Kamis, 07 Mei 2009

Rehat Sejenak

Panasnya kompetisi antar parpol dalam memperebutkan jatah kursi di senayan memang berakhir setelah Pemilu legislatif lalu. Namun hiruk pikuk seputar pesta demikrasi tidak berhenti begitu saja. Situasi justru semakin panas dengan banyaknya kisruh seputar Pemilu yang dilontarkan pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan hasil Pemilu kemarin. Berita hangat pun bergulir ke arah koalisi parpol untuk menggalang kekuatan di pemerintahan kelak. Setiap hari berbagai media cetakd dan elektronik sibuk mengulas parpol-parpol yang saling berkomitmen, dan mereka-reka nama-nama capres dan cawapres yang akan maju di Pemilu Pilpres bulan Juli nanti. Hasil perhitungan suara pun lama-lama dinomorduakan, kalah saing dengan rumor tokoh-tokoh elit yang mengadakan pertemuan tertutup. Nah, seminggu terakhir ini serba-serbi seputar parpol tergeser dari tajuk utama berita. Apalagi kalau bukan karena berita kontroversial tentang tertangkapnya tersangka pembunuhan Nasrudin. Masyarakat Indonesia dibuat kaget dengan munculnya nama ketua KPK Antasari yang dicurigai sebagai otak pembunuhan bos besar itu. Siapa mengira sosok Antasari yang selama ini gigih membongkar kasus-kasus korupsi pejabat tersangkut bahkan dinyatakan sebagai tersangka kuat dalang pembunuhan Nasrudin ? Apalagi jika berita yang dilansir dari berbagai media itu benar, rasanya hal mustahil jika alasan di balik pembunuhan terencana tersebut adalah 'wanita'. Opini masyarakat yang timbul pun beragam. Sebagian menyatakan ragu akan keterlibatan ketua KPK tersebut. Dugaan skenario untuk menyingkirkan tokoh yang sukses menjebloskan nama-nam besar ke balik jeruji pun tak urung mencuat ke permukaan. Benar tidaknya, masyarakat hanya bisa menunggu hasil penyelidikan yang berwenang dan berharap proses pencarian keadilan ini berjalan dengan lurus dan transparan, tidak disusupi niat tertentu yang mampu membalikkan keadaan menjadi tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Ya, kasus Antasari ini demikian panasnya hingga pemberitaan seputar meluasnya wabah flu babi (swine flu) meredup. Padahal merebaknya virus flu ( A H5N1) jenis baru ini mengancam nyawa manusia. Flu yang disebabkan oleh virus flu yang bermutasi di tubuh babi ini dapat dengan cepat menginfeksi manusia karena adanya kesamaan genetik antara manusia dan babi. WHO bahkan sudah menetapkan level lima yang berarti selangkah lagi flu babi menjadi pandemi. Sementara WHO sedang bekerja keras untu menemukan vaksinnya, masyarakat diharapkan waspada dan melakukan pencegahan untuk menghindari terjangkitnya virus ini.
Demikianlah situasi pemberitaan di tanah air, setiap kali muncul info yang menggemparkan langsung saja diekspos habis-habisan. Kadang bosan juga menyaksikan berita yang sama meskipun dari media yang berbeda. Belakangan ini ada tren baru di dunia siaran berita tanah air. Entah berniat mempromosikan kekayaan nusantara atau upaya menghilangkan kejenuhan pemirsa akan berita monoton serius, ada program berita yang menyisipkan informasi kuliner, wisata dan informasi ringan lainnya di akhir acara. Sebuah terobosan baru yang meruntuhkan image program berita yang dulu terkesan serius, elegan dan berbobot. Ya. masyarakat perlu rehat sejenak dengan pemberitaan yang cenderung membuat resah.

3 komentar:

MARS mengatakan...

betul..kadang merasa begitu pentingkah ritual mendengarkan berita-berita yang tiap hari mem-blow up hal-hal yang kadang terlalu dilebih-lebihkan?? dengan tiap stasiun TV berlomba -lomba membuat berita yg seolah-olah terpenting yang tidak boleh terlewatkan bila ingin dinilai nggak ketinggalan info.
bagus sih..tapi kadang, perlu rehat sejenak biar hidup nggak sesak dengan berita kehidupan yg justru sering meresahkan..doohhh kok komentarku serius amat yak...

tezuka_in mengatakan...

iya melelahkan, padahal belum tentu akurat

Gufy mengatakan...

Y nh,berita yg beredar skrng ini,hanya itu2 aj.Tp khusus tentang Flu Babi harus kita tanggapi dengan serius,penyakit ini memang lagi mewabah.Bahkan WHO sdh menetapkan kewaspadaan terhadap penyebarannya mnjd level lima.Pengumuan level 5 mrpkn prtnda kuat bhw pendemi tak terelakkan.Akibatnya DepLu meningkatkan status travel advisory (saran perjalanan) menjadi Travel Warning(peringatan perjalanan)bagi warga Indonesia kebeberapa negara yang sudah mulai terinfeksi Flu Babi,seperti Mexico,Kanada, Selandia Baru,Inggris,Sepanyol,Israel,Austria,Jerman & USA.Gejala Flu Babi sama dengan Influenza biasa(comon cold).Hanya saja,virus yang setipe dengan flu biasa ini memiliki sifat ganas yang mirip flu burung.Dalam waktu singkat penderita bisa mengalami sesak nafas hingga hilang kesadaran.Belum ada obat yang benar-benar menjamin kesembuhan dari infeksi virus ini.Jd kita harus selalu waspada&menjaga kesehatan kita.