjunjung keotentikan semata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-5012917833377292553?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/5012917833377292553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=5012917833377292553' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5012917833377292553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5012917833377292553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/08/agustusan.html' title='Agustusan'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TGytR7gx7AI/AAAAAAAAAyc/XnVD46hhMEc/s72-c/Image0245.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-2175839772086372633</id><published>2010-08-10T20:23:00.006+07:00</published><updated>2010-08-10T22:26:19.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>2nd Trip: Dieng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TGFrcu2WOVI/AAAAAAAAAyM/Fvh2cP5Ju7s/s1600/Image0213.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TGFrcu2WOVI/AAAAAAAAAyM/Fvh2cP5Ju7s/s320/Image0213.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503798360979945810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seolah memanfaatkan waktu sebelum datangnya bulan Ramadhan, mencuri waktu di sela-sela kewajiban yang memusingkan nan menjemukan, akhir pekan lalu aku dan dua orang sahabat melakukan perjalanan ke utara, mengunjungi sahabat yang telah membangun keluarga. Udara dingin menyambut ketika sampai di daerah perbukitan wilayah kabupaten Wonosobo. Meskipun lelah di perjalanan yang tak lepas dari halangan kecil namun mengulur waktu, kegembiraan membuncah ketika bersua dengan 'kakak' yang tengah menggendong putra pertamanya. Akhirnya kesampaian juga untuk melihat langsung 'keponakan' kami yang sekarang sudah besar dan sehat.&lt;br /&gt;Selagi berada di Wonosobo, kami pun memanfaatkan waktu untuk mengunjungi dataran tinggi Dieng, tempat wisata utama di wilayah ini. Terhitung untuk ketiga kalinya aku mengunjungi dataran tinggi Dieng. Namun demikian kunjungan terakhir ini begitu berkesan sekaligus memuaskan. Tempat wisata yang dulu begitu sepi dan gersang, sulitnya transportasi untuk mengunjugi tiga lokasi yang berjauhan, cuaca yang tak mendukung membuatku dulu tak bisa menikmati indahnya panorama alami Dieng. Telaga warna menjadi tempat kunjungan pertama kami. Berbarengan dengan rombongan turisan dan lokal, aku turut menikmati suasana hutan yang basah dan  dingin itu. Meskipun sedikit kecewa dengan istiah warna yang ternyata hanya memunculkan satu warna hijau, secara keseluruhan waktu yang kuhabiskan di sekitar telaga ini demikian menyenangkan. Enggan rasanya meninggalkan aroma pepohonan berlumut dengan udara dingin nan menyegarkan. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TGFr2OTx7hI/AAAAAAAAAyU/l3e4pLF1F2M/s1600/Image0214.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TGFr2OTx7hI/AAAAAAAAAyU/l3e4pLF1F2M/s320/Image0214.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503798798921625106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan pun berlanjut ke lokasi kawah, daerah yang gersang dan berbau menyengat ini cukup menarik untuk dikunjungi. Menyaksikan gelegak air mendidih dengan bau belerang yang menguar semakin menambah terik cahaya matahari yang menyengat meskipun udara terasa dingin. Kawah yang dulu sepi kini ramai oleh pengunjung dan pedagang oleh-oleh yang menjajakan berbagai macam makanan khas Dieng. Deretan candi yang masih satu jalur di kawasan kawah Dieng menjadi sasaran berikutnya. Meskipun kalah spektakuler baik dari segi arsitektur maupun sejarah jika dibandingkan dengan candi-candi lain di Jawa Tengah, kumpulan candi Arjuna tersebut ditata secara apik oleh pengelola setepat sehingga menarik untuk dijadikan obyek fotografi amatir. Pohon-pohon cemara berjajar rapi, mengelilingi pelataran candi yang lumayan luas. Bunga terompet ukuran maksi berwarna kuning cerah semakin menambah keindahan jalan setapak menuju candi, membuatku seolah-olah berada di negara empat musim. Belum habis keinginan untuk bersantai, waktu pula yang mengharuskanku untuk kembali menuruni jalan berputar yang menyajikan pemandangan spektakuler. Demikianlah, saatnya untuk kembali ke rutinitas, dengan semangat baru yang siap untuk dihadapkan dengan satu dua masalah (mungkin si ^^). Pastinya aku akan menantikan persinggahanku ke tempat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-2175839772086372633?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/2175839772086372633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=2175839772086372633' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2175839772086372633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2175839772086372633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/08/2nd-trip-dieng.html' title='2nd Trip: Dieng'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TGFrcu2WOVI/AAAAAAAAAyM/Fvh2cP5Ju7s/s72-c/Image0213.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-9146504124851662905</id><published>2010-08-04T21:45:00.009+07:00</published><updated>2010-08-04T23:02:08.673+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Damainya Hatiku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TFmFAksstRI/AAAAAAAAAx0/GLcR_ITFRWc/s1600/Image0202.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TFmFAksstRI/AAAAAAAAAx0/GLcR_ITFRWc/s320/Image0202.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501574664707421458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Numpang lahir doang", demikian jawaban setengah nyeleneh dariku ketika orang bertanya mengenai sesuatu yang aku tak tahu seputar daerah tempat tinggalku. Tak bisa disangkal meskipun sedikit memalukan, aku yang notabene anak lokal nyatanya hanya sedikit sekali mengetahui tentang wilayah Gombong dan sekitarnya. Tak heran orang-orang di sekitarku selalu menertawaiku ketika dengan jujur aku mengatakan belum pernah sekalipun mampir ke wisata pantai Suwuk yang berjarak kurang lebih setengah jam berkendaraan menuju arah selatan Gombong. Hal yang bisa terbilang tak wajar mengingat pantai Suwuk saat ini menjadi satu obyek wisata paling diminati di wilayah Gombong. Bukan hanya panorama khas pantai selatan, namun berbagai even besar seperti festival layang-layang dan juga lokasi strategis untuk mereka yang hobi memancing menjadikan pantai Suwuk semakin ramai dikunjungi tidak hanya di hari libur namun juga hari-hari biasa.&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TFmGAUEsY4I/AAAAAAAAAyE/brQUuIFg0Y0/s320/Image0204.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501575759756288898" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya setelah berkali-kali gagal kesempatan untuk mengunjungi pantai Suwuk datang. Untuk pertama kalinya aku mendatangi pantai di balik obyek wisata Karang Bolong tersebut. Memanfaatkan waktu kosong di akhir minggu, aku dengan semangat meninggalkan rutinitas kerja lebih awal. Bersamaan dengan tergelincirnya matahari, aku dan sahabat kentalku menghabiskan satu jam menjelang malam di tepi pantai Suwuk. Meskipun fenomena 'sunset' tak bisa disaksikan di sini, kami dihadiahi pemandangan cukup spektakuler. Cahaya kuning berpendar di antara gundukan bukit hijau di sebelah barat muara pantai, tiupan angin kencang tak mengurangi asyiknya menikmati udara segar berbau asin khas lautan. Menghempaskan diri di atas bebatuan pemecah ombak yang tertata rapi, mendengarkan alunan musik instrumental nan menenangkan membuatku semakin hanyut akan indahnya suasana damai di tepi pantai. Tak puas-puasnya mata ini menikmati deburan ombak bergulung susul menyusul hingga terpecah di batas pantai dan kembali lagi ke tengah lautan. Jenuh dan ketidaknyamanan dalam suasana kerja sedikit berkurang, berkat celoteh ringan selama kurang lebih satu jam berpadu dengan keheningan penuh kedamaian ditemani denting piano yang memang salah satu jenis musik favoritku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah begitu enggan aku beranjak dari sini. Namun waktu mengharuskan aku untuk pulang, meninggalkan pantai yang mulai gelap dan sunyi. Demikianlah  untuk menyegarkan diri tak perlu lah untuk jauh-jauh. Meskipun tak seberapa luas dan belum bisa dikatakan sebuah kota, tempat tinggalku ternyata menyimpan potensi wisata alam yang cukup menjanjikan. Pemandangan air di selatan dan utara Gombong mulai kini menjadi tempat idealku untuk memulihkan diri, memompa semangat untuk bisa kembali terjun ke dunia yang hingga kini belum bisa kulalui dengan nyaman. Thank's a lot for  my friend, keberadaanmu  semakin menyempurnakan kala yang tepat untuk memulihkan damai di hatiku. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-9146504124851662905?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/9146504124851662905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=9146504124851662905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/9146504124851662905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/9146504124851662905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/08/damainya-hatiku.html' title='Damainya Hatiku'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TFmFAksstRI/AAAAAAAAAx0/GLcR_ITFRWc/s72-c/Image0202.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1012261863097069531</id><published>2010-07-19T12:55:00.004+07:00</published><updated>2010-07-19T14:12:18.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='great perfomance'/><title type='text'>Back</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabar gembira menghampiriku lagi. Selain mendapati status terbarunya muncul di akun FB ku, akhirnya setelah satu bulan dua minggu The Doctor absen dari race setelah kecelakaan fatal di Mugello, lebih awal dari vonis tim medis Rossi bisa kembali tampil balapan. Meskipun cedera masih  belum sembuh benar, jalan pun masih terpincang-pincang The Doctor memuai balapan pertamanya di sirkuit Jerman. Meskipun dari awal aku tak mengharapkan performa yang istimewa mengingat kondisinya, aku sangat menantikan race kai ini. Sempat khawatir tak bisa melihat penampilan pertama The Doctor setelah absen lama karena ada urusan yang tak bisa ditinggalkan, akhirnya jadi juga aku mendampingi (ceileeehhh.... ) The Doctor sejak start. Dan pekik kekaguman tak henti-hentinya mengalir dariku. Mulai dari posisi lima, The Doctor menunjukkan kepiawaiannya sebagai pembalap dengan mempecundangi lawan-lawannya. Jiwa pembalap yang agaknya demikian mendarah daging tidak menyurutkannya untuk bersaing memperebutkan podium dengan kondisi yang bisa tampil seluruh race pun sudah amat sangat bagus. Meskipun akhirnya harus kalah di tikungan terakhir, salut dan pujian terus menghujani The Doctor. Perjuangannya untuk terus menampilkan performa terbaik demikian sulit ditandingi pembalap lainnya. Tak bisa diungkiri "Race tanpa The Doctor tidaklah menarik"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1012261863097069531?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1012261863097069531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1012261863097069531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1012261863097069531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1012261863097069531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/07/back.html' title='Back'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-833139826123900613</id><published>2010-07-18T13:13:00.004+07:00</published><updated>2010-07-18T15:43:39.658+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Weird</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Menurut sahabat I, &lt;span style="font-family: &amp;quot;Kristen ITC&amp;quot;; color: rgb(148, 54, 52);"&gt;cinta adalah guna-guna tanpa akhir, yang tidak berbanding lurus dengan waktu&lt;/span&gt;. Mungkin karena itulah, guna-guna nyata yang menghampiri di depan mata tak pernah disadarinya ehehe"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petikan kalimat dari tulisan sahabat yang aktif menulis itu sontak membuatku tertawa. Sebuah kesimpulan dari ceritaku yang baru-baru kutulis di blog pribadiku ini. Benarkah bagiku cinta ibarat guna-guna tanpa akhir, dalam artian tak lekang oleh waktu ? Jika kugali kembali kenanganku selama ini, mungkin sebaris kalimat itu benar adanya. Meskipun berkali-kali aku terpesona pada lawan jenis, jika dipikir lebih lanjut semua itu tak lebih dari kekaguman sesaat saja. Buah dari kebersamaan yang dengan mudah menyesatkan rasa nyaman menjadi sesuatu yang lebih. Namun jika waktu berlalu ataupun frekuensi kedekatan semakin menurun, simpati yang salah arti pun memudar dan kadang hilang begitu saja. Dan ketika aku berjumpa lagi dengan orang itu yang  sempat kukira istimewa, getaran aneh yang dulu ada saat dekat dengannya tak lagi muncul. Hanya kasih sayang antar teman dan saudaralah yang keluar dariku. Mata dan pikiran yang dulu tertutup kabut cinta semu akhirnya terbuka lebar sehingga aku bisa memandang seseorang sesuai porsinya.&lt;br /&gt;Pengalaman yang tak hanya datang sekali itu mungkin menunjukkan betapa mudahnya aku mengagumi seseorang, bersimpati dengan segala kelebihannya dan merangkai gambaran ideal dalam pikiran yang tentu dibumbui sendiri oleh khayalanku yang sedikit banyak terpengaruh oleh jenis bacaanku ^^. Namun pada kenyataannya hingga kini hanya satu nama yang tak pernah hilang dan selalu kucari keberadaannya. Sosok impian yang tak pernah pudar dengan berlalunya waktu, membutakanku akan keberadaan satu yang baru. "Karena kau tidak mengenalnya, jadi kau masih penasaran ", demikian kata sahabat S. Benarkah ? yah untuk yang terakhir mungkin karena aku tak pernah mengenal dirinya, sehingga yang terbayang di mataku hanya sosoknya dengan pribadi yang disesuaikan dengan keinginanku. Tapi bagaimana dengan yang pertama ? Bertahun-tahun aku mengenalnya, tahu semua kebaikan dan keburukannya. Dan itu semua makin membuatku terjerat olehnya dan sosoknya masih bercokol di hatiku. " Just open your heart ", demikian nasehat dari sahabatku yang lain (K) ketika aku bercerita betapa bodohnya diriku yang selalu menunggunya.&lt;br /&gt;"Kau mungkin lebih edan dariku ", tulis sahabatku dan tak lupa menyertakan ikon smile. Hmm...gilakah jika aku terus memikirkan orang itu ? Entahlah, yang jelas aku tak merasakah itu sebuah kesalahan karena aku tak menyakiti siapapun kecuali diriku sendiri dan aku pun menikmatinya. Meskipun tak jarang aku terpuruk, perasaan itu selalu mendampingku setiap harinya dan selalu membuatku tersenyum dalam mimpi sekalipun. Bagaimanapun benar kata sahabatku, aku tak bisa terus setia pada dia yang tak ada. Dan mulai harus menyadari guna-guna yang ada di depan mata ^^. Uhmm kapankah guna-guna itu datang ? Aku tak sabar untuk menghilangkan kebodohan ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-833139826123900613?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/833139826123900613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=833139826123900613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/833139826123900613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/833139826123900613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/07/weird.html' title='Weird'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-3001404318135216216</id><published>2010-07-14T17:26:00.003+07:00</published><updated>2010-07-14T19:39:01.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='per te'/><title type='text'>Broken</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dia OL tuh !", sebaris kalimat di luar topik muncul ketika aku dan seorang teman tengah berbagi saran. Spontan aku mencari nama yang terdiri dari dua kata tersebut di antara sekian nama yang tengah online di situs jejaring Facebook. Dan betapa terkejutnya aku ketika tidak menemukan nama itu. "Mana ?!!!", teriakku dalam kata. " Itu.....!!!", jawab teman yang kutanya. Sekali lagi kutelusuri deretan nama-nama dan sekali lagi aku tak bisa menemukan nama itu. Detik itu juga beribu tanya muncul dalam benakku mengikuti sekilas perih yang menusuk hatiku. Mengapa dan mengapa hanya itu yang kutanyakan, dan hingga kini pun aku tak bisa menemukan jawaban. Kegembiraanku ketika membaca status terbarunya saat itu harus menguap digantikan dengan kekecewaan atau lebih tepatnya sakit hati ketika mengetahui namaku telah hilang.&lt;br /&gt;Kilasan beberapa tahun yang lalu pun terbayang satu persatu, membuatku tak bisa memejamkan mata malam itu.  Pertemuan pertama yang biasa saja bahkan nyaris tak berkesan, hingga suatu ketika getaran aneh merasukiku ketika menyadari tatapan matanya yang terarah padaku. Dan sejak itu, perasaan yang istimewa tentang dia semakin bertambah di hatiku seiring dengan semakin seringnya beradu pandang yang ternyata baru ku sadari sekarang bahwa itu bukanlah suatu kebetulan. Aneh memang, bahkan aku sendiri tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Yang kutahu hanyalah setiap kali aku menyadari kehadirannya, detak jantungku semakin cepat. Rona merah yang dengan lihai kusembunyikan dari teman-temanku muncul dari wajahku ketika kami saling memandang meski dari kejauhan. Kebahagiaan absurd ketika hari itu aku mengenakan baju dengan warna yang sama dengannya dan menganggapnya sebagai suatu kebetulan romantis. Kegilaanku untuk menggali informasi tentang dirinya yang untunglah didukung sepenuhnya oleh sahabatku. Kekecewaan berujung tangisanku ketika mendapatkannya tengah merajut kasih dengan yang lain. Sungguh suatu kejadian di luar logika mengingat aku dan dia tak pernah saling mengenal apalagi bertegur sapa, namun jalinan berlatar simpati berujung kasih mengikatku dengan erat. Tak heran ketika aku membaca namanya di daftar mahasiswa yang kan segera meninggalkan kampus, seketika air mataku meleleh, menyadari bahwa tak lama lagi aku tak bisa melihatnya lagi. Tak kan lagi menunggu kedatangannya dengan gelisah, tak ada lagi pandangan-pandangan singkat ketika kami berpapasan, tak bisa lagi menantikan sosoknya yang anggun berjalan dengan menenteng tas di pundak menaiki tangga, menyusuri jalan sempit menuju gedung tua yang sejuk.&lt;br /&gt;Dan kini setelah sekian lama berlalu, dan aku menemukan kembali sosoknya meski hanya sebatas dunia maya, perasaan itu kembali datang. Masih kuingat jemariku bergetar ketika memutuskan untuk mengirimkan permintaan pertemanan. Kehangatan mengingat kenangan indah masa lalu tak berkurang meskipun aku tahu dia sudah terikat dengan orang lain. Harapanku hanyalah aku bisa menjalin pertemanan dengannya sekarang, setelah dulu aku dan dia tak pernah saling mengenal. Dan kini harapan itu harus kandas,hanya dengan sebuah gerakan kecil tangan menekan tombol. Mengapa dia melakukan itu padaku ? Bukankah aku tak pernah menyapanya ? Bukankah aku tak pernah mengenalnya ? Apa alasannya mengacuhkanku dan menerima yang lain ? Siapakah yang bisa memberi jawaban ?&lt;br /&gt;"Mungkin dia tahu ",demikian kata temanku. Benarkah dia tahu ? Andaikan dia tahu mengapa tidak sejak awal mengacuhkanku. " Yah karena kau menusuk hatinya ", jawab temanku. Oh andaikan dari dulu aku tahu, bahwa aku menusuk hatinya bukanlah hanya khayalanku semata, pasti aku akan berusaha mengejarnya. Seandainya aku mempercayai firasatku, andai aku berani untuk memulai mungkin cerita akan lain. Namun rupanya aku dan dia tidak tersurat untuk cerita yang lain. Meskipun demikian aku tak menyesal telah mengenalnya, karena jika boleh mengutip sebuah syair lagu bahwa cinta tak akan pernah salah. Fiuhhhh....penyesalan memang selalu datang terlambat. Saat ini aku tak ingin lagi mengulang kesalahanku untuk yang kesekian kalinya.  Andaikan suatu hari nanti aku menemukan kembali sosok seperti dirinya, beranikah aku untuk mengejarnya ? Adakah seseorang yang akan datang untuk mengisi ruang hatiku yang kini kosong? Yang jelas aku tak mau lagi memenuhi anganku dengan harapan semu, betapa aku menginginkan sebuah jawaban yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-3001404318135216216?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/3001404318135216216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=3001404318135216216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3001404318135216216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3001404318135216216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/07/broken.html' title='Broken'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-714444790791620731</id><published>2010-07-13T17:09:00.004+07:00</published><updated>2010-07-13T19:54:59.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Touring Tahap Satu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxfocxduEI/AAAAAAAAAxk/wNBf7gYmmBE/s1600/DSC00456.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxfocxduEI/AAAAAAAAAxk/wNBf7gYmmBE/s320/DSC00456.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493370794008229954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxXJBxApSI/AAAAAAAAAxc/PeW1HPCGGdE/s1600/DSC00527.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxXJBxApSI/AAAAAAAAAxc/PeW1HPCGGdE/s320/DSC00527.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493361458089600290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxXI8uAJnI/AAAAAAAAAxU/FfaRaUVROOk/s1600/Image0175.jpg"&gt;                      &lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxXI8uAJnI/AAAAAAAAAxU/FfaRaUVROOk/s1600/Image0175.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxXI8uAJnI/AAAAAAAAAxU/FfaRaUVROOk/s320/Image0175.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493361456734807666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ada tanggal merah hari Sabtu", satu kalimat dari ketikan tangan berlabel "gkwee" mencetuskan ide spontan untuk berlibur bersama. Tak dinyana gagasan yang semula terlihat mentah dan sulit dilakukan itu semakin serius dibahas anggota kelompok yang menamakan diri "Bala Kurawa" (alasan di balik nama tersebut bisa dikonfirmasi ke ''Si Mbah" ^^). Beberapa kali mengadakan konferensi via aplikasi YM, lahirlah sebuah keputusan bertajuk bertemu kembali sobat lama dengan efek samping wisata kuliner yang mengambil lokasi kota di Jawa Barat tersebut. Berhubung saat ini personel Bala Kurawa terpencar-pencar cukup jauh, jadilah Cirebon, kota kelahiran sekaligus kediaman personel Puri Diajeng yang demikian menggemari 'manga' seperti dedengkot Bala Kurawa dan turut bergabung dengan kelompok ini sejak menemukan hobby  sama, yang notabene berada di titik tengah posisi anggota kelompok lainnya dipilih sebagai tempat untuk reuni kecil-kecilan ini. Kebetulan pula tak seorang pun dari kami pernah lebih dari mampir di stasiun Cirebon jika menggunakan jasa kereta api untuk berpergian melintasi batas propinsi. Ajakan untuk bergabung dalam acara wisata kuliner di Cirebon inipun segera disebar, sebisa mungkin mengumpulkan kesediaan teman-teman lama untuk ikut berkumpul selama dua hari dua malam di Cirebon.&lt;br /&gt;Mendekati hari H, konferensi pun semakin sering digelar. Dipandu oleh sang tuan rumah 'Kyonkichi_soma", agenda selama dua hari di Cirebon pun dirancang. Sebisa mungkin memanfaatkan waktu yang hanya sebentar untuk bisa berkeliling Cirebon, mengunjungi loksi wisata dan kebudayaan setempat dan tak lupa mencicipi kuliner khas Cirebon yang santer terdengar. Rencana yang demikian matang mulai dari transport, daftar kunjungan lokasi yang tak boleh dilewatkan hingga item buah tangan yang wajib dibawa nyaris saja berantakan seminggu sebelum tanggal keberangkatan. Lampu hijau di akhir bulan  Juni sempat berubah kuning menjelang detik-detik tanggal sepuluh Juli. Beruntung satu dua hal yang riskan membatalkan keikutsertaan masing-masing personel berhasil diatasi. Dan meskipun terjegal masalah transportasi yang demikian padat gara-gara bertepatan dengan berakhirnya masa liburan, kami bertujuh tiba sesuai jadwal urutan keberangkatan dari lokasi masing-masing.&lt;br /&gt;Hari Senin, empat hari sebelum tanggal 9, aku yang semula ragu untuk ikut gara-gara masalah teknis di pekerjaan akhirnya nekat untuk berangkat dengan segala resiko. Sayang, kepastian dari yang lain tak datang bersamaan dengan keputusanku. Wahasil tiket kereta pun melayang, membuat aku dan teman-temanku pontang-panting membuat rencana B untuk mencapai Cirebon. Kamis, sehari sebelum waktu dimulainya petualangan bersama membuatku gelisah sepanjang waktu. Membaca historical romance, mendengarkan musik klasik tak mampu membuatku terlelap, kegiatan mengumpukan tenaga yang wajib dilakukan agar siap menempuh perjalanan jauh dan berkeliling di kota yang lumayan besar itu. Hari Jumat yang serasa lama datangnya pun membuatku tak jenak mengerjakan tugas rutin sebelum absen sehari dari pekerjaan. Dan akhirnya tiba saatnya untuk berangkat. Bersama sobat lama semenjak ABG, aku merangsek ke kereta Sawunggalih malam, rela membayar lebih demi mendapatkan dua bangku kosong di gerbong restorasi. Keterlambatan jadwal kereta yang menjadi agenda wajib di Indonesia membuatku 'bad mood', kelelahan harus duduk dua jam lebih lama di bangku tak bersandaran dari yang seharusnya. Untunglah dua jam pertama kami habiskan dengan  bercanda dengan petugas kereta api tambun yang ramah dan lucu itu. Sisanya kami habiskan dengan menyandarkan punggung di dinding kereta, menikmati alunan lagu dari perangkat masing-masing tak henti-hentinya melirik hp yang menunjukkan lokasi yang sedang dilalui. Dini hari kereta pun sampai juga di stasiun Cirebon. Kantuk yang semula ganas menyerang seketika lenyap, digantikan tawa lebar melihat Kyon dan Sasuke yang duduk meringkuk dengan tampang lelah menunggu kedatangan kereta kami ^^. Tanpa menunggu lebih lama, kami berempat pun berjalan kaki menuju tempat menginap selama dua hari di Cirebon. Jalanan yang sepi membuatku leluasa untuk menikmati pemandangan malam pertama di kota ini. Antusiasme akan dua hari yang menyenangkan pun mengusir kelelahanku. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxXH-3gNXI/AAAAAAAAAxE/4w_2e1eC-ro/s1600/DSC00367.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxXH-3gNXI/AAAAAAAAAxE/4w_2e1eC-ro/s320/DSC00367.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493361440131659122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berjumpa lagi dengan Gkwee setelah setahun tidak bertemu muka, bisa mencubit langsung pipi tembem si Kyon menjadi puncak kegembiraanku di kota ini. "Kamu jadi manja waktu ketemu Gus Dur", demikian komentar Desi sahabatku sejak sekolah dasar. Yah, Gus Dur panggilan unik ala Bala Kurawa kepada seorang anggotanya yang terkenal ramai memang menjadi sasaran utamaku untuk ikut travelling kali ini. Geregetan gara-gara lebaran kemarin tidak sempat ketemu, membuatku nekat untuk mangkir dari pekerjaan dengan sederet alasan klasik yang bisa diterima ^^. Betapa kangennya aku mendengar gelak tawanya yang menggelegar, dan kami pun tak peduli mengganggu tidur anggota lain yang sudah tiba lebih dulu dengan cekikikan dan celotehan tak jelas alurnya. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxXIegeOvI/AAAAAAAAAxM/vuAUKQ8P9AM/s1600/Image026.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 256px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxXIegeOvI/AAAAAAAAAxM/vuAUKQ8P9AM/s320/Image026.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493361448624995058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya,  meski mata masih belum bisa terbuka lebar, aku menyiapkan diri untuk berkeliling kota Cirebon. Klenteng menjadi tujuan pertama kami atau lebih tepatnya tujuan khusus ku dan Si Mbah Kaka yang entah kenapa begitu menggandrungi arsitektur klenteng, tempat beribadah warga keturunan itu. Sayang, seseorang yang agak tidak waras menjadi penjaga gerbang yang dengan entengnya meminta sedekah untuk membeli lintingan tembakau. Dengan hati dongkol kami pun mengalihkan tujuan pertama ke bangunan tua yang menurut Kyon adalah sebuah pabrik rokok zaman dulu. Bangunan cukup besar itu pun menjadi sasaran pertama untuk memuaskan narsis yang selalu muncul jika mengunjungi tempat asing yang menarik. Usai mengabadikan beberapa gambar sebagai tanda bahwa kami pernah disana, kami bertujuh melanjutkan perjalanan menuju keraton Kanoman. Ya Cirebon merupakan wilayah tepat Sunan Gunung Jati menyebarkan ajarannya sekaligus membangun dinasti kerajaan Islam yang kini terbagi menjadi tiga kasultanan yaitu Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan.&lt;br /&gt;Menempuh perjalanan menuju keraton, memberi kesan tersendiri di pikiranku. Membelah kerumunan orang di pasar Kanoman yang terletak di depan keraton yang kami tuju, tak terhitung berapa kali kami didekati oleh kaum peminta-minta. Ternyata benar juga kata Ibuku " Disana banyak pengemis". Semula aku kurang begitu percaya, masa iya sebuah kota yang baru saja mendapat gelar Adipura itu dipenuhi peminta sedekah yang mengganggu kenyamanan wisatawan. Dan kini setelah mengalami sendiri, barulah aku bisa berkomentar. Betapa sayangnya sebuah kota bersejarah harus dinodai oleh sekelompok kaum papa yang demikin gigih mengejar sekeping koin atawa selembar uang kertas untuk menyambung hidup. Dimanakah peran pemerintah setempat yang seharusnya melaksanakan pasal 34 ayat 1 UUD 45 ? Gambaran akan keraton yang kubayangkan selama ini ternyata jauh berbeda dengan apa yang terpapar disana. Keraton yang notabene istana para raja dalam bayanganku adalah sebuah bangunan tua nan megah. Lebih-lebih karena aku pernah mengunjungi keraton lain di wilayah istimewa yang kental dengan aroma darah biru nan agung, membuatku tercengang ketika menapaki gerbang keraton Kanoman. Bangunan yang kurang terawat, tembok yang meninggalkan lubang bekas artefak kuno yang hilang dicungkil oknum tak bertanggung jawab, koleksi pusaka yang berdebu dan terlihat tak tersentuh alat kebersihan membuatku miris. Betapa masyarakat setempat kurang menghargai sejarah  yang menjadi akar budaya salah satu wilayah Indonesia ini. Keadaan menjadi lebih baik, ketika kami berpindah ke keraton Kasepuhan. Keraton terbesar yang ditandai dengan bangunan bata merah tersebut lumayan terawat baik. Adanya abdi dalem keraton yang bertugas sebagai 'guide' membawa pengunjung berkeliling keraton, menjelaskan riwayat setiap bangunan dan benda-benda peninggalan yang ada. Namun sekali lagi, kami harus terganggu dengan banyaknya kotak-kotak amal yang disediakan di setiap bangunan yang kami kunjungi ! Bahkan ada lebih dari dua kotak amal dalam satu bangunan. Bukannya kami tidak mau untuk sekedar memberikan sumbangan untuk membantu biya perawatan, namun desakan oleh penjaga gedung untuk meninggalkan 'saweran' seikhlasnya membuat kenyamanan kami dengan pelajaran singkat tentang Cirebon terganggu. Siapakah yang berhak melakukan pembenahan di bidang ini ? Mengapa tidak segera diambil tindakan bijak untuk meningkatkan pengunjung di lokasi wisata sejarah potensia ini ?&lt;br /&gt;Tak terasa hari pun berlalu dan dengan segera berganti malam. Kaki terasa pegal setelah seharian berjalan, dan perut kenyang usai mencicipi berbagai kuliner khas Cirebon nan  menggugah selera. Malam pun dilalui dengan kembali bercengkerama di kamar hotel yang ditempati bersama. Bangun di tengah malam untuk menyaksikan perebutan tempat ketiga. Mendengar dengkur lelah mereka yang tidur dengan lelap, tak peduli akan teriakan 'goal' dari mulut Kyon. Walhasil, bangun kesiangan pun tak terhindarkan ^^. Minggu yang cerah kami habiskan untuk berburu buah tangan ala Cirebon. Menguras kantong dengan begitu cepatnya kalau tidak ingat untuk sedikit mengerem keinginan mengingat bulan ini masih panjang ^^. Dan waktu pun bergerak cepat, tiba saatnya kami harus berpisah,kembali ke rutinitas masing-masing. Meskipun masih kurang puas berkumpul lagi dengan Bala Kurawa, aku dan juga yang lain harus kembali ke kewajiban masing-masing. Dua hari menyenangkan itu akan selalu membekas di hatiku. Dan kami pun bersiap menyusun rencana touring berikutnya, menjadi penjelajah tanah air dengan sobat-sobat kental. Membahagiakan diri dengan berpetualang bersama. Sebuah gagasan indah dan bermanfaat untuk menyegarkan hati dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-714444790791620731?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/714444790791620731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=714444790791620731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/714444790791620731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/714444790791620731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/07/touring-tahap-satu.html' title='Touring Tahap Satu'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TDxfocxduEI/AAAAAAAAAxk/wNBf7gYmmBE/s72-c/DSC00456.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-5321210965870430462</id><published>2010-06-28T13:04:00.005+07:00</published><updated>2010-06-28T13:48:50.514+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Berburu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TChBTrCXeJI/AAAAAAAAAw8/fcJLkefzYXs/s1600/Image0172.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TChBTrCXeJI/AAAAAAAAAw8/fcJLkefzYXs/s320/Image0172.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487707952176920722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TChBTGzd0QI/AAAAAAAAAw0/zpQmHYeobcM/s1600/Image0169.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TChBTGzd0QI/AAAAAAAAAw0/zpQmHYeobcM/s320/Image0169.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487707942450745602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdesak oleh jadwal produksi sementara kondisi bahan baku yang ada di luar ketentuan, jadilah beberapa hari belakangan ini aku menghabiskan waktu berkeliling pedesaan mencari lokasi peternakan ayam petelur. Berhubung tidak ada informasi yang jelas mengenai titik lokasi yang pasti, walhasil aku dan temanku sibuk berputar-putar melintasi jalan yang membelah pegunungan selatan. Berbekal keyakinan bahwa kandang biasanya terletak jauh dari pemukiman, aku perlahan-lahan memacu kendaraan roda dua, sembari menajamkan mata  menyimak ke kanan-kiri jalan mencoba menemukan bangunan serupa kandang ayam. Satu kali menemukan sebuah peternakan lumayan besar,namun aku harus menelan kecewa ketika mendapati kandang di tepi laut itu kosong melompong. Melanjutkan perjalanan ke arah tmur, kembali aku menemukan sebuah peternakan. Namun lagi-lagi aku harus kecewa karena ayam yang dipelihara bukanlah ayampetelur yang artinya tidakbisa digunakan. Perjalanan pun berlanjut terus ke arah timur, begitu bersemangatnya mencari kandang, hingga tanpa sadar aku sampai di ujung jalan. Betapa kagetnya aku ketika melihat sebuah bukit menjulang di hadapan dengan balih besar bertuliskan Makam Keramat Imogiri. Terbagi antara keinginan untuk mampir dan posisi matahari yang sudah tergelincir ke arah barat, aku pun akhirnya berbalik arah. Mencoba menyusuri jalan menanjak menuju bukit sesuai petunjuk arah di persimpangan. Meskipun tanpa hasil pemandangan spektakuler yang tersaji khas nuansa pegunungan yang masih alami membuatku terpesona. Udara yang sejuk dan segar membuatku berhenti untuk sesaat sekedar menarik napas dalam dan mengabadikan keindahan lanskap dari puncak bukit.&lt;br /&gt;Perburuan kandang ayam pun dilanjutkan pada hari berikutnya. Menggunakan waktu libur yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mengistirahatkan badan yang sudah terasa remuk, didampingi oleh sahabat aku menjelajahi kawasan wisata Baturaden. Lagi-lagi aku disuguhi pemandangan ala pegunungan yang indah. Sebuah ironi mengingat selama empat tahun aku berdiam di kaki gunung terbesar di Jawa Tengah itu namun sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di  wilayah tersebut ^^. Meskipun lelah dan pegal-pegal akibat berjam-jam duduk di atas motor, kali ini aku berhasil mendapatkan apa yang menjadi tujuanku berburu. Dan waktu yang tersisa pun kumanfaatkan untuk mendapatkan tujuan sampinganku alias wisata kuliner ^^. Menyantap masakan favorit semasa kuliah dulu, menghirup aroma buku-baku baru yang terpajang di rak, mencoba gurihnya penganan yang memang sebanding dengan aromanya. Meskipun ada satu hasrat yang gagal terpenuhi gara-gara insiden kecil, hari itu kulalui dengan senyum puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;To my best friend Gu-Fi, ma'kasih banyak ya. Kapan-kapan kita touring lagi ! Ayo kapan ke Wsb, au nagih mie ayam di sana aja.Ok ?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-5321210965870430462?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/5321210965870430462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=5321210965870430462' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5321210965870430462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5321210965870430462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/06/berburu.html' title='Berburu'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TChBTrCXeJI/AAAAAAAAAw8/fcJLkefzYXs/s72-c/Image0172.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-3853147094015674620</id><published>2010-06-28T11:29:00.004+07:00</published><updated>2010-06-28T13:04:30.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Lagi-lagi Kasus Moral</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Heboh video mesum yang ditengarai pelakunya sebagai Ariel-Luna-Cut Tari semakin memuncak. Meskipun sudah dalam hitungan minggu kasus ini mencuat, berita seputar ketiga artis tersebut beserta dampak sosialnya masih merajai infotainment dan hampir setiap saat muncul di headline media cetak maupun televisi. Pemberitaan besar-besaran lengkap dari pro kontra hingga cuplikan video semakin memperbesar animo masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan kasus tersebut.&lt;br /&gt;Sebuah skandal mesum yang bisa dikatakan menjadi skandal besar pertama di Indonesia ini begitu populer hingga beritanya pun tayang di media luar negeri. Apa yang menyebabkan kasus ini laksana bola salju yang terus membesar dengan timbulnya demo ormas yang berujung mendekamnya Ariel dengan status sebagai tahanan ? Kembali lagi ke masalah pemberitaan yang terasa dilebih-lebihkan.  Beredarnya video yang berisi adegan syur warga lokal bahkan bukan baru kali ini saja terjadi. Banyak kasus-kasus serupa yang menimpa Ariel terjadi sebelumnya namun waktu itu kegemparan yang terjadi di masyarakat hanya sekejap dan dengan cepat tergusur oleh skandal lain yang lebih mengejutkan. Nah berhubung kali ini, pelaku adegan dalam video melibatkan artis ternama yang demikian dipuja penggemarnya, pemberitaan pun digeber semaksimal mungkin. Api pun semakin membesar, berbagai dampak negatif yang diklaim sebagai akibat beredarnya video ini terus merebak. Tak urung demonstrasi yang menuntut agar pelaku video dihukum sesuai dengan UU Pornografi dan pornoaksi (tidak tahu apakah sudah disahkan atau belum) hingga wacana hukuman rajam digulirkan.&lt;br /&gt;Tanpa menuding atau pun melakukan pembelaan terhadap pelaku. Kasus ini rasanya semakin dibesar-besarkan saja, seolah tak ada hal lain yang lebih penting untuk segera ditangani pihak yang berwajib. Kurang tepat rasanya jika kasus ini dikaim sebagai faktor penyebab merosotnya moral dan menjadi ancaman serius akan moral generasi muda. Bagaimana tidak, pangkal penyebab dampak negatif dari beredarnya video mesum ini apalagi kau bukan dari pemberitaan yang berlebihan. Tak sedikit pula tayangan-tayangan yang justru menimbulkan penasaran publik sehingga keinginan untuk melihat keseluruhan video mesum tersebut  alih-alih menahan diri untuk tidak 'mengintip' aktivitas pribadi seseorang. Bukan rahasia lagi jika masyarakat Indonesia yang menjunjung budaya timur telah berubah arah mengacu gaya hidup bebas meskipun masih sembunyi-sembunyi. Jauh sebelum kasus ini mencuat berbagai survey menyatakan bahwa masyarakat bahkan remaja Indonesia sudah terjangkiti pergaulan bebas ala 'barat'. Frekuensi  perselingkuhan, perzinahan dan tindakan asusila lainnya semakin meningkat. Hukum seolah-olah tak memberi efek jera, ulasan kriminal secara lengkap justru mendorong kalau tidak bisa dikatakan mengilhami seseorang untuk berbuat tidak benar. Siapa yang harus disalahkan ketika kondisi sudah demikian parah ? Daripada menyalahkan atau menghujat seseorang, lebih baik membenahi pendidikan sejak dini. Penjelasan akan norma maupun etika hidup perlu diperkenalkan dan ditekankan agar terbentuk pemikiran yang bersih pada generasi muda. Terlepas apakah Ariel-Luna_Cut Tari perlu dijebloskan dalam penjara atau tidak, fungsi mereka sebaga publik figur membuat ketiganya sudah terhukum oleh sanksi masyarakat yang justru lebih memberi efek jera. Pembenahan dankejelasan akan status hukum mengenai UU Pornografi dan Pornoaksi perlu segera untuk ditindaklanjuti sehingga jika terjadi lagi kasus serupa, payung hukum bisa ditegakkan dengan pada tempatnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-3853147094015674620?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/3853147094015674620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=3853147094015674620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3853147094015674620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3853147094015674620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/06/lagi-lagi-kasus-moral.html' title='Lagi-lagi Kasus Moral'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-64646021536530786</id><published>2010-06-13T11:28:00.002+07:00</published><updated>2010-06-17T17:05:58.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='great perfomance'/><title type='text'>Time to Africa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Euforia perhelatan akbar empat tahunan kembali mencuat. Penggila bola sejati maupun kambuhan spontan larut dalam kemeriahan pesta sepakbola sedunia yang kali ini diselenggarakan di bumi Afrika. Prediksi dan analisa peta kekuatan sontak menjadi artikel utama di harian olah raga. Tak ketinggalan berita-berita seputar bintang-bintang lapangan hijau yang akan saling bersaing membela negara masing-masing terus diburu para penggemar.&lt;br /&gt;Tak ketinggalan dengan diriku. Meskipun bukan termasuk golongan penggemar berat sepakbola, sejak lebih dari sepuluh tahun lalu, aku tak pernah absen menyaksikan ajang bergengsi dunia sepak bola sedunia ini. Tak heran jauh-jauh hari aku sudah merasa panik dengan kondisiku sekarang yang tidak memungkinkan untuk mengikuti partai demi partai yang digelar secara langsung di dua stasiun televisi swasta tersebut. Satu dua rencana demi  menyaksikan secara live di televisi pun disusun dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dan tepat di hari pesta pembukaan, aku dengan percaya diri memutuskan untuk tidak pulang dengan pertimbangan laga kurang menarik di partai pembuka, dan berdasarkan pengalaman Piala Dunia sebelumnya, kemeriahan upacara pembukaan jarang sekali direlay oleh stasiun televisi yang memperoleh hak siar.&lt;br /&gt;Tak dinyana aku yang sedang asyik tenggelam dalam bacaan terusik dengan datangnya pesan singkat berisi kegirangan teman-teman yang menyaksikan berbagai atraksi khas Afrika  di pesta pembukaan. Spontan aku terkejut, sekaligus jengkel gara-gara tidak bisa ikut bergembira. Walhasil adat jelekku alias ngambek dan marah-marah pun tak bisa dibendung (buat my best friend maaf ya !). Saking inginnya menyaksikan opening party World Cup 2010 aku pun nekat keluar dari rumah sementara dan menghabiskan waktu semalam suntuk nongkrong di warung langganan (buat Ibu n Bapak trims atas tumpangannya ^^).&lt;br /&gt;Lagi-lagi kekecewaan kembali terjadi di setiap perhelatan akbar ini. Bukan karena pembukaan beserta partai pembuka yang kurang meriah namun lebih karena sajian yang diberikan oleh stasiun televisi yang bersangkutan ! Kegirangan di awal karena kali ini penggemar sepak bola di Indonesia bisa mengikuti pesta pembukaan menguap dalam satu jam ke depan. Yah, entah karena alasan apa pesta pembukaan hanya disiarkan selama satu jam, dan selebihnya penonton disuguhi dengan musik anak band sembari menunggu jadwal partai pembuka dimulai. Walhasil berbagai umpatan dan cela pun menjadi topik utama status di Facebook. "Mana Shakira ? Mana Waka waka nya ? Kok cuma satu jam ? Ngapain liat band lokal ? ", demikian sedikit dari sekian banyak keuh kesah akibat ketidakpuasan penggemar bola akan kebijaksanaan yang diterapkan televisi pemegang hak siar.&lt;br /&gt;Bagaimanapun, masih untung para penggemar bola bisa menyaksikan satu demi satu pertandingan secara langsung. Dan kekecewaan akibat hanya menyaksikan separuh grand opening terobati dengan sajian pertandingan masing-masing grup yang menjanjikan. Spanyol, Argentina, Brasil atau Belanda kah yang menjadi kandidat kuat juara dunia ? Munculnya kuda hitam dari Asia yang semakin menyemarakkan kompetisi sekaligus meningkatkan rasa kebersamaan sesama Asia. World Cup atawa Piala Dunia menjadi satu momen yang ditunggu-tunggu penggemar bola di seluruh dunia. Dengan sepakbola, segala masalah untuk sementara terpinggirkan, larut dalam euforia kulit bundar. Lihat saja dua negara Korea Selatan dan Korea Utara yang sedang berseteru, keakraban antar pemain masing-masing negara justru terjalin di ruang ganti tanpa memandang suhu politik yang memanas di kedua negara. Demikianlah aku yang notabene tidak termasuk maniak sepakbola, rela memforsir tenaga menempuh perjalanan jauh setiap harinya demi bisa menyaksikan setiap pertandingan hingga mencapai puncaknya pada tanggal 11 Juli mendatang. Meskipun bintang favoritku Il Capitano Alessandro Nesta pensiun dari tim Azzuri, aku tak sedikitpun merasa enggan untuk memasang mata dengan secangkir kopi sebagai penyangga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-64646021536530786?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/64646021536530786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=64646021536530786' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/64646021536530786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/64646021536530786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/06/time-to-africa.html' title='Time to Africa'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1804814060173537816</id><published>2010-06-13T09:05:00.004+07:00</published><updated>2010-06-13T11:26:20.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='per te'/><title type='text'>Mugello: Rumah Tak Bertuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TBRYf47i6iI/AAAAAAAAAwc/o0-BzUtkWR4/s1600/valentino-rossi-crash-mugello-2010-199x300.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 199px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TBRYf47i6iI/AAAAAAAAAwc/o0-BzUtkWR4/s320/valentino-rossi-crash-mugello-2010-199x300.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482103951298062882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun sudah seminggu berlalu, tidak ada kata terlambat bagiku untuk menuliskan ini. Setelah dua musim bersorak sorai merayakan penampilan gemilang pembalap favoritku, tahun ini aku harus menahan kecewa dengan kepastian akan gelar juara yang terlepas. Penampilan sempurna di race pembuka musim ini ternyata bukanlah awal dari sederet podium pertama untuk memperoleh poin penuh. Penampilan di luar kebiasaan The Doctor yang selalu menampilkan balapan menarik dan penuh ketegangan pada race berikutnya membuatku bertanya-tanya. Ada apa dengan rider no 46 ini ? Usut punya usut setting motor yang belum sempurna menjadi alasan utama. The Doctor tak mau menggunakan cedera bahunya akibat kecelakaan saat latihan motocross di awal tahun sebagai alasan penyebab kegagalannya meraih tempat pertama.&lt;br /&gt;Dan akhirnya sampailah race di negeri The Doctor, negeri impianku ^^. Kegairahan akan penantian race yang menjanjikan membuatku tak sabar menunggu berlalunya waktu. Optimisme membuncah ketika membaca pernyataan yang bersangkutan akan persiapannya demi memenangi podium di tanah kelahirannya. Seperti yang sudah-sudah, aku terus memantau hasil latihan bebas melalui situs resmi motoGP. Betapa terkejutnya aku ketika melihat nama Valentino Rossi tidak ada di daftar peringkat hasil kualifikasi ! Dengan segera aku mencari informasi dan air mataku pun tumpah ketika mengetahui kecelakaan yang menimpa The Doctor. Hampa rasanya jika race tanpa The Doctor. Semangat untuk mendukung duel seketika hilang. Kekecewaan semakin berlipat karena hilang sudah melihat Rossi merebut kembali gelar Raja Mugello. Sakit rasanya melihat The Doctor dalam usungan, melihat ekspresi kesedihannya, dan hilang sudah animo untuk musim ini setelah pernyataan resmi mengenai absennya The Doctor  kurang lebih lima bulan ke depan untuk pemulihan. Ahh, semoga musim berikutnya The Doctor tetap setangguh biasanya, karena tanpanya serasa ada jiwa yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1804814060173537816?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1804814060173537816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1804814060173537816' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1804814060173537816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1804814060173537816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/06/mugello-rumah-tak-bertuan.html' title='Mugello: Rumah Tak Bertuan'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/TBRYf47i6iI/AAAAAAAAAwc/o0-BzUtkWR4/s72-c/valentino-rossi-crash-mugello-2010-199x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7547404571184639195</id><published>2010-05-30T19:57:00.004+07:00</published><updated>2010-06-02T19:12:21.247+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Nice day</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-849368c86a58c67b" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v11.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D849368c86a58c67b%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331397074%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D1B87BC490B4609DC979835E6B1ACC4BBE0F142EB.37F8B725C1EB5D864B9C147CDFFCA8674366EC13%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D849368c86a58c67b%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DFI0MzAcJ8HF1TJCFY9C5sr6PQJU&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v11.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D849368c86a58c67b%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331397074%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D1B87BC490B4609DC979835E6B1ACC4BBE0F142EB.37F8B725C1EB5D864B9C147CDFFCA8674366EC13%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D849368c86a58c67b%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DFI0MzAcJ8HF1TJCFY9C5sr6PQJU&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-e152f004f5ebfdc8" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v20.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3De152f004f5ebfdc8%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331397074%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D3FB038470A3231E8F4C10A23A92A14922456144.66EEAB6BE3D7E6BDF819629C7BE7EE60908028A3%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3De152f004f5ebfdc8%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DQumOaS27x0UkH6vPDbo79jlGa8c&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v20.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3De152f004f5ebfdc8%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331397074%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D3FB038470A3231E8F4C10A23A92A14922456144.66EEAB6BE3D7E6BDF819629C7BE7EE60908028A3%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3De152f004f5ebfdc8%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DQumOaS27x0UkH6vPDbo79jlGa8c&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih pukul dua dini hari, aku dibangunkan oleh dering hp menandakan masuknya sebuah pesan singkat. Dengan mata setengah terpejam, aku meraih hp yang selalu ada di dekatku, seketika aku sepenuhnya sadar begitu membaca pesan singkat tersebut. Ya, ucapan selamat hari lahir pertama yang kuperoleh di tahun ini dari sahabatku yang demikian kurindukan gara-gara beberapa kali melewatkan kesempatan untuk bertemu. Uhmm.....satu tahun lagi usiaku bertambah  (atau berkurang ya ?!). Tidak seperti tahun lalu, kali ini aku sudah jauh hari merancang sebuah ajang kumpul-kumpul ala reuni kecil sahabat-sahabat lamaku untuk sekedar turut meramaikan hari jadiku. Satu, dua, tiga dan empat sohib karibku sejak kecil menyanggupi untuk ikut kongkow di tempat nongkrong satu-satunya yang ada di kota kecil tempat kami tinggal. Dan aku pun tak sabar menghitung hari kepulanganku kali ini.&lt;br /&gt;Demikianlah, dua jam pertama di hari kelahiranku, aku tersenyum membaca kalimat khas sobat karib semasa kuliah. Pagi hari kulewatkan dengan menyimak ucapan selamat yang datang di wahana jejaring sosial, sibuk membalas pesan berisi doa di hari jadiku di penghujung usia dua puluhan ini, tertawa girang ketika memperoleh mms 'shikamaru menari" dari imoto-chan , membuatku kangen untuk bercengkerama dengannya seperti dulu. Tak lupa aku lebih dulu memuaskan kegemaranku bernyanyi di hari spesial ini dengan memutar lagu-lagu favoritku dari berbagai bahasa.&lt;br /&gt;Dan siang pun menjelang, penuh semangat aku beranjak menuju tempat berkumpul sementara. Ahh...serasa kembali ke waktu sekolah menengah dulu. Gelak tawa dan celoteh tak ada habisnya mengisi tiga jam bersama sembari menyantap sajian yang terasa nikmat dengan aroma persahabatan dan bumbu kebersamaan. Begitu cepat waktu berlalu, tak ingin rasanya aku melepaskan hari itu untuk hari-hari berikutnya. Begitu banyak doa, canda, tawa terlontar. Tak ada kata selain terima kasih ku untuk semua sahabat yang telah mendukungku selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wo pheng you, xie-xie ni men. Wo cen te cen te hen kai sin ing wei ni men. Yung yen pu wang jin tien. Ming nian xi wang  neng kan cien ni men.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7547404571184639195?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=849368c86a58c67b&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=e152f004f5ebfdc8&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7547404571184639195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7547404571184639195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7547404571184639195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7547404571184639195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/05/nice-day.html' title='Nice day'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-3948834137290841121</id><published>2010-05-21T17:07:00.003+07:00</published><updated>2010-05-21T17:30:31.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Nge-Lab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya setelah kurang lebih satu tahun aku tidak menjamah peralatan macam tabung reaksi, pipet, beker glass dan alat-alat laboratorium lainnya, saat ini aku kembali berurusan dengan alat dan bahan kimia. Namun semua itu bukanlah bagian dari kegiatan belajar mengajar yang dulu selalu rutin kusisipkan di tengah banyaknya teorema, melainkan menjadi sebagian dari tugasku saat ini yang  jauh dari kata 'mengajar'. Kembali memasuki ruangan khusus dengan berbagai peralatan rawan pecah, menghirup aroma khas macam-macam bahan kimia membawa angin segar untuk mengurangi jenuh dan beban dari pekerjaanku kali ini. Sebuah tugas sampingan tanpa bayar yang dengan senang hati kulakukan meskipun harus menyelesaikannnya di luar jam kerja. Meskipun aku bukanlah orang yang terampil dan teliti dalam melakukan apa yang dulu biasa disebut dengan praktikum, kali ini aku berusaha memaksimalkan kemampuanku berbekal sedikit pengalaman sewaktu sekolah dan mengajar dulu. Lambat laun rasa kaku, takut dan sembrono akibat lama tidak berkutat dengan bahan kimia yang cukup riskan berhasil kuatasi. Tanpa canggung aku melakukan analisis C organik dan N organik baik pada bahan baku maupun produk jadi yang menjadi syarat utama untuk bisa dipasarkan. Aku pun mulai terbiasa menggunakan alat-alat meski masih harus mengulang beberapa kali ^_^ BAu menyengat, panas di kulit karena terciprat asam sulfat, gatal gara-gara terpercik basa kuat menjadi peristiwa rutin tiap hari. Di balik itu semua, kesibukan dalam laboratorium meskipun monoton setiap harinya tetap saja menjadi obat pusing lumayan manjur di tengah peliknya persoalan sebuah perusahaan manufaktur yang seolah tak ada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-3948834137290841121?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/3948834137290841121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=3948834137290841121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3948834137290841121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3948834137290841121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/05/nge-lab.html' title='Nge-Lab'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7941683934159814401</id><published>2010-05-04T19:09:00.005+07:00</published><updated>2010-05-16T10:53:32.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Parah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari satu bulan sudah aku menghabiskan kurang lebih empat jam terbanting-banting di atas kendaraan bermotor roda dua. Situasi memaksaku untuk mengeluarkan tenaga ekstra ketika menjalankan kegiatanku sekarang. Jadilah tiap hari aku menempuh kurang lebih dua jam dari rumah menuju lokasi kerja dan sebaliknya. Pengalaman yang tak mengenakkan jika mengingat penderitaan ketika harus berlomba dengan waktu dan konsentrasi untuk sedikit mengurangi efek pegal-pegal &gt;&lt;. Tak salah rupanya sekian banyak keluh kesah masyarakat yang tertulis di media cetak maupun liputan televisi mengenai kondisi jalan yang bisa dikatakan rusak parah. Jangankan jalanan di pedesaan yang jauh dari jangkuan tangan pemerintah daerah, jalan antar kota yang notabene menjadi jalan utama perlintasan kendaraan antar kota pun tak luput dari kerusakan mulai dari ringan hingga parah. Lihat saja jalan yang harus kulewati setiap hari sepanjang Gombong menuju Purworejo, tak terhitung berapa bagian jalan yang membuatku harus ekstra hati-hati. Permukaan yang tak rata alias bergelombang menjadikan pemakai kendaraan terutama roda dua amat sangat tak nyaman. Aku sendiri sempat merasa heran, ketika mendapati kondisi jalan yang melesak di tepi kanan dan kiri, belum lagi lubang-lubang menganga mulai dari diameter kecil yang sulit dihindari karena terlambat melihat hingga lubang berdiameter besar yang membahayakan. Aku pun setuju-setuju saja dengan perbuatan masyarakat yang menanam pohon pisang di tengah lubang ^^. Yang lebih membuatku heran, perbaikan jalan lebih bersifat darurat dalam artian hanya menambal bagian-bagian tertentu jalan yang dianggap rusak. Jadilah permukaan jalan semakin tidak rata di sana-sini akibat sempalan-sempalan aspal kualitas di bawah jalan sebenarnya. Adakah perhatian dari pihak yang berwenang untuk menyikapi buruknya fasilitas umum yang seharusnya bisa dimaksimalkan ? Bukankah sudah kewajiban mereka untuk meningkatkan pelayanan publik ? Apalagi dengan digembar-gemborkannya wajib pajak 'apa kata dunia', sudah seharusnya terjadi timbal balik antara keduanya. Jangan hanya menyibukkan diri dengan urusan intern yang tak berkesudahan, mulailah untuk berpaling ke arah publik yang gencar beraspirasi namun masih sedikit yang ditanggapi. Salut untuk pemerintah Kebumen yang baru-baru ini melapisi ulang secara total jalan lingkar selatan (meski belum semua bagian ), menjadikanku dan pengguna jalan lain merasa nyaman dalam perjalanan untuk beberapa saat bebas dari lonjakan,maupun terpental akibat kendaraan yang dinaiki melibas jalanan tak rata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7941683934159814401?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7941683934159814401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7941683934159814401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7941683934159814401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7941683934159814401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/05/parah.html' title='Parah'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1854084870491541595</id><published>2010-04-22T19:33:00.004+07:00</published><updated>2010-04-22T21:10:19.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Transformasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S9BVEvg6ZII/AAAAAAAAAwM/k2xezJGRHpQ/s1600/Image0143.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S9BVEvg6ZII/AAAAAAAAAwM/k2xezJGRHpQ/s320/Image0143.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462959887962760322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Berubah drastis jadi semakin feminin" demikian bisik-bisik antar teman yang pada akhirnya sampai juga di telingaku. Aku sendiri heran mendengar selentingan seputar diriku yang menurutku sangat bertentangan dengan kepribadianku. Segala kasak-kusuk tentang munculnya sisi femininku yang membuat beberapa orang terheran-heran berawal dari keterkejutan seorang teman melihat dandananku di sebuah acara resepsi pernikahan. Yah kuakui belakangan ini aku lebih memperhatikan penampilan untuk acara tertentu. Terdorong oleh keinginan untuk menyesuaikan diri dengan sebuah acara khususnya resepsi pernikahan, aku dan sahabat karibku jauh-jauh hari sebelum hari 'h' selalu ribet dengan masalah kado dan tak ketinggalan penampilan. Memakai baju apa, dikombinasikan dengan sepatu dan pernak-pernik apa menjadi agenda kami yang dipersiapkan masak-masak demi satu dua jam acara. Dan jadilah aku dan sahabatku tampil beda, dari kebiasaan berpakaian ala preman (alias santai) menjadi lebih rapi. Perubahan penampilan di luar kebiasaan inilah yang &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S9BVEOnNijI/AAAAAAAAAwE/NBvLnkNFsjk/s1600/Image0144.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S9BVEOnNijI/AAAAAAAAAwE/NBvLnkNFsjk/s320/Image0144.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462959879130810930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;membuat beberapa rekanku terkejut. Hingga komentar menjadi lebih feminin pun terlontar dengan transformasiku ini.&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;Benarkah aku sekarang lebih feminin ? Hmmm aku sama sekali tidak merasa aneh dengan perubahanku ini. Selain hanya terjadi di waktu tertentu, aku merasa wajar-wajar saja jika berpenampilan lebih pada sebuah acara yang menuntut hal tersebut. Sekedar berpakaian model maxi atau mini, memakai highheel dan riasan tipis di muka tidak membuat seseorang menjadi feminin. Aku sendiri tidak tahu benar apa yang disebut dengan feminin. Jika boleh mengutip kalimat di wikipedia, feminin yang berasal dari bahasa prancis feminine adalah sebuah kata sifat yang berarti kewanitaan atau menunjukkan sifat perempuan seperti kelembutan, kebaikan, kesabaran dan lain-lain. Dari definisi tersebut, aku masih jauh dari feminin ^^ Biarpun dibungkus dengan gaya perempuan sejati, namun tetap saja sifat dasar yang cenderung serampangan masih muncul ke permukaan ^^.&lt;br /&gt;Bagaimanapun aku tetap berterima kasih kepada teman-teman yang telah memperhatikan dan memberi komentar positif selama ini. Dan yah inilah aku yang sekarang lebih mampu mengkondisikan diri sesuai dengan situasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1854084870491541595?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1854084870491541595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1854084870491541595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1854084870491541595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1854084870491541595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/04/transformasi.html' title='Transformasi'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S9BVEvg6ZII/AAAAAAAAAwM/k2xezJGRHpQ/s72-c/Image0143.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-3474223267100181456</id><published>2010-04-11T12:54:00.009+07:00</published><updated>2010-04-11T15:16:26.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Gresik : Sabar Menanti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8GAj7wqHhI/AAAAAAAAAvk/-6YOMsn672w/s1600/Image0122.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8GAj7wqHhI/AAAAAAAAAvk/-6YOMsn672w/s200/Image0122.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458785578175307282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8GAHpoiI-I/AAAAAAAAAvc/ZBOhoh8B0tA/s1600/Image0120.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8GAHpoiI-I/AAAAAAAAAvc/ZBOhoh8B0tA/s320/Image0120.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458785092273054690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belum usai penat di badan akibat terlalu memforsir tenaga untuk menjauh sejenak dari masalah, tak disangka aku harus kembali berkelana. Berawal dari turunnya perintah untuk menyusul tiga orang rekan yang sudah lebih dulu berangkat, tanpa sempat bersiap-siap ataupun merasa takut karena harus berkunjung ke daerah yang belum pernah kudatangi, dengan sedikit uang di tangan aku membulatkan tekat untuk berangkat ke sebuah kota industri di ujung timur pulau Jawa. Informasi yang datang terlambat membuatku merasa khawatir dengan sukses tidaknya perjalananku kali ini. Bimbang, takut dan gelisah ditambah rasa lapar dan haus karena belum sempat mengisi perut memenuhi pikiranku semenjak duduk manis di bangku kereta Pasundan jurusan Bandung-Surabaya. Untunglah orang-orang di sekelilingku demikian ramah, mungkin karena berasal dari satu daerah dengan tempat asalku. Aku pun menghabiskan lima jam pertama menuju Surabaya dengan berceloteh bersama satu keluarga yang ramah itu. Ketakutan akan harus bermalam di stasiun terakhir kota Surabaya pun menghilang untuk sesaat.&lt;br /&gt;Namun pada akhirnya dengan senyum kecut aku pun harus mengantar kepergian keluarga itu turun di stasiun Watu kukuh, masih terpaut jarak lumayan jauh dari tempat tujuanku. Menginjak wilayah JAwa Timur yang baru kali ini aku lalui, aku pun menghabiskan waktu untuk bersistirahat memejamkan mata. MAklumlah jalur kereta api tidak menyajikan pemandangan yang bisa kunikmati di sepanjang perjalanan. Tepat tengah malam, kereta pun tiba di stasiun Semut, pemberhentian terakhir kereta Pasundan di Surabaya. Dengan cekatan aku meloncat turun dari kereta (meskipun ada hal di luar dugaan ^^), terburu-buru mengikuti seorang remaja  asal Tasikmalaya yang hendak menuju MAdura dengan siapa aku meneruskan obrolanku setelah keluarga asal KEbumen itu turun. Tiba di stasiun, aku pun menarik nafas lega. Rupanya banyak orang-orang yang sepertiku di sana. Tanpa ragu ataupun malu, aku pun merebahkan diri di sebuah bangku panjang, melemaskan otot sembari menunggu pagi tiba.&lt;br /&gt;Belum satu jam aku terlelap, aku mendadak terbangun di tengah sorak-sorai orang di sekelilingku. Ada apa gerangan ? Owh rupanya dini hari itu ada siaran langsung liga Champion antara MU versus Bayern Muenchen. Tak bisa tidur lagi, aku pun ikut duduk menatap terpaku pada layar kaca 21 inchi yang terletak cukup jauh dari jarak pandangku. Subuh pun tiba, aku pun bergegas untuk melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya. Aku sendiri masih bingung kemana aku harus berjalan, lagi-lagi bantuan datang, seorang petugas stasiun yang baik hati memberiku petunjuk, menyarankanku agar menunggu matahari lebih tinggi lagi untuk berangkat. Walhasil kami pun duduk di pojok, mengobrol santai mengawasi lalu lalang orang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.&lt;br /&gt;Kurang lebih dua jam kami ngobrol ngalor ngidul hingga waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Penuh terima kasih aku pun berpamitan, dengan setengah hati harus menolak tawaran petugas untuk mengantarkanku ke kota sebelah. Penuh percaya diri aku melangkah sesuai petunjuk cowok hitam manis itu, menoleh ke kanan kiri mengagumi keindahan gedung-gedung tua yang megah. Setengah jam kemudian sampailah aku di kota Gresik, kota kecil namun besar di bawah nama Semen Gresik dan Petrokimia Gresik.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8GBEUni-4I/AAAAAAAAAvs/bTH6oU1Iyis/s1600/Image0123.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8GBEUni-4I/AAAAAAAAAvs/bTH6oU1Iyis/s200/Image0123.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458786134603791234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sabar menanti, itulah julukan tepat yang dilontarkan seorang rekanku berdasarkan pengalaman tiga hari di Gresik. Dari awal keberangkatanku ke Gresik, menunggu menunggu dan menunggu menjadi agenda utamaku. Bermula dari  menunggu jemputan yang membuatku nampak seperti Bolang alias Bocah ilang di pertigaan kawasan Petrokimia, dilanjutkan dengan menunggu tutor yang mestinya mengajar aku dan rekanku melakukan analisis kimia pada sampel, menunggu jatah makan siang yang tak kunjung datang sementara perut kami sudah berkeruyuk minta diisi, menunggu untuk diantar ke tempat persistirahatan hingga harus menunggu jemputan untuk kembali ke lokasi pelatihan. Hufttt, amat sangat tidak profesional demikian pikirku mengenai seputar pelatihan. Aku yang dulu terbiasa dengan perencanaan matang sebelum melakukan sebuah pekerjaan yang butuh ketelitian dan akurat, hanya bisa tercengang dan geleng-geleng kepala melihat hambatan-demi hambatan yang mengahalangi jalannya pelatihan. Peralatan yang belum lengkap, kemikalia yang tidak ada, tanpa buku petunjuk hingga tutor yang tiba-tiba hilang ingatan membuatku terkena penyakit 'bete' dan berkali-kali menahan kuap agar terlihat sopan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8GBfjpCg5I/AAAAAAAAAv0/IwXo2eOb3Ig/s1600/Image0126.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8GBfjpCg5I/AAAAAAAAAv0/IwXo2eOb3Ig/s200/Image0126.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458786602493051794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun di sela-sela ketidaksabaran, aku sedikit menikmati dua malam di Gresik. Damai dan tenang menyelimutiku, membuat nafsu makanku yang dua minggu terakhir ini bisa dikatakan tidak ada kembali memuncak. Seorang diri di hotel megah di kawasan tengah Gresik membuat keinginanku untuk menjelajah muncul. Aku pun dengan cueknya menyusuri jalanan di sekitar hotel, sibuk memilih makanan apa yang akan kucicipi malam itu ^^. Krengseng, nasi krawu dan rawon itulah sedikit dari sekian makanan khas Jawa timur yang sempat kucoba. Sayang waktu tak memungkinkan aku untuk berkeliling berburu oleh-oleh khas Gresik untuk dibagikan ke keluarga dan teman-temanku.&lt;br /&gt;Sabar menanti, kata ini terus mengikutiku hingga tiba waktunya untuk pulang. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8GDExfHfLI/AAAAAAAAAv8/UMcfZAXVYh8/s1600/Image0131.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8GDExfHfLI/AAAAAAAAAv8/UMcfZAXVYh8/s200/Image0131.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458788341376318642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jenuh dengan ketidakpastian, aku dan rekanku akhirnya nekat untuk meninggalkan Gresik memburu waktu agar bisa sampai di rumah secepat mungkin. Karena ketinggalan kereta, aku pun harus menahan diri di tengah sesaknya bus ekonomi yang memuat penumpang sebanyak-banyaknya. Akhir minggu rupanya menjadi waktu serentak para pekerja di Surabaya untuk pulang ke tempat masing-masing. Aroma campur aduk dan desakan tubuh-tubuh kuyu membuatku muak. Namun lagi-lagi sabar menjadi kata panutan untukku. Yah, meskipun harus menutup hidung menahan serangan asap rokok, mataku tak tahan untuk melahap pemandangan yang terpapar di kaca depan bus. Kota demi kota di JAwa Timur kulalui, meskipun tidak seluruhnya cukuplah jika aku pernah mengenal sekaligus melewatinya. Pemandangan spektakuler di malam hari, ditambah dengan tangan yang sibuk memencet keypad untuk mengobrol via sms membuatku kuat menahan kantuk hingga tengah malam. Dua jam menjelang subuh, sampailah aku di rumah yang kurindukan. Kembali bergelung di peraduanku yang selalu membuatku nyaman dan tertidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-3474223267100181456?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/3474223267100181456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=3474223267100181456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3474223267100181456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3474223267100181456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/04/gresik-sabar-menanti.html' title='Gresik : Sabar Menanti'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8GAj7wqHhI/AAAAAAAAAvk/-6YOMsn672w/s72-c/Image0122.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-972426868525827617</id><published>2010-04-10T11:30:00.007+07:00</published><updated>2010-04-10T12:45:59.031+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Kabur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AEgIpVGKI/AAAAAAAAAu0/gcXJU5lRrtU/s1600/Image0099.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 326px; height: 244px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AEgIpVGKI/AAAAAAAAAu0/gcXJU5lRrtU/s400/Image0099.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458367698496198818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memasuki bulan keempat di tahun ini, sedikit angin segar mulai berhembus namun tak cukup mengurangi beban yang terus menggelayut di pikiranku. Beruntung seorang teman terdampar di lokasi yang relatif sama, bersama-sama kami menghabiskan waktu mengunjungi berbagai tempat dimana aku bisa melepaskan diri dari segala macam masalah pelik untuk sejenak.&lt;br /&gt;Laut selalu menjadi tempat favoritku sejak dulu. Duduk di atas pasir di tepi pantai, memandang sejauh mungkin ke arah laut yang seolah tak berujung, menikmati kicauan burung yang melayang-layang rendah di atas air, terpesona pada debur ombak yang tak putus-putus, membuatku terpesona dan betah berlama-lama hanya untuk merenung di pinggir laut. Pantai Glagah, untuk pertama kali aku menapaki butiran pasir di tempat wisata tersebut. Biarpun ini untuk pertama kali, namun rasanya aku tak merasa asing. Pantai pasir yang gersang dan panas mengingatkanku akan pantai di bagian selatan lainnya yang nyaris sama. Sayang trauma akan peristiwa masa lalu membuatku takut untuk bermain-main dengan ombak, walhasil aku pun harus puas dengan duduk manis menikmati matahari yang turun perlahan menjemput malam.&lt;br /&gt;                                    &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AEfonJl6I/AAAAAAAAAus/OolHja6WIxY/s1600/Image0108.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 334px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AEfonJl6I/AAAAAAAAAus/OolHja6WIxY/s400/Image0108.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458367689897121698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       Usai mengeksplorasi pantai di wilayah baru, kami melanjutkan mengunjungi daerah dengan ketinggian yang jauh berbeda. Meskipun lelah di badan,  sekali lagi aku berhasil menjauh dari rutinitas, menikmati karya alam yang meski telah kesekian kalinya aku kunjungi, namun kali ini terasa lebih berkesan. Rupanya sekian lama aku tak menjejakkan kaki disini, gua alam yang menjadi obyek wisata potensial di daerahku ini mengalami sedikit perubahan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AEfQ1HkuI/AAAAAAAAAuk/KAzohUSw_KQ/s1600/Image0113.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AEfQ1HkuI/AAAAAAAAAuk/KAzohUSw_KQ/s400/Image0113.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458367683513258722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Tenda-tenda penjaja makanan dan souvenir makin marak, rapat berjejer di sepanjang jalan menuju mulut gua. Suasana makin ramai dengan alunan musik tradisional yang dilantunkan oleh sekelompok orang setempat. Anak-anak kecil bertelanjang dada, ribut berceloteh menarik pengunjung untuk melemparkan koin ke dalam kolam buatan. Harum aneka gorengan dan masakan khas setempat menguar, membuatku dengan segera merasa lapar tak sabar untuk mencicipi 'mendoan' yang memang makanan kesukaanku. Satu demi satu aku melewati anak-anak tangga yang menuju ke mulut gua. Entah berapa jumlahnya, aku tak sempat menghitung, sibuk mengatur nafas dan tenaga untuk menjalani 'ujian pertama' sebelum diperbolehkan menikmati keindahan gua Jatijajar. Lelah pun terbayar ketika sampai di dalam gua. Udara dingin dan bau apak menyambut ketika masuk ke dalam. Tetesan air menitik teratur di antara stalaktit-stalaktit yang seolah diatur sedemikian rupa agar tampak menarik. Setelah memuaskan sifat narsis yang mendadak kambuh ^^, kami pun turun menuju kedalaman gua. Menyempatkan diri untuk menjalani mitos setempat (siapa tahu manjur ^^), membasuh tangan dan menciprati patung perempuan yang berendam di tengah sendang. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AMjCwWB2I/AAAAAAAAAvE/L9S1Wd5t4lg/s1600/om.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 397px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AMjCwWB2I/AAAAAAAAAvE/L9S1Wd5t4lg/s400/om.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458376544547637090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dan perjalanan menyusuri gua pun berakhir, menyisakan penat yang harus dibayar dengan istirahat sejenak. Menyantap hidangan hangat dengan segelas minuman dingin, mencuri-curi kesempatan untuk mengabadikan sosok manis yang tak sengaja ditemukan dalam keremangan gua ^^.&lt;br /&gt;Ahh, tak terasa waktu berlalu demikian cepat. Belum puas rasanya untuk bersantai, malas sekali untuk kembali ke aktifitas yang menjemukan. Namun tugas telah menanti, mau tak mau aku harus segera kembali.&lt;br /&gt;Kini ketika mengingat hari itu, ingin rasanya aku mengulanginya. Sebuah keputusan mendadak tanpa pikir panjang gara-gara rasa jengkel memang bukan pertama kali ini kulakukan. Yah, akibat kesal bukan bukan kepalang dengan seseorang yang membuatku frustasi, aku tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunjungi salah satu kota favoritku. Waktu yang menjelang senja, tak mengurungkan niatku untuk kembali kabur, memuaskan diri dengan aktifitas favoritku di tengah tumpukan buku-buku yang menggunung. Keasyikan berburu buku yang nantinya bakal menjadi koleksiku, membuatku semakin merasa bebas dari penat. Lelah akibat belum sempat bersistirahat, tak menahanku untuk menyusuri lorong-lorong tempat yang selalu kukunjungi ketika aku berada di kota gudeg ini.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AOXQxHzKI/AAAAAAAAAvM/4yBjluypCNk/s1600/Image0118.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AOXQxHzKI/AAAAAAAAAvM/4yBjluypCNk/s320/Image0118.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458378541173820578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Aku pun semakin beretambah riang dengan kedatangan kawan lama yang selalu siap untuk diajak bersenang-senang. Memuaskan keinginan untuk mencicipi makanan yang sudah dari dulu ingin kucoba. Meskipun isi kantong terkuras dengan cepat, semua itu tak membuatku  berhenti untuk terus  menjelajah mencari kepuasan akan kegemaranku.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AOXyFf_VI/AAAAAAAAAvU/Dn513L2wmG0/s1600/Image0119.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AOXyFf_VI/AAAAAAAAAvU/Dn513L2wmG0/s320/Image0119.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458378550117662034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Rencana pun bergeser dari semula, apalagi kalau bukan karena dua setan kecil itu ^^ Demikianlah hari-hari yang berlalu begitu cepat dan melelahkan. Namun membawa kesejukan yang telah lama kurindukan.&lt;br /&gt;To all my dear friends..... thank you so much. Anytime we must spend like this again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-972426868525827617?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/972426868525827617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=972426868525827617' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/972426868525827617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/972426868525827617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/04/kabur.html' title='Kabur'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S8AEgIpVGKI/AAAAAAAAAu0/gcXJU5lRrtU/s72-c/Image0099.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-5794963036100981120</id><published>2010-04-01T16:54:00.003+07:00</published><updated>2010-04-01T18:13:25.812+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Pengalaman Pertama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terhitung genap  dua minggu aku berdomisili di lokasi baru, daerah terpencil meski dilalui jalur utama selatan. Untuk pertama kalinya aku mengadu nasib jauh dari kota kecil namun sangat kusukai yang menjadi tempat tinggalku bersama kedua orang tuaku. Disinilah, di sebuah desa di kawasan kecamatan Bagelen, Purworejo, aku mengemban tanggung jawab baru, terjun ke bidang baru tanpa persiapan matang. Di tengah kebingungan akan tugas yang menanti, aku pun memberanikan diri untuk segera melaksanakan tugasku yang baru di tempat ini. Satu dua hari berlalu hingga genap empat belas hari berlalu, tak terkira banyaknya masalah yang harus kuhadapi sekaligus harus kuselesaikan dengan bijaksana dan tepat. Ahhhh.....berat sekali beban yang kutanggung hingga kini. Ketika aku masih meraba-raba dan belajar, sementara aku tak berpengalaman, aku dipaksa untuk menyelesaikan segala hal tanpa ada bantuan yang signifikan.&lt;br /&gt;Pusing, gelisah, pikiran tak bisa tenang terus menerus mengganggu hari-hariku sejak mendengar kabar kepindahanku ke sini. Meskipun orang bilang, pengalaman adalah guru yang terbaik bagiku pengalaman kali ini benar-benar hal yang membuatku merasa pahit hingga timbul keinginan untuk menghilang. Aku semakin menyadari jika ini bukanlah bidang yang kukuasai dan kuinginkan. Tak ada rasa menikmati sedikitpun pada tugasku kali ini. Membuatku lelah lahir batin, setelah berusaha hingga batas akhir kemampuanku yang tak seberapa ini.&lt;br /&gt;Entah harus bagaimana lagi aku menjalani hari-hari ke depan. Aku pun terpikir hal-hal begatif akan kelangsungan tugasku ini. Bagaimana tidak, jika hal yang tidak siap dipaksa untuk siap. Aku yang berperan layaknya jembatan penghubung pun dibuat semakin pusing dengan kemauan dua kepala yang berbeda. Koordinasi di lapangan yang tak kondusif semakin memperparah tekanan yang kuhadapi. Lingkungan yang terus-menerus menekan semakin membuatku sesak. Meski air mata meleleh, walau semua ganjalan tertumpah semua itu tak kunjung mengurangi beban berat yang kusangga. Andaikan waktu bisa kuulang kembali, begitu inginnya aku meralat keputusanku. Begitu besar harapanku untuk keluar dari masalah ini, dan kembali ke duniaku yang indah di tengah kawan-kawan kecilku yang polos, nakal namun menyegarkan. Saat ini kucoba untuk bertahan, menguji batas kemampuanku berusaha untuk mendapatkan sedikit hembusan angin segar demi masa depan. Semoga dengan pengalaman ini aku bisa belajar untuk maju, menguasai hal baru, mampu menyelesaikan hambatan dengan tepat dan cepat, tak lupa menjadi pribadi yang lebih sabar,kuat  dan tabah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-5794963036100981120?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/5794963036100981120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=5794963036100981120' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5794963036100981120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5794963036100981120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/04/pengalaman-pertama.html' title='Pengalaman Pertama'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7268185929200601346</id><published>2010-03-18T18:39:00.005+07:00</published><updated>2010-03-18T20:09:40.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='per te'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='carrissima'/><title type='text'>Qualcuno nel mio sogno</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S6IcZV7aZRI/AAAAAAAAAuc/8e8ylILAAHE/s1600-h/alessandro-nesta-22.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 396px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S6IcZV7aZRI/AAAAAAAAAuc/8e8ylILAAHE/s400/alessandro-nesta-22.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449949720780367122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mataku mencari-cari di kerumunan orang, tak lama kemudian pandanganku tertumbuk pada sesosok tinggi bermantel hitam dengan syal melilit di leher jenjangnya yang tengah bersandar pada sebuah pilar. Senyum tersungging di bibirku ketika melihatnya menunduk, mencermati angka-angka yang tertera di jam tangan Rolex dipergelangan tangan kirinya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilasan kalimat yang pernah kutulis beberapa tahun lalu berkelebat di benakku. Dengan kalut aku membongkar isi lemari kecilku, mengeluarkan bermacam-macam benda yang tertata rapi dan tak tersentuh untuk sekian lama. Dengan cepat kubuka sebuah buku bergaris yang terselip di tumpukan berbagai majalah lama. Kubolak-balik halaman demi halaman, tapi apa yang kucari belum juga kutemukan. Tak lama aku mengalihkan area pencarianku, sempat bersorak ketika menemukan sebundel berkas lama yang kukenali adalah hasil karyaku dulu, namun lagi-lagi aku menelan kecewa ketika 'benda istimewa ' itu tak juga kutemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Di tengah serunya pertandingan, serta merta perhatianku teralih akan sosok gagah yang berdiri di tepi lapangan. Wajahnya yang tampan dengan hidung mancung bak patung Romawi dengan serius memperhatikan teman-temannya berlaga. Kedua belah tangannya bersidekap di depan dada semakin menambah keangkuhan figur berwibawa yang membuatku terpesona. Siapakah dia ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah betapa inginnya aku membaca kembali tujuh lembar kertas yang merupakan segenap perasaanku yang pada akhirnya menjadi sebuah jalinan cerita impianku itu. Tak seperti tahun sebelumnya, kali ini jauh-jauh hari aku telah mengingat akan tanggal istimewa di bulan Maret ini. Meskipun telah sekian lama aku tak menjumpainya, walaupun hingga kini tak ada kabar beritanya, kali ini aku tak melupakan paduan angka 1 dan 9 yang sejak dulu menjadi angka keramatku. Berkali-kali aku melewatkan kesempatan untuk melihatnya, berkali-kali pula aku merasakan sebuah penyesalan. Tahun demi tahun terlewati dengan cepat tanpa dia yang dulu begitu lekat di hatiku. Yah, sebagian besar memang karena kesalahanku yang begitu mudah berpaling ketika dia harus menghilang untuk beberapa lama. Adalah sifatku yang terlalu mudah merasa bosan sehingga dia tergantikan untuk sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alessandro Nesta, pemuda kelahiran 21 tahun lalu di sebuah daerah di kota Roma yang menjadi salah satu pilar. Sosoknya yang demikian anggun, penampilannya yang kalem, raut wajahnya yang khas mediterania seolah memunculkan kembali Pangeran Romawi kuno yang ada dalam bayanganku "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, seiring harapan untuk kembali melihatnya di tengah arena, jauh-jauh hari aku telah bersiap untuk menjadikan Venerdi, 19 Marzo menjadi hari yang spesial. Aku sadar jikalau usianya telah mendekati titik akhir karirnya. Tak berlebihan jika aku ingin sekali sekali lagi melihatnya dengan kostum Azzuri, ingin sekali aku larut dalam antusiasme penuh semangat  mendukungnya berjuang dalam tim untuk mempertahankan gelar yang akan diperebutkan bulan Juni nanti. Di tengah rumor yang beredar,  tak urung harapanku melambung, harap-harap cemas menantikan keputusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venerdi, kan kuingat selalu hari ini, hari ketika aku meniupkan sebuah harapan untuknya. 19, kan kuingat tanggal ini, tanggal ketika aku merindukannya. Angka yang selalu kukenang  karena mengingatkanku akan "dia". Impian yang sekali lagi berkobar, membuatku merasa muda kembali, masa ketika gelak tawa, canda ceria mengalahkan kerisauan. Impian yang dipenuhi sosoknya setiap saat, dia yang memperoleh tempat khusus di hatiku, dia yang telah membuatku terpesona, dia yang membuat hidupku lebih berwarna, dia yang menguatkan aku untuk berkarya, dia yang telah berakar dalam diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Buon compleanno, carrissima ! desiderache lei sia liposteriore. La tengo sempre nel mio cuore"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7268185929200601346?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7268185929200601346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7268185929200601346' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7268185929200601346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7268185929200601346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/03/qualcuno-nel-mio-sogno.html' title='Qualcuno nel mio sogno'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S6IcZV7aZRI/AAAAAAAAAuc/8e8ylILAAHE/s72-c/alessandro-nesta-22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-5913906585850600587</id><published>2010-03-12T19:56:00.003+07:00</published><updated>2010-03-12T21:37:26.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='all about book'/><title type='text'>Forever Princess</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S5pQ3A3Nz2I/AAAAAAAAAuU/TMghn3oPIi8/s1600-h/forever-princess.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 132px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S5pQ3A3Nz2I/AAAAAAAAAuU/TMghn3oPIi8/s200/forever-princess.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447755605312655202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Teenlit ?!", sebagian teman pastinya tak percaya jika aku mau membaca bahkan membeli buku fiksi yang termasuk kategori remaja alias teenlit. Aku memang jarang membaca buku bergenre remaja ringan bahkan cenderung lebih menyukai buku-buku cerita anak-anak macam Mrs Witz, Malcolm In The Middle, Because of Winn Dixie atau buku anak-anak karangan Roald Dahl, Eva Ibbotson dan pengarang buku sejenis  ternama lainnya. Tak heran ketika aku dengan setia mengikuti kisah Putri Mia yang dituangkan dalam bentuk buku harian, ada beberapa dari mereka yang mengenalku tak mempercayainya.&lt;br /&gt;Pada kenyataannya sudah cukup lama aku mengoleksi buku-buku harian yang ditulis oleh Meg Cabot dari sudut pandang orang pertama ini. Ketika aku masih duduk di semester lima bangku kuliah,  waktu itu aku iseng melihat-lihat toko buku baru yang terletak di tepi jalan utama menuju kampus biru (kangennya aku akan sebutan ini ^^). Berhubung aku lebih tertarik ke buku-buku fiksi, aku pun segera memilah sederet judul yang terpampang di rak. Ketika tak menemukan judul yang membuatku tertarik untuk membeli, akhirnya aku iseng mencomot sebuah buku berjudul Princess In The Spotlight (Menjadi Pusat Perhatian). Tanpa alasan khusus hanya karena merasa sungkan jika keluar tanpa membawa apa-apa, aku memilih buku itu hanya karena harga lumayan murah, dan menilik dari sinopsis yang tercetak di cover belakang buku tersebut yang kurasa cukup menarik dalam arti bisa memancing tawa sehingga cocok untuk bacaan ringan yang menghibur. Setibanya di kamar kos PD 79 (ruangan tempatku bergelung di dunia ku semasa kuliah ^^),tanpa menunggu lama aku segera membuka halaman pertama buku itu. Sebutan aneh untuk sebuah buku serta merta meloncat dari pikiranku ketika membaca lembar pertama cerita bangsawan New York tersebut. Baru kali itu aku menjumpai pengarang menulis kisah dalam bentuk buku harian yang ditulis oleh si tokoh utama. Bagaimanakah cara pengarang untuk membuat pembaca memahami jalan cerita jika ditulis dengan gaya buku harian  yang pada umumnya hanya sepenggal pengalaman yang dituang dalam bentuk kata-kata ?, demikian batinku saat itu. Namun lambat laun tanpa kesulitan aku mulai mengikuti alur cerita yang ternyata aku langsung membaca buku keduanya ^^. Sejam kemudian aku pun tersenyum puas, tak sia-sia aku merogoh kocek yang tak terduga hanya karena iseng. Dan sejak saat itu aku pun gencar menanti kelanjutan kisah rekaan pengarang asal Amerika itu.&lt;br /&gt;Meg  Cabot membuat terobosan baru dalam bidang tulis menulis yang belum pernah kujumpai sebelumnya (berhubung buku ini yang baru pertama kali kubaca). Menulis dengan sudut pandang orang pertama bukanlah hal yang jarang dilakukan, namun ketika dituangkan dalam bentuk buku harian, itu menjadi sesuatu yang spesial untukku yang baru pertama kali ini menjumpai gaya menulis seperti itu. Meskipun berbentuk buku harian, Meg Cabot bisa menceritakan liku-liku kisah Putri Mia, anak di luar perkawinan yang mendadak harus memegang tanggung jawab sebagai Putri Mahkota negara monarki absolut kecil di benua Eropa. Ditulis dengan gaya bahasa remaja yang ringan, Meg mampu membuat pembaca memahami isi hati sang Putri, mengikuti kegiatan sehari-hari Mia dan interaksinya dengan orang tua, kerabat dan sahabat-sahabatnya. Meg pun acapkali memasukkan berbagai hal yang digemari remaja Amerika masa kini lengkap dengan komentar maupun  pendapatnya yang dikeluarkan melalui tokoh Mia dan beberapa tokoh sentral lainnya. Dengan lihai Meg menuliskan karakter-karakter Mia dan orang-orang disekelilingnya yang dituangkan dalam buku harian milik Mia. Layaknya sebuah buku harian, serial tentang Putri Mia ini tak lepas dari coretan-coretan ala remaja yang mencatat jadwal sekolah, caci maki terhadap hal yang tidak disukai, maupun curahan hati si pemilik buku harian. Akan tetapi coretan-coretan tersebut justru menjadi pemanis yang melengkapi inti cerita yang sebenarnya amat ringan dan mudah dicerna namun cukup menghibur. Tak heran aku yang terlanjur mengoleksi satu bukunya, memutuskan untuk mengikuti serial ini sekaligus penasaran dengan akhir kisah terutama hubungan cintanya dengan senior yang juga menjadi tokoh fiktif kesukaanku.&lt;br /&gt;Jika kuingat lagi, waktu aku membeli buku kedua serial Putri Mia ini, aku terpengaruh dengan janji bahwa kisah Putri Mia akan berakhir di buku ketiga. Aku yang tidak terlalu suka untuk menunggu-nunggu rampungnya sebuah kisah, berani memutuskan untuk membeli karena waktu itupun buku ketiga serial ini sudah terbit. Dan memang benar adanya bahwa kisah Mia dalam menggapai cintanya berakhir dengan sukses di buku ketiga. Betapa terkejutnya aku ketika beberapa bulan kemudian aku menemukan buku keempat serial Putri Mia terpampang di gerai buku swalayan Moro (swalayan tempatku dulu berbelanja kebutuhan bulanan ^^). Mau tak mau aku pun merogoh kocek untuk membeli buku itu. Maklum sudah menjadi sifatku untuk tidak berhenti di tengah jalan ketika mengumpulkan sesuatu. Aku tidak suka jika melihat buku-buku koleksiku tidak lengkap dalam artian kekurangan satu judul dari sekian seri. Jadilah aku dengan setia mengoleksi buku harian Putri Mia. Dan tahun ini (sudah berapa tahun sejak aku pertama membeli ya ?^^) akhirnya buku terakhir kisah Putri Mia pun muncul. Kuhitung dari awal, tak terasa sudah menginjak buku ke-10 ! Wow sebuah rekor untuk kisah ringan bergenre remaja yang mampu bertahan hingga sepuluh seri. Buku yang pernah diangkat ke layar lebar dengan judul sama dengan buku pertamanya ini akhirnya benar-benar mengisyaratkan akhir kisah Putri Mia. Bukan saja mengenai perubahan Genovia menjadi monarki demokratis yang berarti membebaskan Mia dari kewajibannya memimpin negara itu,  namun juga menceritakan akhir kisah cinta Mia, keputusannya dalam menempuh pendidikan dan hubungannya dengan sahabat sejak kecilnya yang sempat merenggang. Membaca kisah yang berakhir bahagia tersebut, aku pun kembali merasakan lega berkepanjangan. Bukan hanya karena gembira dengan kebahagiaan Michael (tokoh favoritku) namun lebih kepada akhir beraliran 'happy end' pada serial ini. Dengan akhir yang membuatku tersenyum gembira, membuatku tak sia-sia mengoleksi serial ini yang ternyata kelebihan tujuh seri dari targetku sebenarnya ketika membeli buku kedua dulu. Akhir yang bahagia membuatku tak bosan untuk membaca dan membaca ulang serial ini. Lain dengan koleksiku yang berakhir tak seperti harapanku, kini terbengkalai begitu saja. Demikianlah meskipun hanya sebuah cerita ringan ala remaja, kisah milik Meg Cabot ini menjadi selingan di antara buku-buku yang membuatku harus berpikir lebih keras untuk memahami sebuah cerita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-5913906585850600587?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/5913906585850600587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=5913906585850600587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5913906585850600587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5913906585850600587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/03/forever-princess.html' title='Forever Princess'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S5pQ3A3Nz2I/AAAAAAAAAuU/TMghn3oPIi8/s72-c/forever-princess.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4257790594793602475</id><published>2010-03-11T19:04:00.003+07:00</published><updated>2010-03-11T20:16:03.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Tantangan Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jam dinding menunjukkan pukul setengah enam pagi. Seperti biasanya usai melaksanakan kewajiban terhadap Yang Maha Kuasa, aku kembali menghempaskan diri ke tempat tidur, menyalakan televisi menyimak berita terkini seputar tanah air diselingi dengan meneruskan membaca buku yang belum selesai kulahap. Volume headphone kupasang maksimal, memfokuskan indra pendengaranku dengan alunan musik oriental di pagi hari. Mendadak gedoran keras terdengar di pintu, mendengar suara yang samar-samar kukenal dengan segera aku pun bangkit dari posisi berbaring untukmembuka pintu. Tak dinyana kedatangan bos besar di sela kegiatan jalan paginya seolah menjatuhkan bom di sekelilingku.&lt;br /&gt;Akhirnya tiba juga waktuku untuk berkemas, bersiap menjelajahi area baru di lokasi nun jauh di sana. Bingung, gelisah, khawatir tak tentu arah bercampur baur di kepalaku. Aku yang terbiasa hidup tenang mengikuti arus kini harus melawan gelombang. Bukan hanya tanggung jawab yang lebih besar menanti, namun lebih kepada ketidakpastian akan apa yang menjadi tugasku nanti. Meskipun sang bos sudah cukup jelas menyatakan posisiku, sedikit kekacauan di awal mulai terjadi. Demikianlah aku harus mulai dari nol, berusaha semaksimal dan sekuat kemampuan pikiranku saat ini untuk mempelajari hal yang baru. Mencoba untuk belajar mengambil langkah yang tepat, bekerja sama dengan rekan-rekan baru yang sama tidak pahamnya dengan diriku akan tugas yang menanti.&lt;br /&gt;"Mampukah aku bertahan ?", pertanyaan ini tak bisa kuhilangkan dari benakku, membuatku kehilangan ketenangan yang sulit untuk dijauhkan meski aku dikelilingi penyejuk hatiku selama ini. Yah, usai meninjau lokasi seharian penuh, kegalauan semakin menjadi-jadi dalam diriku. Jika semula aku mengkhawatirkan kehidupan yang kelak terisolir dari peradaban modern, kini aku lebih memikirkan apa yang harus kumulai disana. Tanpa bantuan dari seseorang yang telah berpengalaman di bidangnya, hanya bersama segelintir rekan yang masih sama amatirnya, aku sama sekali belum mempunyai gambaran akan apa yang harus dilakukan. Setelah memeriksa kondisi tempat yang baru yang benar-benar masih kosong melompong, meskipun aku tahu secara garis besar pekerjaan baruku nantinya, tetap saja aku kebingungan bagaimana menjalankannya nanti. Pikiranku benar-benar kusut dengan rencana-rencana yang saling tumpang tindih. Mempelajari hal di luar kemampuanku, mengorganisir sesuatu yang masih abstrak, mencari akomodasi yang layak, menjawab berbagai pertanyaan yang aku sendiri tak tahu benar jawabnya hanyalah sedikit dari sekian banyak benang ruwet di pikiranku.&lt;br /&gt;"Sabar Mba, jalani saja dulu, semoga sukses,.......... ", ya semua harus dilalui setahap demi setahap. Mengingatkanku akan nasihat bijak seorang Shigure, "Jika ada banyak cucian di sekitarmu jangan memikirkan kapan selesainya, cucilah sehelai demi sehelai dimulai dai yang ada didekatmu, dan lama-lama semua akan tercuci bersih". Hmmm, dengan dukungan kerabat dan sahabat aku mencoba untuk meneguhkan hati, memantapkan tekad untuk berbuat sebaik-baiknya menjawab tantangan baru. Entah berhasil atau tidak, aku mencoba untuk menabahkan hati yang selama ini terlalu lembek dan penuh dengan ketakutan untuk keluar dari cangkang yang nyaman. Semoga...........&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4257790594793602475?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4257790594793602475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4257790594793602475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4257790594793602475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4257790594793602475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/03/tantangan-baru.html' title='Tantangan Baru'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7407881408785806028</id><published>2010-03-06T21:49:00.003+07:00</published><updated>2010-03-06T22:41:00.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Di Dalam Kisruh Di Luar Ricuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyesuaikan diri  dengan namanya yang bermakna satu abad kasus bailout Century yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan masih jauh dari titik terang. Gembar-gembor tuntutan untuk meminta pertanggungjawaban dari orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas kerugian yang ditanggung negara akibat pengucuran dana talangan terus menggema. Kerja senilai kurang lebih lima milyar yang dilakukan pansus Century pun telah dilaporkan dan diputuskan dalam sidang paripurna DPR dua hari lalu. Mengikuti sepak terjang pansus dalam menggunakan hak angketnya untuk menyelidiki kasus Century sangatlah menarik. Seperti sebelum-sebelumnya, kelakuan para anggota dewan yang terhormat dalam ruang sidang kompak benar dengan apa yang terjadi di luar gerbang senayan. Berawal dari keputusan sepihak ketua DPR sekaligus ketua sidang menutup rapat dengan alasan tidak ada agenda penting lagi yang harus dibahas, sekali lagi keributan di ruang sidang terulang dengan begitu jelas di layar kaca yang sedang siaran secara 'live'. Hujan interupsi berujung kaki entah milik siapa yang naik ke meja maupun podium, pelemparan botol air minum hingga nyaris terjadi adu fisik seakan menjadi acara rutin setiap  sidang dewan yang membahas topik sensitif. Kumandang shalawat yang diperkeras pun tak mampu meredam emosi yang terlanjur memuncak akibat benturan kepentingan berbagai pihak. Tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di dalam ruangan, di luar massa dari berbagai kalangan baik pro dan kontra pun ikut menggila. Kontan aksi anarkis dalam skala kecil berlangsung dengan cepatnya, menjadikan petugas keamanan harus bekerja keras untuk membendung kerusakan lebih lanjut. Sementara pemerintah masih bersikap 'cuek' dengan hasil rekomendasi pansus yang pada akhir keputusannya memenangkan opsi c dengan cukup mutlak.&lt;br /&gt;Ada apa dengan negeri ini ? Stabilitas nasional yang dulu demikian kokoh sehingga rakyat betul-betul merasakan kenyamanan dan keamanan kini berbalik drastis. Kelakuan wakil rakyat yang kurang beretika semakin sering dipertontonkan, demikian pula kelakuan siswa tertinggi yang dulu berjasa menelurkan sebuah reformasi kini tak lebih dari sekedar omong besar layaknya anak kecil yang harus dituruti kemauannya dan akan menjerit, meronta dan membuat kerusakan jika kondisi bertentangan dengan kehendaknya. Di tengah hiruk pikuk kasus Century yang tidak hanya merugikan negara namun juga para nasabah yang hingga kini belum jelas nasibnya, amatlah wajar jika rakyat menuntut untuk pengusutan tuntas dan menggiring pihak-pihak yang bertanggung jawab ke ranah hukum. Namun demikian, jika diperhatikan dengan seksama kasus ini seakan terlalu dipolitisir, masalah tidak terselesaikan justru semakin meruncing dengan 'perang saudara' di kalangan atas. Percuma saja segala penyelidikan berlarut-larut diselingi perang mulut antar anggota yang beberapa waktu lalu menjadi sorotan jika pada akhirnya hanya menghasilkan sebuah rekomendasi  yaitu opsi c alias kebijakan bermasalah. Orang awam bahkan kasarnya seorang anak kecil pun bisa  tahu bahwa kebijakan Century memang bermasalah. Tak perlu meminta persetujuan dewan yang justru menimbulkan goncangan politik yang berdampak negatif di berbagai bidang. Terlalu dangkal rasanya jika harus mengucurkan dana sekian milyar hanya untuk sekedar menunjuk satu dua nama orang-orang yang dianggap (sekali lagi dianggap) bertanggung jawab atas kebijakan bermasalah tersebut. Penemuan fakta yang pada akhirnya digunakan sebagai senjata untuk saling serang di ranh politik. Mengapa rakyat harus disuguhi dengan hal-hal demikian ? Rakyat tidak membutuhkan  perebutan kekuasaan, masa bodoh dengan 'kawin cerai koalisi', membenci aksi-aksi anarkis egois yang merugikan. Rakyat hanya butuh jaminan keamanan dan kenyamanan dalam hidup. Rakyat memerlukan wakil-wakil yang murni memperjuangkan hak mereka, bukan sekedar pro rakyat di permukaan namun individualis di dalam.&lt;br /&gt;Sungguh malang bagi mereka yang selama ini terus dipojokkan. Memang sebuah resiko bagi seorang petinggi dalam mengambil keputusan. Sebuah perjudian yang membawa keberuntungan berlimpah jika mendapatkan kartu yang tepat namun kalah habis-habisan jika salah mengambil langkah yang mungkin waktu itu dirasa paling tepat. Agaknya rakyat masih harus menunggu lebih lama lagi untuk melihat akhir kasus Century ini. Tidak hanya sekedar menyaksikan pertanggungjawaban petinggi waktu itu, namun harapan lebih ke arah siapa saja yang memperoleh keuntungan dengan kucuran dana talangan ini untuk dimintai pertanggungjawabannya. Cukup sudah waktu rakyat dicekoki dengan perang pernyataan di media. Cukup sudah demonstrasi tak berujung pangkal yang akhirnya hanya merusak mental dan fisik. Rakyat cukup lelah dengan berita-berita kerusuhan baik di dalam maupun di luar ruangan. Sebuah situasi yang jauh dari akal sehat bagi mereka yang dianggap sebagai orang yang berintelektual di atas rata-rata namun rupanya mempunyai taraf rendah dalam hal mengendalikan emosi dan berpikir jernih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7407881408785806028?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7407881408785806028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7407881408785806028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7407881408785806028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7407881408785806028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/03/di-dalam-kisruh-di-luar-ricuh.html' title='Di Dalam Kisruh Di Luar Ricuh'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7937446767974590893</id><published>2010-03-01T21:49:00.002+07:00</published><updated>2010-03-06T21:21:00.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='per te'/><title type='text'>You're Beautiful</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ihdaeroh dolaseolgeomyeon sarajil geomyeon pieonaji anaseo&lt;br /&gt;(If like this, I turned my back on Idisappeared It wouldn't come into bloom)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal lirik Wind Flower yang merupakan original soundtrack dari sebuah drama kolosal nan mengharu biru tersebut membuka kembali kembali ingatanku yang sudah lama tersembunyi di antara kenangan lain yang mengisi pikiranku dan benakku selama ini. Aku yang memang mudah seklai terhanyut dalam sebuah kisah entah itu kenyataan atau rekaan, kali ini pun aku tak kuasa menahan tangis  ketika menyaksikan adegan-adegan romantis, dtamatis dan tragis selama 62 episode drama yang sukses mengharu biru penonton tersebut. Kesedihan usai menyaksikan seluruh episode yang berakhir tragis tersebut membuatku tak bersemangat berhari-hari. Setiap kali aku mendengarkan lagu-lagu yang mendukung keindahan kisah tersebut, tiap kali pula mataku berkaca-kaca, teringat kegagalan akan dua orang untuk bersama meskipun jelas-jelas cinta terpancar dari keduanya.&lt;br /&gt;Cinta, sebuah kata yang begitu disukai oleh banyak orang . Meskipun tak jarang yang berakhir pahit dan menimbulkan luka, tak sedikit orang yang mendambakan datangnya kata cinta  pada dirinya. Kebutuhan untuk mencintai dan dicintai rupanya menjadi salah satu kompponen penting di tengah perjuangan untuk menemukan hidup yang berkualitas. Cinta, itulah topik utama obrolanku belakangan ini dengan sahabat-sahabat baikku. Berbagai kisah yang dilatarbelakangi kata berawalan c tersebut tak pernah bosan untuk diperbincangkan. Aku dan sahabat-sahabatku berbagi rahasia terdalam yang ingin ditutupi dari keingintahuan orang lain. Dengan usia yang semakin bertambah, obrolan tentang masa depan dengan seseorang semakin sering diperbincangkan, saling meminta pendapat dan saling mengutarakan pikiran meskipun tak jarang sikap malu-malu muncul ketika membisikkan perasaan yang diri sendiri pun belum mengerti dengan jelas. Yang satu merasa galau dengan pertanyaan tentang apakah dia  benar-benar 'falling in love', yang lain mencurahkan penyesalannya akan cinta yang akhirnya berlalu tanpa ada perjuangan untuk meraihnya, yang ini menceritakan kebahagiaan akan pilihannya, dan yang disana merasa lelah dengan keharusan untuk segera menemukan belahan jiwanya.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana denganku ? Tak berbeda jauh dengan mereka, aku pun menghadapai problema tersendiri dalam konteks cinta tersebut. Meskipun aku cenderung menutup rapat persoalan hati ini, pada akhirnya aku tak mampu lagi menyimpannya untuk diriku sendiri. Kegelisahan yang terus menerus membuatku ingin menumpahkan sedikit rahasia hatiku pada seseorang yang kupercayai, yang mau mendengarkanku dan mampu memberi sedikit kesegeran untuk menjernihkan pikiranku yang mulai menginjak daerah rawan. Dan lambat laun aku pun mulai membagi sepenggal masa lalu kepada seseorang meski tidak semuanya kubeberkan dengan gamblang.&lt;br /&gt;Imoto chan, ingatkah kau ketika aku bercerita tentang mimpi-mimpiku ? Dimulai dengan ceritamu akan detak jantung yang meningkat tajam, aku yang pada awalnya tak sengaja bercerita akhirnya memuntahkan sebuah pengakuan yang selama ini tak ingin kupercayai. Aku sendiri tak mengerti apa yang terjadi pada diriku ini. Seolah tak menghiraukan kenyataan yang sudah terpampang untuk sekian lamanya, namun mengapa mimpi itu selalu datang ? Membuatku tak ingin terbangun untuk beberapa saat, menyebabkanku membuka mata di pagi hari, terkadang dengan seulas senyum di bibir dan  tak jarang dengan air mata meleleh di sudut mata, menjadikanku kembali teringat pada perjalananku lebih dari sepuluh tahun lalu, mengembangkan kembali harapan yang seharusnya sudah lama mati.&lt;br /&gt;Dan saat ini ketika telingaku dipenuhi dengan lantunan lirik yang menggiris hati, aku tak bisa mengendalikan air mata yang spontan mengalir keluar. Meskipun aku meyakinkan diri rasa sakit yang menusuk tersebut karena teringat kisah tragis dalam drama itu, jauh di dalam hati aku menyadari bahwa lirik-lirik lagu ini membawaku ke dalam masa lalu, membuatku teringat akan dia yang kini telah hilang, merasakan kembali penyesalan akan kebodohanku dulu dan sekarang. Kilasan kenangan yang  mungkin tak berarti baginya , namun selalu kusimpan baik-baik bermunculan satu persatu. Dia yang membuatku mengalami manisnya 'love at first sight, dia yang begitu ramah dan baik padaku, dia yang dengan riangnya menyusuri indahnya pegunungan bersamaku, dia yang mengisi waktu bercerita denganku, dia yang demikian sering kupandangi dari jauh, dia yang perasaanku padanya selalu kusembunyikan di balik cerita tentang orang lain, dia yang tangannya kugenggam erat-erat selama sekian menit di malam itu, dia yang pada akhirnya kuabaikan karena keadaan, dia yang entah kapan berubah dan begitu jauh denganku, dia yang pada akhirnya hanya bisa kulihat di sebuah gambar, dia yang kini menjadi milik orang lain, dia yang aku tak pernah tahu apa yang dipikirkannya tentang diriku, dia yang selalu terlihat cantik di mataku, dia yang belum bisa tergantikan di hatiku dan dia yang selalu hadir di mimpiku hingga kini.&lt;br /&gt;Begitu lekatnya kenangan tersebut membuatku benar-benar ingin untuk mengubah waktu. Ya, jika pada akhirnya harus begini lebih baik aku berbalik dan menghilang, tak membiarkan semuanya tumbuh dengan begitu indahnya, hanya untuk luruh ketika lelah untuk terus berbunga. Itulah mengapa aku selalu menyukai kisah-kisah romantis, tak kuasa menahan haru akan kesedihan ketika harus melepas seseorang pergi yang berakhir dengan kebahagiaan. Itulah mengapa aku berusaha menjauhi kisah-kisah sedih, dan kesal bukan main ketika melihat, mendengar atau membaca cerita tentang dua orang yang tidak bisa bersatu. Betapa inginnya aku untuk lepas dari bayang-bayangnya. Betapa besarnya aku membutuhkan bantuan dari seseorang untuk bisa keluar dari jerat ini. Betapa hausnya aku akan seseorang yang mau memukul kepalaku, menertawakan kebodohanku dan membuatku sadar akan keharusan melihat masa depan. Betapa aku ingin melepasnya dan bisa melihatnya dengan rasa sayang akan orang yang pernah mengisi memori indahku. Betapa aku berharap suatu hari menatap dan menyapanya tanpa ada sesuatu yang lebih dari pertemuan antar teman. Ingin sekali aku bisa mengucapkan "Even if you find another person that makes you smile, even the painfull farewell, I'm glad that it was you. My love that I can't reach, now I have to send you away."&lt;br /&gt;Tapi.... saat ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eoddeokajyo, eoddeokajyo geudaega ddeonaganeyo&lt;br /&gt;(What should I do, what should I do, you're leaving )&lt;br /&gt;Eoddeokajyo, eoddeokajyo nadulgo ddeonaganeyo&lt;br /&gt;(What should I do, what should I do, you're leaving me)&lt;br /&gt;Saranghaeyo, saranghaeyo, mongnoa bulleobojiman&lt;br /&gt;(I love you, I love you, I cry out to you)&lt;br /&gt;Geudaen deutji motaeyo gaseumeuroman woechigo isseuni&lt;br /&gt;(But you can't hear me because I am only shouting in my heart)&lt;br /&gt;Haruonjongil jiwobojiman ddo ddeoolla&lt;br /&gt;(All day long I try to forget you, but I think of you again)&lt;br /&gt;Haruonjongil ibyeolhajiman ddo dasi ddeoolla&lt;br /&gt;(All day long I try to say goodbye, but I think of you)&lt;br /&gt;                                                                    (What should I do by Jang Geun Suk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7937446767974590893?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7937446767974590893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7937446767974590893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7937446767974590893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7937446767974590893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/03/youre-beautiful.html' title='You&apos;re Beautiful'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-5428852314828084388</id><published>2010-02-22T19:42:00.007+07:00</published><updated>2010-03-06T21:48:22.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entertainment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='per te'/><title type='text'>Doramania</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S4KSvbQAwoI/AAAAAAAAAt8/0ejWwvpZxf8/s1600-h/0806-bae-yong-jun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S4KSvbQAwoI/AAAAAAAAAt8/0ejWwvpZxf8/s200/0806-bae-yong-jun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441072643283403394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rupanya demam dorama asal negeri ginseng masih bercokol dalam diriku. Setelah sempat mereda dikarenakan perhatianku teralih pada kegemaranku yang lain, belakangan ini hobi menonton dorama kembali menguar. Diawali dengan dorama Great Queen of Seon Deok yang benar-benar mencuri perhatianku, aku pun mulai tergerak untuk mencari judul-judul dorama lainnya. Jadilah setiap hari ku isi dengan berselancar di dunia maya, menelusuri riwayat sinematografi khususnya aktor ^_^ yang mendadak kuidolai. Lambat laun aku pun mulai mengenal nama-nama aktor dan aktris Korea yang pengetahuanku dulu hanya terbatas pada pemeran serial All About Eve dan Endless Love. Penelusuran berhari-hari sempat membuatku terperangah. Aku sungguh tak menyangka bahwa produksi dorama yang disini bisa disamakan dengan sinetron demikian tinggi. Dorama dengan dengan berbagai tema dan setting demikian bertabur membuatku bingung untuk menentukan mana yang layak untuk dijadikan koleksi. Tak pelak lagi ingatanku dibuat kacau dengan deretan nama-nama asing yang hingga kini tak bisa kusebutkan dengan benar dan kubayangkan seperti apa rupanya ^_^.&lt;br /&gt;Berhubung pada dasarnya aku menggemari serial kolosal, maka perburuan utamaku pun berkisar pada dorama-dorama klasik. Dan lagi-lagi aku harus terkejut ketika mendapatkan sederet judul yang kubaca dari sinopsisnya terkesan menarik dan cukup layak untuk dikoleksi. Sayangnya sesuai dengan tema kolosal yang diangkat dari cerita-cerita pada zaman kerajaan, dorama-dorama tersebut sebagian besar berdurasi lebih dari 20 episode. Meskipun aku nmaklum karena terbiasa menonton serial-serial sejenis, panjangnya jumlah episode membuatku harus berpikir ulang untuk memburu keping-keping dvdnya. Ya, sesuai informasi yang kuperoleh dari 'imoto-chan' judul-judul tersebut tidak bisa terangkum dalam satu keping disk melainkan paling tidak aku harus siap mengeluarkan uang untuk membeli minimal lima keping untuk satu judul saja. Waduh, dengan pendapatan sekian dan pengeluaran kebutuhan rutin  sekian, mau tak mau  aku harus cermat untuk memilih mana yang akan kubeli jika tidak  ingin berpuasa jajan selama sebulan ^^. Demikianlah mulai saat ini aku memperoleh tambahan daftar koleksi selain novel dan komik yang harus kuperhitungkan masak-masak urutan prioritasnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S4KTDOWrgBI/AAAAAAAAAuE/4iJKJT3kxQI/s1600-h/e0691185.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S4KTDOWrgBI/AAAAAAAAAuE/4iJKJT3kxQI/s200/e0691185.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441072983419093010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Meskipun setiap hari aku selalu bergelut dengan wiki-d.addicts, hingga kini aku belum merasa bosan. Aku semakin asyik membaca sinopsis berbagai dorama yang ada. Dan semakin jauh aku menggali informasi, aku semakin kagum akan kreatifitas sineas Korea ini. Setelah jemu dengan dunia sinetron tanah air yang monoton dan menurutku lebih menonjolkan hedonisme sebagi nilai jual utama, tidak demikian rasanya ketika aku menonton sederet dorama baik yang rutin ditayangkan di layar kacam maupun dari koleksi pribadi yang berhasil dikumpulkan secara patungan dengan sahabat baikku. Ide-ide kreatif sekaligus menarik seolah tak ada habisnya ditampilkan oleh sineas Korea. Mulai dari tema cerita yang lucu, tragis, romantis, hingga cerita yang jelas-jelas tak mungkin terjadi di dunia nyata divisualisasikan dengan baik di layar kaca.  Aku tak habis pikir bagaimana sebuah cerita yang terlihat sepele bisa menjadi jalinan cerita yang disusun apik dalam beberapa episode. Tema-tema yang diusung pun demikian beragam, tak melulu berpijak pada kondisi pasar. Di sebuah dorama bercerita tentang kehidupan seorang chef, di dorama lain menceritakan tentang dunia fashion, tak ketinggalan dorama-dorama kolosal yang menampilkan berbagai tokoh sejarah yang digarap dengan tambahan fiksi yang tak merusak sejarah sebenarnya, dan masih banyak ide cerita lain yang sebenarnya biasa saja dan cenderung pada kehidupan sehari-hari. Bandingkan dengan sinetron yang menurutku cenderung latah, sehingga tanpa malu menjiplak habis ide cerita sebuah dorama yang pada akhirnya dibuat menjadi tidak keruan yang berbuntut tidak adanya tulisan 'tamat'. Kepiawaian para aktor dan aktris dalam memerankan sebuah lakon  membuat sebuah dorama semakin menyedot perhatian pemirsa. Tak jarang aku yang demikian mudah terhanyut dalam sebuah kisah, begitu terpesona pada seorang tokoh dalam dorama yang menjadikan aku menjadi penggemar baru pemerannya.&lt;br /&gt;Dorama serasa candu yang terus menerus membuatku ketagihan. Meskipun mata lelah dan kurang istirahat akibat terus menerus begadang menyelesaikan satu judul dorama dan dilanjutkan dengan judul lainnya, meskipun cukup lumayan menguras pundi-pundi ku untul mendapatkan koleksi dorama, meskipun aku harus merelakan player baruku yang kini menjadi barang rongsokan akibat terlalu spartan berkerja ^^, untuk saat ini dorama menjadi hiburan nomor satuku hingga titik jenuh datang dan mengalihkan aktivitasku ke selera asal alias membaca buku ^^.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-5428852314828084388?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/5428852314828084388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=5428852314828084388' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5428852314828084388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5428852314828084388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/02/doramania.html' title='Doramania'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S4KSvbQAwoI/AAAAAAAAAt8/0ejWwvpZxf8/s72-c/0806-bae-yong-jun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1182140584983480476</id><published>2010-02-16T21:29:00.004+07:00</published><updated>2010-03-06T21:15:42.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='per te'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='carrissima'/><title type='text'>Buon Compleanno Vale !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S3quRaz41HI/AAAAAAAAAt0/HZvMAMg8ikM/s1600-h/Valentino_Rossi_by_ospyder.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S3quRaz41HI/AAAAAAAAAt0/HZvMAMg8ikM/s320/Valentino_Rossi_by_ospyder.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438851114281260146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini seperti biasa aku menghabiskan waktuku di siang hari dengan duduk manis menerima dan menghitung lembaran-lembaran rupiah, mengobrol di dunia maya dan tak lupa headset terpasang di telinga, menghibur dan menenangkan emosiku dengan alunan musik oriental nan menghanyutkan. Euforia tahun baru Cina alias Imlek rupanya masih membekas dalam diriku, walhasil hingga hari ini aku tak lepas dari senandung penyanyi bertalenta Jay Chow. Demikianlah hari ini, seperti biasa aku membuka dan membaca berbagai status yang terpampang di jejaring sosial di mana aku menjadi salah satu pengikutnya. Begitu membaca status dari 'kakak' nun jauh disana, serta merta aku terperangah. Dengan cepat aku mengetikkan sebaris kata kunci, mengecek kebenaran status tersebut. Ouww...ternyata benar jika hari ini menjadi hari istimewa di bulan Februari. Bukan karena hiruk pikuk hari Kasih Sayang yang bagiku tak berarti apa-apa ^^ namun karena hari ini tanggal 16 Februari adalah hari lahir salah satu publik figur favoritku. Ya hari ini tepatnya 31 tahun lalu telah lahir seorang legenda di dunia balap motor. Valentino demikianlah  namanya yang amat tepat disematkan pada orang yang lahir di bulan Februari. The Doctor itulah julukan yang melekat padanya berkat kepiawaiannya di dunia balap motor. Rossi itulah nama keluarga yang lebih dikenal di kalangan penggemar balap motor dan orang pada umumnya.&lt;br /&gt;Tak pelak lagi aku pun dengan segera mengubah status di akun FB-ku, sekedar mengucapkan kalimat selamat ulang tahun padanya, meskipun orang yang kutuju tidak mengetahuinya ^^. Meskipun usia Vale (panggilanku untuknya ) sudah beranjak tua, bagaimanapun aku tetap mengharapkan penampilan terbaiknya di balapan musim ini yang akan dimulai pada bulan April nanti. Bukan sekedar angan-angan kosong jika aku mendoakan agar Vale tak tergilas pendatang-pendatang baru yang berbakat. Dengan sepenuh hati aku tetap berharap agar sang legenda tetap bertahan dan kembali menorehkan namanya untuk gelar juara kesekian kalinya, hingga sulit bagi penerusnya untuk menyamainya. Buon compleanno, Vale ! King of Moto GP .&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1182140584983480476?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1182140584983480476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1182140584983480476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1182140584983480476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1182140584983480476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/02/buon-compleanno-vale.html' title='Buon Compleanno Vale !!'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S3quRaz41HI/AAAAAAAAAt0/HZvMAMg8ikM/s72-c/Valentino_Rossi_by_ospyder.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-443794649439350356</id><published>2010-02-16T19:20:00.004+07:00</published><updated>2010-02-16T21:28:58.220+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='all about book'/><title type='text'>Buram</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat terlalu sering bermandikan air hujan di malam hari membuatku memiliki cukup waktu luang untuk bermalas-malasan di rumah. Meskipun kepala terasa pening, tak membuatku surut untuk memanfaatkan waktu untuk membaca setumpuk buku yang menanti untuk kulahap satu demi satu. Tubuh lemas, tenggorokan kering dan rasa pahit di mulut membuatku tak punya pilihan selain membaringkan diri di kursi favoritku. Bosan dengan acara televisi yang monoton, aku pun memutuskan meneruskan aktivitasku sebelum virus menyerang, apalagi kalau bukan membaca maraton novel-novel yang belum sempat kuselesaikan. Usai membaca petualangan terbaru Robert Langdon, aku pun mengambil sebuah judul dari sekian banyak novel dari tiga macam genre yang menumpuk di tepi ranjangku. Berbeda dengan bacaan sebelumnya yang benar-benar mewakili kesukaanku akan pengarang luar negeri, kali ini aku kembali mengulang membaca kisah hidup seorang anak melayu Belitong yang terkenal berkat tetralogi Laskar Pelanginya.&lt;br /&gt;Sebenarnya ketiga buku yang ditulis oleh Andrea Hirata ini sudah kubaca setahun lalu. Berhubung seri pamungkas tetralogi ini diterbitkan dengan jarak waktu yang cukup lama, aku pun memutuskan untuk mengulang dari awal sebelum membaca Maryamah Karpov , judul terakhir petualangan Andrea, anak melayu yang sukses menggapai mimpi-mimpinya. Ya keempat buku ini rupanya mampu menembus idealismeku akan menarik atau tidaknya sebuah bacaan. Aku yang lebih menggemari fiksi terjemahan, untuk kedua kalinya aku mengakui kemampuan penulis dalam negeri. Setelah sempat kecewa dengan karya-karya Kang Abik yang menurutku tidak seindah Ayat-Ayat Cinta, baru kali ini aku menemui penulis tanah air yang mampu mempertahankan ketertarikanku akan karyanya. Andrea dengan gayanya yang sedikit aneh dalam memadankan sebuah perumpamaan, sukses membuatku terus menekuri kata demi kata hingga mencapai halaman akhir tanpa rasa bosan. Kisahnya mulai dari masa kecil yang mengingatkanku akan peliknya dunia pendidikan di Indonesia, hingga kegigihannya sehingga mampu menginjakkan kaki di tanah Eropa (benua yang sangat kukagumi) hingga pencariannya akan cinta pertama (meskipun agak sedikit absurd menurutku) membuatku terpana dan mau tak mau semangat untuk terus dan berani mewujudkan impian. Kisah menarik yang mampu menimbulkan inspirasi bagi pembaca, itulah pendapatku akan tetralogi Laskar Pelangi ini. Meskipun si pengarang menyatakan bahwa dia bukan penulis, bagiku dia adalah penulis hebat yang membuat kejutan dan terobosan baru dengan ciri khasnya di tengah gempuran buku-buku bermuatan ringan yang menyebabkanku enggan untuk berurusan dengan buku karya anak negeri ^^.&lt;br /&gt;Itulah aku, begitu cintanya aku akan membaca buku-buku fiksi, membuatku tak menghiraukan apapun selagi asyik larut dalam petualangan yang tertuang dalam kata. Walhasil beberapa hari ini, mataku merasakan akibatnya. Buram dan pedih selalu menghampiri ketika aku meraih sebuah bacaan dan mulai membaca ^^. Mungkin aku harus sedikit mengerem kecepatan membacaku, mengistirahatkan indera penglihatanku untuk sementara. Namun lagi-lagi aku terbentur akan kesukaanku yang satu ini. Karena dengan membacalah aku bisa mengalihkan perhatian dari kejenuhan, berada di duniaku sendiri yang demikian kunikmati. Ah, mengingatkanku akan sebuah kalimat di Maryamah Karpov. : " Penyakit gila No. 16. Berada di dunia sendiri, menciptakan masalah sendiri dan menyelesaikannya sendiri", demikian kira-kira ^^&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-443794649439350356?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/443794649439350356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=443794649439350356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/443794649439350356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/443794649439350356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/02/buram.html' title='Buram'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-3114886597176145706</id><published>2010-02-06T19:51:00.004+07:00</published><updated>2010-02-06T20:53:06.789+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='all about book'/><title type='text'>Koleksi Terbaru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S21y1vmeWVI/AAAAAAAAAts/vKQJqXAIwno/s1600-h/the_lost_symbol.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 211px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S21y1vmeWVI/AAAAAAAAAts/vKQJqXAIwno/s320/the_lost_symbol.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435126592942528850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya tiba juga saat mendebarkan untukku sebagai seorang kutu buku. Sebuah judul novel best seller yang telah lama digadang-gadang bakal menjadi penghuni tetap rak bukuku pun kelar diterbitkan dalam versi Indonesia. Beruntung buku ini diluncurkan menjelang hari  'isi ulang' membuatku tak perlu menunggu terlalu lama untuk segera larut dalam petualangan  terbaru simbolog  fiksi yang dua buku sebelumnya telah berhasil memikat kekagumanku. Ya, semenjak aku mendengar info akurat akan kehadiran tokoh Robert Langdon dalam karya teranyar novelis Dan Brown, jauh-jauh hari aku sudah mempersiapkan dana tersendiri untuk membeli buku yang pastinya mengalami  lonjakan harga  setelah kesuksesan buku-buku seri Langdon sebelumnya. Sembari menunggu terjemahan buku yang berjudul The Lost Symbol ini, aku yang demikian antusias dan penasaran sibuk mencari informasi di berbagai situs, sekedar membaca sinopsis maupun testimoni yang dilampirkan di cover belakang buku tersebut ini. Kata kunci Freemason yang menjadi dasar petualangan Langdon kali ini semakin menggelitik antusiasmeku. Ditambah dengan secuil informasi bocoran yang menyinggung masalah kitab suci semakin meyakinkanku untuk segera membaca buku ini. Jadilah kali ini aku berlaku di luar kebiasaaanku, tanpa pikir panjang lagi tak menghiraukan isi kantung yang dengan cepat menipis aku yang biasanya pantang membeli buku sebelum membaca terlebih dahulu tergiur untuk membeli novel dengan harga di luar jangkauanku tanpa embel-embel potongan 50% ^^. Seingatku hanya serial Harry Potter yang mampu membuatku dengan segera memburu seri terbaru tanpa menunggu buku ini dipajang di 'bookfair'. Itupun berlaku mulai buku kelima Harry Potter and The Order Of Phoenix, dimana aku sudah demikian keranjiangan dan penasaran dengan perjalanan nasib penyihir cilik itu. Bisa dibayangkan resiko apa yang kuambil dengan membeli buku terbaru Dan Brown ini tak lama setelah hari pertama beredar.&lt;br /&gt;Meskipun lelah dan mata tak mau diajak kompromi, aku tetap menguatkan diri menelusuri 150 halaman pertama dari buku yang baru sehari di tangan dan telah kudata serta kusampuli dengan rapi ini. Namun entah mengapa halaman demi halaman terlewati, ketegangan dan keterkejutan yang selalu muncul di dua buku sebelumnya tidak kurasakan. Aku bahkan harus menahan kuap dan beratnya kelopak mata yang selalu ingin mengatup. Wah, pertanda kurang baik, demikian pikirku yang akhirnya menyerah dan mengistirahatkan diriku ketika waktu menunjukkan tepat tengah malam. Malam berikutnya aku kembali membuka halaman terakhir yang kubaca, kembali diam dan berkonsentrasi di antara untaian kata dan simbol-simbol yang sebagian sudah kukenal. Memasuki setengah bagian buku, aku pun menambah sedikit pengetahuan akan Washington, DC dan sesuai ciri seri petualangan Langdon aku memperoleh sedikit tambahan informasi mengenai korelasi antara agama modern dengan kisah kuno tentang dewa-dewi. Menjelang dua pertiga bagian aku merasakan sebuah kekecewaan. Bagian yang seharusnya berada pada titik ketegangan jika menilik dua buku sebelumnya, aku tidak menemukannya pada buku ini. Walhasil kisah tentang Robert Langdon yang berusaha menyelamatkan mentornya, master dari perkumpulan rahasia Freemason yang terkenal itu terkesan biasa-biasa saja. Pengungkapan ritual inisiasi Mason, ataupun perjalanan Langdon dalam memecahkan kode berlapis Mason untuk menemukan Misteri Kuno yang secara mitos adalah Kata yang Hilang yang dapat mencerahkan atau disitu dikatakan mengubah manusia menjadi Tuhan atau dewa kurang menunjukkan greget tersendiri. Meskipun Dan Brown menunjukkan kejutan di akhir cerita seperti biasanya, ketika aku menyelesaikan kalimat terakhir buku ini, tak ada keheningan yang selalu muncul ketika aku menyelesaikan sebuah buku yang menurutku sangat menarik. Tujuh ratus sekian halaman yang semula menjanjikan petualangan seru, pada akhirnya menjadi satu hiburan ringan di sela rutinitasku.&lt;br /&gt;Walaupun aku tak menyesali keputusanku untuk menjadikan buku ini salah satu koleksiku, tak urung sedikit ketidakpuasan menyelip ketika usai membaca buku ini. Kegairahan yang terpupuk mulai dari tahun lalu tidak terbayar dengan lunas. Entah karena topik yang tidakbegitu kontroversial seperti dua buku sebelumnya, atau aku yang tanpa sadar mulai jenuh dengan tulisan Brown, atau memang intrik yang kurang berliku dan informasi yang tidak begitu mendetail pada kenyataannya aku kurang setuju dengan berbagai testimoni yang memunji-muji buku ini. Tentu ini hanya sebatas pendapatku yang notabene hanya seorang kutu buku yang tidak bisa menelaah sebuah isi buku dengan benar dan hanya sekedar untuk hiburan dan menambah pengetahuan di kepalaku namun pada kenyataannya di luar sana ada yang sepakat dengan pendapatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-3114886597176145706?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/3114886597176145706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=3114886597176145706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3114886597176145706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3114886597176145706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/02/koleksi-terbaru.html' title='Koleksi Terbaru'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S21y1vmeWVI/AAAAAAAAAts/vKQJqXAIwno/s72-c/the_lost_symbol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4411230081952161694</id><published>2010-01-31T18:53:00.004+07:00</published><updated>2010-01-31T20:26:55.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Posting di penghujung Januari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S2V-tYSRCnI/AAAAAAAAAtk/NzIAq6lXCj0/s1600-h/9780732270957.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 198px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S2V-tYSRCnI/AAAAAAAAAtk/NzIAq6lXCj0/s320/9780732270957.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432887843570649714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa sudah sampai di tanggal penghabisan bulan January. Satu bulan di awal tahun tanpa resolusi spesifik kulewati dengan begitu cepat dan tak berbekas. "Awal tahun yang berat", ungkap my litlle sister. Benar awal tahun ini hampir sama dengan awal tahun lalu. Begitu berat dan begitu cepat waktu berlalu tanpa terjadi sesuatu berarti yang mampu mengubah hidupku menjadi lebih baik. Bosan, kesal dan capek, itulah tiga kata yang terus menerus tertumpah dari pikiranku. Hosroskop berkata orang di bawah naungan bintnag kembar itu bersifat pembosan. Meskipun percaya tidak percaya untuk yang satu ini ada benarnya pula. Aku yang terbiasa dengan ritme hidup yang penuh dinamika sejak terperangkap di sebuah lingkungan yang hingga kini belum sesuai untukku merasa nyaman lambat laun mulai merasa bosan dengan rutinitas. Tak heran penyakit bosan yang kuisap ini meluas hingga menyebabkan goncangan emosi yang naik turun. Capek menjadi santapan setiap pagi ketika tiba saatnya untuk bekerja. Was-was akan sebuah tanggung jawab yang sebenarnya aku enggan berurusan dengan hal itu membuat pikiranku semakin tertekan. Mungkin karena depresi berkepanjangan yang membuatku menambah porsi makan dan camilan ini yang menyebabkan proses dietku gagal plus mendapat bonus jerawat yang muncul terus menerus di luar jadwal ^^.&lt;br /&gt;Untuk mengurangi kejenuhan yang berefek negatif tersebut, aku pun menyibukkan diri dengan hiburan wajib yang menjadi kebiasaanku sejak dulu. Membaca, membaca dan membaca ! Meskipun harus melewatkan waktu hingga tengah malam untuk menyelesaikan sebuah buku, meskipun harus bangun keesokan paginya dengan mata setengah terpejam, meskipun harus menahan kuap di siang hari bolong, membaca selamanya menjadi salah  satu aktivitasku yang paling menyenangkan. Diselingi dengan surfing di dunia maya, memejamkan mata ditemani alunan melodi nan menenangkan, menghabiskan energi dengan berkaraoke ria sampai serak hingga memancangkan mata di depan televisi melalap satu demi satu koleksi film, dorama dan animeku, membaca selalu menjadi prioritas utamaku. Tak heran jika predikat kutu buku melekat padaku ^^.&lt;br /&gt;Beruntung aku memiliki seorang sahabat yang juga doyan membaca. Berkat rengekan terus menerus akhirnya meskipun tak sempat bertemu setumpuk bacaan tipe kesukaanku sampai juga di rumahku (ko map sum ni da  ^^). Penuh semangat kuserbu judul demi judul novel berseri tersebut. Merasa enggan di awal, seperti biasanya setelah larut dalam cerita semangatku berkobar hingga kecepatan membaca pun meningkat. Walhasil bacaan yang sempat kuprediksi akan selesai minimal dalam waktu 4 bulan ternyata bisa kuselesaikan hanya 3 minggu saja ! Yah memang belum seberapa jika dibandingkan frekuensi membacaku dulu ketika semua kesibukan melelahkan ini menghabiskan energiku untuk membaca. Namun lumayan untuk mengalihkan perhatian dari hal-hal yang tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;Usai penasaran dengan serial Wolf Brother yang belum ada kelanjutannya, aku pun mulai merambah ke trilogy Black Magician. Aku sudah tertarik dengan buku ini sejak aku melihatnya terpampang di toko buku yang kukunjugi sewaktu lawatan perjuangan di kota pelajar kurang lebih tiga bulan lalu. Namun entah sejak kapan keputusanku untuk mengoleksi sebuah buku menjadi terbalik yaitu harus membaca isi buku tersebut barulah aku bisa memutuskan akan menambah judul tersebut dalam rak bukuku atau tidak. Jadilah meskipun aku sedikit tertarik ketika membaca sinopsis Magician Guilds yang merupakan buku pertama dari tiga buku lengkap, aku tidak merogoh kocek saat itu juga. Aku pun mengontak sahabatku untuk meminta rekomendasinya. Beruntung (meskipun sudah kuduga ^^) buku-buku yang ingin kubaca telah menjadi koleksinya pula, dengan segera aku pun menodongnya untuk tak lupa menenteng buku tersebut kali dia pulang. Halaman-halaman awal yang kubaca belum menggugah ketertarikanku. Maklumlah sejak petualangan Harry Potter usai, belum ada buku sejenis yang membuatku antusias untuk mengoleksi. Barulah di buku kedua trilogi ini, aku mulai meningkatkan ritme membacaku. Konflik yang cukup rumit mulai muncul yang mendasari inti cerita hingga mengambil titel Black Magician Trilogy. Aku pun semakin bersemangat untuk segera menyelesaikan buku ketiganya. Saking penasarannya, aku pun mengintip akhir cerita ! Dan rupanya itu keputusan yang amat sangat salah. Tidak hanya aku terkaget-kaget dengan akhir petualangan Sonea anak pemukimam kumuh yang mempunyai kekuatan sihir besar tersebut, namun tak urung kejengkelan akan akhir cerita yang termasuk 'sad end'. Aku yang terlanjur jatuh hati akan sosok Akkarin si ketua tertinggi dari wisma penyihir harus gigit jari ketika membaca dan melihat ilustrasi detik-detik terakhir hidupnya. Heuuuu.....meskipun kalimat-kalimat perpisahan guru murid sekaligus pasangan kekasih tersebut tidak cukup untuk membuatku mennitikkan air mata, hal ini cukup membuatku tersendat untuk merampungkan kurang lebih dua pertiga bagian akhir buku ini. Kejengkelan yang cukup mengurungkan niatku untuk mengoleksi trilogi ini tak bisa dipungkiri dipengaruhi oleh kekecewaanku akan akhir sebuah dorama yang membuatku menangis darah ketika menyaksikan episode terakhir. Maksud hati memperoleh hiburan setelah beberapa hari menguras air mata meskipun hanya dengan mendengar themesongnya dengan menenggelamkan diri dalam petualangan sihir ternyata berujung sama. Demikianlah hingga detik ini aku belum memutuskan layak tidaknya trilogi tersebut menjadi penghuni rak bukuku. Namun di tengah kebingunganku, yang pasti buku ini harus antri menjadi nomor sekian jauh di belakang.  Peringkat satu kini telah terisi oleh tokoh kesayanganku lainnya siapa lagi kalau bukan Robert Langdon dalam Lost Symbol. Bulan January, meskipun berlalu dengan cepatnya dan cenderung tak bermakna, ada hal-hal berkesan untukku. Sedikit tak sabar menunggu datangnya akhir bulan, ketika tiba waktunya untuk isi ulang ^^ dan siap merencanakan apa yang harus dilakukan pada bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4411230081952161694?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4411230081952161694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4411230081952161694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4411230081952161694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4411230081952161694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/01/posting-di-penghujung-januari.html' title='Posting di penghujung Januari'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S2V-tYSRCnI/AAAAAAAAAtk/NzIAq6lXCj0/s72-c/9780732270957.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4212431187497908552</id><published>2010-01-17T19:33:00.003+07:00</published><updated>2010-01-17T20:22:42.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Masalah Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari belakangan ini hampir semua program televisi yang menghadirkan kabar terkini tentang dalam dan luar negeri dipenuhi dengan liputan tentang Pansus Century dan sosok pembunuh berantai sadis yang mengaku membantai beberapa anak jalanan. Berita pagi, siang dan sore tak pernah ketinggalan untuk menyangkan meski hanya singkat mengenai kemajuan kerja wakil rakyat yang bernaung di bawah bendera Pansus Century. Yah tak sedikit masyarakat yang menantikan hasil kinerja pertama anggota dewan periode baru ini dalam mengungkap tabir Bank Century yang telah merugikan negara hingga mencapai trilyunan. Sebuah keberhasilan dalam mengungkap kebenaran yang tidak dipengaruhi unsur-unsur penyimpangan niscaya menjadi poin penting untuk menjawab kepercayaan rakyat yang telah diberikan kepada mereka untuk mewakili rakyat di Pemilu lalu. Sayangnya kinerja pansus tersebut akhir-akhir ini lebih disorot pada bagian buram. Dengan tingkah laku kurang etis yang dilakukan salah satu anggotanya, kinerja Pansus menjadi dipertanyakan kembali. Optimisme akan keberhasilan tim ini yang semula ada bisa dikatakan menjadi berkurang akibat tindakan negatif salah satu anggotanya. Memang benar misi tim ini adalah mengungkap kebenaran akan larinya dana bailout serta ketepatan dari tindakan bailout tersebut. Sayangnya cara-cara yang digunakan cenderung sedikit menyimpang dari etika jika tidak bisa dibilang melecehkan. Lihat saja bagaimana cara mereka mencecar tokoh-tokoh penting yang diduga berperan dalam kisruh bank Century ini. Kendati tokoh-tokoh yang diundang notabene adalah tokoh penting yang berpengaruh dihadapan anggota tim ini, mereka layaknya pesakitan yang sedang menjalani pemeriksaan. Satu demi satu tokoh yang dianggap berperan dipanggil dan dilakukan pemeriksaan terbuka. Ibarat seorang mangsa yang dikelilingi pemburu-pemburu ganas dalam ruang tertutup. Hanya seorang yang bermental baja yang mampu menghadapi cecaran pertanyaan yang bertubi-tubi tersebut. Mau tak mau rasa salut muncul kepada mereka yang dengan tenang menjawab pertanyaan, diinterupsi di tengah penjelasan dan kemudian disudutkan dengan serangan bersama-sama. Nah sikap demikianlah yang menjadikan opini masyarakat tentang etika tim pansus berkembang luas. Ditambah dengan kelakuan satu anggota yang menyebabkan keributan tidak hanya sekali namun diulang lagi pada kesempatan berikutnya menjadikan pertanyaan akan keseriusan tim ini mencuat. Bagaimana masyarakat tidak pesimis jika sebuah tim justru saling berseteru di dalam dan menunjukkan kelakuan yang tak mencerminkan etika kesopanan yang berpendidikan. Belum lagi dengan komentar santai seolah permasalahan akan etika dalam ruang sidang ini adalah hal sepele yang tidak perlu diributkan apalagi ketika menghadapi kasus besar. Arogansi yang demikian inilah yang bisa menimbulkan apatis masyarakat akan keberadaan tim. Pada akhirnya masyarakat hanya bisa menunggu hasil kerja tim ini dan berharap agar tidak ada konflik kepentingan yang menambah kisruh dan berlarut-larut masalah mengenai Bank Century ini. Tidak hanya karena dana miliaran yang sudah digelontorkan demi menguak kasus ini namun agar satu masalah cepat selesai dan membiarkan pemerintah mengerjakan apa yang menjadi tantangan selanjutnya bagi masa depan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4212431187497908552?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4212431187497908552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4212431187497908552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4212431187497908552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4212431187497908552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/01/masalah-baru.html' title='Masalah Baru'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4313454553102701384</id><published>2010-01-16T19:57:00.004+07:00</published><updated>2010-03-06T21:48:22.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entertainment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='per te'/><title type='text'>QSD Mania</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S1MBjJimLMI/AAAAAAAAAtc/9vELmR-iOgE/s1600-h/20091026171122757347112.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S1MBjJimLMI/AAAAAAAAAtc/9vELmR-iOgE/s320/20091026171122757347112.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427683679279656130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak salah satu stasiun tv swasta kembali menayangkan serial drama asal korea maupun taiwan, minatku untuk tetap memelototi layar kaca semakin bertambah. Di tengah sekian banyak acara monoton nan membosankan, ditayangkannya dorama-dorama tersebut membawa angin segar bagiku untuk sejenak melepas penat seusai beraktivitas sehari penuh. Satu serial yang kini sangat kugemari sehingga tak mampu untuk melewatkannya begitu saja tak lain adalah Great Queen of Seon Deok. Sejak popularitas Dae Jang Geum beberapa waktu lalu, aku begitu menantikan serial kolosal klasik serupa asal negeri ginseng tersebut. Tak dinyana keberanian stasiun tv untuk menayangkan serial anyar yang menempati rating pertama di negeri asalnya membooming dengan begitu cepatnya.  Begitu menyaksikan jadwal tayangnya, aku pun menarik nafas lega. Maklumlah kesibukanku saat ini membuat kesempatanku untuk bersantai di depan televisi lebih pendek dari waktu sebelumnya. Melihat latar belakang serial yang akrab dengan singkatan QSD tersebut yang mirip dengan era Dae Jang Geum serta merta membuatku tertarik. Aku memang menggemari serial maupun film-film berlatar belakang zaman kerajaan, entah itu produksi Taiwan, Jepang, Korea bahkan Hollywood sekalipun semua serial ataupun film dengan tema kuno selalu mendapat tempat di hatiku. Demikian pula dengan serial QSD, serta merta aku pun mengontak my little sister untuk mencari dvd versi lengkapnya.&lt;br /&gt;Di awal cerita, ketertarikanku akan serial ini sedikit memudar. Mungkin karena aku belum memahami inti cerita dengan baik, ditambah begitu seringnya pemeran tokoh-tokoh dalam serial ini berganti seiring dengan pertumbuhan si karakter. Namun lama-kelamaan aku semakin hanyut dengan perkembangan cerita. Munculnya aktor-aktor berwajah enak dipandang semakin menambah nilai plus untuk terus mengikuti serial ini ^_^. Bersama dengan seorang sahabat yang sama-sama maniak dorama, aku pun terus memburu keping-keping dvd serial ini, tak sabar untuk menyimak kelanjutan hingga akhir cerita. Nyaris setiap malam aku begadang, mencermati dengan penuh perasaan liku-liku perjuangan ratu pertama Shilla tersebut. Tak peduli keesokan harinya, aku melakukan rutinitas tanpa semangat alias ngantuk berat akibat kurang tidur ^_^. Dari sekian banyak kelebihan serial ini yang membuatku takbisa lepas barang sekejap ada satu magnet terkuat yang terus menarik perhatianku akan serial ini. Yah kemunculan tokoh yang pada akhirnya menjadi karakter penting di serial ini pada episode 21, membuatku semakin terpesona dengan QSD. Meskipun pada awalnya aku masih kekeuh sebagai fans berat Alcheon, pada akhirnya aku pun takluk dengan kenyentrikan tokoh sentral Bi Dam. Hmmm pada dasarnya aku memang selalu tertarik dengan pesona cowok-cowok sedikit bad boy ^_^. Keunikan Bi Dam yang merupakan perpaduan sifat licik sang ibu Mi Shil dengan kebijakan guru Munno membuatku dan sebagian besar penggemar wanita serial ini terpesona. Didukung oleh kepiawaian Kim Nam Gil menghidupkan karakter Bi Dam, tak heran tokoh ini menyedot begitu banyak perhatian. Tak terkecuali aku, di tengah kebosanan dengan rutinitas yang sama, aku pun bersenang-senang di dunia maya untuk mencari sebanyak mungkin informasi tentang serial ini pada umumnya dan pemeran Bi Dam pada khususnya.&lt;br /&gt;Kerumitan jalinan cinta segitiga antara Deok Man- Bidam dan Yu Shin membuatku semakin lekat dengan serial ini. Sayang keputusan penulis skenario yang juga menggarap skenario Dae Jang Geum untuk membuat akhir yang tragis membuatku amat sangat kecewa. Mau tak mau aku sedikit malas untuk melanjutkan menonton serial ini ketika mengetahui akhir kisah cinta Deokman dengan Bi Dam. Bagaimana tidak kecewa jketika aku mendapatkan cinta Deokman dan Yushin yang kandas, aku mulai menebak-nebak mungkinkah Deokman mendapatkan cinta sejati dengan tokoh kesayanganku (saat itu  serial ini belum tamat di negeri asalnya), tak dinyana tokoh favoritku pun harus kandas dengan akhir  yang menyedihkan ! Meskipun demikian dengan setia aku melanjutkan menonton serial ini yang menurutku kualitas cerita sedikit menurun dengan tewasnya Mi Shil satu karakter penting yang berhasil diperankan dengan baik oleh Ko Hyun Jung. Demikianlah nyaris setiap episode aku menitikkan air mata, meratapi pahitnya jalan hidup yang ditempuh Bi Dam. Semakin lama aku menyimak semakin dalam aku terhanyut akan jalinan cinta mereka yang indah meskipun berakhir dengan menyedihkan. Saat ini, kendati usai sudah aku mengikuti serial ini, entah mengapa kilasan adegan tertentu terus melekat dalam pikiran. Ketika sepi menggelayut, dan alunan lagu tema serial tersebut kusenandungkan tak terasa mataku seketika berkaca-kaca. Begitu dalamnya kisah sedih ini menjerat hatiku, aku sendiri tak mengerti mengapa. Adakah yang bisa membantuku untuk menjawab ? Apakah melodi lembut nan membuai ini tak hanya mengingatkanku akan Bi Dam namun lebih kepada kenangan yang hingga kini belum bisa tersingkirkan ? Fiuhhhh............&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4313454553102701384?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4313454553102701384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4313454553102701384' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4313454553102701384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4313454553102701384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/01/qsd-mania.html' title='QSD Mania'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S1MBjJimLMI/AAAAAAAAAtc/9vELmR-iOgE/s72-c/20091026171122757347112.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-6918115541334429484</id><published>2010-01-07T20:09:00.004+07:00</published><updated>2010-01-07T22:07:49.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Dingin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S0XtE1fQ0LI/AAAAAAAAAs8/-4ApBYiNdAE/s1600-h/Image0046.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S0XtE1fQ0LI/AAAAAAAAAs8/-4ApBYiNdAE/s320/Image0046.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424001993571094706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelabu, suram dan dingin adalah kata-kata yang pas untuk menggambarkan kondisiku baik secara mental maupun fisik di penghujung dan di awal tahun baru ini. Alam dengan cuacanya yang tak bisa ditebak semakin memperkuat kesan dingin dalam hidupku yang mulai merambat ke tahun berikutnya. Bermula dari kabar buruk yang terus menerus sampai ke telinga hingga rencana yang hancur berantakan akibat kejadian yang hingga kini terus membuatku jengkel pada seseorang. Penghujung tahun senantiasa dinantikan oleh sebagian orang. Demikian pula dengan penghujung tahun ini. Liburan panjang kedua setelah lebaran yang digadang-gadang akhirnya datang juga. Meskipun aku tidak merayakan dan tidak pula mendapat kesempatan untuk  libur panjang liburan yang menandai akhir sekaligus awal tahun baru ini sangatlah kunantikan. Sebuah kesempatan untuk bertemu lagi dengan sahabat lama menjadi momen penting yang kutunggu-tunggu. Sayangnya kegembiraan akan berjumpa lagi dengan sahabat harus pupus begitu saja. Meskipun waktu yang tersedia terbilang cukup panjang, namun nyatanya tidak bisa dimanfaatkan untuk sebuah temu muka meskipun hanya sekejap. Urrrgghhhhhgg........kesal tak terkira diriku. Hanya gara-gara ucapan seseorang yang sudah bawaannya tidak bisa lihat orang lain senang ( subyektif pribadi niy ^^) rencana yang sudah kususun rapi untuk melepas kangen dengan sahabat gagal total. Gara-gara orang itu pula aku tidak bisa istirahat barang sejenak setelah bekerja full time. Satu kejadian tak menyenangkan rupanya berbuntut pada kejadian tak mengenakan berikutnya. Tanpa ampun emosiku terombang-ambing naik turun, sebentar menangis sebentar tertawa dan tak lupa amarah meledak-ledak yang membuatku harus mengalami keadaan terisolir sekali lagi (bukannya aku menolak, setelah dipikir-pikir kondisi ini jau lebih menyenangkan ^^).  Pada dasarnya aku masih menyimpan dendam dengan'oknum' tersebut. Efek dari kejengkelan yang terus kupendam sekian lama hingga jerawat segede bisul dalam arti harafiah tak mau hilang dari mukaku menjadikan peristiwa di akhir tahun itu memicu ledakan kemarahan tak terkira dari dalam diriku. Huuhhhhhhfffftt......................&lt;br /&gt;Beruntung aku mempunyai sebentuk pelampiasan untuk meredam emosi. Meskipun kantuk mendera, aku tetap bertahan di alam fantasiku bersama tokoh-tokoh yang lebih hidup dalam diriku dibanding mereka yang ada di dunia nyata. Ya, di tengah musim dingin di jiwaku aku sangat bersyukur mempunyai mereka yang mau mengerti aku atau setidaknya mau mendengarkan keluh kesahku. Bersama mereka aku memperoleh kembali tawa lebarku yang akhir-akhir ini semakin jarang terukir di wajahku. Merekalah yang sedikit meringankan beban di hatiku. Mereka yang selalu setia untuk berbagi suka dan duka, tak peduli betapa sering aku merajuk, tak menghiraukan betapa sering aku mengganggu waktu mereka dengan sempalan cerita-cerita membosankan. Tak terkira besar terima kasihku untuk  mereka yang bersedia mendengarkanku, menguatkanku dan terus memberiku semangat ketika aku jatuh.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S0XtFO95rMI/AAAAAAAAAtE/BExkUDqsqsI/s1600-h/Image0047.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S0XtFO95rMI/AAAAAAAAAtE/BExkUDqsqsI/s320/Image0047.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424002000410488002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Meskipun rencana di akhir dan awal tahun tak satupun terwujudkan, setidaknya aku masih berkesempatan untuk&lt;br /&gt;bercanda riang di tengah kawan-kawan lama. Sungguh dua jam kebersamaan yang penuh arti, mengingatkan betapa beruntugnya aku memiliki mereka yang hingga kini tetap seperti dulu. Walaupun waktu terus berjalan, walau kehidupan terus mengalir, walau kami telah menempuh jalan masing-masing, namun kami tetap meluangkan waktu untuk bersama meskipun hanya sekejap setelah sekian lama berkutat dengan perjuangan masing-masing. To all my best friends, thank's a lot. Di awal tahun ini kucoba untuk kembali berjuang hingga kesempatan terakhir datang. Aku akan kembali berusaha untuk memenuhi satu demi satu catatan yang terlewatkan tahun lalu. Dan aku akan selalu ada untuk kalian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-6918115541334429484?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/6918115541334429484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=6918115541334429484' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6918115541334429484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6918115541334429484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2010/01/dingin.html' title='Dingin'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/S0XtE1fQ0LI/AAAAAAAAAs8/-4ApBYiNdAE/s72-c/Image0046.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7052749630641929200</id><published>2009-12-25T19:47:00.003+07:00</published><updated>2009-12-25T20:38:13.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Lagi Be Te</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di penghujung tahun ini, rasanya belum ada kemajuan berarti yang kucapai dalam hidupku yang semakin bertambah usia. Entah apa penyebabnya setiap resolusi yang kubuat di awal tahun lalu berakhir dalam kebuntuan. Mungkin karena tiap hari kujalani dengan monoton, berkubang dalam kondisi yang sama, berinteraksi dengan orang yang sama, berkutat dengan hal yang sama menjadikan aku terhenti di titik itu. Atau mungkin lebih karena diriku yang tidak ingin berubah, ketakutan akan sebuah masa depan yang hingga kini belum siap untuk kuraih. Ahhh berkali-kali menghela nafas pun tidak mampu mengenyahkan kegundahan dalam dada ini. Kegelisahan akan hari esok terus menerus menggegerogoti pikiranku. Meskipun sebuah pengalih perhatian selalu tersedia, namun di kala mata terpejam menjelang tidur kegelapan senantiasa datang menjadikan lelap menjauh dari tidurku. Arrghh kekesalan sepertinya selalu menghampiriku, tidak hanya sedari dulu namun hingga kini pun kata damai seolah menjauh. Ada saja situasi yang membuatku terpancing emosi, meradang hingga berbesar hati dan bersabar pun sulit untuk kulakukan. Ujian demi ujian meskipun tidak semuanya terlewati dengan baik, setidaknya sudah terlewati. Sekarang aku harus memandang ke depan, belajar untuk menentukan langkah selanjutnya. Meski berat jalan yang harus kulewati nanti, setidaknya setitik harapan masih terbuka. Saat untuk berubah sebenarnya sudah datang semenjak lalu, namun beban untuk ke sana selalu membuatku berat hingga akhirnya terhambat untuk mencapai tujuan. Berubah menjadi lebih tabah kini menjadi prioritasku mengingat tugas berat yang akan datang sebentar lagi. Hahhhhh.......pertanyaan yang sama selalu datang di benakku, kapankah akan tiba waktu untukku ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7052749630641929200?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7052749630641929200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7052749630641929200' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7052749630641929200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7052749630641929200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/12/lagi-be-te.html' title='Lagi Be Te'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4696008126772783832</id><published>2009-12-25T18:29:00.003+07:00</published><updated>2009-12-25T19:21:11.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Be Te !!!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ajaran yang besar yang harus mengalah sepertinya sudah tertanam di sebagian besar kelompok masyarakat. Namun ajaran yang baik ini mempunyai kelemahan yang cukup berakibat fatal. Ya petuah agar si besar mengalah ini menjadikan si kecil melihat kesempatan untuk sebuah pembenaran jika terjadi kesalahan dari pihaknya. Demikianlah jika salah asuhan, kebijakan agar si besar harus lebih dewasa dan memahami si kecil sehingga menjadi contoh yang baik justru menjadi senjata bagi si kecil. Dan pada akhirnya ketidakadilan pun dengan mudah terjadi di antara kedua pihak dengan keuntungan lebih condong ke pihak si kecil. Sebuah realita yang wajar terjadi  jika sang adik lebih diperhatikan dan selalu dibenarkan sehingga timbul kecemburuan dalam diri si kakak yang notabene sebagai si besar yang  harus mengalah. Tentu ini menjadi kesalahan pihak orangtua yang kurang tepat dalam melaksanakan prinsip 'yang besar harus mengalah'. Kesalahkaprahan ini rupanya juga meluas tidak hanya dalam hubungan antar saudara dalam keluarga, contoh kekeliruan dalam penerapan prinsip tersebut terjadi juga dalam konteks lalu lintas. Sudah menjadi rahasia umum jika terjadi kecelakaan di jalan raya, maka kendaraan yang lebih besarlah yang harus bertanggung jawab. Meskipun kesalahan berasal dari kendaraan yang lebih kecil, tetap saja pengemudi kendaraan besar yang harus menanggung akibatnya. Contoh kecil terjadi ketika sebuah mobil box berhenti di depan palang pintu kereta api karena ada kereta yang lewat, tak dinyana dari arah belakang mobil tersebut dihantam begitu saja oleh kendaraan roda dua yang melaju cepat sehingga panik ketika deretan kendaraan di depannya berhenti karena jalan tertutup untuk sementara. Jika dilihat dari kejadiannya, berdasarkan bukti dan saksi yang ada secara logis mobil boks tersebut tidak bersalah. Adalah keteledoran pengendara motor yang menyebabkan dirinya celaka. Namun tidak demikian urusannya, justru si pengemudi mobil boks yang diharuskan membiayai pengobatan si pengendara ! Contoh lain,  sebuah mobil sedang melaju dengan pelan di wilayah yang ramai dengan lalu lalang pengguna jalan lain. Demikian berhati-hati sehingga sepeda ontel pun bisa dengan mudah mendahului mobil tersebut. Tak diduga dari arah depan seorang pengayuh yang mabuk di siang bolong dengan seenaknya menabrak mobil tersebut. Kecelakaan yang menyebabkan si pengemudi becak yang sudah sempoyongan tersebut semakin jauh dari sadar. Seperti yang sudah diduga, pengemudi mobillah yang harus menanggung biaya pengobatan orang mabuk tersebut ! Ada lagi yang lebih menunjukkan betapa tidak adilnya etika lalin, sebuah mobil sedang melaju dengan kecepatan kurang dari sedang, berhubung sedang ada operasi tertib berkendaraan bagi pengguna sepeda motor tiba-tiba dari belakang terdengar deruman sepeda motor yang berlari kencang. Rupanya si pengendara yang masih anak SMA tersebut sedang berusaha melarikan diri dari petugas lalu lintas yang mengejarnya. Namanya sedang panik tak terhindarkan lagi si bocah pun menabrak mobil yang sedang berjalan pelan tersebut. Di tengah sedemikian banyak saksi termasuk si petugas lalu lintas lagi-lagi si mobil yang tidak bersalah justru ditilang dan diwajibkan mengganti rugi bagi si bocah nakal tersebut. Olala dimanakan letak keadilan ? Apakah ini kelanjutan dari kekeliruan penerapan yang besar harus mengalah tersebut ? Huh rupanya masih banyak ketidakberesan di sini. Dalam lingkup tertentu ketika si besar tidak bersalah justru menjadi pihak yang dirugikan, di sisi lain si besar yang benar-benar bersalah justru dengan kebesarannya menginjak-nginjak si kecil. Jika dipikir lebih lanjut, setiap kekeliruan dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan bagi pihak tertentu. Jika hal demikian terus terjadi, siapa dan atau  apakah yang bisa menjadi penengah ? Di saat hukum sedang terbalik-balik, ketika kebijakan sedang menghilang untuk sementara, saat nurani telah mati, sementara logika menjadi kacau,  satu-satunya jalan hanyalah mawas diri, berusaha untuk menghindar dari masalah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4696008126772783832?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4696008126772783832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4696008126772783832' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4696008126772783832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4696008126772783832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/12/be-te.html' title='Be Te !!!!'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-6464896195079221017</id><published>2009-12-21T20:33:00.003+07:00</published><updated>2009-12-21T22:31:13.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Bingung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu lalu aku membaca status seorang teman di akun Facebooknya yang menuliskan tentang anjuran untuk waspada terhadap UU ITE. Aku yang tergolong awam di bidang hukum ataupun perundang-undangan pun terusik ketika membaca status tersebut. Pengetahuanku yang terbatas mengenai seputar undang-undang hanya mendeskripsikan bahwa UU ITE adalah undang-undang yang mengatur mengenai penggunaan teknologi yang mencakup dunia maya. Jika menyimak berita pidana dan perdata beberapa waktu ini, rupanya mulai ada beberapa orang yang terjerat undang-undang tersebut hingga harus menghadapi tuntutan yang tidak main-main. Perkara pidana terbesar sekaligus tersohor tentu adalah kasus yang menimpa Prita Mulyasari akibat keluhannya tersebar melalui mailing list sehingga beliau dilaporkan pihak yang merasa nama baiknya tercemar kepada yang berwajib. Prita yang semula hidup layaknya seorang pekerja merangkap ibu rumah tangga dalam waktu singkat berubah drastis menjadi pesohor yang dibela oleh rakyat sebagai simbol dari golongan lemah yang ditindas oleh kekuasaan. Kasus Prita yang tercium media pun menjadi pembicaraan besar di khalayak, bersamaan dengan masa dilangsungkannya Pemilu terakhir ikut menjadikan kasus Prita semakin menonjol dengan masukya tokoh-tokoh politik yang berlomba-lomba meraih simpati melalui Prita. Belum tuntas masalah Prita yang sekarang masih menjalani sidang pidana dan sedang mengajukan kasasi perdata melawan sebuah rumah sakit swasta tersebut, muncul Prita Prita lain di berbagai daerah yang menghadapi kasus serupa dengan Prita. Yang terbaru tentu dengan dilaporkannya artis beken Luna Maya oleh sekelompok wartawan sehubungan dengan status Luna yang dituding melecehkan infotainment.&lt;br /&gt;Mencermati hal tersebut, sebenarnya seperti apakah UU ITE itu sebenarnya ? Atau yang lebih dipertanyakan dimanakah batas tentang pencemaran nama baik ? Rasanya akhir-akhir ini banyak perkara yang berlatar belakang pencemaran nama baik bergulir di meja hijau. Ketika era digital yang semakin maju ini, mengapa justru kebebasan untuk berpendapat semakin terkekang ? Lihat saja Prita yang harus mendekam di penjara dan masih harus menghadapi sidang pidana dan perdata hanya karena mengungkapkan fakta akan ketidakpuasannya sebagai customer di sebuah instansi yang menyediakan jasa layanan kesehatan, Luna Maya yang kini berkonfrontasi dengan sejumlah pekerja infotainment akibat menumpahkan kekesalannya akan tingkah laku pemburu berita  di situs jejaring sosial, dan entah siapa lagi yang belum terekspos harus menanggung konsekuensi bersinggungan dengan UU ITE ini. Jika keadaan ini terus berlanjut, rasanya kondisi paranoid akan menghinggapi bangsa ini. Ketakutan untuk berbicara dan mengungkapkan pendapat akan terulang kembali seperti masa pemerintahan terdahulu yang dengan tegas mengatur masalah pencemaran, penghinaan ataupun pelecehan terhadap orang yang berkuasa. Yah, pada dasarnya harus diperjelas definisi pencemaran nama baik tersebut sehingga tidak menjadi rancu antara menceritakan sebuah fakta yang menyangkut keburukan orang lain dengan pencemaran nama baik yang notabene mengandung unsur fitnah. Semoga apa yang menimpa Prita ini menjadi pelajaran untuk semua khususnya untuk pemerintah maupun dewan legislatif untuk meninjau kembali undang-undang yang mereka buat. Bagaimanapun dari sudut pandangku yang awam hukum, Prita adalah pihak yang menjadi korban maka wajar jika rakyat dari berbagai kalangan bersatu padu  menggalang dukungan melalui berbagai media. Prita adalah simbol dari rakyat kecil yang buta tentang hukum, tak mengerti mengapa sebuah keluhan yang benar adanya justru membuatnya mengalami prahara. Simbol dari kebutuhan untuk beropini, tanpa bermaksud menjelekkan suatu pihak namun lebih kepada perubahan ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-6464896195079221017?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/6464896195079221017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=6464896195079221017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6464896195079221017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6464896195079221017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/12/bingung.html' title='Bingung'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7286794285909882197</id><published>2009-12-14T19:02:00.004+07:00</published><updated>2010-03-06T21:16:13.483+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='per te'/><title type='text'>My Best Friend Wedding</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SyZIrI-CwVI/AAAAAAAAAss/P-o3euWg1cs/s1600-h/IMG_1491.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SyZIrI-CwVI/AAAAAAAAAss/P-o3euWg1cs/s400/IMG_1491.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415095507938885970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jo, nek golet bojo aja adoh-adoh, men dewek bisa kondangan ", kata Wiwi dalam bahasa Jawa medok khas Kebumen di sela-sela obrolan sepanjang jalan menuju kos. "Nek Cilacap ?", jawab The Pooh, panggilan ala geng si berat untuk Pujo yang memang perawakannya rada mirip tokoh Winnie The Pooh. "Yah, bisa diterima", sahutku menjawab pertanyaan balik Pooh.&lt;br /&gt;Sekelumit percakapan santai setengah bercanda tersebut kembali melintas di benakku ketika membaca sebuah undangan pernikahan yang datang pertama kali  melalui situs Facebook. Bulusari, Gandrungmangu, Cilacap, demikian lokasi walimahan sahabatku semasa kuliah dulu. "Oh ternyata beneran tah ", pikirku teringat kembali percakapan waktu itu yang kukira hanya gurauan semata. Maklumlah meskipun kami menjadi teman karib sejak pertama kali menginjak bangku kuliah, beberapa waktu terakhir nyaris tidak ada kontak lagi di antara kami. Di tengah kesibukan kuliah yang mulai berbeda jurusan, aktivitas yang berbeda hingga berbagai situasi yang semakin tidak memungkinkan untuk menghabiskan waktu bersama menjadikan komunikasi semakin jarang terjadi bahkan Pooh sempat menghilang untuk sekian lama. Maka dari itu, beruntung ada situs jejaring sosial semacam Facebook ini yang membantuku menemukan kembali sahabat yang hilang.&lt;br /&gt;Berniat menepati janji yang meskipun terdengar main-main dulu, jauh-jauh hari aku mengontak sahabat-sahabat yang memungkinkan untuk datang di acara bahagia tersebut. Akhirnya tibalah hari yang sudah direncanakan. Berbekal sebuah denah yang ada di dalam undangan aku dan tiga orang sahabat lainnya memulai sebuah perjalanan menuju lokasi yang belum pernah kami datangi sebelumnya. Jadilah kami berempat menyusuri jalan sempit berliku yang tak ketinggalan penuh lubang di sana-sini. Panas menyengat membuatku lelah buka main, perjalanan yang begitu jauh dan memakan waktu hingga tiga jam membuatku tampak lusuh ketika sampai di tujuan. Dandanan rapi dan polesan rias sederhana tak berbentuk lagi hilang diterpa angin dan butiran keringat yang menetes di sepanjang jalan. Walhasil sesampainya di lokasi resepsi kami langsung menghempaskan diri, mengatur nafas kelelahan, syok mengingat betapa jauhnya jarak yang sudah ditempuh demi menyaksikan hari bahagia seorang sahabat.&lt;br /&gt;Namun melihat wajah sumringah Pooh yang lama tidak kujumpai meringankan penat yang kurasakan. Puas rasanya bisa menepati sebuah janji, bisa melihat Pooh yang ceria dan penuh tawa, bukan lagi Pooh yang kulihat ketika terakhir kali kami bertemu di jalan itu.&lt;br /&gt;Begitulah hari itu menjadi hari yang menyenangkan sekaligus sangat melelahkan. Ketika matahari mulai bergeser ke barat, kami pun berpamitan untuk pulang. Tak terkira jemu yang aku rasakan mengingat aku harus melewati jalan itu lagi, melewati deretan pohon-pohon pinus yang rindang,melewati tanjakan turunan dan kelokan jalan sempit yang penuh  lubang. Namun penat sedikit terobati ketika kami menyempatkan untuk menjalankan rencana semula sepulang menghadiri pesta pernikahan. Ya, mumpung melewati kota Cilacap apa salahnya jika mampir sebentar ke pantai. Ini untuk pertama kalinaya aku menginjakkan kaki ke pasir di Teluk Penyu. Sebuah ironi jika mengingat dimana aku tinggal selama ini ^_^. Menghabiskan sore di tepi pantai, memuaskan sifat narsis yang selalu muncul jika bertandang ke sebuah tempat, menyantap hidangan lezat khas tepi pantai, hmmm sedikit penyegaran di tengah kesibukan selama ini yang dengan sukses membuatku jatuh sakit.&lt;br /&gt; K&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SyZIrWjysgI/AAAAAAAAAs0/GbAduYZAHR4/s1600-h/IMG_1498.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SyZIrWjysgI/AAAAAAAAAs0/GbAduYZAHR4/s400/IMG_1498.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415095511586877954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;etika matahari terbenam barulah kami beranjak meninggalkan pantai yang penuh dengan pelancong tersebut. Perjalanan masih panjang untuk kami sampai di rumah masing-masing. Bersyukur mesti malam telah larut, meski seluruh tubuh terasa lelahkami tiba di rumah dengan selamat. Hah sebuah perjalanan di hari Minggu yang begitu berkesan ( amat sangat lelah sekali), namun jika lelah ini membuat seorang sahabat senang, rasanya tak apalah. Sekali lagi selamat buat Pooh, semoga bahagia selalu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Qishi wo you ie ke li u wei le ni. Jiu shi pu neng kei ni qing tien. Wo hao pheng you cai wo jia li yihou, wo kei ni chang ke ie ke ai yin yue chuan sin chuan yi.....wo xi wang ni te sin fu..........che she ni...."ni wen wo ai ni you tuo sen, wo ai ni you ci fen. Wo ti ching pu ie, wo ti ai pu pien , ye liang tai piau wo te sin........." Pooh, xin fu kuai le !!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7286794285909882197?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7286794285909882197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7286794285909882197' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7286794285909882197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7286794285909882197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/12/my-best-friend-wedding.html' title='My Best Friend Wedding'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SyZIrI-CwVI/AAAAAAAAAss/P-o3euWg1cs/s72-c/IMG_1491.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-6004483904245362469</id><published>2009-12-02T20:39:00.003+07:00</published><updated>2009-12-02T21:49:06.508+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Sakit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kasarnya, saat ini sedang 'sakit' In ", demikian jawaban dari seseorang yang selalu kupanggil dengan Bapak baik dulu maupun sekarang. Begitulah pendapat si Bapak ternyata sama saja dengan pikiranku saat ini. Miris nian diri ini jika mencermati situasi dalam negeri tercinta saat ini. Pemerintah diguncang isu, rakyat pun ikut ricuh. Malu benar ketika melihat kerumunan orang berdesak-desakan hingga ada yang terluka demi mendapat bagian daging kurban. Mengapa sih  mereka tidak bisa bersabar, mengantri dengan tertib hingga tiba gilirannya memperoleh jatah. Omong-omong tentang antri, budaya rasanya susah sekali untuk diterapkan. Berdasarkan pengalaman, berulang kali aku menjumpai situasi di luar kendali akibat orang-orang tidak mau disiplin dalam mengantre. Beberapa waktu lalu aku nyaris meledak ketika sekelompok orang berdesakan di pintu masuk menghalangi mereka yang mendapat giliran. Sebuah kondisi yang justru memperlambat pelayanan ! Apakah mereka tidak berpikir lebih baik duduk santai menghindar dari terik matahari, dan panas akibat berdesakan sementara menunggu nama mereka dipanggil melalui pengeras suara ? Apa untungnya dengan berkerumun di depan pintu padahal giliran masih lama tibanya ? Rupanya ketidaksabaran dalam menunggu giliran telah mendarah daging. Apalagi jika diembel-embeli dengan kata-kata gratis. Berbondong-bondong masyarakat untuk berebut jatah, saling dorong, saling sikut takpeduli ada anak-anak dan orang tua. Entah karena takut tidak kebagian jatah atau ada alasan lainnya. Sebegitu miskinkah rakyat  negeri ini hingga rela meregang nyawa demi sesuap nasi gratis ? Kalimat bijak lebih baik memberi daripada meminta rupanya sudah lepas dari ingatan. Urusan perut menjadi nomor satu sehingga malu disingkirkan jauh-jauh. Alhasil jadilah situasi seperti sekarang ini. Di berbagai daerah terjadi ricuh akibat perebutan barang-barang gratis. Muncul pencuri kelas teri hingga koruptor nomor wahid yang dengan leluasa mengambil apa yang bukan haknya. Ketika hukum sedang diuji, ketika uang berbicara lagi-lagi mereka yang dibawah lah yang semakin terpuruk. Sungguh ironis melihat seorang nenek divonis penjara gara-gara tiga butir biji kakao, malang nian orang yang didakwa karena sebutir semangka sedangkan mereka yang membawa lari sekian milyar hingga triliun rupiah bebas melenggang dan hidup enak di negeri orang. Jika mereka berdalih bahwa hukum harus ditegakkan, bahwa meskipun hanya sebutir biji mencuri adalah mencuri lalu kemanakah hukum ketika 'tikus-tikus' besar tertangkap ? Dengan mudahnya  atau bisa dibilang hukuman yang diterima tidak sepadan dengan kerugian yang ditimbulkan. Mereka bilang si nenek dijadikan contoh hingga timbul efek jera, namun kemanakah slogan efek jera ketika pencuri uang rakyat terbukti bersalah ? Tak sedikitpun rasa malu atau bersalah terpampang di wajah-wajah mereka yang digiring ke bui di bawah sorotan kamera. Yang ada justru cengiran sinis, pembelaan diri bahwa mereka tak bersalah, difitnah atau berbagai dalih lainnya demi menjaga nama baik yang sudah cemar namun sudah tak berarti lagi. Sakit, negeri ini memang benar-benar sakit. Kapankah negeri ini akan sembuh ? Dan yang terpenting adakah obat yang mampu menyembuhkan negeri ini ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-6004483904245362469?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/6004483904245362469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=6004483904245362469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6004483904245362469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6004483904245362469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/12/sakit.html' title='Sakit'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-837252247789865603</id><published>2009-11-23T19:32:00.003+07:00</published><updated>2009-11-23T21:39:00.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>100 Hari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berat nian tugas presiden SBY yang terpilih untuk kedua kalinya dalam pilpres kalo ini. Seratus hari pertama mengemban tugas sebagai kepala negara, presiden dipusingkan dengan ketidakharmonisan lembaga dan institusi yang sama-sama memegang peranan penting dalam menegakkan hukum di tanah air. Nama presiden sendiri pun ikut terseret berkat 'ocehan' sosok kontroversial yang terekam dan sudah beredar luas di media. Dengan kondisi yang semakin memanas, ditambah rakyat pun ikut menggalang persatuan yang pada akhirnya terpecah menjadi dua kubu pendukung, presiden pun harus dengan segera mengambil sikap untuk meredam permasalahan yang bisa berbuntut fatal ini. Suatu kewajiban yang amat sangat berat bagi presiden, berhubung langkah apapun yang diambil akan menjadi sorotan publik dan berpotensi mengundang pro dan kontra. Beliau harus memikirkan masak-masak sebelum membuat keputusan agar tidak terlihat memihak maupun terkesan cuci tangan yang justru menambah ketegangan. Belum tuntas masalah kriminalisasi KPK dan segudang masalah yang berkaitan dengan bank Century, muncul lagi masalah dari departemen yang menjadi bawahannya. Jabatan Menkes yang sejak semula dipertanyakan memulai awal yang buruk dalam kinerjanya. Sembilan nyawa melayang akibat pemberian vaksin filariasis di daerah Jawa  bagian barat sana. Mengapa ini bisa terjadi ? sungguh sebuah kelalaian fatal yang merenggut hak hidup seseorang. Seakan tak mau kalah bagian transportasi ikut andil dalam kemalangan dengan tenggelamnya kapal komersial di perairan Riau. PLN pun ikut andil dalam munculnya demonstrasi dengan adanya pemadaman bergilir yang menimbulkan kerugian finansial cukup besar. Seakan turut berduka, cuaca yang memang sudah waktunya tiba di musim penghujan, menambah penderitaan dengan air yang meluap meskipun hujan hanya turun sebentar.  Bencana demi bencana datang seiring tuanya tempat yang disebut bumi ini akibat kerusakan oleh manusia juga. Hmm..negeri ini memang memerlukan pembenahan di segala bidang. Meskipun yang paling krusial adalah pembenahan pada kepribadian warga negara. Pendidikan di bidang akhlak perlu dibenahi agar tidak melulu terpancang pada kecerdasan dalam pengetahuan. Dengan penanaman pribadi yang berkeTuhanan yang baik, diharapkan di masa mendatang tidak terdengar lagi berita tawuran antar mahasiswa, tidak ada lagi kengerian akan kriminal pembunuhan dengan alasan  tak masuk akal, tidak ada lagi penjarahan apa yang bukan haknya karena harga diri dan rasa malu terutama pada sang Pencipta melekat erat sehingga mencegah tangan jahil meraih yang tidak halal. Demikianlah kepada Pak Presiden, dengan terpilihnya beliau untuk memerintah selama lima tahun mendatang semoga mampu membalik keadaan menjadi lebih baik. Bukan hanya meneruskan program pemberantasan KKN, membangun perekonomian yang lebih baik, namun yang lebih penting mewujudkan stabilitas nasional yang berarti perubahan yang lebih baik di segala bidang. kami rakyat yang memilihmu menantikan langkah nyata yang memihak kepada rakyat sebagai pilar utama negeri ini. Jangan sampai rakyat dikecewakan dengan ketidakadilan yang makin merajalela.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-837252247789865603?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/837252247789865603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=837252247789865603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/837252247789865603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/837252247789865603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/11/100-hari.html' title='100 Hari'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4535315898134806253</id><published>2009-11-18T19:21:00.004+07:00</published><updated>2009-11-18T21:44:02.238+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='great perfomance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='carrissima'/><title type='text'>Sembilan ( 9 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak memastikan kemenangan The Doctor menjadi juara dunia untuk kesembilan kalinya, aku menantikan ditayangkannya acara penobatan gelar tersebut di televisi. Dan setelah tiga pekan menanti akhirnya muncullah jadwal tayang acara penyerahan medali tersebut. Meskipun hanya siaran ulang, aku tetap bersemangat menyaksikan The Doctor yang biasanya tampil unik lain dari yang lain. Akhirnya tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Berhubung aku perlu mengecek sesuatu, tiga jam sebelum jam tayang dimulai aku bergegas menuju tempat biasa. Setelah dirasa cukup, aku pun menyudahi aktivitasku dengan gembira menanti tayangan puncak setelah dirampungkannya race di Valencia. Tak dinyana, begitu aku keluar dari ruangan hujan deras turun, disertai angin dan kilat beruntun. Waduh, ini benar-benar kondisi yang membuatku takut untuk menempuh perjalanan pulang. Walhasil aku menanti hujan reda di rumah sahabat sembari menghangatkan diri yang basah kuyup dengan segelas teh hangat. Harap-harap cemas aku menanti hujan sedikit reda sambil mengobrol penuh semangat dengan sahabat lamaku itu. Bukan hanya menanti kesempatan untuk pulang, namun berharap bisa menyaksikan acara yang telah kutunggu tepat waktu. Untunglah tak sampai sejam kemudian hujan pun reda. Dengan kecepatan penuh aku kembali ke rumah, gara-gara televisi sahabatku ngadat akibat hujan angin. Setibanya di rumah, tanpa membuang waktu aku menyalakan televisi. Menyiapkan perangkat yang kubutuhkan untuk mengabadikan peristiwa yang mungkin tahun depan tidak terjadi lagi. Mengapa bisa begitu ? Tahun ini untuk kesembilan kalinya The Doctor meraih gelar World Champion. Tahun ini pula Vale menginjak usia ke -30 tahun yang artinya sudah tidak muda lagi. Gelar juara kali ini pun diraih dengan kerja keras di tengah persaingan ketat dengan rekan setimnya yang lebih muda dan sangat berpotensi sebagai the next Valentino Rossi. Jika tahun ini The Doctor harus bersusah payah meraih gelar juara, bisa dibayangkan bagaimana ketatnya kompetisi musim depan. Dengan pembalap-pembalap muda potensial yang naik kelas, pembalap lama moto gp yang tak kalah hebat ditambah pembalap baru yang memulai uji cobanya di sirkuit Valencia yang menunjukkan hasil lumayan. Namun bagaimanapun Vale adalah The Doctor, sebutan yang bukan sekedar nama. Satu-satunya pembalap yang belum bisa disamai kebesarannya. Dengan kemampuannya dilengkapi dengan semangat untuk menampilkan sebuah race yang apik untuk ditonton menjamin kesengitan perebutan gelar musim depan.  Malam itu, aku tidak saja merasa girang melihat adegan ketika The Doctor memasang plat   bertuliskan namanya. Aku ikut bertepuk ketika medali dikalungkan ke para pemenang. Dan aku turut senang ketika kunci sebuah mobil mewah berpindah tangan.  Sebuah akhir musim yang sekali lagi menggembirakanku yang tergolong telat dalam berpartisipasi mendukung The Doctor.  Sebuah kemenangan yang menjawab doaku tahun lalu di tempat yang sama. Semoga  sembilan bukan menjadi angka terakhir untuk The Doctor. Sampai jumpa musim depan , Vale ! Aku tak sabar menantikan aksimu dalam meraih gelar ke 10. Terima kasih untuk trans7 yang dengan setia menayangkan ajang balap motor bergengsi dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-e3f8d7af43c5bbef" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v20.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3De3f8d7af43c5bbef%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331397074%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D683D669B5CE0F2778FD71DAF9284282CDE25E379.5F7D1D9CF462C2885AE015208681DB889C8C3B86%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3De3f8d7af43c5bbef%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DdGosZUFb3b8tUnOXKDMIqKAgHYM&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v20.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3De3f8d7af43c5bbef%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331397074%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D683D669B5CE0F2778FD71DAF9284282CDE25E379.5F7D1D9CF462C2885AE015208681DB889C8C3B86%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3De3f8d7af43c5bbef%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DdGosZUFb3b8tUnOXKDMIqKAgHYM&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4535315898134806253?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=e3f8d7af43c5bbef&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4535315898134806253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4535315898134806253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4535315898134806253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4535315898134806253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/11/sembilan-9.html' title='Sembilan ( 9 )'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1052010902114022654</id><published>2009-11-15T18:48:00.002+07:00</published><updated>2009-11-15T18:57:58.328+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Greatest Poem From Mattie, Music Through Heartsongs</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;About Things That Matter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;It matters that the world knows&lt;br /&gt;We must celebrate the gift of life&lt;br /&gt;Everyday in some way&lt;br /&gt;We must always remember to play after every storm&lt;br /&gt;All children are truly blessed&lt;br /&gt;With the innocent gifts of gentleness, trust and compassion&lt;br /&gt;To guide the wisdom of the grown-ups&lt;br /&gt;We all have a song in our heart that inspires us in good times and in hard times&lt;br /&gt;If we take the time to listen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It matters, it matters, oh, it matters that the world knows&lt;br /&gt;Our senses help discover the hidden and non-hidden&lt;br /&gt;Enchantment in life, if we use them&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We must carefully choose our words and wants&lt;br /&gt;Or we could forever hurt others with these dangerous weapons&lt;br /&gt;Strength and value of all things created&lt;br /&gt;Must be measures by character and commitment&lt;br /&gt;Rathe than by might and by wealth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It matters, it matters, oh, it matters that the world knows&lt;br /&gt;Our senses help discover the hidden and non-hidden&lt;br /&gt;Enchantment in life, if we use them&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We must heed the lessons of everday life&lt;br /&gt;Through the celebration of children and heartsongs,&lt;br /&gt;senses and words&lt;br /&gt;Or we could lose in our journey to the future&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It matters&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A person by my name and being existed&lt;br /&gt;With a strong spirit and an eternal mindset&lt;br /&gt;To become a peacemaker for all&lt;br /&gt;By Sharing the things that really matter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I AM / SHADES OF LIFE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am black, I am white&lt;br /&gt;I am all skins in between&lt;br /&gt;I am young, I am old&lt;br /&gt;I am each age that has been&lt;br /&gt;I am scrawny, I am fed&lt;br /&gt;I am starving for attention&lt;br /&gt;I am famous, I am cryptic&lt;br /&gt;I am hardly worth a mention&lt;br /&gt;I am short, I am height&lt;br /&gt;I am any frame or stature&lt;br /&gt;I am smart, I am challenged&lt;br /&gt;I am striving for a future&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The colour of sky&lt;br /&gt;Is blues and grays&lt;br /&gt;The colour of earth&lt;br /&gt;Is greens and browns&lt;br /&gt;The colour of hope&lt;br /&gt;Is rainbows and purple&lt;br /&gt;And the colour peace&lt;br /&gt;Is people together&lt;br /&gt;Shades of life&lt;br /&gt;People together&lt;br /&gt;Shades of life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am able, I am weak&lt;br /&gt;I am some strength, I am none&lt;br /&gt;I am being, I am thought&lt;br /&gt;I am all things, said and done&lt;br /&gt;I am born, I am died&lt;br /&gt;I am dust of humble roots&lt;br /&gt;I am grace, I am pain&lt;br /&gt;I am labor of willed fruits&lt;br /&gt;I am slave, I am free&lt;br /&gt;I am bonded to my life&lt;br /&gt;I am rich, I am poor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The colour of sky&lt;br /&gt;Is blues and grays&lt;br /&gt;The colour of earth&lt;br /&gt;Is greens and browns&lt;br /&gt;The colour of hope&lt;br /&gt;Is rainbows and purple&lt;br /&gt;And the colour peace&lt;br /&gt;Is people together&lt;br /&gt;Shades of life&lt;br /&gt;People together&lt;br /&gt;Shades of life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am shadow, I am glory&lt;br /&gt;I am hiding from my shame&lt;br /&gt;I am hero, I am loser&lt;br /&gt;I am rearning for a name&lt;br /&gt;I am empty, I am proud&lt;br /&gt;I am seeking my tomorrow&lt;br /&gt;I am growing, I am fading&lt;br /&gt;I am hope amid the sorrow&lt;br /&gt;I am certain, I am doubtful&lt;br /&gt;I am desperate for solutions&lt;br /&gt;I am leader, I am student&lt;br /&gt;I am fate and evolutions&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am spirit, I am voice&lt;br /&gt;I am memory, not recalled&lt;br /&gt;I am chance, I am cause&lt;br /&gt;I am effort, blocked and walled&lt;br /&gt;I am hymn, I am heard&lt;br /&gt;I am reasoned without rhymes&lt;br /&gt;I am past, I am nearing&lt;br /&gt;I am present in all times&lt;br /&gt;I am many, I am no one&lt;br /&gt;I am seasoned by each being&lt;br /&gt;I am me, I am you&lt;br /&gt;I am all-souls now decreeing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The colour of sky&lt;br /&gt;Is blues and grays&lt;br /&gt;The colour of earth&lt;br /&gt;Is greens and browns&lt;br /&gt;The colour of hope&lt;br /&gt;Is rainbows and purple&lt;br /&gt;And the colour peace&lt;br /&gt;Is people together&lt;br /&gt;Shades of life&lt;br /&gt;People together&lt;br /&gt;Shades of life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1052010902114022654?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1052010902114022654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1052010902114022654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1052010902114022654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1052010902114022654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/11/greatest-poem-from-mattie-music-through.html' title='Greatest Poem From Mattie, Music Through Heartsongs'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-5632666328592527065</id><published>2009-11-15T10:09:00.002+07:00</published><updated>2009-11-15T11:06:58.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Heboh pemutaran perdana film 2012 yang merupakan visualisasi dari ramalan kiamat suku Maya di tahun 2012 bukannya tanpa sebab. Kiamat yang juga bisa dikatakan sebagai akhir dunia bukan hanya sekedar ramalan namun diyakini kebenarannya oleh umat Muslim di dunia karena telah tertuang dalam kitab suci Al Qur'an dan sabda Rasulullah Muhammad, SAW. Kepastian akan datangnya hari akhir kehidupan alam semesta ini menimbulkan bermacam-macam perkiraan akan tanggal pasti terjadinya kiamat oleh mereka yang berprofesi sebagai peramal, mereka yang mengaku memperoleh penglihatan dan tak ketinggalam mereka yang ingin populer dengan menimbulkan kabar yang pastinya akan menggegerkan. Kalangan bisnis perfilman pun melihat peluang besar dengan kabar seputar kiamat yang diramalkan akan segera terjadi dalam waktu dekat ini. Dan jadilah film 2012 yang mengusung peristiwa kiamat di tahun 2012 ini berpeluang menjadi box office. Kontroversi seputar film ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Sebuah film pada dasarnya adalah sebuah sarana hiburan yang bisa kita ambil hikmahnya. Dengan melihat film 2012 ini kita tidak hanya sekedar turut larut dalam kengerian namun lebih disadarkan akan kebesaran Sang Pencipta. Kita diingatkan kembali kewajiban kita sebagai manusia tidak hanya terhadap Tuhannya juga kepada manusia lain dan alam sekitar sebagai tempat tinggal kita. Lihat saja kondisi sekarang, begitu banyak bencana alam akibat ulah manusia, begitu banyak kemaksiatan terjadi menunjukkan betapa menurunnya iman dan kepercayaan manusia terhadap Yang Maha Kuasa. Perilaku manusia sudah melebihi batas, tak peduli mereka itu siapa, apa yang mereka lakukan akan mencelakai siapa.  Negeri ini sedang sakit, bumi terus bergolak. Manusia menggila dengan tingkah amoral mereka. Saling berkelahi, saling menjatuhkan, saling menyelamatkan diri dengan mengorbankan orang lain. Berebut kekuasaan, berebut harta, menginjak mereka yang tak mau terseret arus kemunafikan. Jika banyak ramalan menyebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada waktu sekian, semua itu sah-sah saja. Jika kita mau membuka mata akan sekitar kita, sudah banyak kerusakan alam yang terjadi hingga terus-menerus menimbulkan bencana yang tak sedikit menelan korban. Bukankah yang demikian itu adalah kiamat kecil ? Kapankah manusia sadar akan perbuatannya yang cenderung merusak ? Tidakkah mereka kasihan akan anak cucu yang kelak menanggung akibatnya ? Manusia berlomba-lomba menjarah alam, tanpa memikirkan kelestariannya. Lihatlah hutan-hutan gundul, terumbu karang rusak, sungai-sungai tak lagi mengalirkan air jernih. Hewan-hewan mulai punah akibat rusaknya habitat mereka, suhu semakin tinggi akibat pemanasan global yang lagi-lagi adalah efek dari ulah manusia yang sembrono, cuaca berubah-ubah tak menentu menyulitkan mereka yang mencari nafkah dengan bergantung pada cuaca. Tanah, air, laut bahkan lumpur seolah mengamuk dengan aksinya yang selalu membawa kesengsaraan. Jika terus begini tanpa diramal pun lambat laun kiamat akan terjadi. Meskipun demikian jelas tertulis tak ada yang tahu kapan datangnya kiamat. Tak peduli segala ramalan, lebih bijaksana jika masing-masing melakukan introspeksi bersiap-soap menghadapi hari akhir yang pasti akan datang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-5632666328592527065?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/5632666328592527065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=5632666328592527065' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5632666328592527065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5632666328592527065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/11/2012.html' title='2012'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-2688261341894367439</id><published>2009-11-11T18:57:00.003+07:00</published><updated>2009-11-11T21:42:02.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Semakin Tidak Jelas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ayo gabung dengan Facebooker dukung Candra &amp;amp; Bibit ", demikian sebuah kalimat ajakan dari sahabatku. Wah ada apa ini ? Yah akhir-akhir ini aku memang tak berkesempatan mencermati berita terhangat seputar tanah air. Akibat sulitnya mengatur waktu di sela-sela kesibukan monoton yang terjadi nyaris setiap harinya membuatku buta akan peristiwa yang terjadi baik di dalam maupun luar negeri. Nah mumpung beberapa hari ini aku mendapat kesempatan untuk sedikit bersantai, tanpa membuang-buang waktu dengan cermat aku melahap informasi yang kini sedang ramai diberitakan di media massa. Hari pertama ku lewati dengan menyimak tayangan berbau demonstrasi yang marak digelar di seluruh tanah air dengan tujuan mendukung KPK. Hari kedua kebingungan melingkupi pikiranku ketika mendengar dan menyaksikan perseteruan yang digambarkan demikian sengit oleh sejumlah media antara pihak KPK dan Polri beserta pendukung masing-masing. Pertarungan yang disebut sebagai 'Cicak vs Buaya' semakin memanas dengan berbagai klarifikasi yang diajukan masing-masing pihak.&lt;br /&gt;Wah rupanya apa yang disebut dengan pelemahan KPK oleh para mahasiswa ini merupakan buntut dari penangkapan mantan pemimpin KPK Antasari yang dituduh sebagai dalang pembunuhan pengusaha Nasrudin. Jika aku tidak salah menangkap, semua kekisruhan yang membuat pusing presiden terpilih ini berawal dari munculnya testimoni Antasari yang berisi tentang suap yang terjadi di dalam tubuh KPK. Testimoni yang menggegerkan ini meskipun segera mendapat bantahan dari pelaku tertuduh, mau tak mau menggerakkan pihak berwajib untuk menyelidiki secara tuntas. Bagaikan memancing di air keruh, rupanya ada pihak yang memanfaatkan upaya usut-mengusut ini untuk melemahkan sekaligus meruntuhkan KPK yang notabene sebagai pilar pemberantasan korupsi di tanah air. Penyelidikan Polri yang berujung penonaktifan pimpinan KPK Bibit dan Candra ini oleh sebagian pihak dianggap sebagai usaha untuk melemahkan KPK. Anggapan ini semakin diperkuat dengan munculnya bukti rekaman rekayasa kronologis untuk mendiskreditkan dua pemimpin KPK tersebut. Inilah yang menjadi pangkal permasalahan yang hingga kini semakin berlarut-larut tersebut. Adalah Anggodo sebagai pihak yang dituduh menjadi otak pelaku rekayasa kronologis dengan segera menuju puncak popularitas pemberitaan. Perang klarifikasi dan pernyataan pun dimulai. Situasi semakin panas dengan adanya massa pendukung dari kedua pihak yaitu KPK dan POLRI. Presiden yang namanya ikut tersangkut dalam rekaman pun akhirnya turun tangan dengan membentuk Tim Pencari Fakta untuk menyelidiki benar tidaknya rekayasa pada kasus Bibit dan Candra ini. Pembentukan TPF membuktikan betapa krusialnya masalah seteru antar reptil ini. DPR pun ikut beraksi dengan memanggil satu persatu pihak yang terkait dalam masalah ini. Terhitung dua hari berturut-turut aku layaknya seorang pemerhati situasi tanah air ^^ mengikuti jalannya acara tanya jawab DPR dengan POLRI dan Kejaksaan.&lt;br /&gt;Meskipun sebisa mungkin aku mencermati kemajuan masalah KPK, POLRI, Kejagung dan si fenomenal Anggodo pada akhirnya tidak menemukan kesimpulan apa pun. Harapan untuk menentukan sikap kemana harus memihak nyaris tidak ada. Mendengarkan uraian dari masing-masing pihak justru membuatku semakin bingung untuk memilih. Disini mengatakan begini, disana berargumen demikian, sementara yang lain dengan berapi-api menyatakan diri sebagai korban. Beberapa nama berseliweran berganti-ganti menjadi tertuduh dan korban seolah-olah bunglon yang berubah warna menyesuaikan dengan lingkungannya. Demikianlah apa yang terjadi dengan diriku. Manggut-manggut membenarkan ketika Kapolri menjelaskan alasan mengapa si adik yang sayang kakak belum juga ditangkap. Mengernyit ketika Kejagung curhat masalah makelar peradilan di Indonesia. Membelalak ketika mendengar Anggodo demikian berapi-api menuntut perlindungan dan keadilan akan dirinya dan kakaknya yang memposisikan diri sebagai korban.&lt;br /&gt;Meskipun TPF pada akhirnya menemukan kejanggalan yang sedikit membuktikan kebenaran akan rekayasa kasus Bibit- Candra dan memberi lampu hijau untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap orang-orang yang terlibat, hal itu tidak menjadikan kasus selesai begitu saja. Pertarungan justru semakin sengit dengan munculnya reaksi pembubaran terhadap TPF. Nah loh, ada apa lagi ini ? Pada akhirnya aku sebagai orang awan dalam dunia politik hukum dan HAM ini hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak mengerti. Satu yang jelas kupahami bahwa orang-orang semakin pintar dalam berbicara dan berakting sehingga tidak kelihatan mana yang berkata jujur dan mana yang tidak. Andaikan rekayasa tersebut benar adanya tentu hal ini merupakan langkah mundur bagi semua yang mengharapkan negara bersih dari tangan-tangan jail penjarah kekayaan rakyat. Pelemahan KPK menjadi bukti bahwa orang-orang tidak siap untuk mengabdi dengan jujur kepada negara, untuk menjawab kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat. Praktek-praktek berbau egois yang jelas-jelas merugikan negara demikian mengakar hingga ketakutan akan sebuah institusi bernama KPK berbuah menjadi jalinan kronologis kotor demi membungkam dan menutupi jejak hitam mereka. Misalkan kasus suap benar-benar terjadi dalam diri KPK, tentu ini menjadi hal yang sangat memalukan. Namun yang harus diadili bukanlah institusinya namun oknum-oknum yang terlibat di dalamnya. Bagaimanapun KPK adalah sebuah lembaga yang menjadi ujung tombak pemulihan kebobrokan moral 'tikus-tikus' yang menggerogoti negara. Dan tidak pada tempatnya jika karena segelintir penyelewengan meruntuhkan pilar utama.&lt;br /&gt;Di tengah ketidakjelasan yang membingungkan ini, mau tak mau aku hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi kemudian. Menanti kebenaran terungkap dan berharap bahwa kebenaran itu bukanlah sesuatu yang direkayasa. Yah sebagai penggemar dunia manga, melihat situasi demikian sambil menyeringai aku berpikir andai sosok Shinichi Kudo, Hajime Kindaichi, Kengo Akechi, Heiji Hattori benar-benar ada, gabungan dari detektif hebat macam mereka niscaya bisa membongkar kenyataan yang sebenarnya ^_^&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-2688261341894367439?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/2688261341894367439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=2688261341894367439' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2688261341894367439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2688261341894367439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/11/semakin-tidak-jelas.html' title='Semakin Tidak Jelas'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-9062913934119658568</id><published>2009-10-30T21:11:00.005+07:00</published><updated>2009-11-01T18:49:53.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Perjalanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/Su11z10gqoI/AAAAAAAAAsk/maLmJWuUXSw/s1600-h/1_651373013l1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/Su11z10gqoI/AAAAAAAAAsk/maLmJWuUXSw/s400/1_651373013l1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399101061768194690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua minggu terakhir ini lelah begitu mendera diri ini. Bukan hanya raga namun penat lebih menggelayuti pikiran hingga terasa menyesakkan. Tak terasa setahun telah terlewati sejak perjalanan penuh perjuangan terakhir. Kini saatnya aku memulai perjalanan baru untuk meraih cita-cita sebelum kandas dimakan usia. Namun perjalanan kali ini lebih berat terasa. Di tengah sulitnya mengatur waktu hingga kondisi yang kurang kondusif untuk total dalam perjuangan ini membuatku mengambil kesempatan dengan sekedarnya. Dan dimulailah sebuah perjalanan untuk masa depan yang hingga saat ini belum sampai di penghujung tujuan.&lt;br /&gt;Bermula dari sebuah kota yang akhirnya menjadi salah satu tempat penuh kenangan hingga kota di ujung seberang yang selalu menjadi tempat favoritku untuk berjalan-jalan. Demikianlah dengan beberapa sahabat, bersama-sama kami melintasi kota demi kota untuk mengadu nasib. Tempat pertama berada di tepi pantai utara. Udara panas nan membakar kulit menyapa ketika aku dan teman-temanku memasuki wilayah Tegal. Beruntung di tengah hawa panas menggigit, segala urusan untuk mengikuti seleksi di keesokan harinya bisa diselesaikan dengan cepat. Dan dimulailah malam yang mengingatkankanku akan malam yang sama di tahun sebelumnya. Bermalam di tempat yang sama, merasakan kengerian dan keterpanaan yang sama dan tak lupa bergelut dengan logika yang sama. Namun kali ini separuh malam terlewati dengan canda di tengah-tengah sahabat. Duduk santai sembari menikmati sajian khas kota Tegal di tengah keramaian lengang alun-alun kota Tegal, bertemu dengan kawan lama yang menetap disana, untuk sesaat melupakan kewajiban belajar yang seharusnya menjadi fokus kami malam itu. Yah, malam pun berlalu tanpa mengalami lelap, pagi hari pun menjelang mendorong kami untuk bersiap menghadapi ujian hidup. Usai memeras otak sembari bersimbah peluh akibat bernaung di bawah kanopi di tengah terik mentari, kami pun melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang. Betapa lelahnya aku saat itu, meskipun belum puas mengistirahatkan tubuh yang terlanjur pegal-pegal aku tetap harus menjalankan kewajibanku pada keesokan harinya. Dan perjalanan pun berhenti untuk sementara.&lt;br /&gt;Sehari pun berlalu, dan tiba saatnya aku untuk bersiap kembali menempuh perjalanan berikutnya. Kali ini aku bersiap dengan semangat, menata keperluan untuk 3 hari, menyiapkan oleh-oleh untuk saudara tua, dan tak lupa membawa bekal lebih dari perjalanan sebelumnya. Maklumlah tujuan berikutnya mempunyai efek samping yang sangat menggiurkan setelah lama tidak kujejakkan kaki kesana. Betapa gembiranya aku sesampainya di sana. Bertemu dengan sahabat yang kurindukan, sahabat yang selama ini hanya bertukar kata lewat dunia maya. Kebutuhan untuk bercerita sembari bertatap muka pun terlaksana. Larut dalam canda di tengah keramaian warung tenda. Bersama memasang radar di tempat asing nan megah. Bersama diguyur hujan demi segepok buah tangan. Demikianlah meskipun satu dua kejadian yang patut disesali tiga hari di Jogja berlalu dengan cepat. Ah betapa ingin aku kembali kesana dalam waktu dekat, memuaskan keinginan yang belum sempat tercapai saat itu. Ingin kususuri kembali sepanjang jalan yang oenuh dengan panorama menarik. Ingin ku lewati tangga sempit menuju tumpukan buku-buku lama yang selalu membangkitkan kegairahanku. Ingin kucecap aneka rasa kelezatan makanan favoritku yang sulit kutemukan disini. Ingin ku berkubang di tengah karakter-karakter favoritku. Begitulah di tengah perjalanan kembali, di tengah dentingan dawai gitar nan mempesona dari seniman jalanan, di tengah hawa dingin menusuk, aku berharap untuk kembali suatu saat nanti. Dan perjalanan pun kembali berhenti untuk sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-9062913934119658568?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/9062913934119658568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=9062913934119658568' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/9062913934119658568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/9062913934119658568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/10/perjalanan.html' title='Perjalanan'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/Su11z10gqoI/AAAAAAAAAsk/maLmJWuUXSw/s72-c/1_651373013l1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1608580662366144591</id><published>2009-10-13T19:13:00.004+07:00</published><updated>2009-10-13T21:21:38.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Shotakon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/StSKioX-D1I/AAAAAAAAArk/cwJJgSv1etw/s1600-h/prince_of_tennis_wallpaper_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/StSKioX-D1I/AAAAAAAAArk/cwJJgSv1etw/s400/prince_of_tennis_wallpaper_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392086981427466066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Shotakon ?!! Itukan.....", celetukan tersebut spontan terlontar dari pikiran seseorang ketika mendengar pengakuanku. Tentu saja aku tertawa geli mendengar komentar tersebut. Istilah shotakon mungkin masih asing di telinga, namun bagi penggemar manga istilah-istilah tersebut akrab dijumpai beserta beberapa istilah khas manga lainnya. Shotakon merupakan akronim dari kata shota dan complex yang berarti menyukai bocah kecil. Jika lolicon lebih ke arah menyukai anak perempuan, maka shotakon cenderung menyukai bocah laki-laki. Jika ditanggapi selintas kilas, pernyataanku bahwa saat ini aku seorang shotakon mungkin terdengar negatif. Tak heran jika temanku itu merasa kaget ^^. Eh tunggu dulu, silakan simak penjelasan lebih lanjut sebelum berkomentar.&lt;br /&gt;Berhubung sejak kecil aku tergila-gila dengan membaca komik, kebiasaan tersebut terus melekat bahkan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Perkembangan manga yang demikian pesat tidak hanya dari sisi gambar namun juga kompleksitas cerita, membuatku semakin lengket dengan judul-judul komik Jepang tersebut. Tak sedikit serial manga yang kini menjadi koleksi istimewaku. Sesuai dengan sifatku yang mudah larut dalam sebuah cerita entah itu film atau buku, setiap kali aku menemukan manga yang menarik aku pun dengan segera jatuh cinta pada tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Tak cukup dengan hanya mengoleksi serial komiknya, aku melengkapi kekagumanku dengan memburu pernak-pernik dan tak ketinggalan keping-keping cd yang merupakan versi anime dari manga tersebut. Karakter-karakter seperti Tezuka, Shinichi Kudo, Kyo Soma, Sanji, Kenshin dan masih banyak deretan nama karakter lainnya seolah hidup dalam dunia fantasiku. Kelebihan dan kekurangan masing-masing karakter tanpa disadari membentuk sosok impian dalam hidupku. Inilah yang kusebut dengan shotakon versiku. Mengapa harus shotakon ? Yah jika dicermati sebagian karakter favoritku tersebut tergolong muda. Yang paling muda tentu saja si bocah pintar Conan Edogawa yang masih duduk di kelas 1 SD ^^. Demikianlah aku dan teman-teman yang sama-sama bergelut di dunia manga tanpa malu menyebut diri dengan shotakon. Bukan karena menderita penyakit kejiwaan, namun karena kecintaan kami (ku) akan manga. Meskipun ada yang menganggap aneh jika mengingat usiaku sekarang, bagaimanapun kegemaran yang sudah mendarah daging ini tidak bisa kusingkirkan. Sebab di situlah aku mampu mengembangkan seluruh imajinasiku, sejenak melupakan masalah di dunia nyata, ikut berkelanan dalam berbagai petualangan.&lt;br /&gt;"Oh....begitu", demikian akhirnya sebuah pemahaman muncul dari teman yang juga penggemar manga dan anime. Yah memang begitu. Sekarang ini pun waktu-waktu yang seharusnya untuk beristirahat kugunakan untuk berjuang dalam turnamen nasional bersama pangeran-pangeran tenis di Seigakku, berkelana menebarkan kebaikan untuk menebus dosa di masa lalu bersama Sang Battosai, melewatkan masa sekolah yang penuh kenangan dalam Extra Kobayashi, berpetualang demi menjadi raja bajak laut dipimpin oleh kapten Luffy, menebar kengerian yang berawal dari niat baik Light Yagami, dan tentu memecahkan kasus-kasus dengan bantuan Conan alias Shinichi Kudo. Meskipun ada saatnya aku merasa bosan namun pada akhirnya kepada mereka aku selalu kembali untuk menyegarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1608580662366144591?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1608580662366144591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1608580662366144591' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1608580662366144591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1608580662366144591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/10/shotakon.html' title='Shotakon'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/StSKioX-D1I/AAAAAAAAArk/cwJJgSv1etw/s72-c/prince_of_tennis_wallpaper_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1369694623720458773</id><published>2009-10-07T20:23:00.002+07:00</published><updated>2009-11-01T18:53:21.195+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Pahit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti hari-hari sebelumnya hari ini diawali dengan tanpa semangat. Tubuh terasa lesu akibat kurang tidur, bukan karena maraton nonton dorama , melainkan mata sulit terpejam terganggu batuk-batuk selama dua jam penuh di tengah malam. Tak pelak lagi aku menunaikan kewajiban dengan setengah hati, bagaimana tidak jika badan terasa penat di bagian tertentu akibat tekanan ketika menahan batuk, hidung mampet dan pusing kepala akibat kurangnya jatah tidur. Untunglah hari berlangsung dengan santai tanpa kesibukan dan kesulitan berarti. Ditemani musik penenang dan obrolan singkat di siang hari dengan teman di kejauhan sana, akhirnya sore pun menjelang. Namun kejadian pahit yang selama ini berusaha kuhindari terjadi juga. Di saat tubuh dan pikiran telah mencapai batas ketegaran, tak disangka pukulan yang lebih menohok ke batin datang juga. Ingin rasanya aku memaki-maki, melempar sesuatu ke wajah seseorang saat itu juga, namun dengan menahan marah aku tetap harus menampilkan wajah tersenyum.&lt;br /&gt;"Pembeli adalah raja ", demikian ucap seseorang yang telah lama berkecimpung di bidang ini. Namun jika seorang raja menjadi raja lalim alias keterlaluan apa iya bawahan harus tetap tunduk dan melaksanakan perintah ? Bukankah banyak contoh pemimpin-pemimpin lalim yang tumbang oleh pemberontakan rakyat ? Ops, jangan disamakan antara raja  yang ini dengan raja sesungguhnya. Aku tentu menyadari kelangsungan hidupku juga tergantung pada konsumen sebagai salah satu faktornya. Apalagi di tengah persaingan yang kian memanas, segala manuver mulai dari banting harga hingga servis habis-habisan diutamakan. Namun jika harus mendengar nada-nada menggurui sekaligus merendahkan itu lagi, mana mungkin aku bisa menahan diri seperti hari ini untuk kesekian kalinya. Dengan pribadiku yang cenderung emosional dan sensitif ini situasi demikian sungguh tak tertahankan !&lt;br /&gt;Salahkah jika orang bertanya jika tidak tahu ? Haruskah seseorang menjadi segala tahu di waktu yang demikian singkat ? Memang benar jika seseorang memberitahu pada mereka yang tidak mengerti. Tapi apakah penjelasan itu harus dengan cara yang demikian kasarnya ? Itulah dalam hati aku benar-benar marah. "Baka, kuso, damn, sgarbato, pfuit..." seribu umpatan kukeluarkan dalam pikiran. Memangnya aku ini tuli, dungu sehingga harus diberitahu dengan suara lantang berkali-kali ? Kemarahanku pun merambat hingga titik tertinggi, sampai-sampi tak kuasa menahan air mata akibat emosi yang mencapai puncak. Radius kemasygulanku pun bertambah lebar menciprati mereka-mereka yang tidak bersalah. Akibatnya nada-nada ketus dan raut muka sangar pun menjadi pertanda emosiku sore ini. Ah, kenapa sih mereka tidak mau membantu ? Kenapa mereka tidak segera mengambil alih, meskipun tahu aku ini belum mengenal segalanya dengan baik ? Puih, beginilah rasanya mencari rejeki di bawah seorang juragan.&lt;br /&gt;Rupanya sampai saat ini aku belum bisa beradaptasi dengan lingkunganku sekarang. Jika mengingat pekerjaanku dulu, ditambah kejadian hari ini aku semakin menyadari ini bukanlah tempatku. Jiwaku lebih tertarik untuk menyalurkan pengetahuanku kepada mereka yang membutuhkan bimbinganku. Di tengah kerumunan anak, dikelilingi dengan lembaran soal-soal terasa menyegarkan untukku. Mungkin karena aku terbiasa berada di posisi yang lebih tinggi, terbiasa dengan kata 'mengajar' menjadikanku sangat sulit untuk menerima semua ini. Kebiasaan menjadi yang lebih tua dan dihargai membuatku sulit menerima situasi yang penuh dengan suara lantang dan kalimat-kalimat kasar. Ah semoga kepahitan yang kutahan selama ini menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1369694623720458773?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1369694623720458773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1369694623720458773' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1369694623720458773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1369694623720458773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/10/pahit.html' title='Pahit'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-6643332895029336427</id><published>2009-10-03T18:57:00.002+07:00</published><updated>2009-10-03T20:26:17.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Batik, Gempa dan Wakil Rakyat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumat tanggal 2 Oktober lalu status yang tertera pada jejaring sosial facebook hampir semua berkomentar tentang batik. Sehari sebelumnya aku pun sempat membaca sebuah ajakan untuk berpartisipasi mengenakan batik pada hari tersebut. Tak ketinggalan, program televisi apapun jenisnya juga secara eksklusif menayangkan berita seputar batik. Meskipun di tempat aku berada tidak terlihat antusiasme tentang batik dari tayangan televisi dan komentar teman-teman di facebook aku bisa menyimpulkan betapa hari itu Indonesia berubah warna menjadi batik. Sebagian besar orang terutama pekerja kantoran dengan sukacita mengenakan batik. Ada apa gerangan ? Rupanya pesta kostum dengan tema batik itu merupakan bentuk kegembiraan warga negara Indonesia atas dikukuhkannya batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini menjadi penting untuk Indonesia tak lain karena beberapa waktu belakangan ini banyak budaya maupun hasil karya anak negeri yang diakui kepemilikannya oleh negara lain. Sebut saja peristiwa lepasnya beberapa pulau yang seharusnya tergabung dalam NKRI, pengakuan akan hak paten tempe, pengakuan kepemilikan akan lagu dan tarian daerah. Semua pasti mahfum siapa (baca: negara mana) yang dengan seenaknya dan bersikeras menjiplak kalau tidak bisa dibilang mencuri akan produk. dalam negeri tersebut. Nah, penetapan batik Indonesia oleh UNESCO yang notabene badan dunia di bawah naungan PBB tersebut merupakan kemenangan atas perjuangan Indonesia atas klaim batik oleh negara tertentu. Wajar jika pada hari itu warga Indonesia tanpa harus dikomando memakai batik yang menyatakan "Inilah batik Indonesia". Yah, batik meskipun sempat diklaim oleh bagsa lain memang benar-benar Indonesia. Batik tersebar di berbagai daerah dengan ciri khas masing-masing. Motif pun beraneka ragam dan terus bertambah dengan lestarinya pengrajin batik. Batik tidak sekedar coretan di sehelai kain, namun dibalik lekuk leku gambar dan warna batik mempunyai arti yang diyakini kebenarannya oleh rakyat setempat. Jadi jika batik sampai diakui kepemilikannya oleh negara lain, sungguh sebuah hal yang mencoreng muka Indonesia.&lt;br /&gt;Pengakuan dunia akan batik Indonesia merupakan sebuah hiburan tersendiri ketika tanah air sedang dilanda kedukaan beruntun. Belum hilang trauma akan gempa Jawa Barat, gempa dasyat yang memang sudah diramalkan sebelumnya kembali mengguncang bumi pertiwi. Aku tak berani membayangkan seperti apa yang dirasakan saudara-saudara kita di Padang sana. Yah, guncangan kecil beberapa waktu lalu yang terasa di tempatku sekarang pun sudah membuat panik warga setempat, tak terbayang kengerian yang dirasakan mereka yang berada di pusat gempa. Memang Indonesia yang terletak di antara dua lempeng benua menjadi rawan akan bencana alam. Namun pengertian akan kondisi alam tersebut tidak mengurangi ketakutan  akan bencana yang sewaktu-waktu terjadi dan sulit untuk diprediksi. Lihat saja gempa sebesar lebih dari 7 skala Ritcher yang berpusat di Padang ini. Betapa banyak rakyat yang menjadi korban, betapa banyak kerugian yang ditimbulkan. Disaat para wakil rakyat baru dilantik, disaat pemerintah mengucurkan dana milyaran rupiah demi suksesnya acara, gempa dasyat menjadi kado pertama untuk didedah pemerintahan baru nantinya. Ah, semoga gempa kali ini tidak lebih buruk adanya dengan penanganan yang tidak efektif. Jangan sampai sudah jatuh tertimpa tangga pula. Namun naga-naganya kemalangan beruntun tetap terjadi seperti bencana-bencana sebelumnya. Jika apa yang diberitakan itu benar, kemana solidaritas itu pergi ? Harga tiket yang melonjak, bantuan yang tak kunjung didistribusikan, dan entah apa lagi kesalahan serupa yang semakin memperburuk keadaan. Untunglah ada itikad baik dari wakil rakyat terpilih dengan menyumbangkan gaji pertama mereka untuk membantu korban gempa. Semoga niat baik ini tidak hanya terjadi di awal saja, namun tetap dipertahankan sampai kemudianhari ketika rampung masa jabatan mereka. Tunjukkan bahwa apa yang disebut wakil rakyat benar-benar menyuarakan aspirasi rakyat. Buktikan bahwa kali ini lebih baik dari sebelumnya, bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa mengharapkan apa yang disebut dengan balik modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-6643332895029336427?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/6643332895029336427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=6643332895029336427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6643332895029336427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6643332895029336427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/10/batik-gempa-dan-wakil-rakyat.html' title='Batik, Gempa dan Wakil Rakyat'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4440400159747424829</id><published>2009-10-01T18:59:00.003+07:00</published><updated>2009-10-01T20:31:22.377+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Melodi Nan Pelik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SsSumc3gsBI/AAAAAAAAArE/0AsJPvEC-9k/s1600-h/NodameCantabile2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 350px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SsSumc3gsBI/AAAAAAAAArE/0AsJPvEC-9k/s400/NodameCantabile2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387623029849239570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Lagu apaan sih ? Seriosa ya ? Kok, senenge musik kayak gini ?", itu dan masih ada sederet komentar serupa dari orang-orang di sekitarku ketika mendengar daftar file music di perangkat baruku. Kadang aku tak kuasa menahan jengkel ketika mendengar nada meremehkan dari mereka yang notabene tidak tahu namun sok tahu sehingga merasa cukup valid untuk menentukan bagus tidaknya sebuah pilihan. "Selera orang kan berbeda !", ucapku setengah geram ketika untuk kesekian kalinya aku menerima kata-kata nyinyir seseorang. Hmmph...di zaman reformasi alias bebas berpendapat begini masih ada saja personal yang tidak menghargai pikiran (baca : kesukaan) orang lain.&lt;br /&gt;Pepatah lain 'ladang  ladang lain belalang' memang benar. Jika komunitasku dulu cenderung menerima bahkan ikut menikmati apa yang menjadi kegemaranku, lingkunganku sekarang amat sangat berbeda. Meskipun wajar jika ada perbedaan apalagi ketika menyangkut hobby dan seputarnya, namun ketika timbul pendiskreditan mau tak mau emosi pun ikut bicara. Berhubung aku tidak suka ribut-ribut karena masalah sepele, walhasil satu dua sahabat dan terutama wahana blog inilah yang menjadi tempat sampah alias penampungan unek-unek atau lebih tepatnya caci maki yang menumpuk di batin. Namanya juga sahabat, usai berkeluh kesah hati menjadi ringan dengan guyuran simpati atau pun dukungan moril alias ikut naik darah ketika mendengar ceritaku ^^.&lt;br /&gt;Apa sih masalahnya ? Ya, penyebab naik turunnya emosiku kali ini berkisar soal musik, lagu , irama, tembang atau apalah istilahnya untuk menyebut nada-nada apik yang dirangkai menjadi jalinan melodi indah. Aku sendiri pun maklum jika ada orang yang menyebut seleraku terhadap musik aneh. Dengan situasi tempat aku berada dari dulu hingga kini memang kurang pada tempatnya jika mempunyai selera musik demikian. Entah sejak kapan aku mulai menggemari musik instrumental, lagu-lagu seriosa hingga musik yang disebut musik klasik. Meskipun aku sama sekali buta tentang musik klasik (boro-boro memainkan alat musik ^^), telingaku merasa nyaman dengan nada-nada genre tersebut. Sempat vakum beberapa lama akibat kesibukan dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk enjoy dalam kehangatan sebuah lagu seperti dulu, akhir-akhir ini kecintaanku akan musik barat dari abad 18 hingga abad 19 tersebut kembali bangkit. Ada apa gerangan ? Rupanya hobbyku yang satu dengan yang lain berhubungan. Bermula dari sebuah manga (komik Jepang) berjudul Nodame Cantabile yang berlatar belakang pianis, musik klasik, concerto, dan sebagainya inilah ketertarikanku terhadap musik yang menggunakan peralihan dinamik dari lembut  sampai keras kembali tergugah. Kekagumanku akan musik dengan akor 3 nada ini semakin bertambah ketika secara nonstop aku menyaksikan versi dorama dari komik tersebut. Kepiawaian akting si pemeran utama membuatku semakin larut dalam sonata karya Mozart, Brahms, Beethoven  maupun Rachmaninoff. Gara-gara kesengsem berat dengan si konduktor yang jago memainkan piano dan violin, beberapa hari belakangan ini aku menyempatkan diri untuk berburu karya-karya jenius musik klasik tersebut. Jadilah file musikku penuh dengan gubahan orkestra ataupun solo piano yang memainkan sonata, symphony terkenal. Inilah yang menjadi sumber percekcokan diam-diamku. Namun demikian, apapun yang terjadi kecintaanku akan musik ini tidaklah surut. Di tengah heningnya malam, di saat jiwa tidak tenang, tatkala mata sulit untuk terpejam, alunan piano dan lantunan dawai violin meluruhkan gundah dan sedikit demi sedikit lilitan depresi mulai mengendur. Dan pada akhirnya kantuk yang tak kunjung tiba pun mulai menyapa. Inilah sekelumit cerita di balik berjuta puji syukurku akan karunia panca indera yang demikian sempurna. Bagaimanapun peliknya aku setuju saja dengan idiom "emang gue pikirin !!!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4440400159747424829?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4440400159747424829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4440400159747424829' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4440400159747424829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4440400159747424829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/10/melodi-nan-pelik.html' title='Melodi Nan Pelik'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SsSumc3gsBI/AAAAAAAAArE/0AsJPvEC-9k/s72-c/NodameCantabile2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-3780575464500244368</id><published>2009-09-27T14:49:00.003+07:00</published><updated>2009-09-27T16:31:38.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Minal Aidzin Wal Faidzin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepertinya agak terlambat untuk menulis seputar judul di atas. Namun apa boleh buat gara-gara asyik bereksperimen ucapan yang sudah terpublikasi minggu lalu raib akibat kesalahan kecil nan fatal. Beginilah tahun ini aku mengalami lebaran yang penuh warna. Meskipun sedikit 'garing' karena acara kumpul tahunan absen tahun ini karena sulitnya mengatur waktu dan berbagai hambatan lainnya, bisa dikatakan lebaran kali ini aku mendapatkan sesuatu yang baru. Bukan barang baru ( yah ada benarnya juga si ^^) melainkan pengalaman baru. Ya untuk pertama kalinya aku merasakan lebaran para pekerja. Jika dulu setiap lebaran kulalui dengan libur panjang mengikuti kalender pendidikan, kali ini aku hanya sempat mengenyam libur tiga hari. Sebuah aturan tak tertulis untuk kalangan pekerja yang berkecimpung di dunia jasa seperti aku ini. Lebaran justru merupakan momen penting untuk meraup untung sebesar mungkin, tak pelak lagi aku beserta golongan senasib harus mengatur jadwal silaturahmi dengan ketat. Untuk pertama kalinya pula aku merasakan antusiasme pekerja menunggu datangnya THR. Yeah, meskipun sempat was-was tidak kebagian jatah karena belum genap setahun aku disana, akhirnya aku tak henti-hentinya meringis ketika mendapat bagian yang jauh di luar dugaan ^^.&lt;br /&gt;Lebaran, layaknya tahun-tahun sebelumnya lebaran ditandai dengan tumpah ruah orang di pusat perbelanjaan entah tradisional maupun modern. Segala isu krisis seakan tak menghalangi kegembiraan menyambut Idul Fitri yang identik dengan ketupat dan baju baru. Meskipun harus lebih cermat dalam mengatur anggaran, para pengusaha di bidang barang dan jasa tetap kebanjiran rejeki yang memang ditunggu-tunggu tiap tahun. Tak ketinggalan acara mudik menjadi agenda tersendiri di hari lebaran ini. Baik yang merayakan atau pun yang tidak semua turut andil membuat jalan macet. Sebuah rutinitas yang melelahkan dan tak jarang menelan korban namun sukar untuk dilewatkan. Maka jadilah aku menghabiskan hari dengan memandang antrian kendaraaan bermotor hingga mata pun berkunang-kunang. Asyik mengamati petugas yang sibuk mengatur arus lalu lintas di tengah terik matahari dan kepulan debu. Tak sabar ketika menyaksikan ulah usil pengendara yang menyerobot, menggerutu dalam diam ketika melihat preman kampung mengeruk nafkah dari pemudik yang lewat. Lebaran, akankah selalu demikian adanya ? Di tengah kegembiraan tewasnya gembong teroris yang membuat nafas lega, bibit kejahatan seakan tak putus-putusnya menodai kesakralan Idul Fitri. Rupanya berbagai pembenahan pendidikan moral perlu direvisi demi mengantisipasi pudarnya kesetiakawanan dan welas asih antar umat. Semoga dengan kepemimpinan yang baru mampu membawa bangsa menjadi lebih baik lagi. Selamat Idul Fitri 1430 H, Mohon maaf lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-3780575464500244368?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/3780575464500244368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=3780575464500244368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3780575464500244368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/3780575464500244368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/09/minal-aidzin-wal-faidzin_27.html' title='Minal Aidzin Wal Faidzin'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-9154574846680470963</id><published>2009-09-09T16:41:00.004+07:00</published><updated>2009-09-09T17:47:20.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Parcel Lebaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SqeGLSvFRtI/AAAAAAAAAqE/4t4ps0u7l1I/s1600-h/1831d84019b84408.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 95px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SqeGLSvFRtI/AAAAAAAAAqE/4t4ps0u7l1I/s400/1831d84019b84408.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379415808483346130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua minggu terakhir ini aku benar-benar berada di puncak kelelahan. Meskipun bersyukur di siang hari aku tak lagi bengong menghabiskan waktu menunggu jam kerja usai, sedikit banyak aku merasa berat. Baru beberapa waktu lalu aku berbincang-bincang dengan sahabatku mengenai jiwa konsumtif masyarakat Indonesia yang tak kenal resesi ekonomi. Ketika kondisi finasnsial sedang gonjang-ganjing pun tak menyurutkan hobi belanja masyarakat terutama di saat-saat istimewa seperi menjelang hari raya Idul Fitri sekarang ini. Menjelang lebaran, beberapa usaha mendapat kesempatan untuk meraup untung sebesar mungkin. Siapa sih yang tidak ingin hari istimewa umat Muslim dirayakan dengan lebih dari hari-hari biasa ? Demikianlah, imbas dari hari raya membawa efek samping kerja lembur untukku dan teman-temanku. Memang budaya pemberian parcel sudah dilarang di kalangan pejabat, namun tidak di kalangan pekerja dan majikan. Lebaran identik dengan THR beserta parcel pelengkap. Inilah yang menjadi pekerjaan tambahanku selama dua minggu ini. Tak kurang dari dua ratus bingkisan lebaran alias parcel menanti untuk ditata dengan apik. Tak ayal lagi, keluh kesah dan gerutu lirih bertebaran di antara aku dan teman-teman tim pembuat parcel. "Memang pikiran orang kaya dan tak berduit beda", kata seorang teman. Mengapa berbeda ? Ya, bagi sang bos keindahan lebih diutamakan dalam membuat parcel, sedangkan bagi golongan pekerja seperti kami-kami ini lebih memandang isinya ^^ Walau mengomel mau tak mau tangan-tangan kami bekerja cepat sembari mulut menyerocos, menggumam alangkah tak perlunya semua hiasan macam bunga ataupun keranjang hias itu.&lt;br /&gt;Memang jika dipikir-pikir parcel lebih pada sekedar akal-akalan yang muncul dari ide kreatif pelaku pasar untuk menaikkan angka penjualan suatu barang. Seni dan keindahan hingga kini dianggap bernilai sehingga tatanan benda-benda yang sebenarnya biasa ditemui sehari-hari nampak unik dan menggiurkan. Tak heran jika beberapa tahun lalu, usaha parcel demikian merebak terutama pada waktu-waktu tertentu. Sayang, sejak parcel disalah gunakan oknum untuk mencari keuntungan pribadi yang cenderung negatif, menyebabkan usaha parcel mengalami kemunduran yang cukup berarti. Belum lagi ulah pelaku nakal yang mengisi parcel dengan barang-barang kadaluarsa yang tak layak saji demi meraih keuntungan besar. Kondisi demikian benar-benar menjatuhkan penggusaha parcel yang sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;Demikianlah lambat laun parcel sudah tidak menjadi tren di hari raya. Orang lebih memilih 'mentahnya' alias bingkisan berupa lembaran uang yang jelas lebih berguna untuk kebutuhan mendesak. Namun sekali lagi tidak demikian halnya dengan apa yang terjadi di tempat kerjaku. Sang bos hingga kini tetap yakin bahwa aneka makanan lebih cantik jika dibentuk dan ditata layaknya parcel komersil. Walhasil pekerja pun harus lembur menghias keranjang, membentuk mukena menjadi bunga cantik dan menata sembako dalam keranjang dengan rapi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-9154574846680470963?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/9154574846680470963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=9154574846680470963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/9154574846680470963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/9154574846680470963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/09/parcel-lebaran.html' title='Parcel Lebaran'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SqeGLSvFRtI/AAAAAAAAAqE/4t4ps0u7l1I/s72-c/1831d84019b84408.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-8374815220829095012</id><published>2009-08-25T19:37:00.003+07:00</published><updated>2009-08-25T21:36:11.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Rendevouz</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa bulan Ramadhan telah tiba. Tak terasa pula sudah lewat enam bulan aku menjalani kehidupan baruku. Tak terasa setahun sudah masa ketika terakhir kali aku berperan menjadi seseorang yang kuimpikan dan selalu kuinginkan hingga kini. Ah, rasanya baru kemarin aku bersendau gurau dengan mereka. Enam bulan nan penat pun berhasil kulewati dengan baik, meskipun ada sedikit ganjalan disana-sini, setidaknya saat ini aku masih bisa bertahan. Omong-omong tentang penat, akhirnya hari yang kutunggu-tunggu tiba ! Saatnya untuk bersantai sejenak, melepas rindu dengan hingar bingar kota Satria. Meskipun rencana sedikit berantakan karena hal-hal yang sudah kuduga namun tetap membuatku jengkel ^^, jadi juga aku berkumpul dengan sobat-sobatku tersayang. Sehari dua malam aku menghabiskan waktu dengan bercengkerama dan menuntaskan keinginanku untuk kembali mencecap aneka masakan nan lezat, khas kota tempat aku menyelesaikan studi dulu. Saking banyaknya macam penganan yang jauh-jauh hari sudah kurancang untuk kunikmati, tak pelak jarum timbangan bergerak naik ^^. "Masa bodohlah ", pikirku. Ya, kesempatan untuk bertandang rutin ke kesana seperti tahun lalu memang telah jarang. Wajar jika libur sehari bertepatan dengan perayaan hari kemederkaan bangsa ini kugunakan dengan sebaik mungkin. Aku bahkan merelakan rencana B-ku di hari itu. Hasilnya sungguh bahagia tak terkira ! Layaknya baterai yang telah berkedip-kedip, dua hari itu kugunakan untuk 'mengecas' penuh-penuh semangatku. Ditemani adik dan sahabat tercinta, aku memuaskan diri untuk kembali menyusuri rute-rute yang dulu biasa kutempuh ketika ingin refreshing sejenak. Kaki pegal, tenggorokan sakit akibat batuk yang tak kunjung sembuh tak mengurangi kegembiraanku akan wisata hari itu. Udara subuh nan segar mengingatkanku akan keberadaan sahabat (Sasuke-kun) yang sayangnya tidak bisa turut dalam temu kangen waktu itu. Walau mata berat akibat kurang tidur, badan lesu karena kelelahan berjalan-jalan tak mengurangi keceriaanku akan hari itu. Thank you very much Kyon, Signora Kaka !&lt;br /&gt;Bulan Agustus menjadi bulan favoritku tahun ini. Bulan dimana akhirnya aku bisa berkunjung kembali ke tempat favoritku. Bulan dimana aku bisa puas mencubit pipi chubby Kyon ^^. Bulan dimana dia ada di dunia ini (meskipun nyaris aku melupakannya kalau saja aku tidak memimpikannya ^^).  Bulan dimana aku menghabiskan malam dengan memelototi karakter favoritku. Bulan dimana aku bisa membaur dengan lingkungan dengan lebih baik lagi.  teristimewa di penghujung bulan, tibalah saat untuk meraih pahala sebesar-besarnya. Marhaban ya Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-8374815220829095012?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/8374815220829095012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=8374815220829095012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/8374815220829095012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/8374815220829095012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/08/rendevouz.html' title='Rendevouz'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-5923916451081798969</id><published>2009-08-13T19:13:00.004+07:00</published><updated>2009-08-13T21:26:57.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Fresh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SoQfND5N3QI/AAAAAAAAAp8/GFHfQgg1_NI/s1600-h/fi0000920136_mi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 267px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SoQfND5N3QI/AAAAAAAAAp8/GFHfQgg1_NI/s400/fi0000920136_mi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369450964976524546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkungkung dalam rutinitas pada akhirnya selalu membuatku jenuh. Layaknya seorang Gemini yang pembosan, aku tidak betah mengerjakan suatu hal dalam waktu lama. Sayangnya sesuatu itu kali ini mau tak mau harus kujalani dan entah sampai kapan akan berakhir alias berganti ke hal yang baru. Setiap hari berangkat pagi, pulang sore waktu pun dengan cepat berubah ke malam dan kembali lagi pagi menjelang. Begitulah yang kurasakan, waktu seakan bergulir demikian cepatnya meskipun dari dulu jumlah detik dalam satu hari tetap sama.&lt;br /&gt;Untuk sekedar menekan jenuh malam hari pun kuisi dengan berbagai macam aktivitas  favoritku. Jika tidak sedang kelelahan, dalam posisi santai aku tenggelam dalam petualangan vampir keren yang buku dan filmnya sedang laris manis di pasaran. Usai terpesona berat dengan vampir vegetarian aku pun beralih menghibur diri dengan maraton serial klasik hasil rampokan dari seorang teman ^^. Menilik gambar sampulnya dan membaca review di cover belakang aku sempat sangsi akan keapikan serial ini plus aku sama sekali tidak mengenal para pemain utamanya. Iseng-iseng aku pun memutar seri perdananya, dan tak perlu menunggu ke seri-seri berikutnya aku sudah sepenuhnya tertarik dengan jalinan cerita serial berjudul Four Warrior ini. Ya, aku yang keranjingan dengan detektif Conan bisa dipastikan akan menyukai kisah-kisah bergenre serupa. Apalagi latar belakang cerita yang mengambil tempo zaman dinasti Sung yang sudah tentu atribut macam pakaian, rumah, dan pemandangan disesuaikan dengan masa itu. Aku pun bernostalgia dengan hamparan pegunungan batu yang khas negeri tirai bambu, kibasan kipas kertas, gemulainya perempuan cantik dalam balutan tradisional China kuno dan kewibawaan tokoh utama pria dalam berbicara dan bertindak. Dalam sekejap aku pun larut dalam ketegangan ketika menguak kasus demi kasus. Saking seriusnya aku menikmati kepiawaian detektif jadul dalam menelusuri kasus tak terasa tiga hari berturut-turut aku tidur teramat sangat larut. Meskipun pagi harinya aku terkantuk-kantuk, hati terasa puas dan stress sedikit menipis. Demam serial ini pun berlanjut akan kegemaranku mendengarkan musik dan lagu oriental. Beberapa hari berikutnya aku ayik berburu lagu-lagu dengan musik oriental yang kental. Ah, damai rasanya mendengarkan melodi mellow diiringi dentingan kecapi dengan lirik yang dinyanyikan dengan indah dalam bahasa yang sangat kusukai. Jadilah hari demi hari kulewati dengan senandung musik oriental, mengenang kembali kegemaranku di masa lalu. Waktu luang di siang hari pun tak lagi kuhabiskan dalam kantuk melainkan terisi dengan adegan-adegan dramatis dan kelebatan sosok rupawan detektif era dinasti Sung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-5923916451081798969?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/5923916451081798969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=5923916451081798969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5923916451081798969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5923916451081798969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/08/fresh.html' title='Fresh'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SoQfND5N3QI/AAAAAAAAAp8/GFHfQgg1_NI/s72-c/fi0000920136_mi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-6766955381174825600</id><published>2009-08-03T19:08:00.004+07:00</published><updated>2009-08-03T20:51:08.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Manusia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan pandangan dalam menyikapi suatu hal memang lumrah terjadi. Yang menjadi masalah adalah ketika perbedaan itu menjadi bibit perselisihan tanpa adanya usaha untuk mengambil solusi terbaik. Perbedaan semakin meruncing ketika ego masing-masing lebih dominan dari akal sehat untuk lebih bijaksana dan mencoba memahami pemikiran orang lain. Baru-baru ini aku mengalami pengalaman berharga meskipun sedikit menjengkelkan. Kurang lebih lima bulan aku menghabiskan hari dengan duduk manis, mengamati hiruk pikuk kendaraan yang semakin hari makin memenuhi jalan bergelombang akibat tak kuat menahan beban berton-ton tiap menitnya. Lokasi tempatku mencari penghasilan terletak di sebuah perempatan. Meskipun pasar tradisional sudah direlokasi rupaya kepadatan di daerah tersebut masih parah. Hilir mudik kendaraan seakan tak pernah berhenti dengan kecepatan yang berbeda dan pada umumnya melaju cukup kencang. Tak urung kecelakaan acapkali terjadi terutama dari kendaraan yang melaju dari arah timur-barat dengan kendaraan yang hendak menyeberang ke utara-selatan. Aku pun sering menjadi saksi keteledoran pengendara yang tak jarang berbuah kecelakaan maut. Demikianlah kondisi jalan yang menikung, dan bergelombang tanpa adanya traffic light yang mengatur laju kendaraan ditambah pengendara yang kadang sembrono menjadi penyebab kecelakaan terjadi di sekitar perempatan tersebut. Sehubungan dengan hal itu, aku pun berpikir alangkah baiknya jika traffic light diadakan untuk mengurangi kecelakaan akibat proses menyeberang sembarangan. Rupanya tidak hanya aku yang berpikir demikian, teman-teman yang sama-sama menjadi saksi setiap terjadi kecelakaan pun berpendapat serupa. Aku pun memutuskan untuk mengirimkan sms saran ke rubrik Piye Jal di sebuah harian yang memang diadakan untuk menampung saran, kritik dan unek-unek pembaca.  SMS yang berisi sebuah pendapat sehubungan dengan respon adanya traffic light baru yang justru menyebabkan macet dan keefektifan traffic light jika dipasang di perempatan lokasi tempat kerjaku sekarang. Tiga hari kemudian smsku pun terpampang di harian tersebut, "wah, semoga pihak terkait mau menanggapi dengan segera dan mengambik tindakan terbaik", demikian pikirku. Nah, tak lama kemudian hpku berdering, pertanda ada pesan masuk. Waktu kulihat pesan berasal dari nomor tak dikenal. Betapa kagetnya aku ketika aku membaca pesan tersebut. Rupanya pesan tersebut merupakan respon dari smsku ke rubrik Piye Jal. Serta merta aku merasa jengkel bukan main. Aku pun mencoba untuk bersabar dan lebih arif, kutekan keinginanku untuk balas memaki-maki pengirim sms tersebut. Bukannya mendapat respon positif, kalimat bernada marah dan cenderung tidak sopan alias menghina terpampang di layar hpku. Dalam hati aku bertanya-tanya siapa dan apa posisi si pengirim sms sampai mengeluarkan kata-kata tersebut. Bukannya ikut mendukung pengadaan traffic light, si pengirim justru mempertanyakan pola pikirku. " Apa gunanya rumah sakit, apa gunanya traffic light", demikian sedikit isi sms tersebut. Waduh, ada apa nih ? Bukankah dengan adanya traffic light justru menambah keamanan penyeberang jalan sehingga memperkecil angka kecelakaan ? Apakah si pengirim berkepentingan dalam artian mendapat keuntungan jika terjadi kecelakaan ? Mau tak mau berbagai pertanyaan pun muncul di benakku. Akhirnya dengan hati-hati aku membalas sms tersebut, dengan merendah aku menjelaskan alasan mengapa aku berpendapat bahwa traffic light lebih efektif jika ditempatkan di perempatan. Sayangnya harapanku untuk mengenal lebih jauh si pengirim tidak terwujud. Hingga kini tidak ada respon dari sms balasanku yang lumayan panjang itu. Padahal aku ingin mengetahui apa alasan si pengirim hingga bereaksi demikian keras.&lt;br /&gt;Ya, pikiran dan hati setiap orang memang berbeda. Namun tidak semestinya emosi dan ego masing-masing dikedepankan tanpa mendengar alasan seseorang dalam berbuat dan berucap. Sayangnya inilah kelemahan bagi sebagian orang. Tanpa memahami duduk perkara langsung saja menuding yang tidak-tidak. Saran dan pendapat yang tidak sejalan dengan pikirannya langsung divonis sebagai bentuk penentangan. Hmmm....agaknya manusia harus lebih giat belajar untuk mengontrol emosi. Hal yang amat susah untuk dilakukan. Lihat saja wakil rakyat kita yang berulang kali nyaris baku hantam di ruang sidang. Cermin buruk emosi yang kurang terkontrol sehingga adu mulut dan fisik menjadi solusi dalam sebuah permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-6766955381174825600?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/6766955381174825600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=6766955381174825600' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6766955381174825600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6766955381174825600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/08/manusia.html' title='Manusia'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4049986815245468459</id><published>2009-07-25T19:19:00.003+07:00</published><updated>2010-03-06T21:48:22.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='per te'/><title type='text'>Tamu Dari Bali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penat yang melanda sekujur tubuh setelah seharian beraktivitas membuatku jatuh tertidur di tengah kebimbangan akan kepastian kedatangan seorang sahabat. Begitu terbangun waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh lewat, dengan heran aku menyambar handphoneku siapa tahu ada kabar terbaru. Ternyata tidak ada, akhirnya aku pun menekuri baris-baris kalimat dalam novel New Moon yang tengah kubaca. Saking asyiknya mengikuti petualangan Bella Swan bersama werewolf membuatku tak menyadari kedatangan sosok yang telah ditunggu sejak tadi. Terganggu bayangan yang membuat tulisan dalam novel menjadi buram membuatku mendongak dan olala ternyata si tamu dari Bali sudah sampai.&lt;br /&gt;Setelah berbasa-basi sebentar alias menodong oleh-oleh ^^ kami pun memutuskan untuk berjalan-jalan. Maklum kondisi tidak memungkinkan untuk mengobrol di rumah sementara bahan obrolan sudah tidak bisa ditahan dan menyerempet ke hal-hal krusial yang akhir-akhir ini selalu diperbincangkan lewat telepon. Kebetulan aku belum menyantap jatah makan malam, tak lama kemudian kami pun berjalan pelan menyusuri satu-satunya jalan utama yang membelah melintasi kota. Meskipun tergolong kecil dan belum bisa dikategorikan sebagai kota, jalan-jalan di malam hari menjadi kesenangan tersendiri. Sinar lampu jalan menerangi lalu lalang kendaraan dan orang-orang yang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Harum aneka masakan dari warung-warung tenda yang berderet di sepanjang jalan menggugah selera, membuatku sulit menentukan pilihan untuk menyambangi salah satunya.&lt;br /&gt;Perjalanan pun tiba di penghujung deretan kaki lima, akhirnya aku mantap untuk mencicipi lezatnya mie rebus yang terkenal enak dengan harga terjangkau di sini. Sahabat yang semula enggan pun tergoda untuk ikut bergoyang lidah, tak tahan mencium aroma yang menguar dari penggorengan ^^. Perbincangan pun terus mengalir di sela-sela nikmatnya sajian serba hangat nan menggoda.&lt;br /&gt;Ah, lega rasanya ketika berhadapan langsung, saling membagi cerita dan meminta pendapat. Keraguan dan kekhawatiran akan suatu hal sedikit berkurang setelah saling berkomentar tentang perjalanan hidup. "Tidak ada kata terlambat", katanya. Yah, waktu memang terus berjalan, namun suatu saat pasti akan tiba masa seseorang menemukan jalan hidupnya. Tak terasa malam pun semakin larut. Malam pun berakhir dalam gelak tawa ketika berbagi cerita lucu diriku yang ketiban sial ^^, menjajal oleh-oleh khas Bali yang membuatku kecanduan dan waktu menunjukkan pukul duabelas malam ketika aku sudah tak bisa menahan kantuk yang menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4049986815245468459?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4049986815245468459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4049986815245468459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4049986815245468459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4049986815245468459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/07/tamu-dari-bali.html' title='Tamu Dari Bali'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1181125940541998472</id><published>2009-07-21T18:39:00.003+07:00</published><updated>2009-07-21T20:25:59.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Indonesia Berduka Lagi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;"Teroris harus dihukum mati dua kali. Pertama sudah membunuh orang tak berdosa. Kedua MU jadi batal ke Jakarta !!!!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebaris pesan singkat dari seorang sahabat membuatku semakin miris. Ketenangan selama beberapa waktu sejak teror bom terakhir terusik dengan meledaknya bom bunuh diri di dua tempat dalam waktu yang hampir bersamaan. Di tengah kegelisahan menantikan laga antara MU dengan timnas Indonesia All Star, di antara hiruk pikuk hasil Pilpres yang penuh masalah tak dinyana guncangan teror bom kembali terjadi. Kaget dan tak percaya kurasakan ketika seorang teman memberi kabar berita duka tersebut. Benar saja, hingga hari ini headline di berbagai media menampilkan kronologis, imbas dan perkiraan motif di balik pengebomam tersebut. Kutukan yang pernah terlontar ketika teror serupa terjadi di Bali kembali mencuat dari kubuk hatiku. Empati akan banyaknya korban yang berjatuhan membuat kemarahanku akan si pelaku semakin berkobar.&lt;br /&gt;Ya aku tak pernah mengerti mengapa seseorang demikian tega untuk melakukan perbuatan terkutuk itu. Menorehkan luka di hati orang-orang tak berdosa, memperkeruh dan merusak ketenangan di tengah kondisi damai. Menyimak sekelumit keterangan mengenai pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan JI, mengingatkanku akan tiga gembong teroris yang telah dieksekusi. Muak selalu kurasakan jika teringat kalimat-kalimat nyinyir yang keluar dari mulut tiga terdakwa mati tersebut. Ya, menurutku tidak pada tempatnya mereka mengatasnamakan Tuhan ketika membantai orang-orang yang tak bersalah. Sungguh, aku tak mengerti jalan pikiran pelaku ketika mereka membenarkan diri dalam keyakinan untuk mati syahid. Aku semakin tak mengerti ketika mengetahui pelaku bom bunuh diri justru berasal dari kalangan yang dikenal beriman oleh masyarakat sekitar. Mungkin aku belum bisa berada di posisi menilai dari sudut religi, namun jika menyimak pernyataan-pernyataan pemuka-pemuka agama aku merasa lega karena pada dasarnya pendapat mereka sama, mengutuk dan tidak ada pembenaran atas keyakinan pelaku yang mengharapkan surga. Bukankah membunuh diri sendiri adalah dosa yang tak termaafkan ? Ditambah menghilangkan nyawa orang lain yang tak berkaitan, meninggalkan penderitaan bagi keluarga yang bergantung pada mereka, apanya dari semua itu yang dinilai benar di mata Tuhan ?&lt;br /&gt;Ah, mengapa harus terjadi di tanah air tercinta ini ? Di tengah kemerosotan dan upaya untuk mengembalikan citra bangsa di mata dunia justru terjadi hal  yang kembali mencoreng nama Indonesia. Jangan heran jika peringatan untuk tidak berkunjung ke Indonesia digalakkan kembali. Amatlah wajar jika tim sebesar Manchester United mengurungkan niat untuk bertandang ke Senayan, apalagi mengingat hotel yang sedianya menjadi tempat mereka menginap menjadi sasaran bom. Inikah yang diinginkan para pelaku ? Menghancurkan kepercayaan dunia terhadap stabilitas Indonesia ? Tidakkah mereka berpikir jauh ke depan imbas perbuatan mereka yang lebih merugikan rakyat biasa ? Lihatlah kekecewaan penggemar MU yang jauh-jauh hari memimpikan melihat tim kesayangannya secara langsung. Lihatlah tampang kalah pedagang souvernir yang tak jadi menangguk untung di tengah sulitnya mengais rupiah. Dan yang paling menyakitkan, lihatlah tangis dan pandangan khawatir akan masa depan para korban baik yang selamat atau yang ditinggalkan anggota keluarga. Semoga tidak pernah ada lagi kejadian tragis ini. Semoga tidak ada lagi korban yang tertipu kalimat indah kelompok makar yang bertujuan merusak kedamaian. Ingatlah akan keluarga, ingatlah akan sesama dan ingatlah akan keyakinan yang tak mungkin menyesatkan jika dijalankan dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1181125940541998472?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1181125940541998472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1181125940541998472' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1181125940541998472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1181125940541998472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/07/indonesia-berduka-lagi.html' title='Indonesia Berduka Lagi'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7422357305594732746</id><published>2009-07-18T19:15:00.003+07:00</published><updated>2009-07-18T21:25:14.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='all about book'/><title type='text'>Eksotisme Vampir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SmHYryty66I/AAAAAAAAAps/XDFbg6Lp2pA/s1600-h/twilight+poster.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 282px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SmHYryty66I/AAAAAAAAAps/XDFbg6Lp2pA/s400/twilight+poster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359803278407429026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebetulnya sudah sedari tahun lalu seorang teman merekomendasikanku untuk membaca novel roman berjudul Twilight. Namun berhubung keuangan masih terbatas, waktu itu aku tidak serta merta mengiyakan untuk menambah koleksi dengan novel bergenre roman tersebut. Apalagi setelah bertanya kepada 'master' novel yang selalu menjadi acuanku untuk membaca ataupun mengoleksi sebuah buku, semakin mantap pula aku memutuskan untuk menempatkan Twilight ke nomor buntut dari sekian daftar tunggu bacaan yang bakal menjadi penghuni rak bukuku. Sejujurnya waktu itu aku sempat merasakan dorongan kuat untuk segera membawa buku itu ke meja kasir. Ya, aku yang saat itu sedang gemar dengan fiksi tentang vampir berkat serial Darren Shan, tertarik ketika membaca ringkasan yang tertera di cover belakang buku terjemahan Twilight tersebut. Namun akhirnya aku urung membeli ketika sang master menggambarkan tipe novel tersebut. Maklum, akhir-akhir ini aku sedang bosan menambah koleksi buku-buku love strory yang termasuk kategori ringan. Tentu itu akibat pengaruh master yang doyan fiksi dengan tema cerita yang di luar kebiasaan namun pada kenyataannya banyak disukai pembaca buku di mana pun.&lt;br /&gt;Pada akhirnya aku berhasil membujuk temanku yang keranjingan novel ala Harlequin untuk membeli seri lengkap buku karangan Stephany Meyer tersebut. Tersenyum puas akhirnya keinginanku untuk membaca karya asli yang telah difilmkan ini terkabul dengan gratis pula ^^.  Bab-bab pembuka kulalui dengan cepat, dan dengan cepat pula aku kesengsem dengan figur Edward Cullen, tokoh utama buku ini yang diceritakan adalah seorang Vampir. Baru kali ini aku benar-benar memahami kekaguman sahabatku akan tokoh vampir. Tak dipungkiri jika keterpesonaaanku akan sosok Edward dipengaruhi oleh versi film yang diperankan dengan baik oleh aktor ganteng jebolan Harry Potter ^^.  Ketika membayangkan sosok Edward yang dideskripsikan sebagai cowok nan sempurna otomatis di benakku terbayang wajah Robert Pattinson. Semakin jauh membaca aku semakin tepesona dengan karakter Edward (baca : vampir) yang demikian elegan, kuat dan misterius. Aku jadi ingat ucapan sahabat yang mengatakan bahwa vampir itu seksi ^^. Ya, kini aku paham akan jalan pikiriannya. Kemisteriusan vampir yang telah  melegenda dengan mitos-mitosnya memak menarik untuk disimak. Sebuah fiksi yang terasa benar menghidupkan karakter penghisap darah itu menarik utnutk diolah dalam berbagai versi. Uniknya sosok vampir yang pada kenyataanya adalah makhluk malam yang hidup di gua tersebut digambarkan nyaris serupa dalam berbagai kisah. Perbedaan mengenai vampir hanya berkisar seputar sifat dan karakter tentang vampir. Sedangkan mengenai penggambaran fisik vampir nyaris sama. Vampir dikatakan sebagai sosok manusia yang kuat, berkulit pucat, dengan lingkaran gelap  di mata dan kehausan akan darah sebagai menu santapan utama. Hampir di setiap kisah tentang vampir yang kubaca, tokoh yang tergolong dalam kategori makhluk penghisap darah ini selalu menjadi pusat perhatian dengan penampilannya yang misterius. Hanya saja di buku tetralogi milik Meyer ini tokoh vampir digambarkan dengan berlebihan. Luar biasa tampan dan cantik dengan tubuh sempurna semakin mengukuhkan daya tarik vampir yang sebenarnya berbahaya bagi manusia tersebut. Tak heran jika Twilight begitu 'booming' baik buku maupun filmnya meskipun jalan cerita tergolong datar dan biasa-biasa saja. Bagaimanapun saat ini aku layaknya Bella Swan, mabuk dengan pesona Edward Cullen sang vampir baik. Dan beberapa hari ini pun kulalui dengan menyimak kata demi kata dari novel yang berakhir pada buku keempat Breaking Dawn.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7422357305594732746?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7422357305594732746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7422357305594732746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7422357305594732746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7422357305594732746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/07/eksotisme-vampir.html' title='Eksotisme Vampir'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SmHYryty66I/AAAAAAAAAps/XDFbg6Lp2pA/s72-c/twilight+poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-5822170449149866522</id><published>2009-07-14T19:40:00.003+07:00</published><updated>2009-07-14T21:05:11.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Back To School</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Liburan sekolah akhirnya usai. Anak-anak sekolah dari berbagai tingkatan terlebih orang tua mereka sibuk mencari perlengkapan dan mendaftarkan putra-putri mereka di sekolah-sekolah terbaik. Program pemerintah yang mencanangkan sekolah gratis hingga tingkat SMP menjadi isu paling santer di dunia pendidikan. Orang tua yang mempunyai anak-anak usia SD-SMP pun bersuka cita dengan keputusan tersebut. Beban pendidikan akhirnya bisa berkurang dengan bentuk realisasi 20% anggaran pendidikan tersebut. Namun lagi-lagi indikasi terjadinya pelanggaran mengenai aturan gratis tersebut mulai tercium. Satu persatu laporan mengenai pelanggaran biaya pendidikan masuk ke tangan dinas. Mulai dari ditolaknya seorang anak di daerah Jatim karena tidak sanggup membayar uang masuk hingga sistem 'sogok' agar bisa masuk ke sekolah unggulan.&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud membela salah satu pihak sebagai seseorang yang pernah berkecimpung di dunia pendidikan kiranya cukup pada tempatnya jika aku mencoba membedah program sekolah gratis ini. Jika dipikir lebih jauh guna merealisasikan sekolah yang benar-benar gratis itu sangatlah sulit. Terlebih bagi sekolah swasta, masih jauh dari harapan untuk menggratiskan biaya pendidikan. Pemerintah memang mengucurkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) namun jika dihitung secara rinci dana yang hanya sekian puluh ribu per kepala tersebut tidak cukup untuk biaya operasional bulanan sekolah. Meski dihitung secara hemat dan cermat BOS tida mencukupi untuk kebutuhan harian macam alat tulis, buku pelajaran, alat peraga biaya perawatan komputer, bahan-bahan laboratorium, honor guru tidak tetap dan biaya pelatihan baik untuk guru maupun siswa. Belum lagi pencairan dana BOS yang harus menunggu setiap tiga bulan sekali. Maka tak heran jika sekolah menarik pungutan yang acapkali disamarkan sebagai sumbangan ini itu. Tanpa berpikir negatif terlebih dulu, berdasarkan pengalamanku dulu sumbangan tersebut digunakan untuk menutup kekurangan biaya yang mau tidak mau harus dilakukan. Meskipun kadang terasa berat mengingat kondisi ekonomi orang tua yang pas-pasan, langkah tersebut tetap diambil tentu dengan pertimbangan dan memberi keringanan pada mereka yang benar-benar tidak mampu. Pada sekolah yang multi latar belakang ekonomi, masih bisa dilakukan sistem subsidi silang sehingga bisa meringankan beban ekonomi lemah. Namun bagi sekolah yang sebagian muridnya berasal dari menengah ke bawah, perangkat sekolah harus putar otak agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dan mampu menghasilkan siswa-siswa berprestasi. Kadang guru honorer pun harus menerima gaji di bawah standar dan tidak dibayarkan tepat pada waktunya.&lt;br /&gt;Demikianlah situasi pendidikan di tanah air. Di satu pihak banyak sekolah yang sekarat karena kekurangan murid. Di lain pihak sekolah kebanjiran peminat hingga rela melakukan suap demi mendapatkan satu kursi di sekolah tersebut. Terlebih dengan dilakukannya UU BHP yang seolah melegalkan institusi pendidikan menarik sumbangan dengan dalih demi kelangsungan sekolah. Rasanya anggaran 20% tidak menjamin semua anak Indonesia bisa mengenyam bangku sekolah hingga perguruan tinggi. Lihat saja kondisi sekarang, meskipun ada embel-embel sekolah gratis tetap saja mereka yang tidak mampu sulit untuk bisa menjadi siswa. Biaya pendidikan terutama di perguruan tinggi semakin meningkat dari tahun ke tahun.  Mulai dari kurikulum yang selalu berganti yang berimbas pada bergantinya buku-buku materi pelajaran, hingga dana khusus yang tak sedikit jika ingin bersekolah di tempat bonafid dan bertaraf nasional hingga internasional. Bagaimana mungkin mutu pendidikan kita bisa lebih baik jika bibit-bibit unggul di daerah terhalang oleh biaya ketika ingin menimba ilmu. Agaknya pendidikan perlu dibenahi lagi bagi pemerintahan yang baru kelak. Bukan hanya sekedar gratis, namun memastikan bahwa semua anak bisa menuntaskan wajib belajar dengan layak dan memuaskan demi meningkatkan kualitas SDM kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-5822170449149866522?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/5822170449149866522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=5822170449149866522' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5822170449149866522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5822170449149866522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/07/back-to-school.html' title='Back To School'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4922821696222753503</id><published>2009-07-11T19:17:00.004+07:00</published><updated>2009-07-14T19:38:20.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Satu Putaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya tiba juga saatnya Indonesia menjalankan Pilpres secara langsung untuk kedua kalinya. Hari pencontrengan Pilpres ini pun menjadi hari yang kutunggu, bukan saja karena ingin menyalurkan aspirasi melainkan juga hari itu sekaligus merupakan hari libur nasional. Sayangnya rencana libur yang telah kususun berantakan sebelum waktunya gara-gara keputusan atasan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Jadilah hari itu pagi-pagi benar aku berangkat ke TPS, antisipasi antrian panjang supaya tidak terlambat masuk kerja. Sayangnya, meskipun aku datang tepat waktu, tetap saja aku harus menunggu setengah jam untuk menggunakan hak pilihku yang hanya berlangsung kurang dari lima menit.&lt;br /&gt;Meskipun KPU belum   mengumumkan secara resmi pemenang Pilpres kedua ini, berdasarkan hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survei telah menunjukkan kesamaan hasil akhir yang merujuk kemenangan telak salah satu capres. Mengingat pileg lalu, hasil quick count tidak berbeda jauh dengan hasil perhitungan manual KPU, maka hampir bisa dipastikan capres incumbent melanjutkan pemerintahannya untuk lima tahun ke depan. Rupanya anjuran untuk Pilpres sekali putaran berhasil juga yang berarti menghemat dana sekian triliun yang notabene bisa digunakan untuk kepentingan mendesak lainnya.&lt;br /&gt;Sebuah kemajuan yang menguntungkan bagiku di tempat kerja membuatku lebih kerasan menghabiskan waktu delapan jam setiap harinya di sana. Sehari lalu, di antara aktivitas rutin membaca harian yang baru dua bulan ini berlangganan, aku menemukan sebuah artikel menarik mengenai jalannya pilpres di Indonesia. Tulisan berupa hasil wawancara dengan seorang dosen psikologi UI ini membedah jalannya pilpres dan menganalisa penyebab suksesnya pilpres satu putaran. Menurut beliau tidak ada tantangan dalam pilpres kali ini. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei sebelum dan sesudah pilpres yang tidak berbeda jauh. Artinya upaya tim sukses dalam berkampanye baik melalui media iklan, terjun ke lapangan dan penampilan dalam debat tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan memilih. Sejak awal masyarakat telah menetapkan pilihan, dan publikasi visi misi serta taburan janji hanya mempertegas pilihan mereka terhadap satu pasangan calon.  Sebagian pemilih lebih menggunakan kriteria personal dalam menentukan pilihan. Hanya sekitar 20 % dari mereka yang mendedah visi misi calon sebelum memilih. Maklumlah menurut survey yang telah dilakukan persentase pemilih adalah ibu rumah tangga dan putra putri yang dianggap kurang mengerti ranah politik. Tak heran jika mereka memilih berdasarkan pribadi yang sesuai dengan kriteria pemimpin ideal.&lt;br /&gt;Beliau menyatakan bahwa di Indonesia belum sepenuhnya bisa menilai calon pemimpin berdasarkan kinerja mereka. Walhasil dari muka-muka lama yang mencalonkan diri mereka lebih memilih pada pasangan calon yang dirasa paling bisa menciptakan kondisi yang nyaman.&lt;br /&gt;Yah, apapun hasilnya ini adalah hasil pilihan rakyat. Sebaiknya pihak yang menang tidak merendahkan yang kalah, sebaliknya pihak yang kalah musti bersikap 'legawa'. Pada akhirnya sebuah tugas besar menanti pemerintahan yang baru untuk segera memulihkan situasi yang belakangan ini semakin memburuk. Tentunya rakyat menjatuhkan pilihan mereka dengan harapan pemerintah baru merealisasikan janji-janji mereka tidak hanya sekedar bagi-bagi kursi di pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4922821696222753503?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4922821696222753503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4922821696222753503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4922821696222753503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4922821696222753503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/07/satu-putaran.html' title='Satu Putaran'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-1992008360844504448</id><published>2009-07-08T18:40:00.002+07:00</published><updated>2009-07-08T20:15:56.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entertainment'/><title type='text'>You're Not Alone</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SlSb29Yh34I/AAAAAAAAApk/hRB3s3BXxE0/s1600-h/michael-jackson.thumbnail.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 101px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SlSb29Yh34I/AAAAAAAAApk/hRB3s3BXxE0/s400/michael-jackson.thumbnail.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356077225343049602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesepian menjadi musuh alami yang timbul dari diri sendiri. Kesuksesan, kepopuleran tak menjamin seseorang untuk tidak mengalami sepi meski hanya sekali. Kira-kira seperti itulah yang dirasakan oleh King of Pop menurut biografi yang dilansir dari berbagai media. Yah, setelah dua pekan kontroversial akhirnya sang legenda MJ diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya. Begitulah meski harus melawan kantuk dan penat, aku dengan setia mengikuti MJ Funeral yang digadang-gadang bakal melebihi prosesi pemakaman Lady Di. Benar juga, acara yang ditayangkan hampir oleh seluruh stasiun televisi swasta ini berlangsung begitu megah layaknya penghormatan terakhir bagi sang raja. Artis-artis ternama bergantian membawakan elegi dan menyanyikan lagu-lagu almarhum sebagai kenangan akan kisah sukses sang legendaris. Puluhan ribu penggemar dengan semangat mengelu-elukan nama idola mereka. Aku pun tak kuasa menahan tangis ketika melihat dan mendengar kata perpisahan dari putri tercinta MJ. "I love him so much", kalimat ini menyadarkan kembali bahwa MJ adalah seorang manusia pada umumnya.&lt;br /&gt;Meskipun aku bukan fans fanatik seorang MJ, seperti sebagian pecinta musik di dunia pastilah mengenal setidaknya satu lagu yang dipopulerkan olehnya. Lebih dari sepuluh tahun lalu aku terpesona dengan keunikan lagu Black Or White. Lagu yang dibawakan setelah MJ menuai kontroversi dengan perubahan warna kulitnya itu menurutku sangat unik dan begitu mendalam di tengah isu rasis yang tetap ada hingga kini. Dimulai dari situlah aku mengenal seorang MJ sebagai penyanyi bertalenta yang selalu mencetak hits. Aku pun pada akhirnya mengenal dan menyukai hits-hitsnya yang kebanyakan bertema 'save the world'. Siapa yang tidak mengenal Heal The World yang menjadi lagu wajib di setiap acara berbau 'charity' ?&lt;br /&gt;'You are not alone", sebuah lagu penyemangat nan manis pun tak luput dari perhatianku. Lirik demi lirik di lagu ini begitu menyentuh, mengobati sepi yang kadang kurasakan di saat-saat penuh beban. Menelusuri kisah hidup MJ, kiranya lagu ini mencerminkan keinginannya untuk mengobati kesepian yang acapkali dirasakan olehnya. Yah, seperti kisah nama besar lainnya yang berakhir dengan tragedi, demikian pula dengan akhir hidup MJ. Menutup mata di tengah semangat untuk 'come back' semakin menimbulkan kerinduan khususnya bagi fans setianya. Sungguh ironis melihat kebangkitan King of Pop di dunia entertainment justru berawal dari kematiannya. Bagaimanapun Michael Jakson adalah legenda. Meskipun raganya tiada, meskipun noda kehidupan mewarnai hidupnya, karyanya akan selalu dikenang dan tetap melekat di hati penggemar. Karena dia adalah pelopor bagi karya kharismatik nan legendaris.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-1992008360844504448?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/1992008360844504448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=1992008360844504448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1992008360844504448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/1992008360844504448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/07/youre-not-alone.html' title='You&apos;re Not Alone'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SlSb29Yh34I/AAAAAAAAApk/hRB3s3BXxE0/s72-c/michael-jackson.thumbnail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-8969288455041758934</id><published>2009-07-06T19:16:00.003+07:00</published><updated>2009-07-06T21:05:01.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Cari Jodoh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belakangan ini banyak bermunculan lagu-lagu nyleneh di industri musik tanah air. Meskipun terkesan nyleneh baik dari segi syair maupun nada, musik jenis itu justru digemari pendengar. Sebut saja band nyleneh Kuburan dengan lagu Lupa-Lupa Ingatnya, Mbah Surip yang beken dengan Tak Gendongnya, dan masih banyak lagi grup band maupun penyanyi solo dengan lagu-lagu bertipe unik kalau tidak bisa dikatakan nyleneh.&lt;br /&gt;Nah dari sekian banyak lagu nyleneh tersebut ada satu lagu yang dibawakan oleh band bernama Wali yang cukup menarik perhatian. Ada banyak alasan yang menjadikan band ini dikenal masyarakat dengan singlenya Cari Jodoh. Penggarapan video klip yang atraktif dibarengi dengan frekuensi pemutaran yang tergolong sering baik di radio maupun televisi menjadikan anak-anak pun hafal dengan lirik lagu tersebut. Sesuai dengan judulnya lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sibuk mencari jodoh. Hal yang menggelitik dari lagu ini yaitu inti cerita yang pas dengan realita yang terjadi di masyarakat saat ini. Seseorang yang sudah merasa mapan baik secara fisik maupun batin pada akhirnya akan mulai mencari tujuan tingkat lanjut yaitu berkeluarga. Stigma yang melekat di masyarakat yang berkaitan dengan umur dan status pun menjadi satu alasan kuat bagi seseorang untuk menempuh hidup bersama dengan pasangan.  Kegelisahan akan usia yang sudah memasuki waktu untuk berkeluarga diiringi dengan label yang cenderung negatif bagi mereka yang belum juga memiliki pasangan maupun status 'pernah menikah' mendorong seseorang untuk mendaftarkan diri pada even-even yang bertema cari jodoh.&lt;br /&gt;Nah baru-baru ini ada sebuah acara televisi dengan konteks serupa yang merupakan saduran dari  acara asing berjudul sama. Program yang tergolong reality show berjudul Take Me Out Indonesia ini berisi tentang sekumpulan wanita yang berkompetisi mencari pasangan. Acara yang terhitung telah tayang sebanyak tiga kali ini dengan setia kuikuti. Mengapa ? Ya acara ini mampu membuatku terbahak. Adapun penampilan nyentrik peserta pria yang acapkali membuatku mulas akibat kebanyakan tertawa. Kadang aku merasa heran mengapa pria-pria yang akan diperebutkan memilih berdandan di luar wajar yang justru mengakibatkan tak ada satupun wanita yang memilih mereka. Aku pun semakin terpingkal ketika melihat aksi emosional mereka yang gagal mendapat pasangan. Acara yang dipandu Chokky Sitohang ini pun berhasil menampilkan area kontak jodoh dalam versi yang lebih segar. Tak masalah apakah pasangan yang terbentuk bisa bertahan atau tidak. Pada intinya kecocokan dalam memilih pasangan memang tidak bisa ditentukan hanya dalam waktu sesaat. Dari acara ini kita dapat belajar bagaimana mengenal watak seseorang dalam waktu singkat yang menjadi dasar seorang wanita memilih pria atau sebaliknya.&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini aku merasa jenuh dihujani dengan pertanyaan yang sama. Maklum menginjak usia yang pas untuk membina sebuah rumah tangga, mau tak mau setiap orang yang kukenal pasti menanyakan hal yang sama. Anaknya berapa ? Kapan mau nikah ? Calonnya orang mana ? Adalah pertanyaan wajib dari mereka yang kukenal ketika bertemu. Aku nyaris merasa lelah untuk menjawab pertanyaan tersebut hingga saking jenuhnya aku pun memberikan jawaban ngawur ^^. Tak jarang aku melontarkan sederet alasan seputar hal tersebut. Sayangnya sedikit dari mereka yang alih-alih memahami akhirnya memberikan nasehat dan dorongan untuk segera. Waduh, kenapa sih mereka terus mengungkit-ungkit hal tersebut sementara aku sendiri masih santai dan merasa ini belum waktunya karena masih banyak hal-hal yang ingin kulakukan dan tujuan yang belum terlaksana. Demikian pula dengan hari ini. Berondongan olok-olok yang menjurus semakin membuatku jengah sekaligus terperangah saking bingungnya mau menjawab apa lagi. Walhasil aku pun hanya tersenyum kecut sembari berlalu diiringi gelak tawa ledekan teman. Yah, mau orang bilang apa aku percaya bahwa semua ada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-8969288455041758934?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/8969288455041758934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=8969288455041758934' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/8969288455041758934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/8969288455041758934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/07/cari-jodoh.html' title='Cari Jodoh'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-2054784409355862628</id><published>2009-06-29T18:31:00.004+07:00</published><updated>2009-06-29T19:49:06.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='great perfomance'/><title type='text'>Time to 100</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkiqPe8BHSI/AAAAAAAAApU/C7VE1irAB0k/s1600-h/n500513_ROSSI01_3.preview_big.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkiqPe8BHSI/AAAAAAAAApU/C7VE1irAB0k/s400/n500513_ROSSI01_3.preview_big.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352715340109389090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;“This is a very emotional moment and for sure I will remember this 100th victory for the rest of my life. When I reached 70, 100 seemed a long way away but here I am and it has been great, great fun getting here. It is down to so many people, like Jeremy and my guys who have been with me for ten years and all of the team who always give 100% and always give me the best bike possible. Especially however I have to thank the friends who have been with me my whole life and my father Graziano, who won here in Assen 30 years ago when I was a baby, and my mother Stefania, because they have always supported me. It’s great to reach this moment here at Assen because it’s the ‘Cathedral’ of motorcycle racing and the most historic track we go to. Today was a perfect race – I got a great start and my bike was incredible which meant that my pace was very strong. In fact I think it was better for everyone’s hearts not to have another last-lap battle like in Barcelona! I had a good advantage from Lorenzo in some parts of the track and it was a great ride for me. Now I have 100 wins and I’m only the second rider to arrive at this number, but Agostini still has 22 more and for me he is still the greatest. 100 is a great result but the atmosphere in our team is wonderful and the motivation is still as high as ever – we want to win a few more races together yet!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabato alias hari Sabtu dalam bahasa Italia menjadi hari bersejarah sekaligus menggembirakan bagi semua fans Valentino Rossi termasuk aku ^^. Setelah gagal melakukan perayaan gelar ke-100 di kampung halaman Mugello, akhirnya momen yang ditunggu -tunggu pun terjadi juga. Keberhasilan memenangi duel di race sebelumnya rupanya menjadi modal sekaligus pemacu semangat bagi The Doctor untuk mewujudkan gelar ke-100nya. Tahun ini sirkuit Assen menjadi panggung spesial The Doctor, hasil yang berbalik dari race musim lalu. Start dari pole position, start kurang sempurna (kebiasaan buruk Vale nih ^^) membuat Rossi tergeser dari posisi pertama. Namun dengan geberan sempurna motornya Rossi berhasil melewati rival-rivalnya dan mengambil alih posisi pertama hingga race berakhir. Penampilan Rossi makin sempurna ketika sedikit demi sedikit dia meninggalkan rival utamanya sehingga memperbesar jarak diantara mereka. Rossi akhirnya menaklukan sirkuit Assen dengan mencatat hattrick melalui pole position, fastest lap dan menjuarai seri ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkizReKwCbI/AAAAAAAAApc/NnQ5H5bV-2Y/s1600-h/n500515_02.ROSSI02.preview_big.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkizReKwCbI/AAAAAAAAApc/NnQ5H5bV-2Y/s400/n500515_02.ROSSI02.preview_big.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352725269867137458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Namanya juga Rossi, seperti yang sudah-sudah keeksentrikannya dalam merayakan hari bersejarah selalu menarik perhatian. Menjadi pembalap kedua yang mencapai kemenangan ke-100 sejak penampilan pertamanya di kelas 125 cc menjadi momen penting untuk diabadikan. Aku yang sudah tak sabar menanti kejutan dari The Doctor, sesaat bingung ketika melihatnya turun dari motor dan mendekati krunya yang membawa gulungan kain. Sempat mengira The Doctor kembali melakukan grafir pada helm seperti tahun lalu, aku pun terperangah dan tak lama kemudian tergelak ketika spanduk sepanjang 25 meter dibentangkan. "Wow keren", pikirku saat itu. Ya, rupanya persiapan untuk menyambut gelar ke-100 ini sudah dilakukan dengan matang. Spanduk yang direntangkan itu berisi foto-foto kemenangan Rossi dari awal ketika masih berusia 17 tahun hingga ke-99 dan ditutup dengan angka 100.&lt;br /&gt;Itulah Rossi yang mencatatkan kemenangan ke-40 bersama Yamaha, adalah sosok yang sulit dicari tandingannya. Tidak saja karena mampu membuat balapan atraktif dengan skillnya yang luar biasa namun juga polahnya yang unik. Meskipun race di Assen ini jauh kurang menggigit dibanding duel maut di Cataluna lalu, fans The Doctor pastilah turut merayakan kemenangan pemilik nomor 46 ini. Catatan gemilang setelah keterpurukan di Mugello menjadikan penampilan The Doctor patut ditunggu di seri Laguna Seca minggu depan.  Harapan menyaksikan ketangguhan Rossi seperti tahun lalu pun mencuat. Melihat hasil dari tujuh race yang telah digelar, bisa dikatakan persaingan untuk merebut gelar juara dunia 2009 semakin kompetitif. Uniknya kejar-kejaran angka justru terjadi di sesama tim Yamaha. Meskipun harus sport jantung setiap menonton balapan, mau tak mau aku mengakui lahirnya calon pewaris The Doctor di masa mendatang. Di tengah kompetisi ketat musim ini jika dilihat dari prestasi ketujuh belas rider, penggemar Moto-GP pun bakal dimanjakan dengan pertarungan atraktif di setiap serinya. Akhirnya it's time for 100. Saatnya untuk selangkah lebih dekat ke pemecahan rekor berikutnya. Bravo The Doctor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-2054784409355862628?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/2054784409355862628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=2054784409355862628' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2054784409355862628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2054784409355862628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/06/time-to-100.html' title='Time to 100'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkiqPe8BHSI/AAAAAAAAApU/C7VE1irAB0k/s72-c/n500513_ROSSI01_3.preview_big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7328005653137571798</id><published>2009-06-26T19:10:00.004+07:00</published><updated>2009-06-26T20:57:44.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Debat Pertama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang menarik dari pilpres yang untuk kedua kalinya digelar di tanah air. Meniru format pilpres di Amerika, kali ini KPU mengadakan sebuah program yang sangat dinanti karena belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang perjalanan politik di Indonesia yaitu debat capres dan cawapres. Debat yang direncanakan berlangsung tiga putaran itu sudah sampai di putaran ke-2 untuk capres. Jika melihat dari kata debat yang digunakan sebagai judul acara, tentu pemirsa menantikan sebuah ajang adu argumen antar capres dan cawapres. Namanya saja debat, peserta diharapkan mampu membawa situasi menjadi lebih hangat kalau tidak bisa dikatakan panas. Namun yang terjadi justu sebaliknya, pada debat episode pertama debat justru tidak diwarnai dengan sebuah perdebatan yang alih-alih seru melainkan monoton dan membosankan. Format debat yang terlalu formal dan dibatasi dengan ketat menjadikan acara debat tak lebih dari sebuah ajang pemaparan visi misi masing-masing capres. Meskipun moderator berusaha mengajukan topik-topik aktual, tidak terjadi saling sanggah atas solusi yang diajukan masing-masing capres. Saling memuji dan mendukung pernyataan justru mengisi acara yang berlangsung sekitar dua jam tersebut. Tak urung kritikan terhadap debat yang digelar ini bermunculan. Silang pendapat mengenai jalannya debat yang sebagian besar menganggap debat kurang tepat sasaran yaitu untuk menguji kualitas maupun kapabilitas capres pun bermunculan di berbagai media maupun di khalayak umum.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan debat cawapres yang diadakan beberapa hari setelahnya. Meskipun format debat masih terasa kaku dan harus sesuai pakem, paling tidak mulai ada adu argumen antar cawapres. Dalam debat putaran pertama ini, mau tak mau pemirsa akan tertarik dengan sosok Wiranto yang dengan tutur katanya begitu tegas dan mantap dalam memaparkan visi misi dan jawaban-jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh moderator. Anti klimaks justru datang dari cawapres Prabowo yang diharapkan sevokal penampilannya dalam kampanye maraton di berbagai daerah. Cawapres dengan nomor urut 2 Boediono tampil biasa-biasa saja dan nampak kurang meyakinkan.&lt;br /&gt;Berusaha untuk memperbaiki format debat agar lebih menarik, KPU membuat perubahan-perubahan dalam debat putaran kedua. Panggung yang diatur melingkar hingga lebih terkesan interaktif, dan waktu yang dipersingkat untuk pemaparan visi misi pun dilakukan. Hasilnya debat ke dua capres memang berlangsung lebih menarik. Saling sindir seperti yang terjadi di luar forum mulai muncul terutama dari kubu JK dan SBY. Walhasil debat kali ini pun seakan menjadi panggung dari mantan pasangan capres dan cawapres pemilu lalu itu. Poin  plus dari kesuksesan debat kali ini terutama terletak pada sang moderator. Dengan gaya santai dan penguasaan akan topik menjadikan moderator mampu membawa ketiga capres lebih mencair dan sigap dalam menyampaikan ide-idenya. Nah, ini baru namanya debat.&lt;br /&gt;KPU mungkin mencanangkan debat santun tanpa adu argumen panas yang saling menjatuhkan. Namun dengan batasan-batasan yang diterapkan KPU tersebut justru menjadikan debat monoton standar yang mengecewakan. Bukan berarti khalayak menginginkan adanya adu argumen yang saling menjatuhkan. Namun layaknya sebuah debat, khalayak ingin mengetahui lebih dalam bagaimana kepribadian dan kemampuan seorang yang bakal dipilihnya untuk memimpin negara selama lima tahun mendatang. Kemampuan seseorang dalam berpikir cepat memikirkan sebuah solusi atas sebuah permasalahan, bagaimana cara seseorang untuk mempertahankan argumennya dan menanggapi pernyataan orang lain itulah yang diharapkan akan muncul dalam sebuah debat. Jika format debat tidak berubah juga, maka debat lebih tepat jika dikatakan sebagai paparan visi misi layaknya kampanye di depan forum resmi. Bagaimanapun, debat capres cawapres ini merupakan langkah maju bagi ranah politik di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7328005653137571798?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7328005653137571798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7328005653137571798' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7328005653137571798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7328005653137571798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/06/ada-yang-menarik-dari-pilpres-yang.html' title='Debat Pertama'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-4585618326435850686</id><published>2009-06-24T19:38:00.006+07:00</published><updated>2009-06-24T21:18:06.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entertainment'/><title type='text'>Demam Dorama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkI017QdrnI/AAAAAAAAAo8/4dx72HmkbZA/s1600-h/hanakimi_pretty_boys.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkI017QdrnI/AAAAAAAAAo8/4dx72HmkbZA/s400/hanakimi_pretty_boys.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350897408314027634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, aku memutuskan untuk mendapatkan sesuatu yang sudah kuinginkan sejak dulu. Gara-gara sms dari seorang teman, serta merta membuatku tergiur dan tak lama kemudian aku pun menguras kantong demi sesuatu yang meskipun bukan kebutuhan primer namun cukup signifikan bagiku. Walhasil tiga hari ini terhitung sejak hari Minggu kemarin, aku memuaskan diri dengan sederet anime kesayanganku. Lagi-lagi karena pengaruh sahabatku, tiga hari ini aku pun kekurangan waktu tidur. Bagaimana tidak jika setiap hari kuhabiskan dengan maraton dorama yang tentu saja hasil 'rampokan' ^^.&lt;br /&gt;Dorama ? Ya, istilah ini mungkin agak asing bagi mereka yang bukan penggemar komik-komik Jepang. Aku mengenal istilah ini dari sebuah majalah yang khusus membahas seputar komik alias manga yang kini semakin digemari oleh khalayak. Jika di Indonesia, kita mengenal sinetron, maka dorama tak lain adalah padan kata dari sinetron yang diproduksi oleh negeri Sakura alias Jepang. Jika ditelisik dari sudut bahasa, kemungkinan istilah dorama berasal dari kata 'drama' yang disesuaikan dengan lidah orang-orang Jepang sana. Ya, dorama adalah sebuah kisah berseri macam sinetron yang akhir-akhir ini mulai marak lagi ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta kita. Bedanya jika sinetron-sinetron kita cenderung monoton dengan tema dan penggarapan yang begitu-begitu saja, dorama lebih beragam baik dari sisi cerita maupun latar belakang sehingga dorama lebih menarik. Tak heran jika beberapa tahun lalu pernah terjadi 'booming' dorama di televisi.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkI1D9w68zI/AAAAAAAAApE/ifiI46lG1xY/s1600-h/nodame-group-photo-cropped.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 285px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkI1D9w68zI/AAAAAAAAApE/ifiI46lG1xY/s400/nodame-group-photo-cropped.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350897649505202994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dorama pun kini tak melulu hasil olahan Jepang, sinetron-sinetron buatan Korea, Taiwan maupun Hongkong pun acapkali disebut dengan istilah tersebut. Siapa yang tak kenal dengan kisah fenomenal Jang Geum dalam Jewel In The Palace ? Aku masih ingat ketika serial tersebut ditayangkan, orang-orang tua muda dengan setia mengikuti kelanjutan kisahnya. Indonesia pun pernah dihebohkan dengan serial Meteor Garden. Kisah yang diangkat dari komik Jepang berjudul Hana Yori Dango ini demikian sukses hingga melambungkan para pemerannya. Khalayak pun dibuat menangis haru ketika menyaksikan kegigihan Aya dalam One Liter of Tears. Itu barulah tiga dari sekian banyak judul dorama yang pastinya menyedot perhatian pemirsa televisi. Saking populernya dorama-dorama tersebut, menyebabkan insan sinetron pun tergiur untuk membuat kisah-kisah tersebut dalam versi Indonesia kalau tidak bisa dikatakan dengan gamblang sebagai penjiplakan ^^.&lt;br /&gt;Mengapa dorama demikian diminati masyarakat ? Pendapat pribadiku menyatakan jika dorama lebih baik kualitasnya dari pada sinetron. Kisah dalam dorama demikian variatif, membuat pemirsa tak bosan dan terus larut dalam cerita baru yang segar dan menggigit. Dorama tidak melulu menyajikan figur teraniaya dengan gaya hedonis yang mencolok layaknya sinetron yang mendayu-dayu. Dorama menyajikan kisah-kisah yang masuk akal tanpa bumbu-bumbu dramatis berlebihan. Dalam dorama jarang sekali hitam putih antara protagonis dan antagonis  dinyatakan dengan begitu gamblang. Demikian pula dengan para aktor dan aktrisnya, mereka memainkan karakter masing-masing dengan wajar, hingga tak jarang pemirsa jatuh iba pada tokoh antagonis sekalipun. Ya, sepanjang dorama-dorama yang telah kutonton, peran si jahat dalam sebuah dorama pastilah memiliki sebuah alasan yang menjadikan tokoh itu berperilaku layaknya seorang antagonis. Bandingkan dengan sinetron, pemeran antagonis entah demikian menjiwai atau sekedar over akting dengan mimik muka jahat berlebih yang dari awal cerita hingga akhir (dengan catatan sinetron itu dinyatakan tamat ^^) terus menganiaya tokoh utama yang biasanya digambarkan sebagai gadis cantik bernasib malang. Dorama menggambarkan latar belakang masing-masing karakter sesuai porsinya. Lain dengan sinetron yang mengutamakan gaya 'lux'. Jika tokoh Aya selalu naik sepeda ke sekolah, maka siswa-siswi setingkat SMP dalam sinetron Bidadari mengendarai mobil sendiri meskipun jelas-jelas melanggar aturan. Nah, terlihat perbedaannya bukan ?!&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkI1emlywQI/AAAAAAAAApM/cKHMUCS56tE/s1600-h/daejanggeum.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 346px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkI1emlywQI/AAAAAAAAApM/cKHMUCS56tE/s400/daejanggeum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350898107140980994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini  marak dorama-dorama yang ceritanya berasal dari komik-komik terkenal alias live-action. Sukses dengan Hana Yori Dango yang telah dibuat lebih dari tiga versi termasuk versi Indonesia, dorama berbau manga pun menyusul untuk beredar. Sebut saja Hanazakari no Kimi Tachi e yang diambil dari komik For You In Full Blossom,  The Rose dari    manga For The Rose dan Nodame yang juga dari komik berjudul sama. Anehnya meskipun dorama tersebut merupakan versi hidup dari tokoh-tokoh rekaan, dorama tetap mengasyikan untuk ditonton. Perbedaan kecil dengan versi komik jarang sekali terasa mengganggu bahkan semua dianggap wajar sebagai wujud adaptasi menjadi bentuk tiga dimensi. Berbeda dengan insan sinetron kita yang mencoba mengambil langkah serupa. Dimulai dari membuat versi dorama hingga menyuguhkan sinetron yang diambil dari komik (sayangnya sedikit sekali penonton yang tahu ^^), justru menghasilkan sesuatu yang tidak bermutu. Salah satu hal krusial yakni seringnya produsen mengubah jalan cerita akibat rating tinggi hingga akhirnya penonton dibuat jenuh dengan kisah yang berputar-putar dan jauh dari kata 'the end'. Produsen kurang lihai dalam mengolah hingga versi yang dihasilkan cenderung kurang bagus dibanding dengan versi aslinya.&lt;br /&gt;Menilik kualitas sinetron yang kurang bagus baik dari segi cerita, penjiwaan pemain terhadap sebuah karakter maupun dari segi pendidikan dan pesan yang ada, maka aku pun tak urung lebih menyukai dorama-dorama yang semakin membanjir. Berbekal koleksi baru hasil jerih payah pribadi, aku pun terhanyut dalam gelak tawa dan tangis salam sebuah dorama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-4585618326435850686?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/4585618326435850686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=4585618326435850686' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4585618326435850686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/4585618326435850686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/06/demam-dorama.html' title='Demam Dorama'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SkI017QdrnI/AAAAAAAAAo8/4dx72HmkbZA/s72-c/hanakimi_pretty_boys.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-6717870462042129380</id><published>2009-06-15T18:33:00.003+07:00</published><updated>2009-06-15T20:01:50.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Perfect Day</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SjZDHJB75EI/AAAAAAAAAo0/_tbZ_TnSOmg/s1600-h/09_Catalunya_MotoGP_Race.preview_wm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 354px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SjZDHJB75EI/AAAAAAAAAo0/_tbZ_TnSOmg/s400/09_Catalunya_MotoGP_Race.preview_wm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347535397511226434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya satu pekerjaan  selesai, meskipun masih khawatir menunggu hasil akhir. Minggu 14 Juni ini menjadi satu hari yang tak sabar kunantikan. Di hari ini, satu lagi sahabatku yang melepas masa lajangnya. Jauh hari aku bersama sahabat yang dulu tergabung dalam kelompok yang sama mempersiapkan segala hal untuk hari ini dengan seksama. Mulai dari bingkisan kenang-kenangan hingga kostum beserta aksesorisnya ^^. "Wah repot amat ya", demikian komentar kami berdua sambil cekikikan menertawakan kekonyolan kami berdua untuk menghabiskan waktu di hari Minggu ini. Sekitar pukul dua siang, kami pun berangkat menuju lokasi resepsi sesuai dengan yang tertera di kartu undangan yang tiba seminggu lalu. Seperti yang kuharapkan, dengan menghadiri pesta sakral sahabatku ini, aku tidak hanya unjuk muka memberi selamat, turut bahagia dengan mempelai berdua, namun bertemu dengan orang-orang yang dulu kukenal. Tak pelak reuni kecil pun terjadi di sela kegiatan mencoba berbagai hidangan yang ada. Gelak tawa mengiringi gurauan dan cerita yang sebagian berisi tukar kabar masing-masing. Maklum sekian lama tak bertemu, penampilan yang berubah selalu menjadi hambatan ingatan yang sudah agak kabur. Tak terasa dua jam sudah aku dan teman-teman berkumpul, menghabiskan waktu dengan obrolan ringan yang sesekali mengenang masa lalu.&lt;br /&gt;Pulang dari gedung Sasana Harjuna, aku menyempatkan diri untuk mampir ke rumah sahabatku (Jie Jie). Nah, mumpung ada kesempatan aku pun 'merampok' novel-novel koleksinya yang belum pernah kubaca ^^. Lumayanlah untuk menyingkirkan jenuh akibat bacaan di rumah sudah kulalap habis.&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, waktu menunjukkan pukul setengah lima petang. Dan tiba saatnya 'stand by' di depan televisi, apalagi kalau bukan untuk menyaksikan ajang balap motor paling bergengsi yang kutunggu-tunggu. Seperti biasa ajang Moto Gp diawali dengan race dari kelas 250 cc. Meskipun di kelas ini aku tidak mempunyai rider favorit, aku tetap antusias menyaksikannya. Maklum dari beberapa race yang lalu, kelas ini menjanjikan balapan yang seru dan mendebarkan. Sayang, usai satu pembalap yang menurutku paling atraktif di kelas ini harus keluar dari arena. Alhasil, balap kali ini terasa kurang menggigit. Race pun berlanjut menuju kelas 125 cc. Race yang lumayan membuatku tertawa dengan kejadian konyol yang dilakukan oleh salah seorang pembalap ^^.&lt;br /&gt;Dan akhirnya balap seri Cataluna kelas 500 cc alias MotoGp pun dimulai. Tak sabar aku menantikan aksi menawan yang kutunggu-kutunggu di setiap penampilan seorang The Doctor. Start di posisi dua, The Doctor melesat membuntuti rekan setimnya. Kompetitor utama tahun lalu pun ikut memburu di belakangnya. Cuaca cerah yang amat mendukung balapan, rupanya membuat The Doctor 'on fire'. Setelah melewati empat putaran, Vale berhasil merebut posisi pertama sementara. Pertarungan menjadi semakin menarik karena tandem the Doctor yang menurutku bakal menjadi ahli warisnya kelak terus berjuang untuk menjadi yang pertama. Persaingan sesama tim Fiat Yamaha ini semakin seru dan menegangkan pada lap-lap terakhir. Susul menyusul penuh ketegangan yang menampilkan teknik tingkat tinggi dan diembeli dengan adu nekat membuatku gemetar tak terkendali. Teriakan kemenangan pun terlontar ketika detik-detik menegangkan di tikungan terakhir akhirnya berhasil membawa The Doctor menjuarai seri untuk ke-99 kalinya. Tak pelak lagi deretan  kalimat-kalimat sanjungan mengenai race terhebat musim ini pun mengalir via sms. Akhirnya hari ini pun ditutup dengan kegemilangan penampilan The Doctor yang lama kunantikan. Setelah dua race yang berlalu dengan hasil mengecewakan, kali ini rupanya Vale membuktikan bahwa dia masih eksis di dunia balap. "Belum saatnya pensiun, Guf", demikian salah satu komentarku kepada seorang sahabat yang dulu pernah mengatakan mungkin sudah saatnya The Doctor lengser dari Moto GP. Demikianlah, hari Minggu ini menjadi satu hari menyenangkan yang telah lama kutunggu di sela-sela rutinitas yang membosankan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-6717870462042129380?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/6717870462042129380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=6717870462042129380' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6717870462042129380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6717870462042129380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/06/perfect-day.html' title='Perfect Day'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SjZDHJB75EI/AAAAAAAAAo0/_tbZ_TnSOmg/s72-c/09_Catalunya_MotoGP_Race.preview_wm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-2938356026541031970</id><published>2009-06-12T18:49:00.006+07:00</published><updated>2009-06-12T21:04:06.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Berpisah Untuk Berjumpa Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SjJb50yUplI/AAAAAAAAAn0/EfhGeW-tdv4/s1600-h/2232434991_9615310607.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 372px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SjJb50yUplI/AAAAAAAAAn0/EfhGeW-tdv4/s400/2232434991_9615310607.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346436756622583378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"MU menerima tawaran sebesar 80 juta pound dari Madrid untuk memboyong Cristiano Ronaldo". Kalimat yang tercantum di scroll teks televisi sontak membuatku terperangah. Kantuk yang semula mengundang untuk memejamkan mata barang sejenak seketika terusir, digantikan rasa tak percaya bercampur kesal. Seketika tanganku mengetikkan kata demi kata yang tak pelak membuat sahabat terkejut. Banjir umpatan pun mengalir via udara. Yah, siapa mengira klub asal Spanyol itu begitu royal menghamburkan uang setelah menghabiskan dana tak sedikit untuk memboyong Kaka ? Baru kemarin aku sebagai seorang Milanisti merasakan kekecewaan mendalam atas kepergian Kaka. Alasan finansial yang menyebabkan seorang pilar Milan mesti dilego mengingatkanku akan kisah serupa dari pesepakbola favoritku beberapa tahun lalu. Kegamanganku waktu itu membuatku bisa merasakan kesedihan sahabat penyandang gelar 'Signora Kaka'. Apakah kesetiaan kami harus berubah mengikuti kostum baru sang bintang pujaan ? Usai membaca curahan hati seorang signora Kaka, aku pun mengiyakan bahwa saat ketika menyaksikan Real Madrid berlaga maka ia akan melihat 10  pemain Madrid dan 1 pemain Milan.&lt;br /&gt;Dengan kepergian Kaka yang notabene pilar utama Milan, mau tak mau aku merasa pesimis akan masa depan Rossoneri. Menyusul hengkangnya Ancelotti ke Chelsea, rumor seputar kepergian beberapa pemain kunci semakin membuatku miris. Ah, menyesal sekali kenapa waktu itu aku tidak menyaksikan secara utuh laga terakhir yang menyertakan pujaan trio nyonya Milanisti. Kesempatan bersua kembali dengan sosok favoritku tak bisa kuraih, membuatku terus menyesal karena harus menunggu lagi untuk melihatnya beraksi sebagai benteng klub berkostum merah hitam itu.&lt;br /&gt;Belum tuntas kekecewaanku akan runtuhnya tim terfavorit musim ini, lagi-lagi aku dikejutkan dengan ulah klub raksasa Spanyol yang tahun ini sedang sepi gelar. Rupanya demi mengembalikan kejayaan Los Galacticos, mereka tak segan-segan mengucurkan dana yang membuat banyak pihak terperangah dan bertanya-tanya darimana sumber dana klub berkostum ungu tersebut. Tak tanggung-tanggung Madrid berhasil memboyong dua pesepakbola handal yang masing-masing berperan sebagai kunci di eks-klub mereka. Dan yang membuatku sedih bercampur kesal, dua-duanya berasal dari klub dimana aku memposisikan diri sebagai pendukung ! Meskipun aku bukanlah penggemar fanatik Tim Setan Merah, hengkangnya pemain bernomor punggung 7 itu tetap membuatku kecewa. Yah, uang memang berkuasa. "Money is talk ", demikian komentar seorang teman baruku yang sama-sama penggemar sepakbola. Pada akhirnya aku memang harus menerima sebuah keputusan meskipun keputusan itu begitu menyakitkan. Aku pun mengerti bahwa jalan hidup seseorang juga dipengaruhi oleh target yang belum tercapai. Tapi meskipun aku telah mengalami berkali-kali, sampai saat ini aku belum bisa menerima sepenuh hati jika di setiap pertemuan pastilah akan diakhiri dengan perpisahan. Bagaimana pun juga, kepergiaan sosok yang menjadi tujuanku bersusah payah menahan kantuk menjadi awal dari sebuah perjumpaan kembali. Walau aku tak akan menjadi seorang pendukung Madrid, aku akan menantikan duet antara favorit baruku dengan kawan lama dari Milan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-2938356026541031970?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/2938356026541031970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=2938356026541031970' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2938356026541031970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/2938356026541031970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/06/berpisah-untuk-berjumpa-lagi.html' title='Berpisah Untuk Berjumpa Lagi'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SjJb50yUplI/AAAAAAAAAn0/EfhGeW-tdv4/s72-c/2232434991_9615310607.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7377240523638282809</id><published>2009-06-09T20:05:00.004+07:00</published><updated>2009-06-09T21:35:01.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Titik Jenuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa sudah empat kali aku mendapat amplop tanda penerimaan akan jerih payahku. Artinya empat bulan sudah aku menjalani kehidupan baruku di lingkungan yang baru. Empat bulan terhitung cukup lama bagi seseorang untuk melebur di suatu lingkungan. Namun tidak demikian denganku. Tiga puluh  hari selama empat bulan memang terasa lewat dengan cepat. Kondisi yang bertolak belakang dengan hari-hari pertama aku berada di sana, saat itu delapan jam yang wajib kulalui terasa berjalan amat sangat lambat. Syukurlah pada akhirnya aku bisa melewati tahap 'anak baru' dengan cepat dan mampu berbaur dengan lingkungan dan orang-orang baru. Hanya saja, meskipun kini aku mulai lancar berinteraksi dengan penghuni lawas aku belum bisa sepenuh hati bergabung dengan mereka. Bukan karena rasa segan yang hingga kini masih melekat pada sebagian orang, namun lebih kepada masalah prinsip yang sulit bagiku untuk mengiyakan.&lt;br /&gt;Baru kali ini aku benar-benar bisa berpikir dengan mendalam betapa rentannya keutuhan sebuah NKRI. Begitu beratnya pihak-pihak yang harus berjuang mempersatukan berbagai macam personal dengan sifat dan pribadi masing-masing dalam satu wadah untuk menggapai tujuan bersama. Semboyang Bhinneka Tunggal Ika yang sejak dulu ditanamkan sesungguhnya amat berat untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikianlah yang terjadi pada diriku saat ini. Meskipun dalam skala kecil, perbedaan prinsip yang mengarah ke hal berbau SARA nampak jelas di lingkungan baruku ini. Aku yang terbiasa dengan kata toleransi dalam berbagai hal prinsipal selalu dibuat gundah ketika harus mengikuti sikap dan pernyataan mereka yang lebih berkuasa. Semakin lama aku berkecimpung di tempat baruku ini, semakin jenuh pulalah diriku dengan kalimat-kalimat yang menurutku sangat rasis dan sepihak. Aku pun terombang-ambing di antara rasa betah dengan tidak kerasan. Yah, kuakui rekan-rekan baruku tergolong orang-orang 'lumayan', hal ini jelas terlihat dengan sikapku yang kini bisa mencair dengan mereka. Sayangnya, satu dua hal yang justru krusial itulah yang membuatku kian merasa jenuh dengan hari-hari yang harus kulalui sekarang ini.&lt;br /&gt;Yah, memang dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Apalagi dengan aku yang terhitung makhluk asing di tempat asing pula. Namun apakah aku harus turut serta ketika diskriminasi berlangsung di sekitarku ? Bukanlah salah seseorang jika ia dilahirkan sebagai suku tertentu. Demikian pula dengan hubungan seseorang dengan Tuhannya, apa yang dilakukannnya merupakan hak pribadinya. Orang lain tak berhak menghakimi apalagi dengan menganggap dirinya paling benar. Memang seseorang mau berpikiran dan bersikap apa terhadap orang lain itu adalah haknya. Namun bagaimanapun juga kita hidup bermasyarakat yang saling membutuhkan dan untuk itu diperlukan interaksi yang saling timbal balik.&lt;br /&gt;Saat ini aku sudah sampai di titik kejenuhan yang bisa dirasakan setiap orang. Hari-hari berlalu secara monoton layaknya kaset yang diputar berulang-ulang. Namun mau tidak mau aku harus bersyukur atas jalan yang diberikan padaku saat ini. Percaya atau tidak entah karena semakin bertambahnya usia akhir-akhir ini aku semakin gampang menitikkan air mata. Seperti hari ini, tanpa bisa ditahan air mataku meleleh melihat seorang tua renta tertatih-tatih mencari sepotong makanan sisa di tengah gunungan sampah. Aku pun tak kuasa menahan tangis melihat raut wajah seorang paruh baya pengayuh becak ketika membetulkan alat pencari makannya sementara dua orang anaknya berdiri di sampingnya dengan wajah lelah. Yah, ternyata masih banyak di luar sana yang bernasib kurang beruntung. Sungguh ironis menyaksikan gelar kemewahan yang kini banyak dilakukan di mana-mana.&lt;br /&gt;Jika mengingat hal ini, aku pun wajib mensyukuri semua yang saat ini kuperoleh. Walaupun tidak  mudah untuk menjalaninya, aku harus sabar menghadapi kerikil-kerikil tajam yang terasa sakit kala kuinjak walau tanpa sengaja. Meskipun berat untuk menerima aku harus siap untuk menjalaninya seorang diri. Pada akhirnya aku menyadari bahwa setiap orang pastilah mempunyai permasalahan masing-masing. Tinggal bagaimana kita bisa menyikapi hal itu dengan baik dan bijak.  Harapanku akan tiba saatnya ketika aku bisa melewati setiap hari dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7377240523638282809?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7377240523638282809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7377240523638282809' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7377240523638282809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7377240523638282809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/06/titik-jenuh.html' title='Titik Jenuh'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-5953034898753890781</id><published>2009-06-04T17:18:00.002+07:00</published><updated>2009-06-09T19:42:40.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Malang Nian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagi-lagi kebosanan mampir ketika aku menyimak pemberitaan di televisi entah itu berita serius ataupun infotainment. Sejak peristiwa dramatis kaburnya cinderella masa kini Manohara terkuak, media berlomba-lomba menayangkan kronologis kejadian tragis yang dialami mantan model tersebut. Kisah Manohara menjadi besar tidak hanya disebabkan karena faktor kekerasan oleh anggota kerajaan semata, namun mengarah pada hubungan antar dua negara bertetangga. Meskipun serumpun hubungan antara Indonesia-Malaysia terus mengalami pasang surut sejak zaman Bung Karno. Di tengah kesibukan menjelang pilpres kali ini, lagi-lagi muncul sengketa baru dengan negeri jiran itu. Dimulai dari bola panas yang digulirkan ibunda Manohara hingga kasus pelanggaran yang dilakukan angkatan laut Malaysia di perairan Ambalat. Gerakan pendukung dan pembela Manohara hingga grup antipati terhadap Malaysia pun bermunculan. Ah ternyata negara bertetangga pun mengalami masalah yang sama dengan pemukiman padat penduduk yang kerap kali terjadi bentrokan dengan berbagai latar belakang.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian wajah Manohara di media berganti dengan wajah sendu seorang ibu muda bernama Prita. Kali ini pemberitaan seputar Prita amat menarik perhatianku. Sebagai sesama pengguna IT, mau tak mau musibah yang menimpa Prita menjadi pelajaran untukku.&lt;br /&gt;Prita menjadi incaran media dikarenakan oleh tuntutan 6 tahun penjara yang menimpanya. Berawal dari keluh kesah melalui surat elektronik mengenai pelayanan buruk yang diterimanya di sebuah rumah sakit swasta, Prita didakwa melakukan pencemaran nama baik ditambah dengan melanggar UU tentang IT yang membuatnya terancam sanksi lumayan berat.  Beruntung kasus ini tercium media, sehingga blow up yang dilakukan media memberi dampak positif atas kasusnya. Tidak hanya rakyat kecil, Prita juga mendapat perhatian dari tokoh-tokoh negeri ini, meskipuntak pelak muncul tendensi khusus mengingat masa-masa menjelang pilpres.&lt;br /&gt;Kembali ke masalah Prita, kejadian yang menimpa Prita mau tak mau menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Hanya sekedar menceritakan pengalaman yang benar-benar terjadi malah berujung masuk bui. Jika sudah begini, kemanakah hak kemerdekaan berserikat, berkumpul dan mengemukakan pendapat seorang warga berdiri ? Meskipun sudah menggembar-gemborkan demokrasi, kejadian yang menimpa Prita layaknya kembali ke zaman pembatasan pers dalam arti sempit mengemukakan pendapat. Hal ini mau tak mau berdampak  negatif pada kreatifitas para blogger maupun rakyat umum dalam berperan sebagai kontrol sosial. Suatu hal di luar kewajaran jika hanya karena berpendapat berdasarkan fakta dengan maksud baik demi perbaikan suatu hal di masa mendatang seperti yang dilakukan Prita malah dibelokkan menjadi kasus pencemaran nama baik. Rupanya perlu dilakukan revisi terhadap undang-undang untuk lebih memperjelas batas antara berpendapat dengan definisi pencemaran nama baik. Pantas saja jika berbagai pihak dengan serentak menyingsingkan lengan untuk memperjuangkan kebebasan Prita. Presiden pun menurunkan mandat untuk mengkaji ulang kasus ini dan berpesan untuk menggunakan nurani dalam memutuskan perkara Prita.&lt;br /&gt;Bercermin pada kasus Prita, mau tak mau aku harus menelaah ulang dan berpikir dua kali dalam menuangkan unek-unek maupun buah pikiranku. Berdiri di posisi sama dengan Prita bisa apa aku dan mungkin yang lainnya jika harus berhadapan dengan hukum yang ternyata tidak seadil yang kukira. Belum lagi jika pihak yang merasa dirugikan lebih berkuasa dan segan untuk berdamai apalagi mengaku salah. Pepatah mengatakan mulutmu harimaumu, meskipun demikian apakah tepat jika berkeluh kesah kini mendapat ganjaran beberapa tahun di balik jeruji ? Di era reformasi ini masih saja terjadi penekanan terhadap pihak yang lemah. Yah mungkin Indonesia masih belum siap untuk reformasi yang justru di salahartikan sebagai kebebasan tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-5953034898753890781?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/5953034898753890781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=5953034898753890781' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5953034898753890781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/5953034898753890781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/06/malang-nian.html' title='Malang Nian'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7544310986551149864</id><published>2009-05-30T19:18:00.004+07:00</published><updated>2009-06-09T19:42:40.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the story goes...(sin yin)'/><title type='text'>Shenri Kuaile !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SiFLErswINI/AAAAAAAAAns/3N4Yl-HxRF4/s1600-h/105812398_29eb2e7165.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SiFLErswINI/AAAAAAAAAns/3N4Yl-HxRF4/s400/105812398_29eb2e7165.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341633176860106962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jangan kau takut dengan waktu yang berjalan ini. Kita nikmati saja hari-hari yang kita lalui, walau kadang banyak sekali peristiwa yang menyenangkan dan menyedihkan bagi kita. Tapi dengan adanya ini kita jadi banyak sekali pengalaman. Janganlah merasa bosan dengan waktu yang menunjukkan bahwa hari ini membuat kita semakin bertambah usia, karena ini adalah bukti kita untuk lebih dewasa dan melihat masa depan kita. Jadi bersenanglah teman dengan hari ini yang begitu spesial untukmu dan kebahagiaanmu."&lt;br /&gt;Demikianlah salah satu ucapan selamat yang ditujukan padaku melalui sms. Membaca rangkaian kalimat tersebut, aku sontak teringat dengan sebuah dialog di sebuah 'manga' koleksiku. "Orang yang selalu memperhatikanmu ternyata ada di dekatmu." Kupikir kalimat itu benar adanya. Meskipun aku terhitung jarang kontak baik langsung maupun tak langsung dengan teman kecilku itu, pada kenyataannya keberadannya sebagai seorang sahabat benar-benar tak lekang oleh waktu. Dan tentu kuharap akan  terus demikian adanya.&lt;br /&gt;Hari ini memang tak jauh berbeda dengan hari-hari biasanya. Meskipun peringatan akan hari jadi tahun ini tak seperti tahun sebelumnya. Berniat membuat sebuah tanda untuk mengawali komitmen baru ketika usia bertambah, jauh hari aku mempersiapkan kejutan kecil yang akan kubagi dengan sahabat dan teman-teman baruku. Sayang sebuah keteledoran menjadikan kegagalan kecil yang untungnya masih bisa ditoleransi ^^.&lt;br /&gt;Pagi ini pun kuawali dengan kegembiraan. Sakit secara fisik sedikit terobati dengan ucapan selamat yang datang berurutan. Senyum mengembang mengingat diri ini diperhatikan oleh teman-temanku terkasih. Dan disinilah, diiringi alunan Zhen Xi oleh si ganteng Alec, aku menuliskan curahan dan harapan diri ini ketika menapaki usia yang telah bertambah satu tahun lagi.&lt;br /&gt;Tanpa mengindahkan jalannya kualifikasi Moto GP yang biasanya rutin kusaksikan, aku memfokuskan diri melihat-lihat kembali catatan harian setahun lalu. Tak terasa setahun sudah aku telah berkecimpung ke dunia blog. Sekali lagi aku bersyukur dengan penemuan wahana ini yang membuatku berani untuk menuliskan kisah dan emosiku dalam sebuah tulisan. Membuka kembali surat demi surat yang kutulis selama setahun ini, nampak jelas bagaimana aku melewati hidupku belakangan ini. Berbagai peristiwa gembira dan sedih silih berganti mewarnai hidupku menjadi lebih semarak. Keberhasilan, kegagalan, pertemuan, perpisahan hingga pasang surut sebuah hubungan tercatat dengan rapi. Tawa bahagia hingga tangis kekecewaan nan menyesakkan membuatku lebih kokoh dalam menapak kehidupan selanjutnya.&lt;br /&gt;Hari ini dengan sedikit bernostalgia aku mencoba merunut segala yang telah kuperbuat di waktu lalu. Memilah-milah kenangan yang bisa dijadikan sebagai pegangan untuk langkah selanjutnya tanpa terpaku pada masa lalu, berusaha lebih giat untuk meraih harapan pasti di masa depan. Mencoba untuk lebih bijak dalam mengatasi segala permasalahan yang singgah menghalangi langkahku.&lt;br /&gt;Sayang, hari penuh kenangan ini sedikit ternoda dengan satu dua kekecewaan yang tak bisa kuelakkan. Harapan untuk memperoleh kado spesial agar aku bisa membuat sebuah catatan indah di hari ini kandas di tengah jalan. Bermula dari kegagalan atau lebih tepatnya kesialan dan salah perhitungan yang dialami oleh rider kesayanganku, hingga kehilangan sebuah kesempatan untuk membalas ejekan dari teman baruku. Ya, penampilan mengecewakan tim Setan Merah yang bulan depan bertandang ke Indonesia itu tidak hanya membuatku harus membayar taruhan sepotong es krim, yang lebih menyakitkan aku harus menahan diri sekaligus bersabar tanpa bisa membalas lontaran ejekan penggemar Barcelona. Angan-angan untuk merayakan tiga kemenangan sekaligus harus pupus. Kemalangan hari ini pun lengkap sudah ditambah dengan hal menyebalkan yang selalu harus kutahan tanpa tahu harus mengadu pada siapa. Untunglah di sana ada seseorang yang selalu siap mendengarkan, menguatkan dan mengembalikan keceriaanku (Arigato gozaimasu, Kyon-Chan).&lt;br /&gt;Pada akhirnya terima kasih kuucapkan dengan tulus untuk semuanya. Tak lupa aku mengucapkan 'Tanjoubi omedetou" siapa lagi kalau bukan untuk cool guy Shinichi Kudo. Meskipun jarak antara 4 dan 30 Mei cukup jauh, aku tetap gembira karena memiliki hari jadi di bulan yang sama. Shenri Kuaile !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7544310986551149864?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7544310986551149864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7544310986551149864' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7544310986551149864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7544310986551149864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/05/shenri-kuaile.html' title='Shenri Kuaile !'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SiFLErswINI/AAAAAAAAAns/3N4Yl-HxRF4/s72-c/105812398_29eb2e7165.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-7317014153115786467</id><published>2009-05-25T18:44:00.005+07:00</published><updated>2009-05-27T17:57:02.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Setuju Atau Tidak ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah pernyataan maupun keputusan menyangkut hal krusial mau tidak mau akan mengundang pro dan kontra. Baru-baru sebuah keputusan kontroversial  telah dikeluarkan oleh forum pesantren putri Jawa Timur.  Mengikuti jejak Iran yang melarang warganya menggunakan situs Facebook, forum tersebut menyatakan bahwa Facebook dan situs lain yang sejenis adalah haram. Di tengah kepopuleran situs Facebook, pernyataan ini tentu membuat penggemar jaringan pertemanan internasional ini terperangah. Mengapa situs-situs pertemanan diharamkan ? Menurut berita yang dilansir dari televisi, para peserta forum menganggap situs ini mengandung unsur zina dan gibah yang sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam. Betulkah demikian ? Sebagai salah satu pengguna situs Facebook, pernyataan tentu  ini sangat menggelisahkan. Bagaimana tidak, sekian lama memanfaatkan situs ini untuk menjaring pertemanan, belum pernah aku menemui hal-hal di luar batas kesusilaan. Situs ini membuatku bertemu kembali dengan kawan lama yang lama tidak terdengar kabarnya. Aku memperoleh persahabatan baru dari mereka yang tidak kukenal bahkan mendapatkan uluran pertemanan dari muka lama yang dulu tidak akur. Sangat bermanfaat bukan ? Menjalin dan memperbaiki tali silaturahmi yang sempat terputus itulah arti sebuah Facebook untukku.&lt;br /&gt;Penentuan sikap tentang Facebook ini mengingatkanku akan fatwa MUI terdahulu yaitu merokok itu haram. Jika dulu dengan tegas aku mendukung fatwa haram rokok, sekarang aku masih bimbang bahkan cenderung tak yakin untuk mengikuti keputusan tersebut. Tentu banyak orang di luar sana yang juga tidak setuju dengan  cap haram pada facebook ini. Jika menelisik lebih jauh, pro kontra sebuah pernyataan lebih berdasarkan adanya unsur kepentingan di dalamnya. Sebagai seorang yang tidak merokok, tentu fatwa haram merokok kudukung 100 %. Argumen bahwa rokok  lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya meskipun adanya rokok menjamin tersedianya lapangan kerja yang cukup banyak  terasa lgis dan memang benar adanya.  Nah, mengenai  haramnya facebook secara pribadi aku berpendapat bahwa pernyataan tersebut kurang sesuai. Pada dasarnya yang perlu diperbaiki adalah pribadi pengguna situs tersebut. Bagaimana bentuk pemanfaatan sebuah teknologi lebih berpedoman pada tujuan dan moral masing-masing personal. Tak dipungkiri teknologi mengandung unsur positif dan negatif. Dan itu semua berbasis pada tujuan pengguna teknologi, apakah untuk kebaikan atau bertujuan menimbulkan 'chaos' di masyarakat. Sebagai contoh sebuah situs penjelajah sangat digemari karena hanya dengan duduk di tempat, si pemakai bisa berpergian hingga ke luar angkasa. Sayangnya situs ini dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk merencanakan pembomban di kota Mumbai yang menelan banyak korban.&lt;br /&gt;Demikian pula dengan kasus Facebook, jika sebagian besar pengguna lebih menggunakan situs ini sebagai sarana menjalin relasi dan informasi pastinya ada beberapa oknum yang menyelewengkan manfaat sebenarnya dari situs ini. Jika demikian bukankah tidak tepat jika facebook dicap sebagai sebuah kesalahan ? Facebook hanyalah sebuah wahana yang dikendalikan oleh anggota komunitas tersebut. Bukankah lebih diperlukan adanya pembinaan mental untuk meningkatkan kualitas moral yang akhir-akhir ini demikian merosot ?  Tokoh MUI pun mengakui bahwa Facebook sangat bermanfaat, sehingga MUI belum menentukan sikap terhadap Facebook. Yah, agaknya perlu dikaji sekali lagi sebelum membuat sebuah pernyataan tentang sesuatu yang dalam hal ini adalah haram tidaknya Facebook. Perlu  pengetahuan dan kebijakan menyeluruh mengenai situs ini. Dan sebaiknya pengambilan keputusan tidak berdasarkan informasi yang sepotong-sepotong sehingga menimbulkan kesan berat sebelah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-7317014153115786467?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/7317014153115786467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=7317014153115786467' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7317014153115786467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/7317014153115786467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://airatezuka.blogspot.com/2009/05/setuju-atau-tidak.html' title='Setuju Atau Tidak ?'/><author><name>tezuka_in</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974020832175436211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_X3wJQJHsJYY/SrtvRw1Ea-I/AAAAAAAAAqk/dL7bmJov2QQ/S220/Narsis+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2821478163591780679.post-6059476700103845152</id><published>2009-05-19T19:27:00.002+07:00</published><updated>2009-05-19T20:24:11.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entertainment'/><title type='text'>Reality  Yang Yak Realistis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir-akhir ini tayangan bertajuk reality show mulai marak kembali di dunia pertelevisian Indonesia. Upss Salah, Curhat Bersama Anjasmara, Tak Ada Yang Abadi, Jejaka Petir, Lunas, Bedah Rumah dan Tukar Nasib, Minta Tolong, CLBK  adalah sebagian dari judul reality show yang sebagian besar diproduksi oleh PH yang sama. Pemirsa pun dibuat terhibur dengan berbagai suguhan yang diklaim tanpa rekayasa tersebut. Jika dilihat dari idenya, acara-acara tersebut bisa dibilang kreatif dan menghibur. Sayangnya jika diperhatikan secara seksama, tak sedikit dari program-program tersebut terbilang tidak realistis alias terkesan dibuat-buat. Lihatlah tayangan CLBK, pada suatu episode dikisahkan seorang cowok yang ingin mengetahui alasan pacarnya memutuskan dirinya. Di akhir cerita terungkap alasan sebenarnya si cewek meminta putus. Kesan dibuat-buat muncul ketika si cewek dengan isak tangis dan gaya bahasa di luar kewajaran bahasa percakapan menjelaskan penyebab berakhirnya kisah cinta mereka. Dari kacamataku, semua tingkah dan ucapan terasa janggal dan mustahil terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Entah karena si pelaku sadar mereka masuk tv atau ada skenario tersendiri dalam upaya membuat acara lebih menarik. Demikian pula dengan kisah-kisah di acara Tukar Nasib. Meskipun asyik juga menyaksikan kekikukan para pelaku yang saling bertukar nasib dalam menjalani peran mereka masing-masing, ada adegan-adegan tertentu yang mengisyaratkan sebuah rekayasa. Contohnya, episode tukar nasib antara tukang bakso dengan seorang pengusaha. Pada episode tersebut, ditayangkan penderitaan yang dialami pengusaha yang beralih fungsi menjadi tukang bakso. Nah di sinilah ketidakwajaran terjadi. Jika dipikir secara logis, rasanya tak mungkin ada pembeli yang marah-marah, enggan membayar bahkan membuang bakso yang dibelinya tepat di hadapan penjual dengan alasan tidak enak. Kebiasaan   yang terjadi di masyarakat jika membeli sesuatu yang tidak pas dengan selera, ujung-ujungnya hanya menggerutu di belakang dan tidak akan mengulangi transaksi untuk kedua kalinya. Ketidakwajaran lain terjadi di episode tukang pos yang bertukar dengan tukang odong-odong. Si tukang pos dadakan terlihat kebingungan ketika seorang yang kurang waras mengambil surat-suratnya dan mengajak bermain-main. Berdasarkan pengamatanku yang namanya orang 'kurang waras' memang ada yang suka iseng, namun jarang sekali dari mereka yang menggoda orang lain apalagi sampai bermain-main cukup lama. 'Orang gila' biasanya hanya peduli pada diri sendiri. Terkadang memfokuskan diri pada sesuatu yang menarik perhatiannya, namun tidak sebegitu atraktif hingga harus berkejaran berebut surat dengan tukang pos.&lt;br /&gt;Ketidakrealistisan tersebut kiranya bisa dimaklumi jika tujuan utama dari tayangan-tayangan tersebut hanya sekedar untuk hiburan bagi pemirsa. Yang lebih memiriskan hati adalah ada beberapa relaity show yang tidak sesuai dengan jam tayangnya. Ketidaksesuaian ini bersumber pada isi dari tayangan tersebut. Sebut saja Curhat bersama Anjasmara yang dijadwalkan tayang pada pukul 4.30 sore. Acara tersebut benar-benar tidak cocok untuk hiburan sore hari mengingat sepanjang acara penuh dengan tingkah laku dan kata-kata tidak sopan dan cenderung kasar. Bagaimana jika anak-anak yang notabene mesin peniru luar biasa melihat tayangan tersebut ? Sungguh tidak senonoh tingkah orang-orang dewasa di acara tersebut, demikian pula dengan segala ucapan yang terlontar meskipun sudah kena sensor tetap saja masih bisa dicerna oleh pemirsa. Yang menjadi pertanyaan, mengapa para pelaku acara tersebut dengan sukarela tampil ? Padahal bisa dikatakan mereka membuka aib pribadi di depan umum yang disaksikan jutaan pemirsa di seluruh Indonesia. Belum lagi tingkah memalukan yang secara tidak sadar mengungkapkan watak dan kepribadian sesungguhnya dari pelaku. Apakah rasa malu sudah demikian pudar pada pribadi mereka hingga tak segan mengumbar caci maki tak patut ? Atau ada alasan lain di balik kesukarelaan dan tingkah di luar adab yang dilakukan ? Sekali lagi pertanyaan yang muncul adalah benarkah reality show benar-benar tanpa rekayasa ? Namun yang lebih penting lagi, hendaknya pihak yang berwenang lebih ketat dalam meloloskan sebuah acara televisi. Bukankah masih banyak kreatifitas bermutu lain yang mengedepankan pendidikan dan moral ? Agaknya pemirsa membutuhkan filter pribadi untuk menyortir tayangan televisi mana yang berkualitas mengingat maraknya tayangan 'ecek-ecek' dan membodohi pemirsa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2821478163591780679-6059476700103845152?l=airatezuka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://airatezuka.blogspot.com/feeds/6059476700103845152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2821478163591780679&amp;postID=6059476700103845152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6059476700103845152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2821478163591780679/posts/default/6059476700103845152'/><lin
