Senin, 02 Mei 2016

Sahabat : Tak Lekang Oleh Waktu- AADC 2

Tak terasa sudah hitungan tahun  absen menulis pun mengunjungi rumah ceritaku ini. Kesibukan, tak ada sambungan internet, hanyalah alasan klise ketika tak mau menyadari bahwa jenuhlah alasan sebenarnya saya berhenti bercerita lewat tulisan di sini. Lalu, apa yang membuat saya memutuskan menambah entri baru setelah satu tahun lewat sebulan ? Sederhana saja, keinginan bercerita lagi timbul sejak minggu lalu usai mengunjungi tempat favorit yang lima tahun belakangan ini mudah dijangkau dari tempat saya tinggal. Ya...saat lelah hati, pikiran atau bahkan lelah fisik tempat ini menjadi salah satu favorit saya untuk membuang penat. Duduk diam  selama 2 jam penuh di kegelapan, tertawa, gemetar hingga menangis sedih dan gembira bersama tokoh-tokoh rekaan selalu sukses mengusir lelah walau sukses juga menguras isi dompet ^_^. Bioskop itu nama tempatnya, mungkin sekarang orang langsung menyebut merknya saja.Tak terhitung berapa jumlah film, jenis ataupun asalnya jalinan kisah yang tergambar indah mengisi memori saya sejak duduk di bangku sekolah menengah. Memang sih, setahun terakhir beberapa kali saya menghabiskan 'me time' disitu. Yang jadi pertanyaan, mengapa baru saat ini saya memutuskan untuk "ngoceh" di sini ? Film apa sih yang sedimikian hebatnya bisa membuat saya 'melek' di jam yang biasanya menjadi waktu tidur saya ? Film apa ya ? Jika melihat tanggal posting cerita ini mungkin penggemar film sudah bisa menebak. Ya...benar sekali.. AADC 2 itu judul filmnya. Film yang ditunggu-tunggu penggemar Cinta & Rangga selama 14 tahun lamanya sampai-sampai sudah ikhlas dengan mereka-reka sendiri akhir ceritanya. Bahkan saya sampai nonton 2x lho, meskipun karena ketidaksengajaan sih (panjang ceritanya dan tak perlu saya tulis ^_^). Mulanya, mungkin sama dengan yang lain saya hanya penasaran dengan akhir cerita ini. Maklumlah waktu seri pertamanya saya tidak begitu antusias bahkan hanya nonton di kamar kos teman dengan rental vcd bajakan pula, duhh !!! Ketika pertama nonton sekuelnya, entah mengapa sejak awal saya sudah merasakan ketertarikan khusus. Bukan hanya karena penampilan 'cool' si pemeran utama ya ^_^, tapi tidak tahu kenapa cerita sederhana itu begitu melekat di hati saya. Adegan demi adegan begitu menyentuh, membuat saya berulang kali mengusap sudut mata, tersenyum dan jantung berdetak lebih kencang. HIngga ketika lampu menyala, pikiran saya masih tertinggal di alur cerita. Ahh...aku ini kenapa sih, pikir saya ? Sepanjang perjalanan pulang, saya terus berpikir dan menelaah mengapa saya begitu terpikat dengan sekuel film ini. Kilasan-kilasan akting natural para pemeran berkelabatan di pikiran saya dan akhirnya saya pun menemukan daya pikatnya. Persahabatan.... ya persahabatan Cinta, Maura, Carmen, Milly dan Alya yang tak lekang oleh waktulah yang membuat saya teringat dengan pengalaman hidup saya sendiri. Saya dan sahabat-sahabat saya tak ubahnya geng Cinta di kehidupan nyata. Lebih dari 20 tahun lamanya, meskipun saya dan sahabat-sahabat saya sudah memiliki kehidupan sendiri, bahkan terpisah oleh jarak namun ikatan persahabatan masih terjaga. Bertukar kabar, mengucap salam dan selamat hingga saling menguatkan di antara kami sama persis dengan jalan cerita film ini. Persahabatan dan bukan akhir kisah Cinta & Rangga yang membuat saya terharu (bahkan saya kaget ketika akhirnya "happy ending" lho). Cinta...pada kenyataannya tak semanis AADC 2. Cinta mungkin bisa terpendam selamanya, tersimpan dalam kenangan ketika takdir berkata lain. Namun persahabatan, lebih memungkinkan menjadi realita seperti yang sudah saya alami. Gersi, Desi, Deasy, Dewi, INtan, mereka adalah Maura, Carmen, Milly dan Alya untuk saya, merekalah tempat saya bersandar ketika malu untuk merengkuh keluarga, merekalah tempat saya menghabiskan waktu dalam canda dan tawa, merekalah tempat saya berbagi cerita. Rangga... ahh saya tak seberuntung Cinta bisa mendapatkan kembali kenangan yang tersimpan 14 tahun lamanya ^_^, cukuplah mereka berdua mewakili mimpi saya yang secara logis hanya terjadi di dunia film dan novel romantis. AADC 2 mengingatkan saya akan bacaan favorit saya macam shoujo manga ataupun historical romance. Dunia rekaan yang cukup menjadi fantasi dalam tidur saat saya mengalami titik jenuh. Cerita sederhana, namun menghibur dan tak membuat saya berpikir berat. Itu....ya hanya itu alasan yang mendorong saya berkunjung ke rumah yang nyaris terlupakan ini. 
Sahabat-sahabatku... terima kasih selama ini...tak sabar berkumpul lagi di liburan mendatang. C...U...

Tidak ada komentar: