Minggu, 14 Desember 2008

Where is Shin ?



"Perlukah alasan ? Aku tak tahu alasan orang untuk membunuh. Tapi tak ada alasan logis untuk menolong !"





Seperti biasa, hari Minggu adalah saatnya memanjakan diri dengan menonton deretan anime terbaik di televisi. Setelah minggu kemarin absen karena ada kepentingan yang menyangkut nasib, minggu ini dengan semangat aku menantikan datangnya hari Minggu. Meskipun masih mengantuk gara-gara begadang nonton bola, aku menyeret kakiku ke depan televisi. Dimulai dengan anime spesial Inuyasha, aku pun memuaskan diri menyimak jalan cerita animasi di Hari Minggu. Mendekati pukul setengah sembilan, rasa was-was menghinggapiku. Ya, biasanya setengah sembilan berarti Detective Conan, salah satu anime favoritku. Namun minggu pagi itu jarum jam sudah mendekati pukul sembilan dan anime kesayanganku belum juga dimulai ! Kutunggu dengan sabar siapa tahu jadwal molor seperti yang sudah-sudah. Mukyaaaa.....ternyata hingga tiba saatnya anime favoritku berikutnya, serial Detective Conan tak kunjung diputar ! Lagi-lagi stasiun televisi itu memutus tayangan tanpa pemberitahuan. Jengkel bercampur sedih, aku tak sabar datangnya minggu depan, berharap hanya kali ini serial Conan absen.
Mengapa aku sebegitu mirisnya ketika harus melewatkan serial ini sekali saja ? Sejak mengenal tokoh Conan dengan membaca versi komiknya, cowok fiktif ini mempunyai tempat tersendiri dalam hatiku ^^. Detektif Conan bercerita tentang perjuangan detektif SMA Shinichi Kudo membongkar organisasi hitam yang mengecilkan tubuhnya dengan obat APTX. Menyamar menjadi Conan Edogawa, anak kelas satu SD iya menjadikan detektif amatir Kogoro Mouri terkenal dengan menyelesaikan kasus di balik layar. Lambat laun kasus yang melibatkan anggota organisasi misterius itu pun bermunculan dan selangkah demi selangkah Conan mendekati titik permasalahan. Shinichi, identitas sesungguhnya Conan betul-betul menjadi gambaran cowok ideal. Pintar, baik hati, selalu ingin tahu, gentleman, setia meski tak luput dengan kekurangan yaitu sifatnya yang tidak sabaran menjadikan sosok Shin kadang hadir dalam mimpiku ^^. Melalui Shin, yang seringnya berwujud Conan aku mendapatkan sesuatu yang berharga. Tidak hanya hal-hal umum yang menambah wawasanku, tapi juga kalimat-kalimat bijak yang terucap darinya. Hingga volume 52 sekarang terhitung ada beberapa adegan yang membuatku terharu. Salah satunya ketika Shin berkunjung ke Los Angeles dan menjumpai kasus pembunuh berantai. Di tengah rintik hujan, dengan wajahnya yang sendu namun tegas Shin melontarkan kalimat yang tidak hanya membuat sang pembunuh terpana namun juga semua yang membacanya. Yah, setiap melakukan sesuatu yang buruk beribu alasan menjadi sebuah pembenaran diri. Namun untuk menolong, rasanya tidak perlu alasan untuk melakukannya. Duh, membaca kalimat ini membuatku iri pada tokoh Ran yang berada dalam dekapan Shin ^^.
Berulang kali aku membaca serial ini dari awal, berulang kali pula aku terpesona pada tokoh Shinichi Kudo. Tak heran, aku memutuskan untuk mengoleksi seri komik lengkapnya. Berhubung aku mulai berlangganan dari volume 39, bisa dibayangkan betapa beratnya perjuanganku yang masih mengandalkan anggaran dari ortu. Hari Minggu pun menjadi hari yang kutunggu untuk bertemu dengan Shin dalam bentuk anime. Sayang, dua minggu ini aku tak bisa menyaksikan kegemilangan Shin dalam memecahkan kasus. Dan mungkin saja untuk selanjutnya serial ini berhenti tayang. Hiks...where is my Shin ?

1 komentar:

ela mengatakan...

wow..kentara banget sgt suka sinichi, ampe kebawa mimpi ^_^

kapa y sinichi bersanding langsung sm Ran??? atau ganti bersama tezuke?

hiks,hiks,huiks