Kamis, 14 Agustus 2008

No Smoking


Fatwa yang mengharamkan rokok oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru-baru ini berbuah pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagian besar tanggapan yang tidak mendukung berasal dari kalangan perokok berat dan personal yang berkecimpung di bisnis rokok. Sementara golongan anti rokok dan kalangan medis antusias menyambut baik fatwa MUI ini. Rokok selalu menjadi masalah yang cukup kompleks dan dilematis. Peringatan pemerintah akan bahaya rokok baik bagi perokok aktif maupun pasif hanya dianggap angin lalu bagi para perokok berat. Peraturan pemerintah daerah tentang area bebas rokok pun dilanggar dengan terang-terangan karena tidak adanya sanksi yang pasti. Rokok menjadi konsumsi sehari-hari mulai dari usia anak hingga dewasa. Data terakhir menyatakan bahwa lebih dari 20 % anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah menjadi perokok aktif. Gencarnya propaganda tentang bahaya rokok rupanya tidak membuat para perokok gentar. Bahkan semakin banyak perokok baru yang semula hanya mencoba-coba hingga akhirnya ketagihan dan tidak bisa lepas dari barang yang kini dicap haram tersebut. Apalagi efek samping dari rokok baru muncul bertahun-tahun kemudian hingga banyak orang yang hanya tertawa sinis dengan peringatan bahaya rokok. Dikeluarkannya fatwa haram tersebut bukannya tidak berdasar. Rokok dinyatakan lebih banyak merugikan daripada manfaatnya. Rokok memang berpengaruh terhadap tubuh manusia jika dikonsumsi terus menerus. Kandungan utama rokok adalah nikotin, karbon monoksida dan tar. Ketiga bahan tersebut sangatlah berbahaya bagi kesehatan tubuh. Nikotin sebagai salah satu unsur utama tembakau merangsang zat kimia dalam otak yang menimbulkan efek kecanduan. Karbonmonoksida (CO) adalah gas yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna. Gas CO yang dihirup akan berikatan dengan hemoglobin dalam darah sehingga sel-sel darah akan kekurangan Oksigen yang penting bagi respirasi sel. Tar adalah sisa pembakaran yang menimbulkan warna hitam dan sangat lengket dan menyebabkan gigi, jari dan kuku perokok aktif menjadi kuning kehitaman. Tar bersifat karsinogenik dan menyebabkan rambut getar di saluran pernafasan terhenti. Selain ketiga bahan tersebut sebatang rokok juga mengandung zat-zat berbahaya lain seperti aseton, metanol, hidrogen sianida, amonia, naftalen, arsenik, cadmium, butan, fenol, dan vinyl chlorida. Bahan-bahan yang terkandung dalam rokok tersebut dapat menimbulkan penyakit di organ-organ tubuh tertentu seperti psoriasis, batuk berdahak, katarak, kanker mulut, lidah dan bibir, kanker paru-paru, bronkitis, emfisema, serangan jantung, dan stroke. Mengingat bahaya rokok tersebut sebetulnya mudah saja untuk mengatasinya. Pemerintah hanya tinggal mengeluarkan perintah untuk menutup pabrik-pabrik rokok ! Tapi sekali lagi masalah rokok adalah masalah yang dilematis. Rokok mampu menghidupi berjuta-juta pekerja yang mencari nafkah di pabrik-pabrik penghasil rokok. Rokok juga menjadi salah satu sumber dana negara dengan pajak yang dipungut dari sebungkus rokok. Rokok yang memegang perekonomian ini juga menjadi ladang uang yang subur sehingga mampu mendukung berbagai event olahraga yang diharapkan dapat mengangkat nama Indonesia di kancah dunia. Fatwa MUI yang tidak mengikat bagi seluruh warga Indonesia ternyata cukup berpengaruh. Beberapa pedagang rokok mengeluh dengan menurunnya omset yang berarti berkurangnya 'income' mereka. Namun di lain pihak banyak yang mengamini fatwa ini karena dengan berkurangnya asap yang keluar dari rokok menyebabkan penurunan prosentase terkena berbagai penyakit saluran pernafasan yang cukup berat. Setuju atau tidak dengan rokok itu haram, semua kembali pada diri masing-masing. Merokok adalah suatu pilihan yang disadari oleh semua yang melakukannya atas resiko yang mungkin terjadi.

Rabu, 13 Agustus 2008

Say No To Drugs


Berita tertangkapnya artis muda Sheila Marcia menambah daftar hitam publik figur yang terjerat kasus narkoba. Roy Martin, Gary Iskak, Achmad Albar hingga deretan pelawak Doyok, Polo, Derry susul menyusul tertangkap tangan sedang mengkonsumsi barang haram itu. Sungguh sangat disayangkan para artis yang menjadi tokoh idola dan trends maker ini justru memberi contoh buruk bagi para penggemarnya. Gaya kaum hedonis memperoleh citra buruk dengan ulah mereka. Tidak tua atau muda mereka mencerminkan betapa melorotnya kualitas moral bangsa ini. Meski hanya sebagian kasus yang terungkap tak bisa dipungkiri bahwa kehidupan gemerlap dunia malam membawa efek merusak bagi masyarakat. Boleh saja menyangkal tidak semua penggemar "dugem" melakukan hal-hal terlarang itu, tapi pada kenyataannya entah sudah berapa ribu atau juta rakyat Indonesia yang terjerumus masalah narkoba. Narkoba adalah akronim dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Kata narkotik berasal dari kata Narcosis yang berarti narkose atau menidurkan. Menurut Undang-Undang No. 9 tahun 1976 tentang jenis-jenis narkotika yang dimaksud dengan narkotika adalah candu, morphine, heroin, ganja dan Cocaine. Sedangkan yang dimaskud dengan obat-obatan berbahaya adalah berbagai macam jenis obat yang diproduksi untuk keperluan medis. Obat-obatan berbahaya dibedakan menjadi tiga golongan yaitu depresant, stimulant dan hallucinogen. Sebenarnya narkotik dan obat-obat berbahaya ini digunakan dalam dunia medis dengan pengawasan yang ketat. Sayangnya setelah mengetahui efek narkoba yang berbahaya karena menimbulkan kecanduan dan merusak fungsi sistem tubuh tersebut, narkoba justru dikonsumsi dengan bebas. Beredarnya narkoba yang lepas dari pengawasan aparat mulai menjalar hingga daerah pelosok. Narkoba kini kian merajalela merusak mental anak-anak bangsa dari berbagai kalangan dan usia tanpa pandang bulu. Berdasarkan data d Lembaga Ketergantungan Obat sejak tahun 1972 alasan utama para remaja atau anak menyalahgunakan narkoba pertama kali adalah rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu inilah yang akhirnya menjerat mereka ke dalam belitan narkoba yang sekali terjatuh amat sangat susah untuk kembali. Hal ini disebabkan karena narkoba mempengaruhi saraf dan menimbulkan kecanduan akibat rasa puas yang mendorong seseorang memakainya secara berkala. Celakanya, batas toleransi narkoba semakin lama semakin tinggi hingga jangka waktu pemakaian semakin pendek dan sering dan dosis juga semakin besar. Narkoba umumnya dikonsumsi karena efek menenangkan yang bisa mengatasi kegelisahan, kekecewaan, kecemasan dan dorongan berlebihan para pemakai yang lemah daya tahan mentalnya atau masih belum matang kepribadiannya.Narkoba tidak hanya merusak fisik semata melainkan menimbulkan gangguan mental dan kepribadian yang semakin lama semakin parah dan menjadi fatal jika tidak segera ditangani. Untuk itu para orang tua perlu mengontrol pergaulan dan tingkah laku putra-putri mereka. Pertahanan pribadi berbasiskan agama yang diyakini juga sangat penting jika tidak ingin terjerumus dalam sarang laba-laba narkoba. Orang tua maupun orang yang berkepentingan perlu mengetahui karakteristik umum para pecandu yang diantaranya adalah adanya perubahan mendadak di sekolah, pekerjaan baik dari segi mutu, kualitas atau disiplin, sifat yang menjadi cepat tersinggung dan mudah marah, tidak mengacuhkan penampilan dan sering menyendiri di tempat-tempat yang tidak biasa. Penanganan bagi mereka yang terlanjur menjadi pemadat perlu dilakukan dengan cermat dengan meminta bantuan lembaga-lembaga khusus yang menangani narkoba. Meskipun pemerintah dan lembaga indipenden dengan gencar menyerukan budaya Say No To Drugs dengan memaparkan bahaya narkoba, tetap saja peredaran narkoba di negara ini masih cukup tinggi. Mungkin pemerintah perlu menindak tegas para pengedar yang membawa virus bejat narkoba yang bertujuan merusak generasi muda bangsa ini dengan hukuman yang maksimal. Tanpa merendahkan hak asasi manusia, tindakan tegas ini penting dilakukan untuk memberi efek jera bagi para pengedar maupun pengkonsumsi narkoba. Semua ini demi masa depan bangsa yang tak mungkin dilimpahakn pada generasi penerus yang tak sehat baik fisik atau pun metalnya. Sekali lagi SAY NO TO DRUGS, cintailah dirimu !

Music Is My Life


"Jangan-jangan kau menolak cintaku. Jangan-jangan kau ragukan hatiku. Ku kan selalu setia menunggu. Untuk jadi pacarmu." mendengar lirik lagu tersebut, aku tertawa kecil. Memanfaatkan waktu libur di sela-sela kesibukan mengajar, iseng aku menonton sebuah acara musik di salah satu tv swasta. Tak lama kemudian, diputarlah video klip grup band ST 12. Semula aku masih cuek dan larut dalam kesibukanku membaca buku Ketika Cinta Bertasbih. Tak lama kemudian, dengan segera aku mengalihkan pandangan ke layar kaca. Telingaku tampak akrab dengan melodi awal lagu berjudul P.U.S.P.A tersebut. Benar saja ketika masuk ke refrain dengan segera aku mengenali lagu itu. Lagu baru yang selama ini sering kudengar saat asyik menjelajahi dunia maya. Lagu yang menurutku lumayan enak didengar meski agak sedikit bernuansa melayu. Video klip yang merepresentasikan isi lagu PUSPA tersebut juga sangat menarik. Artis sekaliber Luna Maya yang menjadi tokoh utama klip tersebut turut memberi andil dalam cerita nan menggelitik. Lirik-lirik lagu yang sedikit nakal menjadi semakin hidup dalam video tersebut. Setelah klip berakhir, aku tak beranjak dari depan tv. Dengan antusias meneruskan menonton deretan tangga lagu terpopuler versi stasiun tv tersebut. Bisa dibilang aku sangat 'kuper' jika menyangkut masalah musik Indonesia. Entah sudah berapa tahun aku tidak mengikuti perkembangan musik Indonesia. Kesibukan kuliah ditambah jarangnya acara musik yang mempromosikan klip dari lagu-lagu anak bangsa membuatku semakin jauh dari arena musik dalam negeri. Tak dipungkiri selama ini sangatlah jarang lagu-lagu dalam negeri yang menimbulkan kesan mendalam hingga membuatku tertarik untuk mendengarkan atau menyanyikannya. Sejak mengenal musik klasik, perhatianku akan musik dan lagu tercurah sepenuhnya untuk lagu-lagu bergenre klasik. Theme song Phantom of The Opera, Verdi, La Trafiata, lagu-lagu gerejani yang religius, musik pop klasik berbahasa italia dan alunan denting piano yang melantunkan karya Mozart, Vivaldi atau Bach sangat lekat di telinga dan bisa dengan fasih kusenandungkan. Musik klasik atau lagu-lagu opera sangatlah megah gaungnya dan diperlukan teknik yang tinggi untuk bisa membawakannya dengan baik. Getaran suara tenor Andrea, Russel Watson dan lengkingan jernih Sarah Brightman begitu menyentuh kalbu. Nada-nada tinggi yang keluar dari seorang Josh Groban membuatku menangis haru. Rak kaset dan cdku pun dijejali dengan album-album mereka. Kesukaanku akan musik yang jarang diminati anak-anak muda Indonesia ini membuat banyak teman-temanku heran. Meskipun dibilang kuper aku tetap menyukai musik-musik yang kata sebagian temanku aneh ini. Tapi aku tak menyesal meski dikatakan tidak nasionalis. Lagu-lagu yang tak henti-hentinya kuputar dan kudendangkan ini membuatku semakin kritis akan musik dan kualitas seorang penyanyi. Standar tentang bagus tidaknya sebuah lagu atau suara seseorang semakin tinggi dan tinggi. Oleh karena itulah jarang sekali aku menyukai lagu-lagu dalam negeri yang kebanyakan tergolong musik pop ringan. Mencermati perkembangan musik tanah air, saat ini tengah booming kelompok-kelompok anak muda yang bermain musik alias band. Band-band baru bermunculan setiap hari di berbagai pelosok tanah air, baik yang terkenal ataupu band-band lokal yang sedang merangkak menuju popularitas. Penyanyi-penyanyi solo pria maupun wanita Indonesia saat ini bisa dihitung dengan jari dan hampir tidak ada solis-solis baru. Mungkin karena pecinta musik yang bosan mendengarkan suara penyanyi yang itu-itu saja, munculnya grup band baru seolah membawa angin segar bagi dunia musik. Kecenderungan lagu-lagu band yang ringan dan mudah untuk dinyanyikan menjadikan beberapa grup melejit di jajaran atas menyaingi grup lawas macam Dewa, Sheila On Seven, Gigi dan Padi. Para penggemar musik dengan mudahnya terbuai oleh lagu-lagu dengan tingkat kesulitan rendah dengan berbagai tema dalam kehidupan sehari-hari dan lirik-lirik lagu yang kadang sedikit nyleneh. Ahmad Dani yang piawai membuat lagu sarat muatan dan berat pun tak ketinggalan ikut berpartisipasi dengan grup The Rocks yang sukses dengan hits Munajat Cinta yang bisa dibilang lagu yang sangat-sangat ringan. Matta Band menyusul dengan lagu Ketahuan yang sempat dijadikan rebutan, kemudian muncul grup lain seperti Kangen Band, Vagetoz, D'Massiv, Nine Ball, Republik, ST 12 dan baru-baru ini dua grup Caramel Band yang saling berebut lagu Gaby. Grup-grup tersebut terus muncul hingga tak terhitung banyaknya hingga aku yang awam akan musik Indonesia sampai terbalik-balik antara lagu apa dibawakan oleh siapa. Gempuran grup band ini ternyata tidak menyurutkan semangat penyanyi-penyanyi kawakan. Grup band yang pernah menjadi raja pada tahun-tahun sebelumnya berlomba-lomba merilis single dan album baru di tengah kancah persaingan musik yang amat sangat ketat. Peter Pan, Samsons, Radja tak mau kalah merebut perhatian penggemar berusaha mengembalikan kejayaan mereka. Geliat grup senior ini rupanya juga melecut semangat para penyanyi solo. Agnes Monica artis multi talenta ini berhasil mencuri perhatian dengan single Matahariku yang merupakan soundtrack sebuah sinetron yang juga dilakoninya. Tompi si dokter bedah plastik ini unjuk gigi dengan suara khasnya membawakan lagu-lagu jazz yang enak didengar. Sherina melakukan Come Back setelah absen beberapa lama dan beralih menjadi penyanyi dewasa tanpa menurunkan kualitas vokalnya. Gita Gutawa dengan falseto yang masih mentah ikut meramaikan dunia musik dan berhasil mencuri perhatian dengan lagunya yang melow plus suara khas ala Charlotte Church. Penyanyi solo baru pun akhirnya muncul mengikuti jejak band-band yang dengan berani mengepakkan sayapnya. Afgan, penyanyi yang masih kuliah ini berhasil menyedot fans khususnya gadis-gadis dengan suara basnya. Syahrini, Winnie K, Aura Kasih mewakili kelompok penyanyi solo wanita berusaha menggedor dunia musik Indonesia dengan warna musiknya. Musik Indonesia memang terus berkembang sedikit demi sedikit. Sayang kecenderungan untuk mengikuti arus menyebabkan warna musik Indonesia pada suatu masa menjadi kurang beragam. Lagu-lagu kreasi baru memang terus bermunculan, hanya sayang lagu tersebut nantinya akan berlalu begitu saja. Bandingkan dengan lagu-lagu kenangan zaman bapak, ibu atau bahkan kakek-nenek yang seolah tak lekang dimakan waktu. Hingga kini masih dikenang orang baik itu syair atau melodinya. Demikian pula dengan lagu-lagu luar negeri yang sangat menghentak dan dinamis hingga disukai di seluruh dunia tak terbatas area maupun ras. Inilah yang perlu dicermati insan musik kita. Menciptakan sebuah kagu yang berkesan, diterima di seluruh kalangan sehingga terus lekat di hati penggemar.

Minggu, 03 Agustus 2008

Petualangan Langdon

The Last Supper-Leonardo Da VInci




Dan Brown membuat gebrakan baru dalam dunia fiksi. Pengarang kelahiran tahun 1964 asal Amerika ini dengan berani meluncurkan sebuah novel semi historis yang dilatarbelakangi oleh salah satu agama besar di dunia. Jebolan Amherst Collegge ini tak tanggung-tanggung dalam melakukan riset dan dengan berani menyatakan bahwa semua dokumen yang tercantum dalam novelnya adalah nyata. Da Vinci Code berhasil menuai kontroversi di kalangan umat beragama khususnya Katolik. Dikisahkan seorang simbolog dari Universitas Harvard dicurigai melakukan pembunuhan terhadap kurator museum Louvre. Robert Langdon demikian nama simbolog tersebut pun berusaha membersihkan namanya. Usaha Langdon untuk membuktikan bahwa dia tak bersalah diikuti dengan perburuan pelik dan acapkali dengan taruhan nyawa. Dalam buku ini Brown mengangkat cerita tentang Holy Grail melalui tokoh Langdon. Holy Grail atau cawan suci dipercayai umat KAtolik sebagai cawan yang digunakan Yesus Kristus dalam perjamuan terakhir. Dalam buku ini Brown mengungkapkan fakta mengejutkan yang sebenarnya tentang keberadaan Holy Grail. Berdasarkan dokumen-dokumen kuno yang menurut Brown nyata adanya, Brown melalui tokoh Langdon memaparkan bahwa Holy Grail merupakan metafora bagi seorang perempuan yang dikenal oleh seluruh umat KAtolik di dunia. Dikisahkan Sir Leigh Teabing, ahli holy grail dari Inggris menjelaskan bahwa Holy Grail adalah simbol dari Maria Magdalena. Maria Magdalena yang dikenal sebagai pelacur dari zaman Kristus dinyatakan bahwa sesungguhnya ia adalah istri dari Yesus itu sendiri ! Dan keturunan mereka masih ada dan bahkan bisa ditelusuri peta silsilahnya. Teabing menyatakan bahwa keberadaan Maria Magdalena sebagai istri Yesus dihapus dari sejarah Katolik dengan alasan bisa meruntuhkan sifat Ketuhanan dari Yesus. Yesus yang notabene adalah Tuhan umat KAtolik dalam buku ini memiliki sifat manusia seperti beristri dan mempunyai keturunan. Kebenaran tentang MAria Magdalena ini dijaga ketat oleh sekelompok orang yang bergabung dalam organisasi rahasia Biarawan Sion. Organisasi ini diketuai oleh tokoh-tokoh ternama di antaranya adalah Leonardo Da Vinci, Sir Isaac Newton, dan Boticelli. Tugas utama Biarawan Sion adalah menjaga agar semua dokumen tentang Maria Magdalena tidak diketemukan oleh pihak Gereja sehingga bisa dimusnahkan. Meskipun kerahasiaan adalah faktor terpenting, para tokoh Biarawan Sion ini tak urung menuliskan tanda-tanda tentang Maria Magdalena dalam karya-karyanya seperti lukisan-lukisan The Last Supper buah karya Da Vinci, dan musik gubahan Mozart. Bahkan istilah Holy Grail atau cawan suci mengacu pada bentuk piala yang dikonotasikan sebagai rahim perempuan suci yaitu Maria Magdalena sebagai ibu dari keturunan darah Yesus. Brown semakin berani dengan menuliskan bahwa garis keturunan Yesus adalah klan Merovingian yang dikenal sebagai pendiri kota Paris. Semua relikui Maria Magdalena baik berupa gulungan naskah, dokumen, surat-surat, artefak dan tulang-belulang Maria Magdalena tersimpan dalam ruang rahasia di dalam Museum Louvre, Prancis. Menilik dari materi buku Da VInci Code tersebut, tak bisa dipungkiri bahwa Brown membuat sebuah isu yang menyerempet bahaya karena menyangkut keimanan. Tak pelak lagi, pihak Vatican pun dengan segera bertindak dengan melakukan pencekalan terhadap film adaptasi novel ini yang berjudul sama. Semakin dilarang, orang biasanya semakin penasaran. Buku ini pun laris manis di pasaran hingga mencapai 70 juta copy ! Kesuksesan Dan Brown tidak berhenti sampai di sini. Petualangan ahli ikonografi ini berlanjut dalam buku kedua yang merupakan prekuel. Angel & Demon menjadi awal keterlibatan Langdon dalam dunia sejarah Katolik yang gelap. Dalam buku ini Brown memaparkan fakta menarik sekaligus mengerikan. Lagi-lagi menurut fakta nyata, Brown menyebutkan keberadaan Illuminati, suatu organisasi beranggotakan para ilmuwan. Illuminati diketuai oleh Galileo sebagai wadah bagi ilmuwan untuk mendiskusikan temuan-temuan mereka tanpa sepengetahuan Gereja. Pada era Galileo, gereja banyak memburu para ilmuwan karena penemuannya yang dianggap berlawanan dengan doktrin-doktrin gereja. Supaya selamat namun tetap berkarya dalam menyelidiki alam semesta, eselon tinggi Illuminati yaitu Bernini merancang sebuah ujian inisiasi bagi ilmuwan yang ingin menjadi anggota Illuminati. Ilmuwan calon anggota ini harus memecahkan serangkaian kode untuk menemukan markas rahasia Illuminati. Kejeniusan Brown dalam menggabungkan sejarah dan fiksi sangat teruji dalam buku ini. Brown mengajak pembaca untuk menelusuri tanda-tanda (Segno) yang tersebar di kota Roma. Brown begitu piawai menggambarkan kota Roma sehingga pembaca seolah sedang ikut ujian untuk menjadi seorang Illuminatus. Brown yang tumbuh di lingkungan paradoks antara sains dan religi ini mampu membuat pembaca tercengang dan berdebar ketika membaca karya-karyanya. Brown begitu pintar meramu sejarah sehingga menghasilkan fiksi semi historis yang menarik dan tidak membosankan meski dibaca berulang-ulang. Riset yang menyeluruh dan detail yang dilakukannya selama menulis sebuah buku patut dicontoh oleh siapapun yang berkeinginan menjadi seorang pengarang. Benar atau tidaknya semua fakta yang tercantum dalam Da Vinci Code maupun Angels & Demon semua tergantung dari keyakinan masing-masing pembaca.

Castella San Angelo-markas Illuminati


Segno1 - Capella Chigi- Earth
SEgno 2-Piazza San Pietro- Air

SEgno 3- St Maria della Vitoria- fire



Segno 4-Piazza Navona-Water




Apatis


"Wakil rakyat seharusnya merakyat "demikian sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan Iwan Fals. Lagu-lagu bertema sosial rupanya selalu membuat gerah para petinggi negara ini. Setelah sempat bungkam selama beberapa lama, para pekerja seni kembali beraksi dengan karya-karyanya yang bertema kritik sosial. Heboh lagu Ujung-ujungnya Duit yang dilantunkan grup rock Slank semakin memanas dengan terungkapnya kasus suap pengalihfungsian hutan Riau. Dewan Perwakilan Rakyat yang kebakaran jenggot karena merasa tersindir oleh lirik lagu tersebut berakhir dengan cipratan lumpur yang mencoreng nama yang memang sudah berkurang wibawanya. Budaya korupsi, kolusi dan nepotisme memang sudah berakar kuat pada bangsa ini layaknya akar pohon-pohon tua. KKN tersebar dimana-mana mulai dari lapisan bawah hingga jajaran elit dan pejabat negara. Berdirinya KPK memungkinkan terbongkarnya praktek kotor pejabat dan wakil rakyat yang selama ini jarang terungkap. Keberhasilan KPK bisa dilihat dengan ditangkapnya oknum-oknum yang merugikan rakyat. Sungguh di luar dugaan bahwa di antara oknum-oknum tersebut terselip nama-nama besar yang selama ini berjuang atas nama rakyat. Kesakralan Senayan memudar dengan tertangkapnya beberapa penghuni gedung perkantoran DPR itu. Kasus suap dan skandal seks bermunculan, menyeret tokoh-tokoh politik yang sukses mendapatkan kepercayaan rakyat. Pengkhianatan kepada rakyat ini sungguh menorehkan luka yang sangat dalam. Di tengah kegelisahan akan krisis yang semakin meningkat ini, rakyat memberikan kepercayaannya kepada orang-orang terpilih. Orang-orang yang ditunjuk untuk membawa suara rakyat ini justru mengkhianati mandat yang diemban. Al Amin Nasution, Yusuf Emir Faisal hanyalah awal dari rentetan skandal suap yang memalukan. Seolah tak cukup dengan imbalan fantastis dan berbagai fasilitas eksklusif atas kedudukannya di DPR, orang yang mengaku wakil rakyat ini justru memanfaatkan waktu untuk menambah pundi-pundinya. Zaini Yahya, Max Muin adalah cermin yang menunjukkan bobroknya moral bangsa ini. Perselingkuhan, pelecehan dan eksplotasi seks diakui oleh Permadi anggota dewan dari fraksi PDIP sebagai kebiasaan sehari-hari di Senayan. Sakit hati rakyat bertambah lengkap dengan terungkapnya skandal-skandal lain pemicu jebolnya keuangan negara di tangan pengusaha yang bekerja sama dengan aparat maupun pejabat negara. Skandal BLBI yang melibatkan jaksa Urip Tri Gunawan dan hakim Khaidir, hingga skandal-skandal aparat di tingkat daerah menjadikan rakyat kian apatis. Kerja keras KPK seakan menguap begitu saja dengan tidak tuntasnya pengadilan hukum para koruptor dan pencuri uang rakyat lainnya. Wajar jika praktek KKN ini semakin menjamur karena tidak adanya efek jera bagi para pelaku. Hukuman fisik dan mental hanya berlangsung singkat tak sepadan dengan banyaknya uang hasil merampok rakyat. Perlakuan khusus menjadikan hotel prodeo layaknya hotel bintang lima. Rasa malu akibat aib pun tak ada dengan dilontarkannya pembelaan diri sebagai korban yang tak bersalah. Setelah tuntas menjalani hukuman masih bisa hidup enak dengan harta berlimpah. Andaikan para koruptor diwajibkan mengembalikan uang rakyat berikut bunganya, bukan mustahil keuangan negara bisa tertolong dan rakyat pun sedikit terbebas dari himpitan ekonomi. Namun sepertinya pemberantasan KKN masih berupa mimpi semata. Praktek-praktek KKN masih tersebar di segala tempat. Pungutan-pungutan liar maupun uang jasa untuk memperlancar urusan sangat sulit untuk dihilangkan. Agaknya setiap orang lebih menginginkan jalan pintas untuk sampai ke tujuan. Tidak adanya semangat untuk berusaha dengan jujur rupanya menjadi awal budaya KKN di negara ini. Sekeras apapun para kritikus bersuara, aksi mereka hanyalah sekedar hiburan di tengah keruwetan ini.

Jumat, 01 Agustus 2008

Molto Grazie


Kamis sore, udara panas membuatku terkantuk-kantuk di depan televisi. Baru beberapa detik aku melancong ke alam mimpi, aku terbangun mendengar suara akrab yang memang sedang kunantikan. Setengah pusing aku menyambut kedatangan sahabatku yang sudah cukup lama tidak kutemui. Kantuk yang membuat berat kelopak mataku hilang seketika, tersapu oleh perasaan senang yang meluap ketika berkumpul kembali dengan kawan lama. Reuni ini memang sangat spesial untukku. Teman seperjuangan sejak dulu ini membawa impian kami menjadi sebuah kenyataan yang manis. Daratan Eropa khususnya Italia selalu menjadi impianku. Sejarah, arsitektur, bahasa, opera dan tak ketinggalan Lega Calcio-nya menarik perhatanku sejak dulu. Kemegahan gereja maupun kastil-kastil bersejarah dan karya-karya seni yang tak ternilai selalu membuatku terpesona. Kekagumanku yang tak terhingga ini mendorongku untuk giat mencari informasi seputar negeri Pizza itu. Berbagai buku-buku, film dan artikel yang menyinggung negeri asal difensore favoritku ini kukoleksi dengan rapi. Bahasa Italia yang bagiku sangat indah di telinga juga berusaha kupelajari meski tanpa bantuan siapapun. Lagu-lagu opera yang asing juga menjadi hiburanku saat aku harus berkutat dengan tugas-tugas berat di masa kuliah. Andrea Bocelli, Luciano Pavarotti, Jose Careras, Sarah Brigthman, Josh Groban, Russel Watson, Charlotte Church dan yang teranyar PAtrizio Buanne, vokal tenor dan sopran mereka selalu mengharu biru perasaanku. Misa Natal dari Vatican adalah acara yang tak pernah absen kutonton. Kemegahan Basilika San Pietro, keramaian di piazza Barberini, mahakarya Michaelangelo dan Bernini membuatku tak bisa mengalihkan pandanganku dari layar televisi. Indahnya kota Roma dengan berbagai tempat wisata rohaninya membuatku bermimpi untuk berkunjung ke sana suatu saat nanti. Kota air Venezia menjadi impian romantisku dengan gondola-gondola yang menyusuri kanal-kanal di antara palazzo nan megah. Selama ini Italia bagaikan mimpi yang tak terwujud. Bersyukur di antara kami para pemuja seni dapat mewakili impian bersama untuk menginjakkan kaki di tanah asal opera La Traviata, Madam Butterfly dan kisah-kisah romantis lainnya itu. Tiga jam sangatlah pendek untuk menceritakan pengalaman-pengalaman tak terlupakan di Italia. Tiga bulan juga teramat singkat untuk mengenal Italia. Kisah-kisah menarik akan keindahan Italia membuatku terkesima. Ternyata semua yang kami lihat selama ini tidak sanggup untuk menggambarkan keindahan Italia yang sesungguhnya. Wah, andai aku menyaksikan dengan mataku sendiri, pasti aku akan menangis saking bahagianya. Tak terasa hari sudah semakin sore, sahabatku pun bersiap untuk kembali ke rutinitasnya. Tak lupa bingkisan cantik disodorkan kepadaku yang memang selalu kutagih >_< Dengan berdebar-debar kubuka oleh-oleh dari Italia yang terbungkus kertas pink itu. Aku senang sekali mendapatkan kartu-kartu pos cantik berlatar belakang kota Roma, miniatur menara Pisa yang anggun dan magnet-magnet kecil yang merangkai sebuah nama favoritku "NESTA". Sahabatku ini juga ingat akan kecintataanku pada buku. Il Mistero dell'acqua scomparsa kini menjadi salah satu koleksiku yang berharga. Molto Grazie, Signorina ! Aku tak bisa mengungkapkan kebahagiaanku dengan kata-kata indah. Hanya terima kasih tak terhingga yang bisa kuucapkan atas keberhasilanmu membawa impian ke negeri yang jauh. Terima kasih juga kuberikan atas usahamu sehingga pesan cintaku untuk seseorang di Milan tersampaikan. Grazie, semuanya akan kujaga dengan baik. Semoga kelak aku dapat menyusulmu untuk mengagumi indahnya Italia.

Alhamdulillah


"Dilarang mandi di laut" Kata-kata yang selalu terpampang di setiap pantai selatan pulau Jawa ini memang bukan main-main. Apalagi gelombang di laut jawa sedang berada dalam taraf membahayakan. Pada kenyataannya banyak wisatawan pantai yang tak mengindahkan larangan ini. Bukan ke laut namanya jika tidak basah terkena air asin. Memanfaatkan waktu liburan, aku beserta keponakan-keponakan kecilku bertualang ke pantai Ayah yang terletak di desa Ayah, Kebumen. Bertujuan untuk memuaskan keinginan bocah-bocah gunung yang ingin melihat laut, dengan riang gembira kami yang lebih tua mengawal kelima kanak-kanak ini bermain pasir di pantai. Mengambil posisi agak jauh dari tepi air, tiga bocah di bawah sepuluh tahun ini bersama-sama membangun sebuah istana pasir. Tiba-tiba alunan ombak kecil datang dari laut lepas. Bermaksud memberi peringatan ibu mereka bergegas menghampirinya. Tak dinyana dalam hitungan detik ombak menerjang dengan kekuatan lumayan dasyat. Tanpa ampun ombak menyeret dua keponakan laki-lakiku ke tengah laut. Mengikuti naluri seorang ibu, saudara tertuaku pun mengejar keduanya, berusaha menarik mereka ke tepian. Sontak doa-doa mengalir deras dalam batinku. Disaat diri tak kuasa menolong karena sedang menghadapi perjuangan yang tak kalah mematikannya, hanya Allah SWT-lah tempatku memohon perlindungan. Rasa takut dan putus asa berbaur dengan keteguhan hati saat melihat ketiga kerabatku berguling-guling, berusaha berdiri namum selalu terhempas ke dasar laut, seakan laut tak rela mereka kembali pulang. Beruntung masih ada orang-orang yang baik hati memberikan pertolongan. Tanpa pikir panjang seorang bapak yang kebetulan juga sedang menikmati keindahan pantai bergegas terjun ke laut. Beberapa menit penuh ketegangan akhirnya terlampui dengan selamat. Aku yang juga sukses melewati hantaman ombak sembari menggendong anak usia dua tahun bergegas menuju kerumunan di sisi pantai yang lain. Suara-suara gemetar saling bersautan berebut cerita dan puji syukur kepada Yang Maha Kuasa. Alhamdulillah, mereka masih diberi selamat oleh Allah SWT. Meski handphone rusak berat, nyawa ketiganya selamat dan lebih beruntung lagi tas yang berisi dompet, uang dan surat-surat berharga terdampar di pasir, tak jauh dari tempat kami berdiri. Masih diliputi ketakutan dan sedikit syok, kami kembali ke mobil, sebisa mungkin membersihkan dan memberikan pertolongan pertama untuk ketiga anak yang berlumur pasir dan gemetar kedinginan dengan mata terbelalak penuh teror. Akhirnya, kami memutuskan untuk pulang, tak ingin trauma berkepanjangan menaungi mereka. Lokasi wisata pun berganti ke tempat yang lebih aman dan sesuai dengan anak-anak seusia mereka. Pengalaman ini sangatlah berharga untuk dijadikan contoh bagi semua pecinta laut. Selalu waspada terhadap datangnya ombak meski kelihatan tak seberapa kekuatannya adalah peraturan pertama jika ingin selamat. Bahkah nelayan pun tak bisa memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di laut lepas. Ngomong-ngomong tentang nelayan, ada sekelumit cerita tak sedap yang sempat mampir ke benakku. Dimana mereka saat kami membutuhkan pertolongan ? Padahal tukang perahu sekaligus nelayan ini berdiri tak jauh dari lokasi tempat ketiga anak itu tenggelam. Bahkan turis-turis domestik yang berkerumun memberikan pertolongan atau sekedar menonton menyatakan bahwa mereka yang pertama kali melihat kejadian ini. Para penduduk lokal itu baru turun tangan setelah ketiganya dipastikan selamat tanpa cedera yang berarti. Pertanyaan ini sangat menggelitik pikiranku. Setelah mengobrol panjang lebar dengan beberapa orang, jawaban pertanyaan ini muncul begitu saja. Legenda sang ratu penguasa pantai selatan yang hingga kini masih dipercayai terutama oleh penduduk di sepanjang pesisir selatan pulau Jawa menjadi alasan tersendiri. Menurut penduduk setempat pantai-pantai selatan selalu meminta "korban" dalam jangka waktu tertentu. Tak terkecuali dengan pantai yang juga akrab disebut dengan pantai Logending ini. "Sudah lama tak ada orang hilang di laut", begitu kata seorang ibu penjual minuman yang sangat baik hati menolong kami. Menurut mitos yang beredar, jika laut ingin membawa seseorang bersamanya, menolong merupakan hal yang tabu. Nyawa si penolonglah yang menjadi taruhannya alih-alih si korban. Mendengar cerita ini, aku merasa merinding teringat satu pantangan yang katanya tidak boleh dilanggar jika sedang berada di laut selatan dan kebetulan saat itu aku mengacuhkannya. Bukannya disengaja, tapi aku betul-betul tidak ingat akan peraturan tak tertulis ini. Untunglah atribut serba merahku tidak membawa petaka seperti mitos selama ini. Percaya atau tidak, banyak pelajaran berharga yang bisa kupetik dari kejadian ini. Mungkin untuk sementara waktu ini aku belum berani untuk bermain-main di laut. Mahir berenang menjadi obsesiku sekarang. Aku juga harus lebih menempa keteguhan hati di waktu-waktu yang akan datang. Kemampuan untuk bergerak dengan cepat dan penuh perhitungan juga menjadi PR-ku di masa mendatang. Sekali lagi kuucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah, tak lupa beribu terima kasih pada mereka yang telah menolong kami dengan iklas.