Minggu, 31 Agustus 2008

Waspada Demam Berdarah


Baru-baru ini Trans7 membuat program baru yang sangat menarik dan edukasional bertajuk B4M Bincang-Bincang Bersama Bu Menkes. Acara yang dipandu oleh mc kondang Ferdi Hasan ini hadir dengan topik-topik menarik seputar kesehatan. Menjelang pergantian musim kemarau dan penghujan berbagai penyakit menjadi epidemi di Indonesia. Salah satunya adalah demam berdarah. Demam berdarah adalah penyakit febril akut yang yang ditemukan di daerah tropis yang menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Flavivirus yang disebarkan ke manusia dengan perantaraan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini ditandai dengan gejala munculnya demam secara tiba-tiba disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam. Ruam demam berdarah merupakan bintik-bintik merah terang dan menyebar hingga ke seluruh tubuh. Penderita demam berdarah juga bisa mengalami radang perut, mual, muntah-muntah, diare dan pilek atau batuk-batuk. Gejala-gejala tersebut seringkali tidak dianggap oleh penderita sehingga penanganan pasien terlambat dan berakibat fatal. Demam berdarah umumnya berlangsung sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi di akhir masa demam. Sesudah masa inkubasi 3-15 hari orang yang tertular dapat mengalami salah satu dari 4 bentuk berikut :
1. Bentuk abortif : tidak merasakan gejala apapun
2. Dengue klasik : demam tinggi selama 4-7 hari, nyeri tulang diikuti munculnya bintik-bintik merah,
3. Dengue Haemorraghic Fever : sama dengan dengue klasik ditambah dengan pendarahan dari hidung, dubur dan mulut
4. Dengue syok sindrom : gejala sama dengan DBD ditambah syok yang sering berakibat kematian.
Demam berdarah yang saat ini populer karena resiko kematian yang cukup tinggi adalah Demam Berdarah Dengue yang disebabkan oleh virus dengue. DBD umumnya menyerang orang yang kekebalan tubunya sedang menurun. DBD merupakan demam dengue dengan derajat yang lebih berat. Pada penderita DBD akan tampak bintik pendarahan, juga dapat mengalami pendarahan pada gusi, hidung, usus dan lain-lain. Demam dengue banyak terjangkit di daerah tropis dan subtropis. Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita demam dengue tiap tahun, yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi. WHO memperkirakan lebih dari 40% penduduk dunia hidup di daerah endemis demam dengue. Virus penyebab demam dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang sebelumnya sudah menggugut orang yang terinfeksi virus dengue. Satu gigitan nyamuk yang terinfeksi virus sudah mampu untuk menimbulkan penyakit dengue pada orang yang sehat. Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah. Oleh karena itu pencegahan lebih banyak diupayakan untuk menahan penyebaran penyakit ini. Pencegahan utama terletak pada pemusnahan vektor pembawa virus yaitu nyamuk demam berdarah. Nyamuk ini pada umumnya aktif di siang hari, oleh karena itu usaha menghindar dari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat anti nyamuk perlu dilakukan. Pengasapan (Fogging) juga bisa dilakukan untuk mengurangi nyamuk demam berdarah. Namun demikian, pemerintah telah mencanangkan gerakan 3M yang lebih berpotensi untuk memberantas nyamuk demam berdarah. Nyamuk jenis ini berkembang biak di tempat-tempat berair yang jernih sehingga perlu dilakukan aksi menguras bak mandi untuk memberantas jentik-jentik, dan menimbun wadah-wadah yang dapat menampung air sehingga tidak bisa digunakan oleh nyamuk untuk berkembag biak. Mencegah memang lebih baik daripada mengobati, sebab sampai saat ini obat untuk penderita demam berdarah memang belum ditemukan (BPOM) dan pengobatan yang dilakukan hanya bersifat pendukung semata. BPOM bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UNAIR menyatakan bahwa ekstrak daun jambu biji dapat mengahambat pertumbuhan virus dengue dan dapat meningkatakan trombosit tanpa menimbulkan efek samping. Hasil yang menggembirakan ini belum bisa diterapkan dalam pengobatan pasien demam berdarah secara nyata sehingga alternatif yang dilakukan adalah dengan memperbanyak minum air putih untuk mengembalikan homeostatis. Selain itu pasien juga diberi asupan vitamin c dan vitamin A untuk mempercepat regenerasi sel. Mengingat besarnya resiko demam berdarah, masyarakat diharapkan lebih waspada dengan cara lebih memperhatikan lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Welcome Ramadhan


Bulan penuh berkah yang selalu dinanti oleh umat muslim di seluruh dunia akhirnya tiba. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah, bulan suci dimana semua pemelukIslam berlomba mencari mendapatkan rahmat berlimpah selama bulan Ramadhan. Rasulullah selalu memberikan kabar gembira setiap kali datang bulan ramadhan. " Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu neraka." (HR Ahmad). Tak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadhan karena bulan itu penuh kebaikan dan turunnya rahmat. Bulan Ramadhan selalu diisi dengan amalan-amalan yang disunahkan pada bulan ini. Membaca Al Quran, menahan hawa nafsu dan kesenangan duniawi, berdoa ketika berbuka puasa, Tahajjud, berlomba dalam bersedekah, beri'tikaf, dan menjauhi larangan agama dilakukan dengan harapan memperoleh pahala dari Allah SWT. Di bulan ini para muslimin dan muslimah menjalankan puasa sebulan penuh, menjalankan perintah Allah. Puasa berasal dari bahasa Arab yaitu asshoum atau asshiyam yang artinya menahan diri. Ibadah puasa menjadi media pelatihan dalam membentuk manusia yang berakhlaqul karimah. Ibadah puasa berarti menjalankan aturan-aturan yang telah ditetapkan. Berpuasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga melainkan menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat yang dilakukan dengan tulus hanya dengan mengharap ridho dari Allah. Puasa tidak sekedar menjalankan perintah agama namun juga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dokter HArits bin Kaldah menyatakan bahwa menjaga makan adalah obat dari penyakit. Oleh karena itu dengan menjalankan puasa, tubuh akan terjaga dari asupan makanan yang berlebihan yang dapat menimbulkan penyakit. Dengan berpuasa dapat menurunkan bobot tubuh, mencegah terjadinya stroke karena memperbaiki kadar kolesterol dalam darah, menurunkan tekanan darah, membentuk sel-sel baru, dan mengurangi resiko diabetes. Tentu saja jika puasa dilaksanakan secara sehat. Agar dalam berpuasa tubuh tetap sehat maka perlu memperhatikan gizi yang terkandung dalam makanan saat berbuka atau sahur. Dehidrasi juga harus dihindari dengan memperbanyak minum air dan buah-buahan. Berolahraga ringan bisa dilakukan dan lebih afdol jika dilaksanakan di sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Bulan yang tidak hanya penuh berkat tapi juga sangat bermanfaat ini selalu ditunggu setiap tahunnya. Demikian pula dengan Ramadhan tahun ini, belum juga memasuki hari pertama puasa nuansa ramadhan sudah nampak di berbagai tempat. Di malam hari, riuhnya suara petasan saling bersahutan, langit gelap terlihat terang disinari cahaya kembang api yang indah. Di Indonesia bulan Ramadhan memang identik dengan petasan. Meski dilarang pemerintah, berbagai jenis petasan mulai beredar secara sembunyi-sembunyi. Masyarakat yang tak kebagian petasan pun tak kehabisan akal dengan membuat mercon bambu yang bahkan lebih menggelegar. Bulan Ramadhan ternyata juga membawa berkah bagi para penjual kembang api dan petasan baik penjual kagetan atau musiman. Ormas-ormas berbasis Islam dibantu aparat pemerintah mulai beraksi melakukan penertiban di daerah yang diduga menjadi tempat maksiat untuk menghormati bulan suci ini. Praktek miras, judi dan perbuatan asusila lainnya diberantas habis-habisan dan mendapat ganjaran yang lumayan berat bagi mereka yang tetap nekat melakukannya. Semua yang mengaku umat Islam berlomba-lomba bersedekah, beramal pada kaum papa yang angkanya semakin bertambah saja dari tahun ke tahun. Euforia ramadhan merambah kemana-mana. Memanfaatkan bulan Ramadhan, dunia hiburan beralih fungsi menjadi ajang dakwah besar-besaran. Film televisi maupun sinetron yang biasanya mengumbar hedonisme berubah menjadi tayangan religius yang kadang terlalu absurd untuk dicerna. Jika di hari-hari biasa wajah-wajah indo dengan pakaian modern menjadi figur utama, di bulan ini giliran para alim ulama tampil ke muka untuk mengajak masyarakat untuk bertobat. Publik figur tertentu hampir dipastikan selalu kebanjiran rejeki di bulan puasa ini dengan memandu berbagai macam acara pengantar berbuka puasa maupun menemani saat sahur. Para musisi juga ikutan latah dengan mengeluarkan single-single maupun album bertema religi yang tentu laris manis di pasaran. Tokoh-tokoh masyarakat yang sering muncul di berbagai media tak ketinggalan ikut berbagi berita dengan melakukan kegiatan amal bersama anak-anak yatim. Sungguh bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh kebaikan. Sayang, kegiatan tersebut hampir sebagian berhenti jika Ramadhan usai. Seandainya semua tidak hanya terjadi di bulan Ramadhan, niscaya kemerosotan moral dapat dihindari. Apapun yang terjadi aku selalu gembira menyambut kedatangan Ramadhan. Bulan Ramadhan menjadi bulan penyejuk hati dengan segala berkahnya yang insya Allah dapat meningkatkan kualitas iman dan takwaku kepada Allah SWT. Ramadhan kali ini aku berharap dapat mempertebal keyakinanku, menginstropeksi segala kelemahan dan kesalahan yang terjadi di waktu-waktu sebelumnya dan semoga Allah memberikan rahmat dan mengampuni segala dosa. Amin. Keajaiban bulan Ramadhan selalu membekas di benakku. Ramadhan kali ini memberiku ketenangan batin yang luar biasa. Setelah sekian lama terombang-ambing dalam gelisah, akhirnya kesadaran datang menjernihkan pikiran yang semula tertutup kabut. Kabar tak sedap yang dulu membuatku terpuruk pun kali ini bisa kuterima dengan lapang dada. Akhirnya kebenaran bisa terungkap. Gracias Dios ! Por ultimo yo puedo darme cuenta de que soy una injusticia grande. El chico, yo pienso que usted es no mira un bueno como eso. Usted es un nino y usted no me puede hacer loco ya. Es justo un illuzione y yo pueden lo viendo ahora.


Kamis, 28 Agustus 2008

La historia del ciudad de memorias

Meski baru sekitar tiga bulan lalu aku bertemu lagi dengan adik dan sahabatku tersayang, aku tetap antusias untuk bertemu dan berkumpul lagi. Jauh sebelum waktunya kami saling berkomunikasi, tak sabar untuk segera bersua, dan tak lupa saling memesan sesuatu ^_^. Pulang dari sekolah, meski matahari bersinar dengan terik dengan penuh semangat aku mengayuh berkeliling mencari pesanan yang dulu menjadi bawaan wajib setiap bulan. Aku sedikit dag dig dug saat sesuatu yang kucari tidak ada. Akhirnya setelah lama berputar-putar, peluh pun mengucur deras, wajah terasa panas dan mata terasa sakit akibat uv yang sedang mencapai puncaknya, aku menemukan upeti yang harus kubawa. Tanpa sempat beristirahat, aku pun berangkat dengan ceria meski kepala pening gara-gara penyakit lama yang kambuh. Setengah perjalanan, dering hp membangunkanku dari kantuk yang menyerang, rupanya adikku sudah tiba di kota kenangan. Tak lama kemudian kami pun bertemu muka di tempat yang telah dijanjikan. Wo cen te cen te hen kai sin !!!! Tiga bulan yang singkat ternyata membawa banyak perubahan. Canda dan tawa yang semakin jarang dilakukan kembali digelar. Kami pun larut dalam cerita petualangan masing-masing. Sayang personel yang paling heboh dan sangat kurindukan tak bisa bersama saat itu. Sembari berjalan-jalan di tempat favorit, kami berbagi kabar, menumpahkan cerita yang lama terpendam. Perhatian akan satu sama lain sempat teralih saat kami tiba di stasionary dan menemukan sesuatu yang sangat menarik dan sangat menggoda untuk dimiliki. Jeritan kecil pun terlontar ketika kami mendapatkan pernak pernik tokoh manga favorit kami. Puas berjalan-jalan, dengan menenteng barang yang lumayan membuat pegal, kami menuju tempat bakal kami numpang tidur. Tak lupa sebelumnya nongkrong di tempat favorit yang selalu menjadi tujuanku datang ke kota ini sebulan sekali. Bawaan kami terutama aku ^_^ semakin bertambah berat ketika aku menumpuk tankoubon demi tankoubon manga yang belum kubaca. Teman akrab yang menyusul kami berdua ikut menambah isi ranselku dengan setumpuk buku yang lumayan berat. Saat malam menjelang, lelah tak kami rasakan ketika menempuh sisa perjalanan sambil mengobrol seru. Meski lelah namun tenaga sudah terisi kembali setelah menyantap menu yang menjadi sasaran saat kami berada di kota ini.

Mi lugar predilecto

Obrolan bertambah seru ketika kami berkumpul di tempat sahabat lama yang kini bermukim di sana. Sembari membongkar bungkusan masing-masing, kami bertukar pengalaman yang terjadi pada diri masing-masing. Seperti biasa, dengan segera aku meraih bacaanku yang pertama. Untunglah kali ini aku tidak menyewa manga dengan tema berat yang membutuhkan konsentrasi penuh sehingga aku bisa ikut dalam pembicaraan yang terus berjalan. Tak terasa malam semakin larut, mata kami mulai berat meski sudah diganjal dengan secangkir kopi. Aku pun harus bergadang semalaman demi menyelesaikan bacaan yang masih lumayan banyak. Walhasil keesokan harinya aku bangun dengan tubuh pegal-pegal dan kantung mata penuh akibat kurang tidur. Siang hari kami berpencar dengan aktivitas masing-masing. Aku masih harus menuntaskan lembar-lembar His Dark Material yang melelahkan. Menjelang tengah hari aku dan Kyon-Chan berkumpul kembali, menelusuri gedung-gedung megah, menuntaskan narsisme yang sedang memuncak. Sayang belum puas aku bertemu kangen dengan adik yang satu ini, waktu jua yang memisahkan. Dengan berat hati aku meninggalkan kota ini dan kembali ke rutinitas semula. Persahabatan memang tak lekang dimakan waktu. Meski masing-masing sudah menempuh perjalanan yang baru, sebuah persahabatan akan tetap terjaga. Walau kadang menemui kerikil yang mengoyak, persahabatan akan menyatukan kembali hati yang terpisah. Betapa bahagianya saat kita menemukan sahabat yang saling mendukung dan saling mengerti diri masing-masing. Para mi, perdio a un amigo mas dolor que perdio a un amante. Kyon-Chan, saat ku tulis kisah ini, aku sudah memikirkan kapan kita berkumpul lagi. Sasuke-San, aku tak sabar menanti kepulanganmu. I miss you all. I miss when we are together, talking about our favourite books, anime, films and of course our journey. Signora Kaka, thanks to you. Doa kami bertiga terkabul dengan keberadaanmu di sana ^_^ Semoga semua menjadi lebih baik adanya. Gu-Fi Kun, thanks a lot. Berkatmu aku bisa mengoleksi manga favoritku dengan harga yang sedikit miring ^_^. Tetaplah menjadi Gu-Fi yang sabar dan selalu menolong tanpa ragu.

Minggu, 24 Agustus 2008

Forza Milan !!!



Akhirnya setelah lama menunggu, pertandingan sepak bola antar klub favoritku akan dimulai. Laga pertama Lega Calcio Serie A atau dikenal dengan Liga Italia Seri A akan digelar pekan depan. Sejak Piala Dunia 1998 di Prancis, aku mulai menggandrungi dunia sepak bola. Akibat pengaruh demam sepak bola yang melanda seluruh dunia termasuk penghuni kelasku best 2.1, aku yang semula buta sepak bola mulai belajar tentang segala aktivitas di lapangan hijau tersebut. Layaknya cewek biasa, aku menyukai olahraga bola kaki itu berawal dari kekagumanku pada seorang 'portiere' asal Italia. Penjaga gawang gaek yang lumayan bagus penampilannya saat membela timnya Italia mencuri perhatianku dengan wajah ganteng khas Italiano. Lambat laun, aku mulai memahami aturan-aturan dalam sepakbola dan akhirnya aku mulai menyukai olahraga yang dulu sempat kuanggap membosankan ini. Berbekal pengetahuan yang lumayan tentang sepakbola, aku menjadi pemirsa setia liga yang paling diminati teman-temanku, Liga Italia Seri A yang ditayangkan dengan rutin oleh sebuah stasiun televisi swasta. Sebagai pemula dalam dunia sepak bola, aku tentu saja menjadi seorang Interisti, klub elit tempat Gianluca Pagliuca bergabung. Aku tak pernah absen menonton siaran langsung yang menayangkan laga klub milik Massimo Morati tersebut. Meski di keesokan harinya, mata sembab akibat bergadang, aku dan teman-teman pecinta Liga Italia dengan penuh semangat berdebat seru mengomentari jalannya pertandingan di malam sebelumnya. Tak jarang kami mengadakan taruhan kecil-kecilan demi membela klub favorit masing-masing. Uang jajan pun harus berkurang demi sepotong informasi yang lumayan menguras kocek anak yang masih mendapat anggaran dari ortu. Setahun berselang, cinta matiku pada Inter Milan sedikit berkurang tatkala aku menemukan sosok idaman baru ^_^. Alessandro Nesta, defender berusia 23 tahun asal Roma berhasil membelokkan fanatismeku pada Nerazzura. Penampilan dasyatnya saat memenangkan Piala Winner yang terakhir membuatku terpesona akan bakat dan tentu saja sosoknya yang 'cool', seperti pangeran Romawi yang tersesat di zaman modern. Pemuda kelahiran Collevecchio 13 Maret 1976 ini menjadi anak emas klub favoritku yang kedua. Sifatnya yang tenang membuatnya dipercaya untuk memimpin tim Bianco Celeste saat bertanding menghadapi klub-klub lain. Jiwa pemimpinnya yang elegan semakin menarik hatiku, membuatku beralih sepenuhnya menjadi seorang Lazialita. Aku pun menjadi saksi kesuksesannya memboyong piala liga, menjadikan Lazio sejajar dengan klub-klub besar macam Juventus, AC Milan dan Inter Milan. Sayang di puncak kejayaan bersama Lazio, Il Capitano ini harus merelakan dirinya dijual demi kelangsungan klub. Kepindahannya ke Rossonero sempat membuatku frustasi. Segala atribut biru putih yang menjadi koleksiku tak bisa digunakan lagi saat aku ingin terus mendukungnya. Namun aku tetap mendukungnya dengan sepenuh hati. Rossonero tidak hanya menjadi rumah bagi difensore terbaik ini, tetapi juga menjadi rumahku yang baru. Di tengah skuad yang solid, Nesta menjadi semakin matang dan terus mengembangkan sayapnya di dunia sepak bola. Di usianya yang mendekati kepala tiga, berbagai piala bergengsi berhasil diraihnya. Scudetto, Piala Champion dan yang paling berkesan supremasi tertinggi sepak bola, Piala Dunia 2006 berhasil diraihnya bersama tim Azzuri Italia.
AC Milan, klub tempat bernaung Nesta bermarkas di kota Milan. Klub yang berdiri sejak tahun 1899 ini merupakan salah satu klub raksasa Italia yang telah mengantongi berbagai macam gelar baik dari dalam maupun luar negeri. Menilik penampilan Milan tahun lalu, bisa dikatakan bahwa Milan tidak tampil maksimal. Di bawah asuhan Carlo Ancelotti, skuad Milan yang bertabur bintang seperti Kaka, Pirlo, Gilardino, Gatusso dan masih banyak lagi tidak mampu mempertahankan sinarnya saat bomber Sheva masih menjadi tombak utama penyerangan ke gawang lawan. Milan bahkan melakukan traksaksi sia-sia saat memboyong Ronaldo ke San Siro. Mantan pemain terbaik dunia asal Brasil yang diharapkan mampu menggedor pertahanan lawan ini justru tidak berkesempatan untuk mengembalikan kejayaannya akibat cedera yang berkepanjangan. Justru Alexandre Pato, pemain muda yang mampu menjaga kehormtan Milan dengan aksi cantiknya membobol gawang lawan. Milan semakin terpuruk saat harus terlempar dari zona Champion dan harus puas dengan berebut piala UEFA di tahun 2008 ini. Untuk memperbaiki performanya, pada bursa transfer kali ini Milan berhasil menggaet Ronaldinho dari Barcelona. Sejak berambisi untuk menampilkan trio Brasil, Milan gencar memburu pemain yang penampilannya saat ini justru sedang menurun. Kedatangan Ronaldinho ke San Siro disambut dengan antusias oleh Milanisti, namun tidak olehku. Pikirku, Milan seolah tidak berkaca dengan pengalaman membeli Ronaldo tahun lalu. Dari kacamataku Milan lebih membutuhkan striker handal yang mampu mengantisipasi umpan-umpan cantik dari gelandang terbaik Kaka dan Andrea Pirlo. Milan juga harus mempunyai pemain lapis kedua yang tangguh terutama pemain-pemain bertahan yang bisa menggantikian peran Nesta yang sedang cedera dan Paolo Maldini yang sudah digerogoti usia. Pelatih Ancelotti benar-benar dibuat pusing dengan cederanya beberapa pemain pilar termasuk Nesta yang belum bisa dipastikan kapan dia bisa kembali berlaga membela Rossonero. Berita terpanas seri A musim ini, berkisar seputar isu kepindahan Sheva kembali ke Milan. Gosip yang beredar di kalangan pers Italia, bahwa kembalinya Sheva dari Chelsea ada hubungannya dengan Ricardo Kaka yang memang sudah lama diincar oleh The Blues. Ancelotti benar-benar di uji tahun ini. Penampilan awal di Railways Cup di Mokswa menjadi catatan buruk bagi pelatih yang sempat diberitakan akan diganti ini. Kekalahan 5-0 atas Chelsea menjadi PR bagi Milan untuk menentukan strategi selanjutnya dalam memilih pemain. Meskipun demikian Milan mampu menjawab spekulasi buruk atas penampilannya di seri A musim ini dengan keberhasilannya menekuk Juventus di ajang trofi Silvio Berlusconi, tanggalm 17 Agustus lalu. Filippo Inzaghi yang menyumbangkan satu gol pun percaya diri bahwa Milan akan menjadi scudetto musim ini. Kesuksesan Milan ini tentunya menjadi awal yang bagus untuk menghadapi laga di giornata pertama minggu depan. Akankah penampilan Milan membaik dengan kedatangan Ronaldinho dan Sheva ? Ataukah seperti anggapan orang bahwa kedatangan mereka akan sia-sia ? Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi sebuah penantian yang menegangkan bagiku. Jawaban yang akan kutunggu dengan penuh semangat untuk mendukung perjuangan Rossoneri di Lega Calcio Serie A musim 2008/2009.

Jumat, 22 Agustus 2008

Liputan Tanah Air


Saat ini televisi menjadi sumber informasi terdepan yang meraup perhatian khalayak ramai. Masing-masing kanal televisi berlomba-lomba menampilkan berita-berita terkini dengan berbagai format yang diramu untuk menjadi nomor satu. Perkembangan saluran berita seputar tanah air sangatlah menarik untuk dicermati. Sejak reformasi yang menjamin kebebasan pers, setiap program acara berita entah itu Seputar Indonesia, Liputan 6, Kabar Siang, Redaksi dan program sejenis lainnya saling bersaing untuk memberikan informasi suatu peristiwa aktual selengkap mungkin. RCTI dengan program unggulannya mengenai jejak kasus pembunuhan aktivis Munir, SCTV membuat gebrakan dengan penayangan video amatir penganiayaan di balik tembok kampus STPDN, dan masih banyak tayangan lain yang serupa. Akhir-akhir ini isi acara berita di seluruh kanal televisi mempunyai tema yang sama yaitu informasi yang cenderung meresahkan masyarakat. Berita-berita tersebut silih berganti dengan berbagai peristiwa dan fakta yang selalu menimbulkan kekhawatiran. Masyarakat awam kebanyakan melahap begitu saja semua informasi tersebut tanpa mencari kejelasan lebih lanjut sehingga tak jarang suatu liputan peristiwa menimbulkan kegemparan yang berbuntut panjang. Beberapa waktu lalu, masyarakat dikejutkan dengan kasus ditemukannya bakteri penyebab meningitis dan necrotising enterocolitis pada produk susu formula. Hasil penelitian IPB menyatakan bahwa beberapa susu formula dan bubur untuk bayi mengandung Enterobacter sakazakii. Bakteri gram negatif ini dapat menyebabkan infeksi yang berakibat fatal pada bayi (40-80%). Masyarakat yang tidak tahu menahu menjadi panik dengan pemberitaan tersebut. Masyrakat pun menuntut nama-nama produk yang tercemar untuk dipublikasikan. Keresahan masyarakat akan nasib anak-anak mereka ini belum ditanggapi secara serius oleh pihak yang terkait. Putusan pengadilan yang memenangkan penuntut tidak diterima oleh pihak IPB sehingga mereka mengajukan banding dengan alasan etika penelitian. Belum tuntas masalah susu formula berbahaya topik utama berita berubah menjadi bahaya plastik. Plastik yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat ternyata dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Masyarakat baru mengetahui bahwa plastik yang digunakan untuk kepentingan konsumsi tidak aman untuk digunakan. Banyak orang yang menggunakan botol air kemasan untuk diisi ulang tanpa tahu bahayanya bagi kesehatan. Padahal sebagian botol kemasan berbahan Polyethylene Perephtalate (PETE) yang hanya boleh digunakan satu kali saja. Sifat plastik yang murah dan tahan lama juga populer digunakan untuk pembungkus makanan. Semestinya plastik berbahan dasar PVC tidak bisa digunakan untuk pembungkus makanan karena plastik jenis ini mengeluarkan pelembut DEHA ke dalam makanan. DEHA sendiri diketahui dapat merusak sistem reproduksi dan dapat menyebabkan kanker hati. Selain kasus susu dan plastik tersebut terhitung masih banyak berita-berita meresahkan lain yang beredar silih berganti. Kasus pengawet formalin dan pewarna kain Rhodamin yang digunakan untuk makanan, pemakaian pemutih dan pewangi pada beras, kasus ayam suntik dan sapi gelonggong, hanyalah sedikit dari sekian berita meresahkan yang ditayangkan dengan gencar. Belum lagi liputan demonstrasi yang berakhir rusuh, penangkapan koruptor, pembalakan hutan hingga penggencetan sekelompok siswa yang bernaung di bawah bendera 'gank' ala Yakuza. Informasi akurat mengenai hal prinsip yang penting bagi masyarakat memang perlu dipublikasikan. Masyarakat berhak tahu atas peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Berbagai program berita mungkin bertujuan baik yaitu untuk memberikan 'warning' bagi masyarakat agar lebih waspada. Sayangnya, format berita saat ini cenderung mengedepankan sisi komersial belaka. Peristiwa yang tengah disorot dan menjadi isu utama akan ditelanjangi habis-habisan, dikomentari dengan berbagai sudut pandang. Namun saat berita panas tersebut sudah berkurang kehebohannya, peristiwa tersebut akan dilupakan begitu saja tanpa ada tindakan lebih lanjut mengenainya. Masyarakat seakan dibuat terkejut dengan satu hal, lalu dialihkan perhatiannya dengan hal lain yang tak kalah gempar sehingga kasus yang telah lewat dilupakan begitu saja. Lihat kasus penduduk desa di Sidoarjo yang hingga kini belum jelas nasibnya. Pemberitaan tentang kasus Lapindo di media masa kini bisa dihiitung dengan jari. Itupun jika korban lumpur tersebut membuat sensasi dalam memperjuangkan nasibnya. Tsunami yang melanda daerah Aceh sempat menjadi buah bibir selama berhari-hari. Namun saat tahun sudah berganti pemberitaan seputar pembangunan kembali di wilayah Aceh tak terdengar gaungnya. Kasus para pembajak uang negara juga mengalami nasib yang sama. Masyarakat belum mengetahui hasil signifikan atas hukuman seorang tahanan, namun sudah digantikan dengan berita penangkapan yang lainnya. Atau mungkin karena terlalu banyak koruptor di negara ini ? ^_^ Pers seakan tidak mengindahkan kode etik penayangan sebuah berita. Saat ini hampir setiap kanal televisi mempunyai tayangan seputar kriminalitas. Tayangan khusus yang memberikan informasi seputar dunia kejahatan tersebut justru memberi dampak buruk dalam masyarakat. Jejak penyelidikan hingga rekontruksi kasus penganiayaan hingga pembunuhan yang ditayangkan secara gamblang justru memberikan ide pada para pelaku kejahatan lainnya. Tayangan tersebut justru memberikan contoh buruk pada masyarakat dan menimbulkan paranoid yang berlebihan. Melihat fenomena ini mungkin pemerintah perlu memberikan sedikit perhatian pada dunia pers tanpa melanggar kebebasan pers yang selama ini diagung-agungkan.

Window of the World


Sejak mulai mengenal abjad dan bisa merangkai huruf membentuk sebuah kata, aku mulai keranjingan untuk membaca. Koran, majalah, buku bahkan sebaris kalimat yang terpampang di board pun tak luput kubaca. Hingga kini, hari-hariku tak pernah lepas dari buku. Sesibuk apapun, aku selalu menyempatkan diri untuk menekuri baris-baris kalimat yang memenuhi lembar demi lembar halaman sebuah buku. Waktu senggang selalu kumanfaatkan untuk menambah jumlah buku yang pernah kubaca. Aku pun tak lupa untuk menambah koleksi buku yang menimbulkan kesan mendalam untukku layaknya seorang bibliophile sejati ^_^. Berada di sekeliling buku membuatku nyaman. Bau apak buku-buku lama pun layaknya parfum yang harum membuatku betah bertahan di tengah rak-rak bersusun yang penuh buku. Sebagai pecinta buku aku sangat heran dengan rendahnya minat baca pada anak-anak usia sekolah khususnya dan orang dewasa pada umumnya. "Hari gini masih baca buku !", kalimat bernada sinis tersebut tertulis di sebuah profil seorang peselancar dunia maya. Di era digital ini mungkin sebagian orang menganggap buku tak lebih dari cara kuno untuk mendokumentasikan buah pikiran seseorang. Saat anak usia sekolah dijejali dengan berbagai permainan virtual, jangankan membaca buku pelajaran, buku-buku bergenre fiksi pun jarang diminati. Orang dewasa semakin jarang meluangkan waktu untuk membaca dengan berbagai alasan kesibukan. Tak heran jika menurut Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2006 masyarakat Indonesia lebih memilih televisi dan radio sebagai sumber informasi ketimbang artikel di koran. Di tahun 1992, Indonesia menempati urutan ke-29 dari 30 negara di dunia tentang kemampuan membaca anak usia kelas 4 SD (Association for Evaluation of Educational). Rendahnya minat baca di Indonesia memacu pemerintah untuk menggalakkan kegiatan gemar membaca dengan dicanangkannya hari Buku Nasional setiap tanggal 17 Mei. Saat ini pemerintah pun membangun perpustakaan keliling di pelosok daerah untuk menarik minat baca dan mempermudah akses buku masyarakat yang bermukim jauh dari pusat perbukuan. Orang tua dan guru pun diharapkan untuk menanamkan budaya membaca sejak dini. Diharapkan dengan berbagai usaha tersebut, masyarakat Indonesia lebih menghargai buku dan mampu menyerap berbagai informasi penting yang termaktub dalam sebuah buku. Aku pun sangat menyadari bahwa aku bisa menjadi seperti sekarang ini salah satunya karena pengaruh buku-buku yang kubaca. "Buku adalah jendela dunia", kata guruku di masa sekolah dasar dulu. Aku benar-benar merasakan kebenaran secara harafiah di balik slogan tersebut. Melalui buku, aku dapat menjelajahi berbagai tempat-tempat bersejarah di dunia yang saat ini belum bisa kulihat secara langsung. Buku menjadikanku terpacu untuk mempelajari berbagai bahasa yang ada di dunia. Buku pulalah yang mengajarkanku semua hal yang tidak kuperoleh dari bangku pendidikan formal. Buku memberiku inspirasi untuk mencoba hal-hal baru, memberiku semangat untuk menghadapi tantangan dan membuat pikiranku lebih terbuka dengan kebijakan dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Buku membangun imajinasiku setinggi-tingginya, mengistirahatkan pikiran yang lelah saat beban menggantung. Buku adalah hiburan dan sumber informasi yang tak ada habisnya dan tak lekang dimakan waktu. Aku tak pernah bosan membaca buku yang sama berkali-kali sepanjang buku itu berbobot, menarik dan bermanfaat. Buku adalah jendelaku untuk memandang dunia yang luas dan tak mungkin untuk kujelajahi saat ini. Books make me dare to dream.

Kamis, 21 Agustus 2008

Lika-liku Dunia Sihir


Selama ini dunia penyihir sangatlah bias antara mitos dan realita. Legenda dan berbagai cerita rakyat tentang penyihir tersebar di seluruh pelosok dunia dengan berbagai istilah masing-masing. Penyihir, tukang tenung, dukun, shaman adalah sedikit dari sekian banyak nama untuk seseorang yang dianggap mempunyai kelebihan di bidang misteri ataupun ilmu nujum. Sejak dulu orang-orang yang dicurigai berkecimpung di dunia sihir cenderung ditakuti masyarakat. Tukang-tukang sihir pun diburu untuk diberantas secara kejam dengan cara dibakar, dirajam atau digantung. Joan of Arc, pahlawan wanita Prancis di abad 15 menjadi salah satu korban tuduhan tak berdasar masyarakat pada waktu itu. Tokoh yang menjadi inspirasi seniman-seniman besar Shakespeare, Voltaire, Verdi, dan Tchaikovsky ini diadili sebagai tukang sihir akibat pengakuannya tentang suara Tuhan yang menyuruhnya untuk maju berperang melawan Inggris. Joan ditangkap dan dibakar pada usia 19 tahun. Demikian pula dengan pemusnahan kota Salem yang dianggap markas besar para penyihir hanya sekelumit dari mitos-mitos dunia sihir. Sihir identik dengan mantra, sapu, kuali berisi ramuan yang menggelegak dan ritual-ritual khusus dengan simbol-simbol tertentu. Sebagian orang menganggap bahwa sihir adalah sesuatu yang kelam, jahat dan hanya orang-orang terpilih yang mampu mendalami ilmu dan praktik-praktik magis. Kemisteriusan dunia sihir banyak memberikan inspirasi bagi penulis baik fiksi ataupun non fiksi. Terhitung tak sedikit karya-karya sastra bertema sihir yang mampu menarik perhatian khalayak ramai. Harry Potter, Trilogi Inheritance, Trilogi Bartimaeus, Trilogi His Dark Material adalah beberapa novel fiksi yang mendapat tempat di hati para 'bibliophile'. Sabrina The Teenage Witch, Charmed, Practical Magic merupakan judul-judul serial dan film bertema witch and witchcraft yang lumayan sukses di pasaran. Kesemua judul-judul tersebut memuat cerita tentang liku-liku dunia sihir dengan berbagai versi dan sudut pandang. Harry Potter serial terfenomenal abad ini memang bukan yang pertama kali dalam kisah rumit dunia sihir. Dalam buku ini JK Rowling berpandangan bahwa manusia dengan kemampuan sihir pun mempunyai sikap dan perilaku yang sama dengan manusia biasa. Rowling menggambarkan bahwa kemampuan sihir adalah suatu talenta yang dimiliki oleh seseorang yang harus diasah sehingga bermanfaat bagi si empunya sihir. Kualitas sihir seseorang ditentukan oleh bakat dan ketekunannya dalam mempelajari sihir layaknya orang biasa belajar ilmu pengetahuan di sekolah dan masyarakat dengan berbagai praktek di lapangan. Phillip Pullman merepresentasikan bahwa penyihir hanyalah orang dengan jenis kelamin wanita saja yang memperoleh kekuatan secara warisan. Mereka hidup berkelompok memisahkan diri dari masyarakat biasa dan mempunyai kekuatan lebih dibantu dengan alat-alat sihir dan mampu membaca masa lalu maupun masa depan. Christopher Paolini menyajikan kisah fiksi penunggang naga yang memiliki kekuatan sihir. Berebeda dengan sihir dalam Harry Potter, Paolini menggambarkan bahwa sihir bisa diperoleh melalui latihan intensif akan pengetahuan kata-kata kuno yang merupakan nama sejati sesuatu benda. Kekuatan sihir dapat berbalik mencelakakan para pemakainya jika digunakan melebihi batas energi seseorang. Jonathan Stroud membuat versi berbeda dari kisah-kisah sihir pada umumnya. Stroud berpendapat bahwa sihir yang dimiliki seseorang berasal dari kemampuan orang itu mengendalikan makhluk-makhluk gaib. Stroud menuliskan bahwa di dunia ini ada makhluk-makhluk gaib berkekuatan rendah hingga tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia seperti jin, afrit, foliot dan imp. Semakin besar pengaruh seseorang terhadap makhluk gaib maka semakin tinggi pula ilmu sihirnya. Berbagai kisah-kisah dunia sihir mencerminkan keingintahuan dan kekaguman orang akan seluk beluk sihir yang belum jelas keberadaannya. Di tengah berbagai mitos seputar dunia sihir yang mencakup alam gaib tersebut. Dan Brown dalam bukunya Da Vinci Code mencoba mencari penjelasan di balik kata misterius tersebut. Brown menuliskan bahwa munculnya tukang sihir bermula dari usaha kaum agamis untuk meruntuhkan idealisme pagan yang banyak dianut pada abad pertengahan. Simbol-simbol pagan yang memuja dewi bumi dialihkan menjadi simbol tukang sihir yang dicap gelap dan bertentangan dengan agama dan konsep Tuhan. Simbol bintang david yang merefleksikan dualisme yang sempurna menjadi simbol kaum pemuja setan. Simbol garpu poseidon dijadikan senjata tombak setan demikian pula dengan topi kerucut yang kini identik dengan penyihir. Dari berbagai versi karya penulis-penulis besar tersebut, semuanya mempunyai satu kesamaan bahwa sihir adalah kekuatan yang dimiliki oleh seseorang yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan atau kejahatan tergantung pada pilihan hidup masing-masing.