Senin, 18 Agustus 2008

Dia Nublado


Cuaca cerah di bulan Agustus mulai tersapu mendung. Fenomena akibat pengaruh global warming ini menjadikan iklim semakin tak menentu. Seperti hari ini, mendung menggelayut sejak matahari muncul menggantikan peran bulan di malam hari. Perasaanku hari ini juga tak luput dari mendung. Bermula dari kabar mengecewakan dari seorang teman, membuatku kembali patah semangat. Harapan yang semula melambung tinggi kembali kandas sebelum terwujud. Keceriaan yang mengikuti di awal bulan sedikit demi sedikit lenyap saat mendekati hari-hari akhir. Kegelisahan semakin mencekik, membuatku gundah dan tak nyaman. Perasaan yang tak terungkap semakin menumpuk dan siap untuk meledak laksana magma gunung berapi yang menggelegak sebelum akhirnya mendesak untuk keluar dari dalam perut bumi. Akhir-akhir ini aku semakin tak mengerti dengan diri ini. Pikiran yang benar-benar absurd terus menggerogoti benakku, membuat terbelenggu dengan rasa yang sudah lama tak datang padaku. Bahkan dunia fantasi pun tak mampu mengalihkan perhatian dari pikiran-pikiran yang menyesakkan ini. Increible ! Loco ! Dios, por que el me hace loco como esta ? El es solo un nino ordinario ! Por que el siempre en mi corazon ? Loco ! Mi vida no es para el !. Kucoba menata kembali perasaan yang terjalin kusut ini dengan menyerahkan diri pada pesona musik. Ya, musiklah obat paling manjur untuk menghilangkan sakit yang menjengkelkan ini. Ditemani alunan merdu theme song phantom of the opera, aku mencoba rileks sambil mencurahkan semua ganjalan hati ini. Malangnya, bukannya menjadi tenang, lirik-lirik romantis There For Me yang dinyanyikan dengan begitu indahnya oleh singer favoritku Josh Groban justru membuatku semakin miris. Hatiku semakin teriris saat ikut menyenandungkan bait-bait 'kokoro no tomo', mengingatkanku akan ucapan seorang sahabat di hari ulang tahunku. Aku pun tak kuasa menahan lelehan air mata yang mengalir begitu saja saat Sarah Brightman melantunkan You And Me, "lai ba pheng you. Wo he ni yung yen. "Aku terhanyut ketika Delon menahan nada tinggi saat berduet membawakan All I Ask Of You. Oh betapa aku merindukan kehadiran sahabat-sahabat terdekatku saat ini. Sayang hanya musiklah yang bisa menemaniku sekarang. Musik memang selalu membuatku terenyuh, membangkitkan kenangan masa lalu, dan menjadi musik latar akan emosiku. Musik pulalah pelipur lara nan menggelora, pembangkit semangat dan pengiring euforia kebahagiaan, sumber inspirasi yang tak ada habisnya. "Cause I've got faith of the Heart", demikian sepenggal lirik yang dinyanyikan dengan sempurna oleh Russel Watson. Aku tak bisa membayangkan hidup tanpa melodi-melodi indah itu. Musik membuatku semakin mengagumi kebesaran Tuhan atas ciptaannya yang sempurna. Mungkin pada saatnya nanti aku akan terus melantunkan Con Te Partiro yang mencerminkan keinginan ini. Venga en Aira, usted debe ser fuerte! Justo confianza que habra una manera en el futuro. Thank's to the music. Meski menangis di awal, akhirnya kuperoleh sedikit ketenangan hati. Arigatou Kyon-Kyon, kau membuatku tertawa lagi. Xie-xie Cuu, for your attention to me last night. But you can't share this. Last night I understood how you be crazy cause him. Ni men ce pu ce tau ? Hari ini mendung belum sepenuhnya hilang dari hatiku. So hard......yo no puedo tomar este sentimiento. Los ninos poe que usted quiere esto ! Usted me hace para salir duramente. No haga mi esperanza tan alto. O manana yo no puedo parar de llorar

1 komentar:

MARS mengatakan...

kyaaa..kenapa in????pasti lg mellow nggak genah yak...
samaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!